Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
68.Nama baru


__ADS_3

"Nih! " Dia menyodorkan secarik kertas sambil sedikit mendorong gadis itu ke belakang. Syria inhin menghentikan sang adik namun dihalau Rama.


"Gue udah bilang sama laundry itu, kalau elo mau nyuci disitu dan gue udah bayar ceknya." Noura memastikan, dan benar saja bahwa kertas yang lekaki itu beri adalah sebuah cek. "Selesai bukqn urusan kita. Dan satu hal, tidak dua hal lagi yang elo harus inget! Jika elo masih menganggu klub dan ketua kami dan elo bully kakak gue, gue gakkan tinggal diam. " Bisikan itu membuat gadis itu merinding. Dia pun pergi tanpa pamit pada siapapun.


"Ria. " Bisik Syila. "Beneran, dia adik kamu? "


"Iya. Ngak mirip ya? " Syila menagngguk. "Elo baik, tapi dia kok nyebelin? " Syria malah terkekeh pelan. "Aku juga nga nyangka diw adikmu beb. "


"Woy, pada gibahin gue ya?!"


"Aku memang saudara kandung sama dia. "


"Yah, dikacangin. "


"Orang tua kami bercerai saat kami masih kecil, aku ikut ibu dan Nobel ikut ayah." Rama dan Syila manggut-manggut.


"Woy?!"


"Opo? "


"Yaelah mbak, sewot amat! "


Beberapa jam setelah kejadian itu, dimana mereka kembali ke kelas mereka dan akhirnya jam pulang tiba. Mereka pun telah berkumpul kembali.


"Jadi, dia yang ditodong Noura? Ngak habis fikir! " Alethia menelisik Nobel dari atas ke bawah.


"Berhenti liat-liat gue! "


"Mata, mata gue. "


"Elo kenal kakak bernama Noura itu? " Tanya Bian. Alethia mengangguk. "Dia tetangga gue. Emang resek sih dia. "


"Assalamualaikum! "


"Waalaikummussalam.."


"Eh, kak Syila belum datang ya? " Tanya Shifa yang datang seperti biasa terlihat tervuru-buru. Gadis berhijab itu mengelap keringatnya dengan tisu yang disodorkan oleh Alethia. "Belum. "

__ADS_1


"Elo itu apa suka lari marathon? " Celetuk Nobel. "Bukan atuh Noir, saya teh takut telat kayak kemarin. Ga tahu kenapa asa pelajaran teh banyak presentasinya! " Sahur gafis nyunda itu sambil mengipasi badannya memakai buku tts yang dia ambil diatas meja itu. "Eh, itu Kak Syila! " Serunya, membuat semua refleks menoleh kearah yang ia tunjuk.


"Halo semuanya. "


"Halo.. "


Syila yang disusul Rama pun duduk diantara mereka. "Jadi, apa yang akan kalian sampaikan? " Kata Rama.


"Sebelum itu, ayo kita makan dulu! " Clarisa dan Rana keluar dsri dapur membawa tiga piring yang satu dibawa Rana dan dua lagi dibawa Clarisa. Piring-piring itu berisikan buah-buahan potong, schootle dan tahu isi.


"Tumben kalian masak! "


"Gausah banyak tanya kak, dimakan aja silahkan. Ayo yang lain juga! " Sahut Clarisa. Semua pun mengemil bersamaan ice lemom tea yang segar. Setelah setengah habis, Haru memulai pembicaraan. "Jadi, kami sudah berunding jika ingin mengubah nama klub yang terlalu panjang ini. Bila kalian izinkan. "


"Kalau gue sih gimana ibu ketu! "


"Ishh, elo kan salah satu pemilik klub ini!"


"Tapi koko David udah percayaib semuanya ke elo, jadi gue juga akan ikit keputisan elo, bu ketu. "


"Euhmm, emang kalian mau kasih ide nama apa? "


"Ok, kalau gitu gue mau dimulai dari Haru karena kamu yang membuat ide ini jadi saya mau denger nama yang kamu buat. "


"Gimana kalau aku yang duluan? " Tanya Alethia. "Silahkan. "


"Apollo. "


"Itu nama pesawat kan? " Celetuk Shifa. "No, apollo itu salah satu dewa nordik dewa segala seni dan pengetahuan. "


"Elo suka yang begituan ya? "


"Ya. "


"Kalau gue ,furii yang artinya bebas." Sambung Nobel. "Kalau saya afternoon. " Ucap Bian.


"Afternoon? " Serentak semua orang. Bian mengangguk. "Di eropa ada acara minum teh yang disebut afternoon tea, dan biasanya beberapa orang melakukannya sambil memnbca buku ataupun makan kudapan manis. Bukankah ini sesuai dengan kita?"

__ADS_1


"Tapi furii lebih cocok, karena kita ga cuma baca buki sama minum teh doang! " Seru Nobel. "Shifa, gimana menurut elo? "


"Kalau aku mah ,jadhdhab. Artinya menyenangkam, alasannya apa yang kita lakukan bjsa menyenangkan diri dan orang lain dan selalu positif. "


"Kalau gue owl room. Soalnya biasanyakan kalau di film-film yang pinter-pinter itu burung hantu. " Sambung Rana.


"Sadou, itu acara minum teh ala jepang. " Sambung juga Bona.


"Kalau gue.. belum kepikiran apa-apa skip aja!" Seru clarisa.


"Kalau saya ingin nama schole yang berarti waktu luang. Saya ingim kita memiliki waktu luang yang positif dan bermanfaat untuk semua orang. "


"Euhmm menarik. " Sahut Rama. Berbeda dengan Syila yang masih terlihat bingung. "Uhmm karena dulu ini bukan klub dan hanya tempat ngumpul kita-kita yang dikhususkan. Tapi semenjak ada dia semua berubah. " Rama melirik Syila yang duduk disampingnya. Syila yang menyadari itu langsung membalas. "Salah siapa yang bilang ini klub, padahal bilang aja ini tempat nongkrong kalian dan gue terpaksa ikut karena ditarik masuk kedalam!" Mendengar jawaban menohok Syila, Rama hanya terkekeh.


"Gue kira ya begitu, tapi ga nyangka aja gara-gara Martha mengajak elo, dan akhirnya elo bisa dengan Yudha. " Clarisa dan Rana melirik tajam Rama yang terlihat begitu bodoh karena tidak peka. Sementara anak-anak baru memasang wajah tak percaya dan ada juga yang tidak mengerti. Clarisa menyiku Rama diam-diam, namun betapa kesalbperempuam itu karena lelaki itu tak kunjung peka.


Syila yang semenjak tadi membisu akhirnya membuka suara demi menyembunyikan perasaan dia yang sebenarnya. "Gimana kalau kita ke aula, disana ada whitebord bukan? Kita akan tulis ide-ide kalian dan memungut suara,suara terbanyak akan menjadi nama baru klub kita. "


"Rules-nya?"


"Meskipun kalian yang memilih nama itu dan sudah dipastikan masuk nominasi, tapi dalam pemungutan suara kalian tidak boleh memilih nama yang kaliam buat. Aku dan Rama juga akan memilih. Kita semua harus memilih. Gimana menurut elo, Ram? "


"Boleh. "


"Gue juga udah bikin pemungutan suara digrup!"


"Grup? "


Ting, treng! Suara ponsel nyaring berbunyi.


"Gue baru bikin tadi, gue juga masukin swb kegrup! Gue masukin nama-namanya beserta maknanya.Biar mereka juga bisa memilih. "


Suara ponsel pun saling sahut menyahut hingga beberapa lama kemudian akhirnya suara terbanyak keluar. "Sadou dan Schole seimbang! Apa ada yang belum vote? " Tanya Rana. "Gue dan Syila, iyakan? " Syila mengiyakan. "Uhmm, gue pilih ini. " Rama memilih nama dari Nobel yaitu Furii yang berarti kebebasan. "Gimana dengan elo? " Syila tak menjawab dia hanya fokus untuk memilih hingga akhirnya dimemvote. "Ok! Semua udah vote ya?! " Semua mengangguk. "Kalau gitu gue akan bacakan hasil akhirnya! Jadi, yang banyak terpilih adalah nama milik Haru yaitu Schole! So, nama klub baru kita adalah itu!" Seru Rana.


"Gimana setuju? "


"Setuju!"

__ADS_1


"Ngak. " Semua mengatakan itu kecuali Bona dia menjawab tidak. "Lho kenapa? " Tanya Alethia. "Gue suka sadou. " Semua menghela nafas."Hakh!"


__ADS_2