Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
31. Marahnya Alvin


__ADS_3

"HaAHH?! GUe JaDI AnGGOTANYAAA?!" Alvin mengorek kedua telinganya. "Bisa ga jangan kenceng-kenceng ngomongnya, sayang. Pelan-pelan, sayang.. "


"SAYANG, SAyANG PALA LU PeYANG!


"Ya ampun, kalian kenaoa sih berantem terus?" Letha keluar kamarnya sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.


Tapi itu tidak didengar oleh kedua remaja binal itu, membuat eanita itu pusing sendiri dan pergi ke taman belakang sambil melirih. "Nenek, ayo cepat pulang! "


Ya, karena Maria sedang ada bisnis ke luar kota untuk beberapa hari. "Hah. "Letha membuang nafas pendek.


***


Klub baru telah diresmikan dengan banyaknya persyaratan dan peraturan didalamnya. Semua sangat bersemangat untuk menjadi anggota, tetapi disisi lain ada seorang gadis yang masih dongkol dengan keputusan yang dibuat. Dia terus menempelkan dagunya diatas meja itu. Alvin yang melihatnya lalu mendekatinya. "Masih bimbang? " Syila hanya membalas dengan lirikan matanya saja. "Bukanya bagus, kamu jadi ada kegiatan kan!" Syila mendengus kesal dan misuh-misuh tak jelas. Alvin hanya geleng-geleng ,lalu berniat kembali ke kamarnya untuk mengerjakan tugas.


"Terserah kamu deh. " Alvin meninggal Syila sendirian di ruang makan. Dia sama sekali tidak mengerti dengan jalan fikirannya kakaknya itu padahal kemarin-kemarin sangat protektif lalu sekarang berbeda lagi. Kalaupun bercerita padanya kakaknya Lian, pasti pria itu sudah sejak awal banyak berfatwa padanya.


"Hah! " Syila membuang nafas kasar. "Males! males! Males! Heuu! " Dia misuh-misuh sendiri tak sadar ada yang mengintipnya sejak tadi tersenyum tipis lalu pergi.


Dia pun jadi teringat akan kejadian yang menimpanya tadi.


Flashback on


"Lepasin gue! Turunin gue! " Teriak Syila memberontak dalam pikulan Mikha.


"Mikhaa! " Yudha yang menyusul mereka berseru. "Turunin dia! Liat dia udah kayak kunti gitu! " Yudha mendapatkan sosoran tajam dari kedua netra Syila. "Apa elo bilang! "


"Hah. " Mikha mrnghrla nafas lalu kembali membopong Syila dan Yudha terus mengikuti mereka. Pada akhirnya gadis itu telah kehilangan tenaganya dan berhenti menberontak. Semua mata tertuju pada ketiga orang aneh itu. Banyak gadis yang tidak menyukai itu dan pria yang hanya geleng-geleng kepala. "Ada apa ini? Kenapa kamu bawa Asyila seperti itu? Ini sekolah! " Tanya bertubi-tubi pria paruh baya itu.


Mikha akhirnya menurunkan Syila didepan pria itu. Gadis itu agak kelimpungan karena pusing. "Asyila, kamu tidak apa-apa? "


"Ngak apa-apa, pak. " Jawabnya, sambil melirik tajam kedua lelaki yang berada disampingnya. "Syil! " Panggilan yang ia kenali. Ya, itu adalah Renita. "Elo, gapapa? " Bisiknya, yang hanya diangguki Syila. "Kalian, ikut baoa ke kantor! Dan Kalaiaan.. Kembali ke kelas!! " Titah pria itu.


"Kenapa kamu ikutin saya? "


"Saya bukan ikutin bapa, saya ikutin Syila. "


"Kembali ke kelas kamu. "

__ADS_1


"Tapi oa.. "


"Renita! "


"Iya, pa. Gue jemput pas istirahat. "


Mereka bertiga berada diruangan itu. Ruangan kepala sekolah. Ya, itu adalah Stiono sang kepsek. "Saya kira kalian berada disana dan takkan kemari dulu seperti yang David bicarakan." Ia melihat Yudha dan Mikha satu persatu, kemudian menjeda bicaranya. "Kalian tahu, apa yang kalian lakukan salah? "


lSalah saya apa, pa? " Syila melirik tajam, sedangkan Yudha menepuk jidat. Entah memang polos atau bodoh lelaki satu ini. "kamu bertanya, apa salah kamu? " Mikha mengannguk membuat pria paruh baya itu membuang nafas kasar yang pendek. "Kenapa kamu bawa gadis itu kaya karung beras, kamu kira bagaimana akan kesan orang-orang saat melihatnya? "


"Itu bukan urusan saya. " Setiono dan kedua remaja disebelahnya mulai dongkol dengan apa yang keluar dari bibir itu. "Itu memang bukan urusan kamu, tapi nanti jadi urusan gadis itu! " Mikha menoleh ke gadis yang sudah menatapnya tajam itu. Lalu membuang wajahnya kembali.


"Dia pacar saya. " Semua membulatkan bola putih dengan bercak coklat gelap mereka. lEHH?! "


Flashback off.


"Sialan! Bahkan setelah itu dia ninggalin gue gitu aja! Ikhhh! " Syila gemas sendiri dia *******-***** makanan ringan yang ada didepannya itu.


"Ngak cape apa marah-marah terus.. "


"Kenapa sih? Masih marah karena dimasukin klub? "


"Ngak juga. " Syila memajukan kedua bibirnya.


"Kak Lian belum ada kabar lagi? " Letha menggeleng. lKebiasaan! Kalau dinas ga pernah ngabarin! Telat ngabarin! Lupa apa udah punya bini ma anak! " Syila misuh-misuh sendiri, membuat Letha terkekeh. "Kenapa kakak melah ketawa? Benerkan?! "


"Iya! Tapi kok malah kamu sih yang lebih emosi daripada aku? Lucu banget tau! " Letha mencubit lembut kedua Pipi syila.


"Ish, kakak mah aku belain malah ngetawain! "


"Iya, iya, maaf."


Sekali lagi, ia hanya memperhatikan dari jauh dan tersenyum bahagia.


***


satu minggu telah berlalu. Yudha tiba-tiba menarik lengannya dengan keras sehingga ia hampir terjatuh, tetapi lelaki itu dengan cepat menahan pinggang Syila. "Apaan sih! " Protes Syila dan melepaskan pegangan Yudha. "Gue suka sama elo! "

__ADS_1


"HA?! "


"Maksud el-ehmpt! " Syila membulatkan netranya dan ketika sadar dia mendorong Yudha hingga terjengkal ke belakang. Syila menutup setengah wajahnya dengan tangannya, menatap nyalang lelaki itu dan berhambur pergi.


lAkh! " Mikha menahan tangan Syila yang hendak terjatuh karena menabraknya. "Mikha?"


"Elo selingkuh? "


"Ha? sorry, tapi kita ngak pernah pacaran! "


"Tapi semua orang tahunya begitu. Dan ini.. " Syila merebut ponsel Mikha dari tangannya. "I-ini.. "


"Elo taukan, kalau sekolah ini punya paparazi yang meresahkan. "


Syila tak habis fikir, kenapa semua jadi begini. Ini salah Mikha gara-gara lelaki itu bilang kalau mereka pacaran dan entah mengapa gosip itu menyebar begitu saja, ditambah ketika Yudha menciumnya secara tiba-tiba, ternyata ada yang memfotonya dan telah menyebar.


lSyila! " Dia mengenali suara itu. Matanya memerah. "Berengsek kalian berdua! "


***


BRAK!


Semua terkejut dengan sikap Alvin yang mnggebrak meja itu. Lelaki itu dengan tatapan nyalangnya berhambur keluar. "Kenapa dia? "


"Mungkin karena ini."


***


Di kelas Mikha dan Yudha masih dalam mode perang. "Ini gara-gara elo yang boong soal Syila pacar elo! "


Mikha terkekeh kecut. "Bukannya itu karena elo yang sembarangan cium anak orang! " Disisi lain Rama sudah pusing karena tak dapat menghentikan mereka berdua. Saat Yudha akan memukul Mikha gerakannya ditahan oleh seseorang. Satu kelas itu menjadi ricuh. "E-elo? " Alvin menarik dan memutar tubuh kedua lelaki itu lalu merangkul mereka. "Daripada kalian berantem disini, mending ikut gue." Dengan suara dinginnya, Alvin memiting dengan embel-embel rangkulan membawa keduanya.


"Tu-tunggu! " Rama mengikuti mereka dari belakang. Sedikit sesak, mereka harus menahan sesak dari rangkulan itu. Alvin membawa mereka ke atap sekolah.


BUKK! BuKK!


Sesampainya disana Alvin langsung memukul kedua wajah kedua lelaki itu hingga tersungkur ke tanah membuat Rama yang baru datang terkesiap begitupun seseorang yang tidak sengaja melihat itu.

__ADS_1


__ADS_2