
"Ini?!" Sebuah ruangan yang luas bagai aula dengan kaca kaca yang memperlihatkan betapa luasnya taman dibalik kaca kaca itu diluar ruangan luas yang menyerupai aula itu. Aula yang luas dengan disisi nya berada sekat tambahan yang dipakai sebagai ruang seni dan lainnya dengan perlengkapan yang lengkap bahkam ruangan itu bisa dijadikan ruang olahraga.
"Kenapa kita baru tahu ada yang seperti ini? " Celetuk Rana. "Ya, karena baru dibuka! " Sahut Clarisa.
"Selain itu, gimana pengkondisiannya? " Syila menyela duo ribut itu. "Euh iya, itu udah pada terkondisi kok."
"Sorry gue lama! " Rama yang baru datang dengan setumpuk kertas hvs putih untuk dibagikan ke para calon anggota. "Elo keren Yum, bisa sampai bikin pintu ini terbuka! " Pujian Rama membuat pemuda itu salah tingkah. "Tapi, kenapa harus di kualifikasi lagi kan ruangan ini bisa memuat mereka?" Sambung Rama.
"Yang gue lihat begitu pun kedua gadis ini, nga semua dari mereka itu sungguh-sunnguh ingin mencapai visi misi klub ini. Bukankah kalian yang bilang kalau ingin membuat klub yang tadinya hanya sekumpulan remaja nganggur menjadi benar-benar klub yang bisa bermanfaat untuk siswa dan sekolah tidak hanya sekedar untuk malas-malasan?" Terang Syila panjang lebar dan semua orang mangguymt-manggut.
"Itu makanya saya usul untuk diadakannya kualifikasi peserta." Sahut Haru.
"Yaudah, nih kalian bagiin kertas dan alat tulis yang udah disiapkan untuk mereka agar menulis cv mereka. Gue mau ngobrol dulu sama Syila. " Mereka pun menurut, walaupun ada satu yang ingin tinggal yaitu Haru. Pemuda itu penasaran dengan apa yang ingin Rama bicarakan dengan gadis cantik itu.
"Ram, elo lagi sibuk apa di OSIS? bakal ada apa lagi? " Belum Rama bicara, gadis itu telah mendahuluinya. "Elo mau ngomong apa ke gue? "
"Bisa ga tanyanya satu satu? "
"Ngak. "
"Elo masih aja nyebelin! "
"Elo juga! Ekh hm! " Rama berdeham. "Gue bakalan hanya akan bertahan bersama kalian tiga bulan lagi. "
"Hah?!Kenapa? "
"Gue mau fokus untuk ujian dan OSIS gue juga mau mengejar mimpi gue menjadi seorang dokter. "
"Dokter? Elo? "
"Iya. Kenapa? Nga boleh? "
"Ahh bu-bukan gitu, ya cuma ke lebih ga nyangka aja Seorang Rama ternyata mimpinya menjadi dokter. "
"Tapi, elo jangan bilang dulu ke yang lain! "
"Kenapa? "
"Karena gue yang akan bilang secara langsung pads mereka nantinya. Syria juga belum gue kasih tau, kalau gue akan masuk ke kedokteran di Harvard Amerika. " Mata Syila membulat. "Jadi.. itu maksud elo. "
__ADS_1
"Hmm. Jadi, gue titip dia nantinya ya. "
"Emang gue pengasuh! Aw! " Rama menyentil dahinya. "Bukankah kalian bersahabat? "
***
Setelah mereka telah menulis dan mengumpulkan CV mereka, satu persatu mereka puj dipanggil dan diwwancarai bagai interview kerja. Yang sebagai oenanyanya adalah samg ketua dan wakilnya. Syila dan Rama.
"Relisa, apa alasan kamu mau gabung ke klub ini? "
"Karena ada Haru, Bian dan kak Rama! "
"Ehh, selanjutnya!"
"Kamu Bian kan? "
"Uhmm, perkenalkan nama saya Abian Asley. Saya teman lama Haru yang kembali dipertemukan."
"Apa bener hobi kamu itu mendesain baju? "
"Uhmm. Saya sudah banyak membuat pakaian dan busana dan beberapa kali mendapat juara nasional dan satu kali juara internasional."
"Lalu, kenapa kami tidak bergabung dengan klub menjahit? "
"Penasaran dan ingin bergabung adalah dua hal. yang berbeda. Elo, pilih yang mana? " Lelaki itu mulai ikut bertanya lagi.
"Saya pilih keduanya karena ingin menemukan dunia baru yang mengubah dunia membosankan ini. "
"Tadi kamu bilang hal tak terduga, apa itu? " Tanya syila.
"Miharu Yumi Raden mas Sijabat itu."
"Eh panjang bet!"
"Ahahahha, kakak cantik ini lucu sekali! Itu nama panjang Haru. Dia berubah."
"Berubah? "
"Uhmm, yang saya kenal dja adalah krang yang serius dan juga hanya menyukai prestasi yang jelas. Dia banyak berbakat diberbagai bidang olahraga dan juga olimpiade. Saat saya lihat dia menjadi anaknyang lebih periang dan santai bahkan masuk kedalam klub yang aneh ini. Saya fikir mungkim dia sudah menemukan temlat batu dan mungkim saya juga bisa! Ya, itu sih kalau keterima! " Kedua penanya itu manggut-manggut. Orang selanjutnya pun dipanggil.
__ADS_1
"Ciara kenapa kamu ingin bergabung ke kkub membaca dan minum teh ini? Moriana, apa alasan kamu bergabung kesini? Melisya, Nuri, Ayami, Denisha, Yundalia, Meriska, Sonya, Azali, Stevani, Mereta, Luna apa alasan kalian? " Dan semua jawabannya adalah. "Karena Haru! "
"Selanjutnya! Nama elo Alethia kan? " Gadis itu mengangguk. "Apa alasan elo mau diajak gabung ke klub kita? " Dia tersenyum simpul. "Sebenernya saya hanya dipaksa ikut. Meskipun tentang suka sama kak Rama itu benar, ditambah si Haru itu maksa! "
"Tapi dari mata elo, elo juga sama dia. "Alethia terkikik geli. "Kak Rama bisa aja! Kakak ga cemburu? "
"Gue udah punya cewe dan cuma dia yang akan membuat gue cemburu. Kenapa? Kecewa? " Gadis itu menggelengkan kepalanya dan sedikit tersenyum kikuk. "Mau bagaimana pun kakak dan lelaki itu, saya tidak masalah karena hati saya tidak bisa berbohong untuk membohongi diri. Kalian tanya apa alasan saya ingin ikut bergabung bukan? Karena saya ingin tahu, klub yang dibangun atas kesalahan ini akan bertahan sampai kapan." Sahut gadis itu sambil melirik kearah Syila. "Dan, tentunya saya juga akan turut membantu semampunya, jika diterima.
"Ahh, kenapa jadi kek interview kerja! Padahal cuma tempat santai-santai! "
"Sekolah bukan tempat santai-santai aja! Kalau mau santai sana pulang kerumah!" Dengan nada berat, Syila bisa membuat pemuda itu terdiam dan merinding. "Silahkan duduk. " Dia pun ditanyai oleh kedua orang itu. "Ampun, ternyata galak juga ketua kkub sama ketua OSIS, gila! Napa gue mau gabung ya? Akhh semoga aja ga keterima! "
Sudah hampir semua para calon anggota diwawancara, hingga sampailah ke orang terakhir. Seorang gadis yang berjalan asedikit pincang dengan langkah yang berisik bagai suara pedang yang saling beradu.
"silahkan duduk. " Gadis itu pun duduk dikursi yang sudah disediakan. "Nama kamu Bona ya? "
"Ya. "
"Wahh, kamu atlet renang ya! Hebat! "
"Hanya masa lalu. " Syila dan rama menyadari sesuatu. "Kenapa mau bergabung? "
"Tidak tahu. Mungkin biar ada kegiatan aja. Lelaki itu yang ajak, katanya bisa makan enak juga disini. "
"Ehh?!!"
***
"Hah, akhirnya! " Setelah wawancara dan bilang pada oara calon anggota bahwa besok adalah hasil pengumumannya melalui pesan chat. Syila pun beristirahat. "Kalau gitu gue duluan! Sisanya gue serahin ke kalian aja! " pamit Rama. "Iya. "
"Elo ga pulang? " Tanya Calrisa. "Nanti aja, kak. "
"Haru. "
"Ya? "
"Bona, dia kecelakaan dimana? "
"Ehh? " Clarisa dan rana.
__ADS_1
"Gadis itu pakai kaki palsu di kaki kanannya kan? "
"Jadi kak Cil menyadarinya ya? Ya, dia kecelakaan saat oerjalanan turnamen final saat akan melawanku diolimpiade renang nasional antar SMP. Itu belum lama. Kecelakaan itu membuat kakinya harus diamputasi satu juga tangannya dan kehilangan kedua orang tuanya. "