
"Je, gue hamil. " Satu kata yang membuat mereka membeku dalam panas. Lelaki itu menatap wanita didepannya, nafasnya mulai cepat dengan alis yang saling bertautan dan sebelum dia membalas, wanita itu kembali menegaskan. "Elo sendiri tau kalau elo pertama dan terakhir bagi gue. Gue tahu itu kecelakaan, tapi gue berharap elo mau berta ggung jawab! Gue akan menunggu elo sampai lulus sekolah. " Tak ada jawaban dari lelaki itu. Lidahnya begitu peluh dan rapat. "Gue pergi! " Sepeninggal wanita itu dia masih terjebak dalam pwrgulatan batinnya.
Dia tahu kesalahan tak sengaja itu akan berakibat fatal dan pasti ini akan terjadi. "Apa yang harus gue-"
***
"Ngak enak, ulangi lagi! " Titah Lian. Yudha mulai kesal sebenarnya sudah kesal tapi dia menahannya karena ingin dicap adik ipar yang baik, beginilah jadinya. "Kak Lian, ini udah yang ketiga kalinya kak, jangan buang-buang kopi mubazir! Ayah tahu pasti marah! "
"Itu kopi kakak, bukan punya ayah. " Sahutnya singkat. Syila mendelik. "Ibu nanti marah! "
"Ngak akan. "
"Kak Letha nanti marah! "
"Dia agak kan berani marahin kakak. Dia istri lembut yang baik. "
"Punya istri baik tapi ditinggal terus! " Syila terus misuh-misuh membuat Yudha semakin pusimg, meski disisiain senang karena Syila membelanya namun disisi lain juga dia menjadi merasa lemah. "Saya akan buatkan lagi yang baru! "
"Yudha?! " Lian menyunggikan bibirnya. "Ol, thanks. " Yudha kembali ke dapur dan dia menemukan sosok Aliya yang juga datang kesana. "Bikin kopi lagi? "
"Iya bu. "
"Disuruj Lian?" Yudha memaerkan senyum pepsodentnya. "Iya bu. "
"ck. ck. anak itu kalau udah usil! Sini ibu bantu! "
"Tapi bu. "
"Nga usah tapi-tapian! Ibu cuma bakal kasih tau step by step aja gimana kopi yang disukai anak usil itu!"
"Baik bu. "
__ADS_1
"oya, terus kopi kopi sebelumnya. Saya dan Alvin minum bu. " Aliya manggut manggut dan dia mai memberilan arahan pada Yudha. Setelah selesai dia pun menyajikannya ke depan Lian dan langsung diseruput pria itu. Syila gugup melihat itu, dia ingin semua ini cepat berhenti. "Hm, lumayan. "
"Lumayam enak kan ka? jadi Kak Yudha bisa duduk manis disebelah aku kan? " Syila menyajikan puppy eyes nya pada Lian yang dibalas tatapan datar lalu Lian memutar matanya. "Hm. "
Yudha menghela nafas lega dan Syila pun mempersilahkan dia duduk disebelahnya berbarengan dengan lirikan tajam kedua kakak posesif itu.
Sudah dua minggu Syila menjalani hari-harinya sebagai Kekasih Yudha, dan selama itu pula dia mengalami banyak kejadian dari dimata-matai Alvin dan Lian 24 jam. Diketusin dan diledeki Martha karena gadis itu lebih setuju Syila bersama Mikha dan gadis itu pin bertanya-tanya mengapa temannya itu selalu menjodohkan dia dengan lelaki kulkas itu. Ditambah dengan kehebohan Renita yang bikin dia tambah pusing.
"Hah! " Syila menghela. "Kenapa sayang, kok kusut begitu sih?"
"gapapa. " Yudha mengulum senyumnya. Dia memang harus ektra sabar dengan kecuekan dan dinginnya Syila meski terkadang gadis itu pun agak bersikap manja. Mungkin Karena ini pertama kalinya untuk gadia itu menjalin sebuah hubungan "berstatus" jadi membuat gadis itu masih bingung untuk bersikap bagaimana dan kaku, Yudha mengerti itu. Dia duduk disebelah gadisnya ,memiringkan setengah tubuhnya menatap gadis itu. Lelaki itu mengelus lembut wajah gadis iti dengan jarinya. "Mau jajan ke kantin?" Sontak Syila menoleh kewajah kekasihnya tanpa berkata menatapnnya butuh penegasan. "Masih 15 menit lagi jadwal bel masuk kelas tuh. Mau?" Syila menangguk-angguk. Lelaki itu tersenyum lembut ,lalu menggengam lima jemari kecil itu dan membawanya ke sebuah tempat bernama kantin. Mereka meneliti satu per satu menu makanan berat, fast food, dan makanan lainnya. Menelisik seluruh menu minuman dan mengabsen minuman dan makanan ringan dikantin yang cukup luas itu.
"Jadinya mau apa, yang? Lima menit lagi loh masuk. "
"Uhmm, ini aja! " Akhirnya gadis itu memilih sandwich gandum salad tuna mayo dan yogurt squisi setelah mengurutkan beberapa menu seperti mie ayam, spagetti, seblak, nasi kuning, corndog, lemon tea, jus buah, susu milo, teokbokki dan yang dipilih setelah sepuluh menit menelaah akhirnya memilih kedua itu. "Ok. Jadi berapa, bu? "
"15 ribu, den. " Yudha mengeluarkan dompet dan mmberikan selembar uang itu kepada wanita paruh baya itu. "Kembaliannya ambil aja. "
"Iya. "
"Kamu nga jajan? " Panggilan 'aku-kamu'yang disematkan gadis itu ,hanya itu saja sudaj membuatnya begitu senang sebab dengan mengatakan itu saja sulit untuk gadia iru dan akhirnya dia luluh juga. "Ngak, aku masih kenyang. "
"Oh. "
"Yaudah, gih ke kelas makan disana aja. Aku juga mau ke kelas." Titah Yudha. "yaudah."
"Ayo aku anter."
"Gausah, kakak ke kelas kamu aja,aku sendiri aja!"
"Yaudah, kamu duluam sayang. "
__ADS_1
"Aku ke kelas dulu. " Pamit Syila dengan nada malu-malu membuat lelaki tiu gemas padanya. Yudha mencubit gemas namun lembut hidung gadia itu. "Hmm, sana nanti istirahat aku tunggu di tempat biasanya ya. "
"Aku mau istirahat sama Rere dan Martha!"
Yudha menghela nafas. "Ok, pulang kita ketemu lagi. " Syila mengangguk. Gadis itu pun pamit dan pergi ke kelasnya setelah dia tak melihat batang hidung kekasihnya lagi Yudha pun menyusul pergi ke kelasnya .
***
Waktu istirahat.
"Martha, kenapa elo masih cemberut aja sih? Udah kurus makin kurus loh entar." Cerocos Renita. Entaj sejak kapan mereka jadi dekat begitupun dengan Dzith dan Syria yang berkumpul bersama dimarkas para gadia disalah sati sudut atap sekolah yang bagaikan hotel itu. "Iyalah Maria cantik, kan Kak Yudha juga tampan dan baik. " Maria cantik adalah panggilan Syria untuk gadis bernama Martha itu, dan gadia itupun menyukainya. "Kamu gak tahu aja aslinya dia bagaimana, Rya manis!"
"Memang dia bagaimana? "
"Ya begitulah pokoknya!"
Renita hanya geleng-geleng saja mendemgar percakapan tidak penting itu. Sedangkan Dzith terduduk tegap dan tak berkomentar. "Kemana sih Syila?!" keluh Martha. "Sorry telat, guys! "
"Noh, panjang umur dia! " Syila menoleh ke Renita sambil. menautkan alisnya. "Tuh Martha dari tadi ngeluh kangen sama elu! " Seru Renita. "Ish, siapa yang kangen?!" Martha menepuk tangan Renita pelan. "Aduduh tayangkuuh! " Syila berhambur memeluk Martha dari samping dan menguyel nguyel wajah mereka yang saling menempel, menggesekkan wajahnya pelan ke wajah tirus gadis itu. "Uhmm, Syila! " Protes Martja.
"Hihihi, kaliam so sweetucu banget! " Seru gadia bertubuh gempal nan manis itu. Sosok polos sepolos nasi putih tanpa garam dan lauk. Syila pun melepas dekapannya dan duduk diantara mereka.
Krueuwuk!
Tiba-tiba wajah seseorang yang membisu itu memerah karena perutnya mendahului dirinya untuk berbicara. Semua mengangkat kedua alis mereka saat mendengar suara rintihan perut Dzith. "Bwahahah." Mereka tertawa.
"Berisik! Ini gara-gara elo lama, gue udah laper gausah banyak ngomong ayo makan buruan! " Bagai shinkansen yang melaju, gadia itu membuka suaranya. "Ok! "
Merela pun melahap bersama.
***
__ADS_1
Bismillah. teman-teman mohon doa nya agar jadwal. operasi cepat didapat dan dilancarkan aamiin. Terimakasih dan selamat membaca.