
" Gimana kalau Syila yang buat konsepnya aja? " Bisik Jeremy. Ini bagai dejavu ataukah karma? Memang kata itu adalah do'a ya.
Semua mengarah melirikku. Mikha menegakkan tubuhnya bersedekap melipat kedua tangannya didada bersamaan dengan ujung bibir yang melengkung tipis dengan tatapan meledek ke arahku. Mau apa lagi iblis ini?
"Bagus! Syila yang akan membuat rancangan pesta kenjutan dan akan mempersiapkan semuanya! Bagaimana? " Dengan nada meledek dia menunjukku.
"Itu itu bagus, tapi kita juga harus tetap membantunya. " Malaikat! "Gimana? Kamu mau?" Demi melancarkan rencanaku tentu aku menerimanya, walau aku merasa mendapatkan karma. Aku mengannguk dan menyetujuinya. "Kalau gitu, aku juga akan membantu! " sontak semua menoleh ke arah suara itu.
"Lisa? "
"Sorry, aku mau jemput Yudha tapi aku tfersesat dan cuma ingat untuk kesini, dan gak sengaja menguping." Nampak raut bersalahnya.
"Jadi, gimana kalau aku juga bantu. Bolehkan? "
"Uhmm, boleh! " Nampaknya Par lelaki terkejut dengan jawaban Syila yang dengan cepat menyetujuinya. "Karena Yudha itu samgat rasional dan keras kepala terus gak percayaan sama orang makanya kita harus cari cara agar saat acara itu dia datang tanpa curiga!"
"Kamu kayaknya tahu banget tentang Yudha ya."
"Eh? Bukannya emang kayak gitu ya? " Syila melirik ke arah yang lain, bukan sekedar lirikan biasa tetapi lirikan meminta bantuan dengan berpura-pura untuk meminta keyakinan bahwa intuisinya tidak salah. Semua mengaangguki Syila menyetujui maksud gadia itu. "Yudha emang gitu. " Sahut jeremy.
"Kalau gitu, aku akan bantu bawa dia kesini. " Jawab Lisa.
"Satu lagi! " Seru Syila membuat seisi ruangan menegrnyitkan dahi. "Rama! Kak Lisa juga harus bawa dia, bisakan? Soalnya mereka kan satu paket." Lisa sempat menahan tawanya ketika mendengar kata 'satu paket'.
"Uhmm, kamu bener! Aku akan usahain! " Syila mengangguki Lisa. "Kalau gitu, tinggal konsepnya mau gimana? "
Di hari kejadian..
Lisa dan Yudha sudah berada didepan sebuah bangunan minimalis bergaya vintage berwarna putih itu.
"Kayaknya dikunci. " Lisa menoleh kebelakangnya. Yudha mencoba dan perkataan gadis itu benar. Dia mencoba mengetuk ,namun tak ada balasan. Sekali lahi, dia mengetuk lalu mengintip ke jendela tetapi tidak merasakan hawa keberadaan siapapun. Yudha fikir mungkin hari minggu ini mereka tidak datang karena memiliki kesibukan masing-masing. Mungkin Jeremy sedang mempersiapkan pernikahannya dengan Jessica. Mikha yang mungkin sedang berkencan dengan Kaina atas suruhan kedua orang tua mereka. Rama yang tadi terlihat dari sela-sela jendela ruang Osis yang masih rapat. Haris mungkin sedang mengunjungi neneknya, dan David yang mungkin bersama keluarganya.
Yudha menyaku kantung celana kanannya, menyodol dan mengeluarkan sebilah kunci lalu memasukkannya ke lubang kunci dipintu dengan arsitektur vintage minimalis berwarna putih yang senada dengan warna dasar dinding bangunan itu. Di memutar knop pintu itu, memang tidak ada siapapun di ruang santai. Dia pun mengajak Lisa menuju ruangan membaca yang bersekat dinding rotan yang di dampingi oleh dinding sekat putih yang menyimpan banyak pot tanaman kecil dengan paling atas adalah tanaman berjalar yang menjalar kebawah menambahkan kesan aestetich yang menyambungkan ke arah dapur yang juga sama luasnya.
1,2,3..
"Surprise!!" Yudha tercengang dengan tamparan confetti ke wajahnya dan juga pelukan Lisa dari belakang. Dia melirik ke arah teman-temannya dan juga ke belakangnya.
"Ayo masuk." Bisik Lisa, menarik Yudha untuk masuk.
"SURPRISE! " Confetti bertebangan diantara mereka. "Lah, Rama mana? " Celetud Jeremy.
Semua melirik Lisa. "Sorry, kayaknya dia lagi rapat osis. " Jawabnya swdikit berbisik. "Jadi elo mau kesini, karena.. " Tanya Yudha. Lisa yang berdiri disampingnya pun mengiyakan sembaro tersenyum lembut.
__ADS_1
Sebenarnya lelaki itu cukup terharu ditambah ada sosok yang dia harapkan bisa metayakan hari kelahrannya bersamanya. "Thanks ya se-"
"Mati lampu! "
***
POV Rama
Aku bangun pagi-pagi sekali untuk menjalankan rencanaku. Aku telah menyewa teman-temanku untuk menjalani ini. Kami akan berbuat seakan-akan mengadakan rapat oragnisasi siswa di sekolah. Sebelum itu aku sempat lebih dulu mampir ke tempat kue mengambil kue yang telah aku pesan dan juga aku telah mengambil sebuah hadiah ditempat yang lain yang jaraknya tidak begitu jauh dari toko kue.
"Kalian siap? "
"Yes. Dan kayaknya kita bakalan rapat beneran! " Sahut Ramdan sang wakil ketua.
"Loh? "
"Tadi gue dapat wejengan dari Pak Guru kalau harus mulai menyiapkan acara perpisahan kelas dua belas. "
"Alamak gue lupa! Yaudah gowes aja! " Kami pun berakhir dengan rapat nyata super dadakan.
***
SURPRISE! " Confetti bertebangan diantara mereka. "Lah, Rama mana? " Celetud Jeremy.
Semua melirik Lisa. "Sorry, kayaknya dia lagi rapat osis. " Jawabnya swdikit berbisik. "Jadi elo mau kesini, karena.. " Tanya Yudha. Lisa yang berdiri disampingnya pun mengiyakan sembaro tersenyum lembut.
Sebenarnya lelaki itu cukup terharu ditambah ada sosok yang dia harapkan bisa metayakan hari kelahrannya bersamanya. "Thanks ya se-"
"Syria?!-?" Ditambah Syria yang tiba-tiba jatuj dan menurunkan sebuah tirai. Disana ada sebuah lemari usang yang tadinya tertutup namun telah terbuka. Mikha curiga dengan isinya karena dia ingat bahwa lemari itu sebelumnya tidak ada lemari satu pintu yang cukup dalam dan sudah usang namun masih kokoh.
Syila ,dzith dan Lisa membantu Syria untuk berdiri. "Kamu tidak apa-apa? " Tanya Lisa yang sigap membantu.
"Mikha? " Panggilan Kaina tak digubrisnya dia membuka lemari iti dan mematung sebentar, lalu berbalik dan kembali melangkah meninggalkan lemari itu. Namun, alangkah terkejutnya mereka dengan muncul sesosok yang keluar dari dalam lemari bagai di film Narnia sembari membawa kue berdekorasi stich & lilo. Semua mengerjap dan menambah keterjutan mereka saat Rama menghadap seorang gadis yang masih setia diapit dan digandeng oleh para gadis lainnya.
"Happy birthday, Syria!" Lelaki itu memamerkan pagar putih berjajarnya khas senyuman gulali.
"Eh? Ini buat Rya? " Tanya gadis itu ragu.
"Eh-khmm, for you pretty girl. "
Semua tambah tercengang lagi karena Rama yang dinilai tidak pernah mendekati gadis ataupun menggoda seorang gadis karena sebelas dua belas dengan kembarannya, apabila Yudha itu kulkas ,Rama adalah AC.
"Kok bisa tahu sekarang aku ulang tahun?" Syria melirik Dzith dan Syila yang kedua menggeleng dan mengangkat kedua bahu.
__ADS_1
"Gu baru tahu elo juga ultah. Kok nga kasih tau gue?! " Kata Syila menyela. "Gue lupa kalau hari ini elo ulang tahun. " Sahut Dzith dengan datar.
"Jadi, kamu juga ulang tahun? Rama elo tahu darimana? " Tanya David. "Dari cv dia! Kan dia mau gabung Osis, iya kan? "
"Elo gabung osis?! " Serentak Dzitj dan Syila. Syria hanya mengannguk. "Iya. "
"Ria, gimana kalau kita tiup lilin ini barengan? Keburu leleh nih! " Ajak Rama. "Uhmm, yang ini gimana? Gue udah pegel! " Sambung Jeremy yang masih memegang kue ulang tahun untuk sikembar buatan Haris.
"Tiup bareng-bareng aja! " Seru Clarisa dan Mega. "Uhmm, bener! "
Dua kue pun didekatkan dan ditiup secara bersamaan. "Uhmm satu lagi. " Semua menoleh ka arah Rama. Mereka mengerjapkan kedua matanya sekaligus tercengang karena lelaki itu sudah berjingkok didepan Syria. "Ria, kita jadian yu! "
"EHH?! "
"Kamu mau kan? "
"Tapi kenapa? "
"Hmm? Kenapa apanya? "
"Kenapa kakak suka sama aku? Aku kan-" Lelaki itu sontak berdiri lalu menempelkan telunjuknya dibibir Syria. "Sstt! Kamu cantik kok, manis pula. " Sang kakak Yudha sampai tak dapat berkata saat melihat adiknya itu.
"Kamu mau kan? " Sekali lagi Rama bertanya. Dengan malu, Syria pun mengangguk. Couple RaRi telah berlayar.
"Btw, kemana Renita dan Dzestha? " Tanya Mega.
"Mereka sibuk pacaran! " Seru Dzith yang mengundang tawanya semuanya.
"Yang jelas selamat buat kalian! " Kata David.
"Aku pengen tanya!"
"Apa wahao kakak ipar? "
"Kamu didal sana dari tadi? " lisa menunjuk. lemari itu dan diangguki oleh Rama. "Lalu yang beberapa menit lalu kita lihat di ruang osis siapa? "
"Oh itu.. "
Di dalam Ruang Osis.
Dzestha yang memiliki postur sama dengan Rama sudah dibriefing lebih dulu oleh Syila dan Rama, pastinya mendapat bantuan dari Renita yang hari ini tidak bisa bergabung karena ada acara keluarga. Dia membuka wig yang dia pake itu. "Ah, panas! "
"Elo keren! " Semua yang berada didalam ruangan iti mebgangkat jempol kakinya, eh salah jempol tangan.
__ADS_1
"Tinggal nunggu bayaran kita. "
"Hahahahahaha. "