Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
73. Kepergok


__ADS_3

* Guys komen, judul apa yang cocok untuk bab ini.*


Selamat Membaca!


***


''Woy,lagi apa kamu disitu?!'' Mikha tersentak bergidik karena sesorang tengah memergokinya yang sedang mengintip melalui teropomg me arah rumahnya. ''Elo penguntit hah?!''


''Bu-bukan!''


''Bukan, bukan, udah kebukti diem-diem disitu pakai teropong ngintip rumah saya! Apa kalau bukan nge stalking via offline! Lagi cepirit?!'' Mikha menelan ludahnya membuat jakunnya naik turun. Dia membuka mulutnya namun tak dapat berkata karena dia sendiri pun bingung dengan apa yang sedang dia lakukan. Kenapa dia bertindak gila seperti ini. ''Ikut saya kamu!'' Liam menarik Mikha keluar dari tempat persembunyian yang telah ditemukan. ''Eh kemana?''


''Kantor polisi!'' Mikha langsung melebarkan matanya , menahan tarikan Liam dan mulai berteriak memangil Syila dan Kaina. xOh jadi kamu stalker adik saya?'' Mikha menggeleng dan semakin membuat Liam kesal. ''Bener-bener nih anak emang kudu dibawa ke kantor kejaksaan!x Lah kok berubah? ''Syila!Kaina!'' Mikha kembali meneriaki nama kedua gadis yang dia kenal dekat itu. Di kamar Syila, ketiga gadis itu asik mengerjakan tugas,menulis sembari mendengarkan musik makanya kuranh mendengar, namun Aliya dan Letha mendengar kegaduhan itu. ''Bu, kayanya ada yang manggil-manggil Syila deh.''


''Iya ,ibu pun dengar. Coba kamu panghil anak-anak ,bilang ada yang nyamper. Ibu mau lihat dulu ke depan.'' Letha yang mendatangi kamar Syila dan Aliya yang kuar itntik melihat. Betapa terkejutnya Aliya melihat Liam yang sedang menarik paksa lelekao remaja yang meneriaki nama putri dan teman putrinya itu.


''Eh,tunggu!'' Renita mematikan mp3 yang memutar lagu melalui speaker itu. ''Kalian dengerkan?'' Kaina dan Syila saling cuti pandang. Disisi luar, Letha baru saja akan mengetok namun dia sudah terkejut karena pintu terbuka dihadapannya bersama para gadis yang berhamburan keluar. ''sorry ,kak.''


''Permisi,kak.''


''Kenapa tuh anak-anak?'' Letha pun membututi mereka keluar.

__ADS_1


''Aduh nak, ada apa ini?!'' Aliya mendatangi kedua lelaki yang terpaut usia itu. ''Ini bu, Liam akan bawa nih anak bandel ke polisi remaja!''


''Astagfirullah, piye to? Kenapa mau dibawa ke kantor polisi?''


''Dia-''


''Mikha!'' Mendengar namanya diteriaki dia menjadi lega.


''Lah, kalian kenal dia?'' Tanya Aliya dan Liam. Tiga gadis itu mengangguk. Mereka melirik mikha yang redup netranya memelas meminta pertolongan. ''Dia kakak kelas kami.'' Jawab Renita. ''Dan, senior juga pendiri klub membaca yang Kaina dan Syila.ikuti sekaligus teman Yudha.'' Memang dasar dia ini sahabat ember.


''Ooh jadi kamu temen si plyaboy itu!'' Mikha hanya menyengir kaku dan terus melirik ketiga gadis itu untuk menyuruh Liam melepaskannya. ''Terus napa elo sembunyi disitu liat-liat mana paket teropong?!''


''Sembunyi?Teropong?'' Ketiga gadis itu melirik tajam mempertanyakan kebenaran pada lelaki itu. Mikha mengelak dengan gerakan matanya. ''Maaf!'' Mereka semua terkesiap karena Kaina membungkukkan tubuh ya meminta maaf secara tiba-tiba. ''Sebenernya..dia itu orang yang dijodohkan orang tua kami.'' Semua orang terkejut. ''Masih jaman ya perjodohan.Aw, sakit sayang!'' Letha menggeplak bahu Liam yang membuatnya membisu. Tapi yang membuat Syila dan Reniya terkejut bukan soal perjodohan, tetapi penjelasan yang Kaina utarakan yang mereka tahu kalau Kaina memang sangat cinta gila pada Mikha secara sepihak. Tapi, saat ini Mikha yang terkenal.kulkas dan keras kepala tiba-tiba menuruti titah orang tua mereka, sedangkan Kaina yang malah terlihat kecewa dan mulai judes pada lelaki itu. Apa jiwa mereka tertukar karena suatu hal? Kepentok pintu atau meja misalnya?


Letha lantas kedalam dengan cepat dan Aliya pun mendinginkan keadaan menerima permintaan maaf Kaina yang seharusnya tidak perlu dilakukan dan memeprsilahkam Mikha masuk bergabung. ''Disini dulu saja sama para gadis ini, ibu mau kedalam dulu belum selesai membuat kudapan!''


''Terimakasih,bu.''


''Lili juga mai disini sama kakak cantik!''


''baik, jangan repotkam kakaknya ya..'' Gadis kecil itu mengangguk dan Aliya pun pergi kedapur, sedangkam Liam sudah masuk ke kamar bayi karena dipanggil sang istri.

__ADS_1


Keadaan awal begitu hening hanya ada senandung dari sang gadis kecil yang duduk diantara Renita dan Kaina. ''Elo sebenernya ngapain, segitunya ngebuntutin si Kaina ke rumah gue? Emang bokap Kaina galak ya?'' Tanya Syila agak berbisik.


Dia melirik Kaina yang masih menatapnya tajam. Renita dan Syila.saling curi pandang. Apakah mereka sedang berada di dunia terbalik? ''Nga.'' Hanya itu jawaban yang keluar dari mulut Mikha. ''Ini teh rempah dingin dan kroket sayur nya ,silahkan.'' Aliya datang dengan nampan yamg berisi, menyajikan satu pirimg kroket dan empat gelas minuman dingin hang cocok dohari yang panas ini. ''Terimakasih, bu..'' Sepeninggal Aliya, mereka mulai kembali mengintrogasi Mikha yang sedang menikmati minumannya. ''Haus elo?'' Mikha menyimpan kembali sisa minumannya. ''Hah.'' Dia menghela nafas. ''Sorry, udah buat keributan. ''


''Uhm.'' Jawab Syila. ''Kaina, kalau gitu kenapa ga suruh dia diem disini aja biar asuh Lili terus kita ngerjain lagi tugas atau sekalian minta ajarin dia matematika yang tadi. Gimana menurut elo, Syila juga?''


''Mikha ga jago matematika. '' Sahut Kaina. ''Eh?!''


''Dia bener, gue ga jago karena ga suka. Tapi kalau dasar dasar sih masih bisa.''


''Heungh! Berarti pinteram gue dong!'' Liam yang tiba-tiba nimbrung dan menyombongkan dirinya sambil menggendong salah satu bayinya yang tertawa bahagia ala bayi. ''Ahnan!'' Lili turum dari tempat duduknya dan menghampiri sang papa dan adik tampannya, satu-satunya anak.laki-laki dari tiga kembar itu. ''Tapi salah semua waktu itu yang diajarin kakak!'' Sindir Syila. ''Ck. itu mah kamusnya aja de, Rere mah bagus kan nilaimya?'' Renita mengangguk ragu dan mali-malu. Syila hanya mendelik mengundang kekehannya Kaina dan senyum tulus Mikha.


''Papa, Anan mau ke taman tatanya!''


''Ahnan, atau Lili yang mau?'' Gadis kecil itu menggembungkan kedua pipinya. ''Ihh Anan yuh! Lili ikutcan ajah!''


''Hehe, iya ayo..''


''Dadah kakak cantik ,kak Cila..'' Dia melambaikan tangan kepada tiga gadis itu yang dibalas mereka dan juga Mikha yang ikut melambaikan tangannya. Dan saat Lili menoleh ke lelaki yang tersenyum lemlbut itu. ''Dadah kakak belisik!'' Seketika senyum itu memudar dan hatinya runtuh oleh anak kecil yang menggemaskan itu.


''Pfft-Hshahahahaha!''

__ADS_1


''Puas ngetawain?''


''Sorry,bwahahaha!''


__ADS_2