Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
36. Jadi pacar Yudha


__ADS_3

Hi readers, Novel SHB belum tamat ya!! Dikarenakan keadaanku yang masih belum stabil jadi ga bisa tiap hari up tp mau aku ushain jadi aku tamatin dulu biar ga dpt notif peringatan. Terimakasih masih setia membaca. Selamat membaca!


............


*******


"Sekarang gue sadar bahwa gue bener-bener suka sama elo, Syila. Itu muncul ketika Mikha ngaku kalau kalian pacaran, entah mengapa saat itu hati gue panas, jiwa gue memberontak mendengar itu!" Yudha menarik pelan tangan Syila kedalam genggamannya. "Syila. "


Syila menolehkan wajahnya kedalam pandangan lelaki itu. Dia menatap tajam dengan wajah yang datar pada lelaki itu. "Maukah kamu jadi pacar aku? "


"Kalau ga ada jawaban, artinya iya. " Syila mengangkat wajahnya, dia ingin menolak tapi entah mengapa mulutnya fterus membungkam dan rapat. "Sorry, kalau maksa. Tapi.. Gue ga mau gila karena penolakan elo lagi. Yahh, lagian orang tua elo juga taunya kita pacaran kan? Hehe! " Syila melepas genggaman Yudha dan mendelik pedas. "Jutek amat pacarku. "


CUP.


Syila membelalak saat Yudha mencium pipinya, mereka tidak tahu bahwa dibalik dinding tebal itu ada yang melihat. Dan


PRAK!


"Yudha! " "argh!"


Alvin yang baru datang langsung menggeprak kepala Yudha dengan tangannya. "Apa-apaan elo cium-cium adik gue! "


Syila langsung beranjak dari tempat duduknya berusaha menahan sang kakak tapi urung, karena tenaganya kalah besar. lSTOP! " Teriak Syila. Aliya dan Gian serentak mendatangi ketiga remaja itu. "Ada apa sih?! " "Ehhm! " Aliya dan Gian bersamaan. Mereka berpura-pura terlebih dahulu. Ya, sebenarnya mereka telah melihat semuanya sebelum Alvin datang, tapi karena menurut mereka Yudha tidak melakukan apapun hanya sekedar berbicara dengan anak mereka saja jadi mereka biarkan ditambah mereka sedikit kaget dengan percakapan itu dan membuat rasa penasaran merrka muncul, jadilah mereka menguping. Tapi akhirnya mereka dibuat terkejut dengan keberanian Yudha mencium pipi Syila, ingin Gian mendatangi tetapi nyatanya Alvin mendahului. Ditambah sang istri yang menyuruhnya untuk berdrama ria terlebih dahulu.


"Ibu, ayah. " Kikuk Syila. "Kenapa? " Tanya Aliya dengan lembut, disisi lain Gian menghampiri Alvin lalu menepuk pundak lelaki itu dan berbisik. "Kerja bagus. " Membuat remaja lelaki itu terbelalak dan menoleh kewajah pria paruh baya itu.


"Ehhm! " Aliya berdeham. "Hah! " Dia menghela nafae. "Alvin ayo minta maaf pada nak Yudha. " Titah wanita itu dengan lembut. "Kenapa harus minta maaf? " Sela Gian. "Dia sudah berani menciumi putriku padahal bukan istrinya. " Lanjut Gian.

__ADS_1


Glek!


Yudha menelan ludahnya,tubuhnya beringsat apanas dingin namun dia menahannya tetapi wajahnya mulai memerah, bukan karena marah tapi malu. Duh, kenapa bisa jadi gini? Yudha menghela nafas pelan. "Saya minta maaf om, tante. Tapi saya beneran sayang sama dia dan saya ser.. "


"Saya tidak suka kamu! " Yudha kembali menrlan ludahnya. Aliya menyiku Gian, ssementara Alvin diam diam tersenyum menang.


"Saya janji ga akan macem-macem lag.. atau satu macem juga ga akan!" Yudha menunduk didepan Gian dan Aliya. "Saya pegang janji kamu. " Yudha terperangah begitupun yang lainnya. "Jadi, bagaimana jawaban kamu? " Syila terbangun dengan pertanyaan menohok dari Aliya. lHmm? "


Syila termenung, lalu dia melirik semua orang yang berada disekelilingnya, terkahir menatap Yudha sedikit lebih lama lalu menunduk memejamkan matanya menarik nafas pendek lalu membuangnya. "Ok, gue mau. "


"EHH?! " Kedua remaja itu tertegun. "Kamu nerima dia jadi pacarmu?!" Seru Alvin yang nampak tidak setuju adiknya diambil lelaki lain. Dasar kakak yang posesif.


Syila menanggaukan kepalanya membuat Yudha tersenyum lebar. Ingin rasanya dirinya loncat-loncat melambung tingginke udara terbang ke angkasa melaju ke antariksa menembus sang andromeda,berteriak diantara lubang hitam agar terperosot ke dunia dimana hanya ada mereka berdua.


"Awas kalau gue tahu elo main main sama Syila, elo pulang hanya nama! " Ancam Alvin. "Gue janji gak akan." Jawab Yudha singkat. "Om, tante, saya sekali mau minta izin meminta Syila jadi pacar saya. "


"Maka dari itu aku melarangnya! "


"Ibu, ayah, udah jangan berantem! Syila gabakalan mau diapain kok! Kan Syila sabuk hitam taekwondo! Kalau dia macem-macem ya tinggal digeplak aja! "


"Sejak kapan kamu ikut taekwondo? " Aliya membuayarkan pertanyaan dan keterpukauan dua remaja lelaki itu. "Bu. " Sahut Gian. "Jawab ibu!"


"Bu. "


"Iwh, ibu mah!"


***

__ADS_1


"Hahwhahhahahah! " Jeremi tertawa puas. "Bang, jangan ngetawain lu! Hufht! "


"Ya, lagian bener tu apa kata camer elo. Mana ada orang izin tidak meminang!" cecar Jeremi. Yudha berdecih. "Cih. Kan nanti juga gue lamar dia!" Jeremi mengelap kedua matanya yang sudah basah dan menarik nafas dalam untuk menghentikan tawanya. "Elo serius? " Yudha mengangguk. Wajah Jeremy berubah dan tak dapat diartikan. Yidha yang menyadari itu mulai bertanya. "Kenapa?" Yudha mengangkat sebelah alisnya. "Apa jangan-jangan.." Jeremy menyengir. "Gue sedikit tertarik sih sama di-Aw! Kok ditoyor sih? Kagak sopan tau noyor yang lebih tua! " Protes Jeremy. Yudha memutar bola mata jengah. "Gue ga akan segan segan sama siapapun yang mau rebut dia dari gue! " Jeremi terkekeh membuat Yudha semakin kesal dan beranjak dari tempat duduknya. "Mau kemana? "


"Kemana-mana hatiku senang! "


***


Yudha telah kembali ke rumah setelah pertemuanya dengan jeremy di cafe. "Luda! " Panggil Rama dengan panggilan kecil Yudha dirumah mereka. "Ada apa, ama? " Rama menelisik wajah kembarannya. Bukan karena untuk menelaah kemiripan mereka, namun ada arti lain dari tatapan itu. Yudha menautkan kedua alisnya. "Kenapa? "


"Apa bener elo sama Syila.. "


Yudha menyunggingkan bibirnya. "Hm. " Dia mengangguk mengiyakan pertanyaan sang adik kembarnya itu. Rama termenung untuk beberapa saat, lali berubah jadi serius dan tegas. "Syila itu perempuan baik. "


"Ya, gue tau. Maka dari itu gue suka dia. "


"Sejak kapan? "


"Sejak awal. " Rama mengerutkan dahinya. "Sejak dia masuk sekolah kita gue udah tertarik sama dia. "


"Tertarik dan suka itu hal berbeda-"


"Ngak! Gue memang menyukai dia, ma! " Tegas Yudha. Rama menghela nafas. Dia mendekati sang kakak berdiri disebelah lelaki yang sama ti? gginya dengan dia. Menepuk bahu kembarannya. "Jangan sampai elo nyakitin dia. " Rama kembali menepuk pundak saudaranya itu lalu pergi meninggalkan Yudha sendiri di ruangan itu.


Disisi lain tepatnya di rumah keluarga Syila, kini Lian telah pulang dari dinas luar negerinya selama hampir satu bulan tepatnya 25 hari. "Aku kangen kamu, sayang. " Lian dan Letha masih saling berpelukan. "Aku juga." Lian meregangkan pelukannya lalu menatap ke perut wanitanya yang telah membuncit dan mengelusnya. "Anak papa sehat sehatkan?"


"Sehat papa. " Lian tersenyum kecil. "Makasih udah jaga mama saat papa pergi ya, jagoan! " Letha terenyuh dan terus menyunghingkan bibirnya melihat interaksi jabang bayi diperutnya dengan suaminya itu.

__ADS_1


"Maafin papa juga."


__ADS_2