
"Grup? "
Ting, treng! Suara ponsel nyaring berbunyi.
"Gue baru bikin tadi, gue juga masukin swb kegrup! Gue masukin nama-namanya beserta maknanya.Biar mereka juga bisa memilih. "
Suara ponsel pun saling sahut menyahut hingga beberapa lama kemudian akhirnya suara terbanyak keluar. "Sadou dan Schole seimbang! Apa ada yang belum vote? " Tanya Rana. "Gue dan Syila, iyakan? " Syila mengiyakan. "Uhmm, gue pilih ini. " Rama memilih nama dari Nobel yaitu Furii yang berarti kebebasan. "Gimana dengan elo? " Syila tak menjawab dia hanya fokus untuk memilih hingga akhirnya dimemvote. "Ok! Semua udah vote ya?! " Semua mengangguk. "Kalau gitu gue akan bacakan hasil akhirnya! Jadi, yang banyak terpilih adalah nama milik Haru yaitu Schole! So, nama klub baru kita adalah itu!" Seru Rana.
"Gimana setuju? "
"Setuju!"
"Ngak. " Semua mengatakan itu kecuali Bona dia menjawab tidak. "Lho kenapa? " Tanya Alethia. "Gue suka sadou. " Semua menghela nafas."Hakh!"
***
Syila masuk ke kelasnya dia kira dialah yang pertama datang, tapi ada satu perempuan yang sudah duduk fisalhsatu kursi disana. "Elo baru datang. " Sapa gadis yang tidak lain adalah Kaina. Ya setelah beberapa bulan tidak datang ke sekolah, dia kini kembali dan yang lebih mengejutkan adalah mereka menjadi satu kelas. "Iya. Bukannya elo mau pindah sekolah? Kabarnya begitu yang gue denger. Uhmm, btw elo udah baikan sekarang? " Syila sekedar basa basi. Dia dan gadia itu memang tak pernah dekat, tapi Syila berusaha memaklumi walau sebenarnya dia kesal tapi itu juga ada sedikit karena salah Mikha. Tapi, bukan juga salah lelaki itu, karena rasa tak dapat dibohongi.
"Kalau gue belum sehat, gue gak akan disini dan soal pindah itu benar, tadinya. Tapi, orang tua gue ga jadi dinas ke singapura dan tetap di Indonesia. " Syila hanya manggut-manggut menanggapi pernyataan gadis itu dan duduk ke bangkunya. Mereka memiliki jarak berjauhan, Kaina berada dibangku paling ujung didekat jendela paling belakang dan Syila berada dibangku tengah barisan kedua dari empat baris. Pelajaran dimulai hingga waktu istirahat tiba. "Elo, ga ke kantin? " Syila mendatangi Kaina yang sama sama belum berhambur keluar kelas karena Syila meneyelesaikan dulu tugas menulisnya berbeda dengan Kaina. "Ngak. "
"Uhm, kalau gitu gue keluar? " Kaina mengiyakan. Kepergian Syila menyisakan dia seorang, lalu tidak lama kemudian muncul sosok lelaki memasuki kelas dan mendatanginya. "Elo ga makan bekelnya? "
__ADS_1
"Aku bosen! " Tolak Kaina Manja. "Apa aku gak boleh banget jajan ke kantin? "
"Apa elo ga denger wejangan dokter dan orsngtua elo? " Mata elang itu menatap tajam ke Kaina, gadis itu pun mendesah pasrah. "Hsh, iya deh aku makan! Tapi suapin! " Mau tak mau lelaki itu pun menurutinya.
Disisi lain, Syila sudah bertemu anggota klubnya di kantin. Mereka sudah janjian sebelumnya karena akan merencanakan kejutan untuk Rama. Tentu Rama tidak diajak, untungnya dia memang sedang sibuk sibuknya.
Beberapa haro yang lalu, dimana saat klub sedang berkumpul setelah nama baru mereka diresmikan, setelah itu pula entah mengapa dan haruskah curiga atau bersyukur Rama rajin mengikuti kegiatan klub. "Jadwal kita tiap senim dan rabu, terus akan ada acara yang mengawali dalam bentuk apa untuk kegiatan pertama kita? " Tanya Rana.
"Gimana kalau adiwiyata. Soalnya disekolah, OSIS juga guru-guru sedang menyusun rencana adiwiyata disekolah, namun kami masih bingung perihal tata cara dan juga kekurangan orang. Gimana kalau kalian membantu sebagai langkah awal klub schole juga?!"
"Ide bagus. Akan ada adiwiyata apa disekolah? " Tanya Syila.
"Jangan bilamg siapa-siapa ya! Rencananya kami akan mengadakan kembali penyuluhan pembedaan jenis sampah, dan cara pengolahannya juga akan membuat kantin sehat yang merekrut beberapa pedagang di kantin untuk mengubah menunya menjadi lebih sehat dan bergizi dan juga dengan upaya bebas sampah plastik!"
"Betul! Rencananya kami ingin bekerjasama juga selaim dengan pedagang kantin, kami juga ingim eksul atau klub memasak bisa berkereasi membuat makanan sehat juga dan dijual dikantin sehat nanti. Lalu, kami juga ingin bekerjasama dengan klub kerajinan agar jika nanti memang ada sampah daur ulang mereka bisa mendaur ulangnya menjadi sebuah prakarya dan bisa dijual itung-itung bisa untuk danus sekolah jugakan dan bisa kita bagi komisi."
"Kalau begitu bukannya OSIS dan guru pasti sudah bisa mengatasinya? Lalu peran kita apa? "
"Gue pengen kalian jadi perantara untuk semua klub yang gue maksud, tapi itu akan kami sampaikam lagi jika udah mencapai mufakat. Satu lagi, gue ingin kalian ga cuma serius ke membaca tapi juga bikin buku. Gue mau kalian bikin buku atau makalah yang ga terlalu tebal dan monoton, tipis tapi menarik untuk nanti disebarkan ke semua penghuni sekolaj bukan hanya murid saja tentang cara melindungi dan mencintai lingkungan juga cara membedakan dan mengelelola sampah itu seperti apa. Ini juga bisa secara tidak langsung untuk mengajak ke orang-orang bahwa membaca itu penting dan menyenangkan. Gimana, bagus bukan?! "
"Ide brilian! "
__ADS_1
"Satu lagi, dan ini penting! "
"Hmm?? "
"Sebelumnya gue memohon maaf untuk ini, tapi gue akan mengundurkan diri jadi waket klub ini-"
"Apq??!! Kenapa??!! "
"Dengerin duli guys! " titah Syila.
"Gue akam lebih sibuk dengan kegiatan kesiswaan dan gak bisa full membantu Syila sebagai waket jadi gue memilih untuk resign, dan gue ingin Haru yang menggantikan posisi wakil ketua! "
"Ehh?!! "
"Sqya? " Rama menagngguk. "Gue lihat elo punya antusiasme yang baik, cekatan dan punya banyak ide sepertinya dan menurut gue itu vagus untuk membangun klub ini kedepannya. Elo mau kan menganntikan gue membanti Syila? Tenang, gue juga ga akan begitu aja lepas, gue akan jadi pengawas dan pembantu kalian dari bayangan. "
"Fadil bayangan ya. " celetuk Bona. "Apa tuh? " Pertanyaan banyak orang iti membuat Haru terkekeh kecil dan Nobel menggaruki keningnya. "Itu anime. " Mereka saling berpandang saat menyadari kalau mereka menjawab secara bersamaan. "Akh gausah dilayanin! Terusin! " Titah Nobel membuat Bona menggembungkan kedua pipinya.
"Jadi, gimanq Haru? "
"Kalau begirut, dengan senang hati saya akan berusaha dan mohon bantuannya! "
__ADS_1
Kembali ke hari ini, dikantin. mereka meemakan pesanan mereka masing-masing dan ada juga yang hanya sekedar mengganjel. perut dengan beberapa cemilan. "Kaina katanya kembali ya?! " Tanya Rana. "Sekelas sama elo! " Syila mengiyakan. "Kok bisa? bukannya dia pindah? Dia ga ngapa-ngapain elo lagikan? " Sejujurnya Syila agak aneh Rana bertanya sepertinitu karena dia tahu dulunya dia dan Clarisa dekat dengan Kaina bukan dirinya. "Katanya ga jadi pindah. Udah, sekarang rencana kejutan Rama mau kayak gimana? Ada yang udah punya ide? "