Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
63. Pesan terakhir


__ADS_3

"Martha sakit. " Suaranya terjwda. "Kalau gitu ajak Syila untuk jenguk ya. " Tak ada jawban dari lekaki didepanku ini, dia hanya tersenyum getir sambil menunduk. Denga gemetar dan nafas tang tertahan dia menegakan wajahnya menatapku. "Syila. "


"Ya? "


"Sekarang dia sudah sembuh. "


"Eh? Alhamdulillah kalau gitu, tapi bolehkan Syila tetap menjenguknya. " Namun, laki itu malah menjatuhkan embun matanya, menetesi wajahnya perlahan. "K-kak Dav-? ".


"Martha sudah pergi ke syurga Syila,tepat saat Alvim juga pergi bersama penyakit yang sama. "


Deg! Bagai tersambar petir disiang bolong, nafasku pun berhenti dan tertahan tak dapat menelan ludah. Dadaku sesak rasanya seperti ingin meledak. "Me me-apa? "


"Martha sudah meninggal. " Seketika aku menunduk meremas benda pemeberian gadis itu dari David. Aku pun mulai terisak. "Hiks, hiks, ga mungkin. Kakak lagi bohongi Syila ya?!" Lelaki itu menggeleng. "Buat apa? "


"Ga mungkin. Huaaa! " David berusaha menenangkan Syila bersama tangisnya. "Thanks sudah menangisinya itu bukti bahwa kamu adalah teman yang tulus untuknya. Kamu bilang ingin menjenguknya bukan? Ayo sekarang kita temui dia! "


"Sahabatnya bukan hanya Syila. " David menatap lekat gadis itu. "Syila! " Seruan menolehkan dunia mereka. Tiga gadis yang baru datang itu langsung berhambur memeluk Syila. "Huaaa, apa beneran? "


"Hiks, ini bohongkan? "


"Huaaa, ga nyangka banget! "


Tangis dari keempat gadis itu pun saling menyatu hingga suasana lebih tenang, David menceritakan perihal itu kepada mereka dan membenarkan, lalu mengajak mereka ke tempat Martha.


"Terimakasih ya sudah datang menemuinya. "Ucap ibunya. "Ini adalah buku yang dibuat Martha tentang kalian dan pesan didalamnya, kalian boleh bawa pulang dan baca bersama-sama. "


****


Gambar-gambar terpampang, berjejer rapi dalam sebuah buku bersama lukisan tangan dan tulisan pesan haru dan mennyenangkan bergabung menjadi kenangan. ~~

__ADS_1


hai semua, sorry mungkin aku ga bisa aku terlalu penakut untuk berkata jujur bahwa aku memiliki rahasia yang mungkin pada akhirnya kalian akan mengetahuinya diakhir kisahku nanti. Maaf harus ku katakan sebelum aku meneruskan. Maaf tidak dapat berkata jujur, maaf harus meninggalkan kaliam secara bersembunyi. Maaf untuk janji-janji kita yang belum sempat terlaksana.


Aku Martha seorang model, Ya. Namun, sudah lama aku vakum dari dunia itu karena penyakit yang aku derita. Sempat menjadi sehat dan kembali, namun setelahnya kondisi semakin memburuk. Aku di diagnosa terkena kanker otak berawal dari tumor jinak yang tumbuh di otak kecilku lalu menjalar dan semakin menyebar. Itu sudah ku alami sejak kelas sembilan. Aku pernah libur satu tahun untuk melakukan kemo dan keadaanku membaik. Aku kembali aktif di dunia model hingga sekarang, namun tujuh bulan yang lalu kondisi kembali dan lebih buruk. Kata dokter sudah masuk stadium tiga dan sudah menyebar ke paru-paru. Itu alasan aku jarang sekali masuk sekolah dan semakin kehilangan berat badanku. Aku lelah! Aku berharap mati saja! Tapi, aku juga tak mau itu. Aku tidak mau berpisah dengan kalian.


Apalagi elo, Syil. Elo temen pertama gue yang bener bener tulus sama gue, tidak seperti kebanyakan orang yang hanya ingin berteman dengan gue yang tenar, katanya cantik dan kaya. Elo malah seakan ga peduli dengan sekitar makanya gue ajak elo kenalan waktu itu dan selalu iseng. Gue iri sama elo yang dikelilingi orang-orang baik dan karena elo juga gue bisa ketemu dan deket dengan mereka. Rere, Rya dan Dzith. Gara-gara elo juga gue kembali dekat sama kaka gue.


Terimakasih semuanya telah menjadi harta berharga untuk gue. Dan Syila, sorry dengan janji kita yang gabisa gue tepati. Tapi ada beberapa yang akan gue titip ke harta gue dirumah. Akam ada kejutan lainnya juga buat cuma buat Syila, tapi kalian. See u, love u, thank u.


****


Hari ini pagi-pagi sekali sebelum kegiatan kelas dimulai, para aiswa dari tiap klub membagikan brosur ke setiap siswa baru yang sudah menyelesaikan masa ospek mereka.


"Suka messi? Ronaldo? Klub sepak bola jawabannya!"


"Dance in your Area! Ayo gabung klub dance!"


"Ayo gabung juga ke eksul tari tradisionalnya, teman-teman! "


Dan masih banyak kegiatan olahraga lainnya seperti juga bela diri. Masing-masing dari mereka ada yang menampilkan keterampilannya untuk mempromosikan. Mulai dari Karate, wushu, taekwondo dan pencak silat.


Ada juga kesenian lain selain tari, seperti melukis, kerajinan tangan dan teater. Bahkan klub yang diikuti Dzith ,yaitu klub fotografi. Ada pramuka, paskibra, ada juga klub shogi dan catur. Ada klub sejarah ,astronomi dan arkeologi. Klub memasak hingga klub Syila, yaitu klub membaca.


"Silahkan bagi kamu kamu yang suka baca dan yang nga suka dan hanya sekedar ingin minum teh dan bersantai ria sambil ngemil cuantyikk ayo bergabung ke klub ini !!" Teriak Rana dengan riang gembira, terdengar bagai toak di telinga Clarisa.


"Ayo, ayo klub cowo-cowo kece yang udah ga ada tapi ada fotonya. bagi yang suka sama oppa oppa bisa gabung dan pantemgin foto-foto mereka! " Rana kembali menyerukan sayembaranya. Clarisa menghela nafasnya, sedangkan Syila hanya geleng-geleng saja.


"Yang bener dong Na, masa kaya gitu sih promoinnya?! Malu maluin! " Protes Clarisa.


"Eitsz, Rosalinda, ini itu namanya strategi pasar tau!"

__ADS_1


"Ck. yang ada kebohongan publik! "


"Lah nga bohong dong, emang benerkan? Wong pencetusnya geng SWB kok, iyakan ketua?! "


"Iya."


"Tuh! "


"Ish, elo mah terlalu manjain dia! "


"Ngapapa, daripada klub kita dibubarin. Syila kan dapat wantian dari senior! Iya ga, Syil? "


"Iya. " Sekali lagi Syila hanya menjawab singkat membuat Clarisa kesal karena merasa dipilih kasih.


Waktu semakin menipis dan habis. Semua murid sudah kembali ke kelas masing-masing kegiatan promo dilanjutkan saat waktu istirahat. Namun, nihil hasilnya klub mereka belum juga mendapat rimbanya. Ditambah ketiadaan Rama yang sibuk dengan dunianya.


Karena lapar, grup Syila akhirnya memutuskan untuk makan saja ke kantin. Disana mereka bertemu Dzith, Dzestha, Renita dan Syria.


"Ria, elo nga sama Rama? " Syria sekarang telah berstatus menjadi kekasih pangeran sati-satunya yang tersisa, karena Mikha yang entah kemana. Selama kenaikan kelas ini, dia hanya terlihat 1 sampai 3 kali saja namun tidak datang ke klub, sedangkan Kaina dikabarkan telah pindah.


"Dia sibuk jadi bapak ketua OSIS. " Jawabnya cuek. "Uhmm!"


"Gimana kalian udah dapat anggota baru? " Tanya Renita. Ketiga gadis itu menggelengkan kepala mereka. "Susah banget! Padahal gue udah koar-koar tuh! " Celetuk Rana. "Elo maj koar koar nya ga jelas gitu!" sahut Clarisa.


"Ga jelas gimana ,vokabuleri gue udah bagus jelas kok! "


"Tau ah gelap! "


"Jadi, gimana? " Tanya Dzith. "Pulang sekolah nanti kita bakal coba lagi bagiin brosur. " Sahut Syila yang sudah mulai menyendok baksonya.

__ADS_1


"Kalau gitu, saya akan gabung! "


__ADS_2