
Pov penulis
bingung kasih judul.. kaliam bisa kasih sendiri dikomen ya. Selamat membaca!
***
Ehmmm, hmmmhm
Sama-sama bersenandung dari sisi berlawanan, Syila dan Miikha menikmati langkah mereka disebuah lorong tanpa memperhatikan sekitarnya.
Bruk!
Semua tatap bola mata itu menatap bersama ke arah dua insan yang saling berhadapan dilantai. Syila dan Mikha tak sengaja bertubrukan hingga keduanya terjatuh dengan posisi yang intens. Beberapa detik mereka saling adu tatap hingga keduanya tersadar.
"Argh! " Teriak Mikha yang membuatnya sontak terbangun dari atas tubuh Syila. "Kenapa nendang gue?"
Syila yang segera bangun, berdiri menjauh dari lekaki itu pun menatap sinis dan tajam. "Ya elo malah diem aja! Elo mikir ya ngak ngak kan?! "
"Gue mikir yang iya iya. " Mikha asal menjawab.
Plak!
Hasilnya, Mikha mendapatkan tanda lima jari diwajahnya.
"Sialan! " Gadis itu menngeprak lantai dengan keras sehingga membuat semua orang yang diam-diam menonton pun dibuat tambah kaget dan selangkah demi selangkah siput meninggalkan tempat itu setelah mendapat lirikan tajam yang mengelilingi mereka. Dengan menahan rasa malu dan geram gadis itu pun pergi meninggalkan Mikha yang masih duduk terhunyung dilantai sembari mengusap wajahnya.
"Mikha, kamu gapapa? " Kaina mendatangi lelaki itu setelah Syila pergi. Dia memang sudah berada disekitar situ dan menjadi salah satu penonton. Dia tak menyangka bahwa Mikha akan menerima respon yang menurutnya indah dari gadia itu. Pasti Mikha gak akan kejar dia lagi, pasti dia akan sangat marah pada gadis itu! Dalam benaknya.
"Ayo bangu-" Mikha menolak bantuan gadis bernama Kaina itu dan bangun dengan sendirinya. Masih dengan perasaan campur aduk dia pun pergi meninggalkan Kaina yang lalu mengejarnya namun dia acuhkan.
***
POV Syila
Setelah aku menghajar Mikha dengan refleksnya, dan mengapa semua terjadi? Kenapa aku terus memikirkan kejadian itu? Woy, jantung bisakah kamu tidak berisik!
Rasa itu campur aduk. Mikha memiliki mata yang indah ,walau tidak begitu tampan tapi dia imut dan manis. Akhh, apa yang aku fikirkan?! Berhenti!
Aku terus memukuli kepalaki dengan ujung telapak tangan. Dan sesegara mungkin untuk keluar dari sini. Untung saja sudah waktunya pulang.
__ADS_1
***
POV Mikha
Setelah kejadian tadi aku terus menahan senyumanku, lalu aku kembali kesal. Kenapa dia harus sampai menyiksaku seperti ini? Padahal, ya aku tidak menepis bahwa aku tidak salah. Tapi apa salahnya, aku kan lelaki normal? Itu hanya tiba-tiba datang! Akh untungnya dia menghajarku! Tapi sakit!
Aku berubah jadi sendu, tapi beberapa waktu kemudian aku kembali berbunga. Aku memang sudah gila! Aku masih mengusap wajahku sesekali karena sakitnya minta amoun diyambah perutku juga, Zdia menendangnya dengan sekuat tenaga. Apa lututnya tidak apa-apa?
Aku melirik ke belakangku. Ck, kenapa dia selalu mengekoriku? Dasar rubah merepotkan!
PoV berakhir
Keesokan hari, dimana hari itu kegiatan klub membaca dan minum teh sedang berlangsung.
"Ekhm, semuanya apa ada waktu? Gue mau menyampaikan sesuatu. " David yang tiba-tiba berdiri. Semua berhenti dari membaca, bermain ponsel, berdandan dan kegiatan yang mereka lakukan. Semua menoleh kearah David tanpa berkata. "Jadi gini, karena masa gue, Haris dan Jere di sekolah tidak akan lama lagi dan ujian sekolah pun tidak akan lama lagi, kami bertiga sepakat untuk membuat acara perpisahan sekaligus pemilihan ketua baru yang akan menjabat. Rencananya, kami akan menyuruh kalian menulis dikertas ini.. " Haris membawa tumpukan potongan kertas kecil. David melanjutkan. "tulis dua nama kandidat yang kalian ingin dia menjadi ketua klub yang baru lalu kalian masukan ke dalam kotak ini, tentu kami juga akan menulis. " David menunjuuk nkotak yang dibawa Jeremy.
"Bebas pilih nama kan? " Tanya Rama.
"Bebas. Dan satu lagi, untuk pembacaan akan dibaca setelah ujian kami selesai. Sebelum. itu, sebelum ujian kita akan pergi berkemah untuk acara perpisahan sekaligus liburan. "
"Woahh, camping dong! "
***
Di hari jumat minggu yang ditunjukan, kami pun sudah bersiap untuk pergi ke tempat berkemah di daerah yang penuh dengan kebun teh dan hutan pinus itu.
"Sudah siap?? "
"Ya!! "
Kami pergi pukul lima karena kami akan menempuh perjalanan kurang lebih dua jam menuju tempat itu ditambah kami juga akan sedikit mendaki yang harus dilalui setengah jam atau lebih perjalanan.
"Tumben Lisa ga ikut? " Tanya Jere. "Dia ke Singapura! " Tetapi yang menjawab malah Rama bukan Yudha. "Nah bini elo mane? "
"Mana bisa dia ikut nyok! Lagi ngisi gitu, untungnya kagak ngidam pengen ikut camping! "
"Kak, Martha ga ikut? "
"Dia ngak suka camping nga suka main di alam, sukanya main ke mall. "
__ADS_1
"Masa sih? "
"Ga percaya juga gapapa, buktinya dia ga ikut sekarang. "
"Kali aja kakak ga ajakin dia dan diwm-diem pergi. "
"Emang saya terlihat seperti kakak yang jahat? "
"Hehe. nga. "
Tak terasa akhirnya sampai juga ke tempat yang dituju dan kami pun mulai mendaki dan setelah setengah jam lebih akhirnya sampai. Setelah berisitirahat sebentar kami pun mendirikan tenda otomatis dan membereskan peralatan kami. Ada juga yang membuat api unggun dari kayu yang sudah disediakan. Ada yang menyiapkan bahan-bahan untuk makan siang nanti.
Kami menyewa tiga tenda sekaligus. Para wanita yang medapatkan tenda terbesar disatukan, mereka berempat akan ditempatkan ditenda yang sama. Sedangkan David bersama Jere dan Yudha, lalu sisanya bersama.
Tidak terasa hari sudah menggelap setelah melaksanakan shalat magrib berjamaah di padang rumput mereka langsung berkumpul duduk mengelilingi api unggun sambil membakar ubi, singkong dan jagung.
"Aduh gue pengen ke toilet! " Seru Kaina. "Mau gue anter? " Tawar Syila. Mereka pun segera pamit untuk sedikit turun ke bawah dimana toilet umum berada. Namun, telah lama mereka belum kembali semua orang mulai khawatir apalagi para lelaki.
"Eh mana Mikha? " Jere yang baru menyadari ketiadaan Mikha begitupun yang lalu. "Astaga pasti dia pergi sendiri untuk mencari. Ayo kita susul mere-"
"Temen-temen! " Kaina berlari dengan ngos-ngosan. "Syi-syila dia.. "
"Dia kenapa? "
"Syila kenapa? "
"Syila.. Mikha mana? "
"Ngak tahu. Syila kenapa?! "
"Dia jatuh ke jurang dangkal, mau nolongin tapi gabisa turunnya. Kayaknya dia terlu-"
Brukk!
"Kaina! " Gadis itu jatuh pingsan.
***
"Syila! Syila! " Dia mendengar suara yang dia kenali. "Mikha, gue disini! " Teriak Syila.
__ADS_1
Mikha mencari asal saura itu menghunakan senter ponselnya dan dia melihat Syila yang merangkak menggusur kakinya dari bawah. "Syila! " Dengan sigap Mikha turun dan membantu Syila. Dia menggendong Syila di punggungnya dan ketika akan naik ada suatu kejadian apakah itu? Kita cari tahu di next chapter ^^