Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
74. Bukan kencan bisa.. Bukan kemcan!


__ADS_3

''Kalau gitu kami pulamg dulu,bu.'' Pamot Mikha dan Kaina. ''Thanks ya Syil, ini gue pinjem dulu.''


''Ya, besok jangan lupa bawa ya ke sekolah!'' Kaina. mengangguk. ''Assalamualaikum. ''


''Waalaikumussalam!''


''Kamu ga pulang,Re?''


''Kakak ngusir Renita?''


''Iy-Aw! Sayang, kok aku di geplak lagi?''


****


Hari ini Reanita merasa bebas setrlah sekian lamanya namun juga agak sedikit sepi pasalnya Dzestha ataupun Syila tidak menemaninya hari ini. Renita jogging daro daerah rumahnya hingga ditaman sekitaran sekolah yang memang sangat asri. Saat dia sedang memelankan langkahnya untuk meredakan lelah dan keringat yang sidah bercucur dia melihat seorang gadis berkacamata dengan rambut style dora namun membuatnya begitu imut sedang berjalan dengan pakaian santai dress selutut dan lengan sesikut bergaya retro berwarna mrem.polos dengan kerajaan seperti kelopak bunga putih dan sepatu casual hitam.putih bertali sedamg berjalan kecil dengan ekspresi yang tak dapat diartikan.


''Dzith!'' Gadis yang dipanggil itu mengehentikan langkahnya lalu mengangkat wajah dan menoleh ke arah orang yang memanggilnya.


Renita melambaikan tangannya dan berlari kecil memgahampiro dzith. ''Jalan sendiri?''


''Liat aja.'' Teman-teman gadis itu sudah terbiasa dengan kenyaplakan Dzith yang jujur saking jujirmya bisa keranah menyebalkan binti absurd yang sangat berbeda dengan kembarannya. ''Terus elo?''


''Ya liat aja.'' Balas Renita sambil terkekeh. ''Lagi cari apa sih elo trngak tengok mulu?''


''Tokek.''


''Tokek dicari, yang ada nemuin mbak e kun ,serem atuh..''


''Tinggal dijambak.''


''Ish tu bibir lemes bet, jangan sompral!''

__ADS_1


''Yang duluan siapa?''


Perdebatan terhenti sejenak mereka hanya saling liril dan mendelik, hingga..


''Ga sama Dzestha?Kemana Dzestha?'' Dua gadis itu berbarengan.


''Lah?'' Dan sekali lagi bersamaan.


''Mana gue tahu, dia pagi-pagi udah keluar!''


''Katanya sih ga bisa nemenin, mau ada acara. Gue kira acara keluarga.'' Dzith menggeleng. ''Bonyok aja masih kencan, mana ada acara keluarga! ''


''Ya kan bisa siang nanti..''


xNga ada pengumuman. ''


''Oh.''


Taman itu mulai ramai dengan oemgunjunh yang mampir untuk berolahraga atau sekedar berteduh karena matahari mulai terik dan banyak juga yang datang untuk sekedar jalam -jalan karena akhir pekan.


''Ok.''


Jadilah mereka mendatangi kedua yukang yang sudah tersenyum.lebar dengan dandaman rapi serapi rapi oramg formal berjualan bubur ayam dan es jeruk plus kelapa muda yang saling berdampingan berdiri saling membagi rezeki dibawah naungan perlindungan pohon besar hang daunnya begitu lebat dengan dahan yang menjuntai tidak tahu itu pohon apa yang pasti indah dan asri karena masih terang hari.


Renita yang asik dengan bubur tujuh ribunya diyambah air teh hangat gratis tanda kasih mang bubur pada para customernya. Dan, Dzith yang tidak jauh menduduki kurso yang sama warna nya . kursi berwarna hijau berlubang tanpa senderan berbentuk bulat sedang menyeruput segelas cairan berawrrna orang dengan tambahan kristal es yang membuat bulir-bulir menyegarkan datang menghapus dahaga.


Setelah mereka selesai dengan mengisi daya perut dan kerongkongan mereka. Mereka pun sepakat untuk pulang bersama. Sebenarnya Renitalah yang mengajak Dzith ke rumahnya setelah tahu kalau gadis itu akan jalan-jalan me mall dan nonton bioskop. Renita yang ingin ikit lali mengajak Dzith untuk ikut pulang kerumahnya karena dia ingin bersiap-siap dan membersihkan dilu diri setelah jogging.


Sesampainya di rumah Renita dia langsung membersihkan diri sementara dzith menunggunya. Tidak lama kemudian, dia telah siap dan mereka pun pamit pada bunda Renita bersamaan dengan datangnya driver taksi online yang mereka pesan. Karena jalanan yang macet setelah satu jam perjalanan mereka baru tiba di sebuah mall ternama di kota mereka. Di sana mereka langsung memesan tiket nonton film dan karena masih ada waktu 40 menit mereka sepakat untuk berkeliling disekitar bioskop dulu. Dari melihat-lihat baju,sepatu dan aksesoris ternama hingga yang lokal. Mencoba berbagai street food yang berada di dalam mall, seperti churos, gelato ice cream, takoyaki dan minuman viral dengan membeli asing-masing satu untuk berbagi. Tak terasa waktu telah bergulir dengan cepat. Mereka pun kembali ke bioskop , sebelum masuk mereka memesan satu popcorn dan satu minuman bersoda ukuran besar untuk mereka berdua. Mendapati kursi dibagikan tengah baria kedua vertical dan keempat horizontal. Bisa terbayang?


Film itu bergenre horror seperti yamg sedang viral belakangan ini. Film berputar selama kurang lebih satu jam dua puluh tiga menit dan akhirnya berakhir. Renita melihat ke sebelahnya karena dia baru sadar jika disebelahnya itu hening. Ternyata sosok gadis berkacamata bulat itu tengah terlelap. '' Ya allah, jadi dia molor?! Woy, Dzith.. Adzitha!'' Renita menggoyangkan tubuh dzith untuk.membangunkannya , lalu menepuk wajahnya, meniupi telinganya sampai menggelitik hidungnya pakai sedotam bekas soda mereka namun gadis itu masih saja terlelap. xHufht!'' Renita mulai kesal dibuatnya. 'Dia menengok ke sekitarnya sudah tidak ada siapapun selaim mereka dan oenjaga pintu diluar. ''Udah bisa teriakkanm'' Gumamnya. ''Tokek!'' Teriakam Renita akhirnya membangunkan Dzith yang terlihat anteng tanpa ekspresi. Gadis yang baru bangun itu terbangun tegak dengan ekspresi datar lalu menoleh ke Renita. ''Mana ada.''

__ADS_1


***


''Gue laper.'' Dzith memegangi perutnya. Mereka telah keluar dari kawasan bioskop setelah mengantar Dzith dari toilet untuk membasuh wajah tidurnya dan memakai skincare kembali yang dia bawa ditas boneka yang dia gendong di punggungnya. ''Yaiyalah elo molor dsri awal film sampe selesai, lah gue cape teriak-teriak! Padahal elo yang mau nonton itu!'' Renita kembali mengulang celotehan protesnya itu. Dzith mengorek telinganya. xElo denger ga?''


''Elo udah bilang seribu kali,gue ga budeg! Ya mana gue tahu kalau gue bakalan tidur, Re..''


''udah ah mending kita makan burger! '' Dizrh menarik tangan Renita. ''Gue traktirim burver!''


''Gue gak suka burger, pesenin ayam aja!''


''Heh?Elo manusia mana?''


''Manusia bulan!''


***


''Bwahahahaha!'' Deztha gak dapat menahan tawanya dam lepas. '' ish, malah mngetawain!'' Dzestha mengelap air matanya. ''Sorry, sorry. Habisnya ya akhirnya kamu tau betapa kesalnya aku apabila sama dia.'' Renita mendelik pedas sang kekasih yang malah mensyukuri rasa kesalnya. ''Makanya aku kabur pagi-pagi !''


Renita menautkan alisnya. xMaksud kamu?''


''Eh,keceplosan!'' Lelaki itu menutup mulutnya dengan senyum tertahan. ''Gausah sok pura-pura ,aku tau kamu sengaja pamer!''


''Ihh kamu kalau marah gemesin..''


''Gausah gombal!''


''Iya,iya. Jadi, si dzith itu udah ajak gue dari bari kapan buat twins dating gitu katanya lagi musim. Kam geli aku, jadi waktu kemarin aku kabur aja sebelum dia siap!''


''Kabur kemana?''


''Ke rumah Adam , sekalian ikut nge gym sama dia!''

__ADS_1


''Oh jadi gitu. ''


''Eh?''


__ADS_2