
Hallo readers aku kembali setelah ada waktu sebel. operasi tgl. 10 bulan ini maaf ya lama dan mohon doanya. Terimakasih dan selamat membaca..
Jangan lupa juga baca novel pertama aku
LAIR : THE BEGINNING
Para Esper baru telah muncul di berbagai belahan dunia. Hitzuziaki Kaoh pemilik sekolah khusus bagi para Esper telah menyuruh para muridnya untuk mencari para Esper yang masih berada di luaran sana untuk dibawa ke tempat rahasia mereka, di bantu oleh sang adik Nabari.
****
"Nenek! Ibu!" Keluarga Syila serentak datang begitu pun dengan si bumil yamg cantik itu. "Kaliam sudah datang? "
"Iya bu. Loh nak Yudha mau kemana? " Tamya aliya. "Mau kemana kamu? " Juga Maria. "Yudha, mau jemput temen didepan. "
"Apa David? " Tanya Maria dan Yudha mengiyakan. "Kalqu gitu Yuda kedepan dulu ya. "
"Iya. "
****
Diparkiran terlihat Geng Sweet heart boys yang keluar dari mobil David berboyong-boyong masuk kepelataran rumah sakit. "Ko! " Panggil Yuda mendatangi mereka. "Loh mana Jeremy? " Tak tampak batang hidung belang itu yang selalu ramai setiap saat. Membuat geng itu tampak menyepi bagai malam tak berujung. "Katanya dia ada urusan. " Jawab Haris. "Urusan apa? " Haris menggeleng.
"Tumben abang ga tau. " Sahut Rama. "Udah, ayo masuk! Diruangan berapa? "
"Ikutin gue. "
Para geng cowok ganteng yang membuat banyak. pasang mata terpesona juga iri dan para orang tua geleng-geleng dengan sikap
para anak muda plus para emak-emak zaman kekinian yang tatatapanya tak lekang oleh ketampanan para remaja SMA super tampan itu membuat para suami cemburu buta hingga tak dapat melihat dengan benar.
"Ah, kalian sudah datang. " Sambut Maria yang sedang duduk bersama seorang pria tinggi dengan sanggahan kacamata dihidung mancungnya yang disampingnya juga sedang duduk seorang wanita hamil yang cantiknya natural dengan dandanan sederhana.
"Oma. " Sapa satu persatu menyalami Maria. "Tunggu dulu disini, di dalam masih ada orang tuanya Syila sedang menjenguk juga. " Jelas Maria.
"Syila mana oma? "
__ADS_1
"Dia sudah keluar dan sedang pergi ke toilet." Yuda manggut-manggut.
Tqk berselang lama, Aliya dan Gian keluar dari ruangan itu dan secara bergantian geng cowok itu menjenguk satu persatu. "Gue tumggu disini, taei udah masuk sama Syila. Kalian aja!" Seru Yuda.
Hinggalah giliran David yang meminta untuk menjadi yang terakhir masuk kedalam ruangan dimana Alvin dirawat itu, sedangkan keluarga Syila sudah undur diri sejak sepuluh menit yang lalu di saat giliran Haris sebelum giliran Mikha.
David memasuki ruangan itu. Dia melihat sahabat sekaligus rivalnya itu terbaring diatas ranjang dengan segala jenis alat yang menempeli tubuhnya. Lelaki itu duduk disamping Alvin. "Udah gue bilang gausah tapi malah bawa-bawa pasukan! " David menjawab dengan kekehan masam diwajahnya. "Keras kepala, seperti biasanya. "
"Padahal elo juga sedang sibuk bukan? Sangat sibuk. " David menyunggikan ujung bibirnya. "Tapi gue disini. "
"Uhmm, sama seperti biasa keras kepala. "
"Ck. Akhirnya kedok elo telah terbuka. Jadi, gimana rasanya? "
"Ck. Jadi elo kesini cuma mau ngebully gue gitu, terus bawa satu orang cengeng. " Yang dimaksud dia adalah Haris karena remaja itu menangis melihat keadaan kawannya yang bwgitu buruk baginya. Haris tidak menyangka bahwa lelaki menyebalkan yang selalu menganggu metentaraman hiduonya bersama David tengah terbaring sakit yang parah. "Satu orang yang ga ngomong sama sekali dan cuma nontonin. " Dia adalah Mikha yang memang kekurangan beribu bahasa dan keseringan menggunakan bahasa kalbu. "Tapi, pada akhirnya dia ngomong juga kan? " David menepuk pundaj yang semakin hari dia rasakan semakin mengurus itu. "Iya sih, dia bilang lekas pulih dan sehat jangan bikin adik gue kesurupan. Lah tu anak bisa ngomong dan ngeguyon juga ya?! " David dan Alvin terkekeh. "Dia cuma pemalas aja. "
"Hachi! " Semua terkejut dengan Mikha yang tiba-tiba bersin saat menunggui David bersama yang lain di luar bersama Maria. "Maaf. "
"Kenapa malas sih? " David mengendikkan kedua bahunya. "I don't know. "
"So, gimana rasanya terbuka kedok elo? Elo belum menjawab pertanyaan gue tetapi sudah menggibahi para member gue. "
"Lalu, bagaimana dengan kemo? "
"Hehe. Elo sendiri? "
"Jangan balik bertanya bro!"
"Ah ya, kemana member elo satu lagi?" Tanya Alvin sedikit meledek. "Katanya ada urusan dan titip salam aja. mungkin nanti dia datang sendiri kesini. " David melipat kedua tangannya dibawah dadanya. "Haris juga bilang gitu, tapi gausahlah bikin runyem tu si ember. "
"Udah sakit sakitan masih aja ledekin orang! "
"Itu bukan ngeledek, tapi panggilan kesayangan loh oppa! " goda Alvin. "Iih idih, jijik gue dipanggil oppa sama elu! "
"Eits jangan geer dulu gue maksud itu opa dan oma. "
__ADS_1
"Ck. Hei, jadi elo bakalan nerima di kemo? "
"Belum tau gue." David menghela nafas. "Ya, itu memang tidak bisa dipastikan sih."
Setelah hampir setengah jam bercengkrama sepasang rival berkedok sahabat itu pun saking berpisah. David pamit undur diri dan keluar dari ruangan itu. "Ko, lama banget sih! " Protes Rama. "Ini lagi diajak pulang malah pacaran mulu! "
"Iri, bos? Argh, kok aku digampar sih sayang?" Syila memutar bola mata malas membuat David dam Haris terkekeh.
"Oma, kemana? " Tanya David.
"Ke kantor ada urusan. " Jawab Syila.
"Maka dari itu gue harus nemenkn dia. " sahut Yuda. "Pulang sana! "
"Ciee diusir. "
"Sialan! "
"Hah? Apa? Gak kedengeran kamu bilanh apa?! "
"Hehehe ga kok sayang, cantik. "
"Idh, lama-lama elo ketularan kak Alvin. Sana ah pulang! Pusing gue kalau ada dua yang kaya gini! "
Akhirnya Yudha pun merajuk dan ikut pulang. "Kita pulang dulu ya. Titip Alvin, walau mungkin kamu akan dibikin pusing. "
"Udah biasa. So thank you udah menjenguk. Hati-hati dijalan, tolong jaga laki-laki satu ini yang merajuknya kaya anak bayi. " Syila menggandeng lengan Yudha yang masih ngambek dan tidak mau bicara sepatah katapun. Membuat ke empat lelaki itu mengulum tawanya. "Nanti juga balik biasa sendiri kok. " Sahut Rama si super polos.
"Ok. Hati-hati. " Entah sejak kapan Syila telah terbiasa dengan hubungan dia dan Yudha walau awalnya terpaksa padahal hubungan mereka juga masih dubilang seumur jagung.
Setelah kepergian geng cowok itu, Syila pun masuk kembali untuk menunggui Alvin di ruangannya.
***
Sudah empat hari Alvin dirawat dan secara bergantian mereka menjaga. Maria maupun Aliya ditambah Syila yang setelah pulang sekolah diantar Yudha ke rumah sakit untuk menunggui pasien Alvin.
__ADS_1
"Kqmu masih tetap tidak mau di kemoterapi? "
"Iya, Nek. Bukankah di Toronto ada dokter yang mau dan bisa mengoperasi kelenjar tumor dikepalaku ini?"