
guys, aku akan hiatus dulu karena masalah kesehatan. Dibaca novel2 aku sebelumnya dulu ya...
novel fantasy action Lair : psycho heroes
Para Esper baru telah muncul di berbagai belahan dunia. Hitzuziaki Kaoh pemilik sekolah khusus bagi para Esper telah menyuruh para muridnya untuk mencari para Esper yang masih berada di luaran sana untuk dibawa ke tempat rahasia mereka, di bantu oleh sang adik Nabari.
***
Syila!”
“Dzith, elo habis lari-lari?” Syila yang keheranan. “ Elo liat Rya gak?”
“Mgak. Kenapa dia?” Dzith tidak menjawab partanyaan Syila yang membuatnyam akin penasaran terlebih saat dia melihat ekspresi dzith yang seakan menahan dan menyembunyikan sesuatu. “Ada apa?!” Sentakan pertanyaan itu mengagertkan dzith. “Uhmm, elo belum beres ya?”
“Belum, tapi kalau butuh bantuan hayu aja. Ada HAru kok yang bias gantiin gue!”
“Ngak apa-apa, gue cari tuh anak sendiri aja. Bye!”
“Ok,bye!”
Dzith pun pergi untuk mencari keberadaan Syria. Sebenarnya dia mengetahui perihal video itu, tapi dia tidak langsung oercaya begitu daja. dia hatus mamastikan dulu, tapi gadis itu Syria dia malah langsung pergi dan tak menurutinya.
“Ria, ada apa? Kamu sendirian?” Syria hanya mengangguk. “ Bisa bicara sebentar gak?” Rama sedikit bingung, namun dia mengiyakan ajkan kekasihnya itu. Mereka sampai di belakang sebuah gedung. “Kak, apa maksudnya ini?” Syria menyodorkan ponselnya, sedangkan Rama menautkan dahinya. “Apa?” Dia mengambil ponsel itu dan melihat sebuah visual , lalu dia mainkan video itu dan betapa dia sangat terkejut.
“Kak, apa maksudnya ini?” Syria menyodorkan ponselnya, sedangkan Rama menautkan dahinya. “Apa?” Dia mengambil ponsel itu dan melihat sebuah visual , lalu dia mainkan video itu dan betapa dia sangat terkejut. Video yang merekam pembicaraannya beberapa pecan lalu bersama Haru. Siapa yang merekeam ini? Siapa yang menyebarkannya? Tidak, Bukan itu! Tapi, siapa yang berada disana selain mereka saat itu? Rama terus menontonnya hingga habis. “Kak, kenapa malah diem?!”
“Rya.” Dengan suara berat dia memanggilnya, dengan tatapan serius dapat mengambil alih gadis itu, walau begitu Syria tetap memasang wajah muam. “Aku gak tahu siapa yang menyebarkan itu, dan aku juga ga peduli tentang itu. Tapi, yang harus kamu tahu perasaan aku terhadapnya itu hanyalah masa lalu, sekarang rasa ini hanya ada karena kamu.”
“Aku gakkan percaya!” Rama menyungging gentir. “Aku ga menyuruh kamu percaya, tapi itu yang sebenarnya. Dan, ada satu hal yang mungkin memang harus aku katakana sekarang!”
“Apa?”
“Tentang janji kami.” Syria mengerutkan dahi. “Aku berjanji pada yudha buat memihak Syila, tapi kayaknya ini kan menjadi senjata makan tuan.” Rama terkekeh. “ Maksud kakak?”
Rama menengdahkan wajahnya meluruskan pandangannya menatap Syria yang ada dihadapannya. “Mungkin kami bisa terpecah, kami semua.” Gaedis itu mengerutkan dahinya. ''maksudnya? Siapa yang terpecah?kenapa?''
''Banyak banget nanyanya, satu datu dong sayang..'' Gadis itu mendesis lalu mendelik sinis dan tajam kepada Rama. ''Diseriusin malah becanda!''
''Soalnya kamu gemesin!'' Sytia mnggeplak tangan Rama. ''Gausah pegang-pegang!''
''Idih, judes. Lucu deh!'' Syria hanya mendelik sebal.
''Ya, jawab atuh!'' Rama tersungging kecil. ''Maaf, tapi itu bukan ranahku, lagipula itukan baru bayangan aja belum tentu kenyataan. Udah ah, dari pada ngobrolin orang lain mending ngobrolin tentang kita.''
''Dari tadi juga!''
''Gimana kalau weekend nanti kita jalan-jalan ke tempat makan baru yang kamu bilang kemarin?''
''Nanti aku tambah gemuk, terus dikatain kebo!''
'
''Siapa yg ngatain? Biar kakak yang kasih pelajaran sama tuh orang!''
__ADS_1
''Gausah!''
''Lah ter-?''
Drttt Drttt
Suara ponsel Syria berdering.
''Bye ka, aku harus balik ke kelas!'' Syria pun pergi meninggalkan Rama seoramg diri. Rama hanya memangku lalu menggaruk keningnya.
'***
Dk kantin ,Renita yang notabenenya adalah anggota klib memasak dia dan klubnya sedang bantu bantu di kantin karena ramai orang.
“Re!” Syila mengunjungi kantin bersama teman-teman satu klubnya sehabis acara selesai. “Syil, selamat ya buat kalian!”
“Iya, makasih. Masih rame aja kantin!”
“ Iya, apalagi warung bu wati ini, soalnya ayam penyetnya maknyus!” Dua gadis itu terkekeh. Saat ini Syila susah terpisah dengan para anggotanya yang sudah berpencar berburu makanan di kantin itu. “Kalau gitu, gue mau kesana dulu ya pengen jjajan siomay.”
“Ok, see you!” Syila mengangguk. “Eh, Re.”
“Kenapa?”
“ Elo tadi ketemu Dzith atau Syria ga?” REnita menggeleng. “Ngak, kenapa?”
“Gak apa-apa.”
“Mungkin mereka masih sibuk sama klubnya juga, soalnya gue juga belum ketemu sama mereka!” Jawab Renita. “ Sebenarnya tadi Dzith nyamperin gue kayaknya lagi nyariin Syria, gue kira ketemu dan nanya ke elo juga.”
“Yaudah gue caw dulu ya!”
“Ok!”
***
Setelah acara selesai. Dia memanggil orang itu.
''Ada apa? Gue ga bisa lama ,belum selesai di klub.''
''Rya udah tau!''
''Tau apa?''
Dia membalikkan tubuhnya menghadap lelaki itu. ''Sepertinya ada yang menguping dan menyebarkan percakapan kita tempo hari. Ada orang lain selain kita.'' Dia menyakui tangannya. Lelaki dihadapannya berkerut dahi. menautkan kedua alisnya. ''Siapa?'' Dia mengendikkan sebelah bahunya. ''Entahlah, dia sampe merekam percakapan kita dan mengirimnya ke Syria!''
“Ada yang merekam percakapan kita?”
“Iya. Apa..”
“Ngak mungkin itu gue!”
“Siapa tahu. Elo..'' Dia melihat ke sekelilingnya. ''Menyimoan kamera tersembunyi,mungkin..''
__ADS_1
''Offt,hahahaha..Sorry,sorry.. Ya, buat apa gue melakukan itu? Yang ada gue juga bakalan rugi kali!''
Seketika mereka merenung sejenak. ''Terus siapa?'' Mereka bersamaan.
***
dalam hening haru terus memikirkan perkataan Rama kemarin. Siapa sEbenarnya yang menjadi mata-mata mereka, sejujurnya sebelumnya pun pernah terjadi . dia pernah dikirimi sebuah kiriman yang bermaksud teror , namun tak dia gubris hingga itu berhenti dan menghilang dengan sendirinya. tapi tidak dia sangka akan merembet seperti ini. apakah dia harus menceritakan ini pada Rama atau dia simpan sendiri?
Seminggu sudah berlalu, dengan mengejutkan Haris datang dan sedang menunggunya. "Syila!"
"Kak haris, ngapain disini?" lelaki itu tersenyum. ''Nungguin kamu.''
Syila menautkan alisnya. ''Nungguin gue?'buat apa?''
''Pengen tahu aja kabar ketua kita semarang!'' Syila manggut-manggut. ''Gimana adik gue nga bikin repot kan?''
''Ekh hm, ngomongin?!'' Ternyata Haru sudah ada dibelakang mereka. menyahut diantara percakapan itu, membuat kedua jnsan yang sedanh mengobrol itu berbakik badan.
''Jangan ngupjng!'' Haris menggeplak keoala yang adik ,membuat empunya memasamg wajah sebal yang manja. Syila mengerjaoakan matanya, baru pertamakali dia melihat aksi kakak beradik yang dikenal pemalu dan satunya kalem itu.
''Ngapain elu disini bang?!''
''Lagi ngelewatin aja yaudah sekalian mampir kagetin kalian.''
''Nga ada kerjaan!''
''Emang.''
''Kalau kalian mau berdebat mending dirumah aja, gue mau pulang.Bye-!''
''Ej,heh,tunggu!'' Adik kakak itu menahan Syila lergi membuatnya terkejut. ''Kenapa lagi?'' Ketusnya. '' Elu mau ngapain bang?''
''Elu mau ngapain?''
''Ya, mau nagih. catetan waktu kak Syila kelas sepuluh. Dia kan udah janjiin.''
Oh iya!''
''Catetan apa?''
''Sejarah.''
''Ohh.''
''Terus elu bang!''
''Tadinya kalau ga sibuk, kakak mau ajakin kamu jalan sekalian ngobrolin tentang klub kita.'' Hatu memicingkan matanya pada Haris. ''Kenapa?''
''Harusnya gue juga diajak kan gue wakilnya! Tapi,kayaknya kak cil lahi sibukkan?''
Setelah menyodorkan buku catatan gang dijanjikan pada Haru dia pun menjawab. ''Iya,mqaf. Lain kali,kakak main aja ke house biar bisa kenalan sama anggota lain.''
''Ide bagus!'' Seru Haru.
__ADS_1
''Boleh sih.''