Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
24. Adzestha PDKT


__ADS_3

"Syria, elo mau kemana? " Tanya Kenzi. "Aku kebelet dadah! "


Ehh? "


Didepan pintu kelas. "Kamu mau ke toilet? " Sirya menganggukan kepalanya. "Ikut. "


"Gue mau ke kantin dulu, elo berdua ngikut kagak? " Tanya kenzi ke Renita dan Adzestha. Keduanya kompak menggeleng. "Bekel kita masih ada! " Tegas Adzestha. "Suruh siapa banyak bikin! Udahlah, byebye. " Kenzi tersenyum lebar. "Selamat berkencan. " bisik kenzi ke Adzestha yang mendapatkan balasan menohok dari tatapannya tajamnya membuat lelaki itu terbahak-bahak. "Udah ah sakiy perut! "


"Gak ada yang nyuruh ketawa! " Setelah Kenxi pergi hanya tinggalah sepasang itu dalam kelas menikmati bekal mereka. Ya, karena mereka terlalu bersemangat membuat makanan-makanan itu hasilnya ibu mereka membekalkannya pada mereka. lhah. " Keduanya menghela nafas. Tiba-tiba terngiang perkataan kenxi tado, namun lelaki itu dengan cepat mengelaknya. "Gue gak nyangka dzith sehebat itu. " Cetus Renita yang membangunkan lamunannya. "Gue sih aneh."


"Aneh? Keren tau, kayak agen di film film!" Seruan itu membuat Adzestha tergelak membuat gadis itu mengernyitkan dahinya. "Ternyata elo suka yang begituan. "


"Lah, emang elo gasuka? Biasanya kan cowok sukanya film film yang gitu! " Adzestha menggelengkan kepalanya. "Gue gak suka nonton film, gue-"


"Sukanya membaca. " Renita menyela. "Iyakan?" Renita meliriknya. Dia tersenyum simpul dan menatap gadis itu. "Benar! " Senyuman Adzestha membuat Renita terbelalak karena ini pertama kalinya lelaki itu melakukannya. "Manis. " gumam gadis itu. "Uhm, elo ngomong apa?! " Renita yang baru sadar langsung gelagapan. "Gu-gue gak bilang apa-apa! " Renita memalingkan wajahnya dan memakan kembali bekalnya.


"Re.. "


"Uhm? "


"Jutek amat!"Renita memutar bola matanya. Tak ada pembicaraan dalam satu menit, lalu Adezstha mulai bersuara lagi.


"Re. Pacaran yuk! " Renita hampir tersedak dan sontak dia langsung menoleh ke lelaki itu


"EEHH?! " Adzestha tergelak. "EHH napa malah ketawa? " Lelaki itu menghapus air matanya. "Sorry, sorry, elo kagetnya lucu! "


Renita mencebjk. "Bercandanya ga lucu!" Adzestha membuang nafas panjang dan kembali serius. Dia berdiri dan duduk di bangku Sirya yang berada didepan Renita. Dia duduk menghadap gadis itu. Renita melirik ke atasnya karena dia sedang menunduk menikmati makananya. "Apa?!" Ketus gadis itu. "Kalau beneran? "


"Gausah bercanda lagi! "


"Ok. " Adzestha terseyum usil. "Ck. " Renita mencebik.

__ADS_1


***


Di tempat Sweetheartboys


"Hah, jadi club resmi?! " Semua mengangguk kecuali Yudha dan Mikha. "Apa aku juga bagian dari club?" Tanya Martha pada sang kakak, David dengan cepat menggeleng. Martha memajukan bibirnya. "Jadi cuma Syila yang dipilih!" Syila yang berada disampingnya masih termangu. "Hello! " Jeremy mengibaskan telapak tangannya di depan mata Syila. Syila memundurkan wajahnya. "Ada apa?" Tanyanya datar. Jeremy tersenyum lebar. "Masih sadar ternyata. " Syila memutar bola matanya malas. "Kamu bukan anggota tapi kamu adik saya! " David yang berusaha membujuk sang adik namun nihil. "Elo harus temenin gue disini kalau gue kesini! " Syila menyela, menggandeng tangan kanan Martha yang agak dingin. "Elo sakit? " Martha dan David melirik gadia itu lalu mengernyitkan dahi. "Nga-gak. emang kenapa? "


"Tangan elo dingin."


"Kamu ga enak badan? " Tanya David. "Gue gak apa-apa kok. " Martha menoleh ke Syila sembari tersenyum lembut. "Udah, duduk yuk katanya pengen ditemenin! " Syila memanggut.


***


Cafe Arc


Sepulang sekolah Adzestha yang pulang bersama Renita karena motornya masih berada dibengkel dan juga Dzith yang akan pulang terlambat karena kegiatan klubnya. "Nih halte nya, bentar lagi bus pasti datang." Lelaki itu tak mendengar perkataan gadia itu, dia malah fokus ke sebuah cafe instagramble yang berada di seberang sana. "Dzes, dzes! " Renita membangunkan lamunan lelaki itu. "Hm? "


"Elo ngelamun? " Lelaki itu menggelengkan kepalanya. Lalu dia menunjuk ke depannya. "Ngafe dulu yu! " Renita mengangkat kedua matanya. "Eh? "


Ditariknya lengan gadia itu, Adzestha langsung membawanya menyeberang ke cafe itu tanpa menghiraukan seruan gadis itu. "Tunggu! Ish! "


"Biarin aja! " Adzestha menahan senyumnya. Dia lalu membuka sebuah buku menu yang sudah terduduk di atas meja itu. "Mau pesen apa? " Tanyanya lirih. "Hah? Apa? "


"Mau pesen apa? "


"Ohh, sini menunya gue mau liat! " Adzestha menyodorkam menu yang telah terbuka itu. Dia menelisik pelan setiap jengkal wajah gadia itu. Seulas senyum menyimpul di wajahnya dalam dua detik. "Gue mau pesen croffle saus mapel sama milkshake strawberry. " Lelaki itu mengiyakan dia memencet bel yang teruduj diatas meja.


Ting


"Bisa saya bantu? " Tanya seorang waitress yang mendatangi mereka. "croffle maple sauce 1, milkshake strawberry 1, ice cappucino 1."


"Baik, saya ulangi pesanannya.. Croffle maple sauce 1, milkshake strawberry 1, ice cappucino 1?" Dua pelanggan itu menangangguk. "Ada tambahan? "

__ADS_1


"Itu aja dulu mba, makasih. " Jawab Adzestha. "Baik, ditunggu pesanannya. terimakasih! "


"Ya. " pelayan itu pun pergi.


"Elo ga pesen makanan? " Adzestja menggeleng. "Gue udah kenyang liat elo. " Adezstha tersenyum lembut. "Jadi maksud elo gue gendut, gitu?"


"Suudzon! " Adestha menempelkan punggungnya ke wajah kursi. "Terus?"


"Elo cantik. " Renita seketika terbelalak dan termangu, dia menundukan wajahnya menyembunyikan wajahnya yang memerah. Namun, Adzestha tetap mengetahuinya tetapi pura-pura tidak melihat. "Kenapa-" belum selesai berbicara seorang pelayan datang membawa nampan berisikan pesanan mereka. "Pesanannya kak, sudah semua? " Adzestha dan Renita mengannguk. "Udah, makasih. "


"Permisi. " Pamit pelayan itu.


Renita langsung meminum minuman berwarna pink itu dan mengiris makananya. Saat dia akan menyuapi dirinya, tiba-tiba Adzestha mendekatkan wajahnya membuka mulutnya. "Aaa.. suapin! " Renita terbelalak lagi dia melirik ke sekitar , bebrpaa oasang mata melihat ke arah mereka. Renita menyuapi dirinya sendiri. "Bweli sendwiri. "


"Pelit! "


"Biarin gue yang beli!"


"Uhmm, padahal tadinya mau gue traktir. "


"Kalau ga ikhlas gausah, gue punya uang sendiri! "


"Ketus banget! " Renita mengacuhkannya. "idih ngambek! "


"Ngak. "


"Tuhkan ngam-hmp! " Renita menjejalkan potongan croffle ke dalam mulut lelaki didepannya itu. lEnak? " Sindir Renita. "Malah senyam senyum. ih serem! "


***


"Elo gue anter pulang! " Seru Yudha. "Lah terus gue sama siapa? kan kita harus secepatnya nemuin ayah! " Sahut Rama. Yudha melirik tajam adiknya. Syila membuang nafas pendek. "Gue udah dijemput kakak gue." Entah mengapa perssannya tidak enak sepeninggal Martha dan David. Dan benar saja, Yudha memaksanya pulanh bersama. Untunglah dia punya banyak alasan yang kuat. "Udah ya, gue duluan. " Syila sedikit membungkukkan tubuhnya. "Hati-hati! " Sahut Jeremy dan Haris, Syila mengulas senyum lalu pergi. Yudha sedikit kesal dengan sang adik. "Gitu aja ngambek! " Gerutu Rama dalam hati.

__ADS_1


Syila berjalan ke luar menuju belakang sekolah, dan tidak dia sangka kebohongannya menjadi kejujurannya. Sosok itu telah memnarken barisan gigi putih berseri kepadanya. "Ayo pulang, sayang. "


"Hm. "


__ADS_2