Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
71. Tipuan malapetaka


__ADS_3

Rama baru saja menyelesaikan pertemuan osismya, teman-teman lainnya sudah berangsur-angsur pulang tetapi dia ingim sedikit bersamtai hingga ada yang memangilnya.


'' Rama!'' Dia pun menoleh dan menempati Nobel yang tergesa-gesa mengejarnya.


''Noir? Ada apa? Ngosngosam gitu,elo lari estafet?!''


''Ikut gue!''


''Hah? Kenapa harus ikut elo?Gue mau rap-''


''Syila dan Kaina tenggelem!''


''Wpa!!''


Tanpa pandang bulu , Rama langsung berlari meninggalkan Nkbel dan dia menyusulnya. Disama Terlihat Bian yang sudah basah sedang memberi nafas buatan kepada Kaina. Sedangkan ,Haru yang masih berenang mencari keberadaan Syila,namun karena dia sudah tidak.kuat dan kembali ke daratan.


xEungh.'' Kaina terbangun. ''Kaina!''


''Syila , ga ketemu!''


Rama yang sangat cemas tiba-tiba ingin mencebur namun sesuatu menahannya. ''Surprise!!'' Syila menembakkan confeti itu sembari menarik baju Rama dengan keras sehingga lelaki itu tertarik ke belakang dan menoleh. ''Kejut!-an?'' Semua saling melirik terkejut melihat pemandangan didepan mereka begitupun seorang gadis yang masih termenung dalam dekapam lelaki itu hingga ia tersadar dan mendorong Rama. ''Sih,lepasin! Ntar Ria cemburu lagi!'' Namun candaan itu tak digubris ditambah suasana sekeliling begitu hening dan buat merinding. Syila mengangkat pandamgammya menuju penglihatan lelaki itu. Rama tengah menatapnya tajam tanpa bicara. Syila meneguk kasar ludahnya.

__ADS_1


''hah!'' Rama menghela nafas kasar. ''Bercandanya ga lucu, gimana kalau benar''benar terjadi?! Apa yang harus gue bilang sama Syria dan Yudha?!'' Rama yang tidak sadar akan icapanmya itu dibenarkan oleh Syila. ''Maksud elo sama dia?''


''Udah,udah! Kalian ini bikin spot jantung aja, nga bosa apa gausah bercanda yang iya oiya?! Elo Kaina, elo beneran tenggelem atau jangan-jangan bohong juga?!'' Rama meninggikan suaranya. ''Hehe, viss! gue juga bohong. Tadi gue ambil aor pake ember kecil terus siram badan gue.'' Kaina memamerkan deretam giginya. ''Ck!Gimana kalau jadi kenapa kenapa? Habis gue sama si Mikha!'' Seruan itu menghilangkan senyum yang tadi bersinar diwajah gafis itu. Dia ga akan peduli. ''Kaina?!''


''Uhm?''Kaina memaksakan senyumnya. ''Gimana kalau elo ganti baju dulu takutnya sakit..'' Suruh Syila. ''Iya, yuk gue anter!'' Tawar Rana.Kaina pun menuruti mereka dan pergi kedalam pendopo berdua dengan Rana. ''tumben dia bisa dijinakkan?'' Gumam Rama bermonolog.


setelah semua berkumpul lagi dan benar- brnar meminta maaf pada Rama. Mereka pun meneruskan acara yang semestinya, acara perpisahan untuk Rama. Mereka menyajikan banyak makamam enak untuk bersama dan tentunya favoritnya Rama ,yaitu nasi padang. ''Ini,kalian yang bikin?'' Mereka mengangguk. ''para chef dan kepala chef kita yang membuatnya dengan penuh cinta.'' Sahut Haru, diaiyakan Bian.


''Ini resep dari Nobel langsung, keluarganya mengelola rumah makan minang.''


''Itu karena emang bokap oramg minang dan ibu gue gorontalo. Ahh,rhh,gue bilang kan jangan panggil itu,panghil Noir. Haru sialan!'' Gerutu Nobel. ''Elo bisa masak,Noir?'' Nobel mendelik Rama. xNga!'' Semua orang menaham tawanya. ''Dka hebat, gue ga nyangka dan bisa dapet resep dan ilmu masakan minang yang ori bin otentik dati biangnya. ditambah gue yang notabene murid Rere sensei plus dua asisten disampingi guru yang jago ,makanya masakan kita enak. iyakan, Nobel?'' Jelas Syila. ''euh,uhm iya.''


****


TING


Beberapa pesan hinggap di ponselnya. Dia membuka ponselnya dan seketika dengan cepat bergerak.


***


''Apa ini?'' Setelah selesai membereskan bekas makan siang tadi, kami kembali duduk ditempat masing-masing dan anak-anak menyodorkan sebuah kotak kado dan bingkisan jinjingan pada Rama. ''Hadiah dan kenang-kenangan dari kami. Tolong buka di rumah aja nanti!'' Titah Haru. ''Ya, thank you Ram, udah ada selama ini dan mohon bantuannya untuk kedepannya nanti.'' sambung Syila.

__ADS_1


''Ya, kalian juga harus terus berjuang jangan patah semangat!''


''Guys, gimana kalau kita main games?! Gue bawa uno, monopoli, remi dan jenga!''


''Kuy!''


Sedang asyiknya mereka bermain , tiba-tiba saja seseorang berteriak memanggil. ''Ina!'' Mikha datang namun tak menemukan Kaina yang memang sedang ke toilet bersama Shifa. ''Mikha, ngapain elo- Mikha?!'' Lelaki itu tiba-tiba menarik kerah Bian yang membuat empunya dan mereka tersentak. Saat Nobel dan Rama maupum Haru akan memisahkan mereka, Syila menghalangi dan dia yamg maju mendatangi lelaki itu. ''Mikha lepasin dia!'' Lelaki itu melirik Syila tanpa bicara, menahan nafas dan meneguk saliva kasar. Dia pun melepas cengkeramannya. ''Ada apa sihm Kenapa datemg dateng langsung main terkam?'' Mikha tak menjawab dia hanya menatap sayu Syila. ''Kayaknya karena ini!'' Seru Alethia.


''Sejak kapan?'' Mikha terkesiap karena ponselnya sudah berada ditangan Alethia. ''Tia?! kembaliin ke orangnya!'' Titah Syila. xSebelum itu, ketua harus lihat ini!'' Alethia memampangkan dan menggeser beberapa foto dari ponsel itu dan chatnya. ''Kayaknya dia salah pah-' Aw!'' Mikha menyentil kening yang dihalangi poni itu, Alethia mengelus sakit. Mikha mengambil ponselnya kembali saat gadis itu lengah. ''Nga sopan.'' Gumam lelaki itu


Alethia menggembungkan pipinya. Syila hanya geleng-geleng bersama Rama.


''Elo ternyata disini.'' Mikha melirik Rama. ''Gue korban tipuan mereka!''


''Tipuan?''


''Mikha?'' Lelaki itu menoleh ke belakangnya. Setelah menemukan gadis itu, tanpa basa basi menghampirinya. ''Elo ga apa-apa? '' Mikha menelisik seluruh tubuh Kaina yang sedang menautkan kedua alisnya. ''Maksud kamu? Aku ga aja kok. Bilangin sama mami dan papi kalau aku ga bakal aneh-aneh, cuma berkumpul biasa sama temen-temen aku!'' Mikha hanya menayapmya datar, lalu menoleh le Rama. ''elo kena tipu apa?''


''lebih baik elo duduk cantik dulu!'' Setelah mendengar penjelasan dari Rama Mikha mengusap wajahnya,lalu melirik tajam satu persatu. ''Kalian mau permainan kalian itu jadi kenyataan, dan membuat kami dan keluarga kalian ketar ketir, Syila?!''


''Uhmm, sorry tapi itu ide aku'' Kaina mengangkat tangannya sambil menundukkan wajahnya tak berani menatap Mikha. ''Kaina, jangan nunduk dan liat sini!'' Dengan terpaksa Kaina menurut. ''Kenapa fikiran elo selalu pendek?! Kalian juga kenapa setuju-setuju aja?!'' Hampir setengah jam Mikha mrncermahi kami ,dan ini perdana dia begitu cerewet.

__ADS_1


''Pokoknya, jangan diulangi lagi!'' Titah Mikha. ''Betul!'' Sambung Rama. ''Bukan apa-apa, kita sebagai pengawas kalian itukan khawatir. ''


''Sorry dan thank you, kami tidak akan mengulanginya lagi kan ketua?'' Syila pun mengiyakan. ''Tapi elo khawatir atau cemburu?Terhadap Syila atau Kaina?''


__ADS_2