
"Ada apa? " Yudha menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap gadis itu. "Elo pacaran sama Alvin? "
"HA?"
"E-lo pacaran sama Alvin? " Pertanyaan itu membuat Syila terkekeh dan hampir tersedak. "Jangan ket.. "
"Apakah saya dan beliau terlihat seperti itu? "
"Kalau ditanya tuh jangan balik nanya! "
"Apa anda sedang cemburu, kakak kelas? " Yudha membungkam mulutnya, membuang setengah wajahnya. "Ti-nggal jawab. " Lirihnya.
"Apa? Gak kedengaran!"
"Syila! " Syila tersenyum kecil. "Saya tidak memiliki hubungan dengan lelaki manapun dan tidak akan pernah terjadi sebelum saya sukses! "
"Tapi masa depan, siapa yang tahu! " Yudha menyela. Wajah Syila kembali datar. "Kalau cuma ingin buang-buang waktu lebih baik saya pergi! " Syila melihat sebuah arloji yang melingkar di tangannya. "Sudah satu menit, saya harus pamit ke kelas.. " Yudha menahan lengan Syila, memeganginya agar tidak pergi. Syila menoleh ke sampingnya. "Saya harus pergi. "
"Gue akan merebut hati elo! " Yudha melepas genggamannya dari tangan Syila dan meninggalkan gadis yang termangu di tempat itu. Syila pun membuang nafas kasar dan kembali ke kelasnya.
***
Sore ini Syila pulang sendiri karena Renita pulang ke rumah Syria untuk mengerjakan tugas mereka. Hari ini pun Martha membatalkan janji mereka karena ada jadwal pemotretan yang mendadak. Alvin pun masih menjauhinya terlihat hari ini pun tidak mengajaknya pulang bersama.
Syila berjalan sendiri melewati halte itu, berjalan tak tentu arah. gue akan merebut hati elo! Kata itu masih terngiang di telinga Syila. Gila memang, sudah ada tiga masalah yang mendatanginya dan itu dari lelaki. Sialan! Ini begitu rumit! Karena dirinya tidak ingin berhubungan, dia tidak percaya akan itu cinta.
__ADS_1
Berawal dari sepuluh tahun yang lalu disaat usianya lima tahun, dimana kejadian itu terjadi dalam keluarganya. Sebuah kejadian yang merenggut kepercayaannya akan nama cinta! It's bullshit!!
"Hah! " Gadia itu mrmbuang nafas panjang. Dia menghentikan langkahnya di depan sebuah toko yang sering dia kunjungi, namun hari ini dia tidak ingin kesana. Syila mengeluarkan gawainya dari dalam sakunya memesan ojek online untuk sampai ke rumah. Namun, niatnya dia urungkan ketika melihat sang kakak yang keluar dari sebuah cafe di sampingnya bersama seorang wanita.
Tanpa berfikir, kakinya begitu cepat melangkah ke arah pria itu. "Kakak! " Pria itu menoleh begitupun si wanita. "Ehmm, tuan kalau begitu saya pamit. " Pria itu mengiyakan. Wanita itu berjalan melewati Syila menebar senyum ramahnya, Syila membalasnya dengan anggukan setengah tubuh.
"Syila, kamu pulang jalan kaki? Biasanya naik bus. " Bukannya menjawab pertanyaan sang kakak, namun dia malah balik bertanya. "Siapa wanita itu?! " Dengan nada ketusnya. Lian terkekeh mendengar kecurigaan sang adik dan mencubit lembut pipi tembem gadis itu. "Duhh, adikku sedang cemburu.."
"Ish! " Syila menebas tangan besar lelaki itu dari wajahnya dan mendelik kasar. "Siapa suruh ga langsung pulang ke rumah malah berduaan sama cewek bule! "
"Ehmm, bau bau udah akur nih sama kakak ipar. "
"Dari dulu juga akur! "
"Uhmm, masa? padahal dulu waktu kami pacaran.. "
"Diam ga! Lepasin! " Lian pun melepas elusan di wajah adiknya. "Ayo pulang bareng, kakak udah pesen taxi online bentar lagi dateng tapi bantuin dulu ambil barang ya di dalem. " Lian menunjuk kafe di belakang mereka. Syila menurut tanpa berkomentar. Mereka pun pulang bersama.
"Assalamualaikum! " Sapa Lian dan Syila. "Waalaikummussalam. Lah kalian kok bisa barengan?" Tanya wanita setengah baya itu.
"Ketemu dijalan, Lesha mana? " Jawab Lian dengan cepat, dia tidak sabar untuk bertemu sang istri yang sudah lima hari dia tinggal di tengah hamil mudanya.
"Dia baru tidur dikamar. Jangan ganggu! Muntah terus dari pagi. " Lian mengangguk. "Lian ke kamar ya. " Dianggukan oleh sang Ibu.
"Lah barangnya ditinggal! " Protes Syila. "Udah sini Ibu yang urus kamu ke kamar gih ganti baju! "
__ADS_1
"Iya. "
***
Keesokan harinya Syila masih pulang sendiri, dia singgah sebentar ke toko buku untuk mencari atlas yang baru. Hari ini dia akan mengerjakan tugasnya bersama Martha seorang diri dahulu karena hari ini Martha absen masuk kelas karena jadwal pemotretan.
Hari ini pun Alvin tidak menjemput maupun memgantarnya. Yudha pun tidak datang lagi menganggunya. Hari hari begitu damai Syila rasakan tanpa gangguan, namun agak sepi karena Renita dan Martha yang sibuk. Ditambah kkelakuan beberapa orang yang nampak berbeda saat Martha tidak ada. Tapi, dia tidak menghiraukan itu.
Di jalan dia melihat seorang nenek terjatuh. Bergegas dirinya mendekati wanita tua itu. "Nenek, saya bantu." Dia memapah wanita tua itu untuk bangun dan mengajaknya duduk di kursi depan swalayan tempat wanita tua itu keluar. "Nenek, ga apa-apa.. sedang tidak sehat ya? "
"Sedikit pusing. " Wanita itu menoleh dengan mata kaburnya terus menelisik gadia didepannya dengan mata terpicing. "Istirahat dulu disini, saya temani. "
"Ka-kamu.. " Wanita tua itu membelalak ketika pandangannya telah kembali. "Kamu Syila kan?" Syila mengerutkan keningnya. "nenek kenal saya? "
***
Tujuh belas tahun yang lalu ada seorang wanita yang bekerja di rumah keluarga terpandang, dia menjadi asisten rumah tangga muda menggantikan asisten pendahulu yang telah jompo. Saat itu pemilik rumah memiliki seorang putra yang telah menikah dan memiliki satu cucu laki-laki mereka tinggal di kota sebelah yaitu Kota Tree.
Namun, entah sejak kapan pasangan itu merenggang. wanita itu tahu tentang itu, namun tidak dapat menghentikannya. Sang istri yang sibuk dengan pekerjaannya dan begitupun si suami. Entah sejak kapan Putra wanita itu jadi sering mabuk-mabukkan dan bertengkar dengan sang istri. Wanita itu hanya menggertak sesaat, sisanya dia selalu mengamankan sang cucu yang masih berusia enam bulan. Hingga suatu hari, disaat semua telah tertidur dan sang istri yang berada di luar kota karena pekerjaan. Dia mendapati sang asisten rumah tangga mudanya yang masih terjaga untuk mengambil air putih di dapur.
"Tuan, baru pulang? Nyonya dan tuan muda sudah tidur. Anda segeralah beristirahat diruangan anda. " Namun itu tak didengar oleh sang tuan. Pria itu malah mencumbu paksa wanita itu hingga hal itu pun terjadi.
Hingga pada akhirnya, semua terbongkar. Sang istri yang pulang pagi begitu pun ibunya begitu terkejut dengan pemandangan yang ada di mata kepala mereka. Membuat asisten rumah tangga itu di usir oleh nyonya mudanya.
Satu tahun kemudian..
__ADS_1
Seorang bayi lahir dari rahimnya. Dia mendemgar kabar kehamilannya setelah tiga minggu pulang ke rumah orang tuanya di daerah D. Ketika itu sulit menerima, namun seorang dokter yang memiliki seorang putra yang ditinggal istri atau ibunya meninggal menjadi malaikat. Dokter kandungan yang merawatnya dengan senang hati meminangnya. Disisi lain Nyonya besar keluarga itu mengetahui akan hal itu, namun dia sembunyikan karena ia tak ingin tragedi perceraian itu terjadi, padahal dia telah berhasil menghentikan itu.