
Novel fantasy action Lair : psycho heroes
Para Esper baru telah muncul di berbagai belahan dunia. Hitzuziaki Kaoh pemilik sekolah khusus bagi para Esper telah menyuruh para muridnya untuk mencari para Esper yang masih berada di luaran sana untuk dibawa ke tempat rahasia mereka, di bantu oleh sang adik Nabati
••••
Dk kantin ,Renita yang notabenenya adalah anggota klib memasak dia dan klubnya sedang bantu bantu di kantin karena ramai orang.
“Re!” Syila mengunjungi kantin bersama teman-teman satu klubnya sehabis acara selesai. “Syil, selamat ya buat kalian!”
“Iya, makasih. Masih rame aja kantin!”
“ Iya, apalagi warung bu wati ini, soalnya ayam penyetnya maknyus!” Dua gadis itu terkekeh. Saat ini Syila susah terpisah dengan para anggotanya yang sudah berpencar berburu makanan di kantin itu. “Kalau gitu, gue mau kesana dulu ya pengen jjajan siomay.”
“Ok, see you!” Syila mengangguk. “Eh, Re.”
“Kenapa?”
“ Elo tadi ketemu Dzith atau Syria ga?” REnita menggeleng. “Ngak, kenapa?”
“Gak apa-apa.”
“Mungkin mereka masih sibuk sama klubnya juga, soalnya gue juga belum ketemu sama mereka!” Jawab Renita. “ Sebenarnya tadi Dzith nyamperin gue kayaknya lagi nyariin Syria, gue kira ketemu dan nanya ke elo juga.”
“Ngak tuh.”
“Yaudah gue caw dulu ya!”
“Ok!”
***
Setelah acara selesai. Dia memanggil orang itu.
''Ada apa? Gue ga bisa lama ,belum selesai di klub.''
''Rya udah tau!''
''Tau apa?''
Dia membalikkan tubuhnya menghadap lelaki itu. ''Sepertinya ada yang menguping dan menyebarkan percakapan kita tempo hari. Ada orang lain selain kita.'' Dia menyakui tangannya. Lelaki dihadapannya berkerut dahi. menautkan kedua alisnya. ''Siapa?'' Dia mengendikkan sebelah bahunya. ''Entahlah, dia sampe merekam percakapan kita dan mengirimnya ke Syria!''
“Ada yang merekam percakapan kita?”
“Iya. Apa..”
“Ngak mungkin itu gue!”
“Siapa tahu. Elo..'' Dia melihat ke sekelilingnya. ''Menyimoan kamera tersembunyi,mungkin..''
''Offt,hahahaha..Sorry,sorry.. Ya, buat apa gue melakukan itu? Yang ada gue juga bakalan rugi kali!''
Seketika mereka merenung sejenak. ''Terus siapa?'' Mereka bersamaan.
__ADS_1
***
dalam hening haru terus memikirkan perkataan Rama kemarin. Siapa sEbenarnya yang menjadi mata-mata mereka, sejujurnya sebelumnya pun pernah terjadi . dia pernah dikirimi sebuah kiriman yang bermaksud teror , namun tak dia gubris hingga itu berhenti dan menghilang dengan sendirinya. tapi tidak dia sangka akan merembet seperti ini. apakah dia harus menceritakan ini pada Rama atau dia simpan sendiri?
Seminggu sudah berlalu, dengan mengejutkan Haris datang dan sedang menunggunya. "Syila!"
"Kak haris, ngapain disini?" lelaki itu tersenyum. ''Nungguin kamu.''
Syila menautkan alisnya. ''Nungguin gue?'buat apa?''
''Pengen tahu aja kabar ketua kita semarang!'' Syila manggut-manggut. ''Gimana adik gue nga bikin repot kan?''
''Ekh hm, ngomongin?!'' Ternyata Haru sudah ada dibelakang mereka. menyahut diantara percakapan itu, membuat kedua jnsan yang sedanh mengobrol itu berbakik badan.
''Jangan ngupjng!'' Haris menggeplak keoala yang adik ,membuat empunya memasamg wajah sebal yang manja. Syila mengerjaoakan matanya, baru pertamakali dia melihat aksi kakak beradik yang dikenal pemalu dan satunya kalem itu.
''Ngapain elu disini bang?!''
''Lagi ngelewatin aja yaudah sekalian mampir kagetin kalian.''
''Nga ada kerjaan!''
''Emang.''
''Kalau kalian mau berdebat mending dirumah aja, gue mau pulang.Bye-!''
''Ej,heh,tunggu!'' Adik kakak itu menahan Syila lergi membuatnya terkejut. ''Kenapa lagi?'' Ketusnya. '' Elu mau ngapain bang?''
''Ya, mau nagih. catetan waktu kak Syila kelas sepuluh. Dia kan udah janjiin.''
Oh iya!''
''Catetan apa?''
''Sejarah.''
''Ohh.''
''Terus elu bang!''
''Tadinya kalau ga sibuk, kakak mau ajakin kamu jalan sekalian ngobrolin tentang klub kita.'' Hatu memicingkan matanya pada Haris. ''Kenapa?''
''Harusnya gue juga diajak kan gue wakilnya! Tapi,kayaknya kak cil lahi sibukkan?''
Setelah menyodorkan buku catatan gang dijanjikan pada Haru dia pun menjawab. ''Iya,mqaf. Lain kali,kakak main aja ke house biar bisa kenalan sama anggota lain.''
''Ide bagus!'' Seru Haru.
''Boleh sih.''
******
"terus gimana? Kwlian belum baikan?''
__ADS_1
''iya.'' Jawab Wyria dengan bibir manyunnha.
''Ini lagi malah ngrlamun! Syil..''
Dalam benak Syila dia terus terbayang dan teringat yang tadi.
'' Abang, elu nantang gue?'' Dengan lbut namun tajam Haru bertanya. Saat itu Syila yang lewat tak sengaja melihat Hatis dan Haru yang berduaan ,dia berniat ingin mengusili mereka namun langkahnya terhenti ketika dia mendengar percakapan mereka.
Haris tersenyum kecil. ''Kalau iya kenapa?''
''Apa elo ga bisa mengalah juga kepada adik lo seperti ke sahabat-sahabat elo itu! Apa mereka lebih berharganya daripada gue?!''
''Bukan berharha atau bukan, tapi lebih kepada dulu gue oengecut dan sekarang gue gak mau lagi! Jadi, mulai sekarang juga kita rival adikku! Mari kita bertarung sehat untuk mendapatkan Syila!''
Di dunia nyata.
''Syila!!'' Gadis itu terkesiap . ''Elu kenapa ngelamun mulu?'' Tanya Renita. ''Ngak apa-apa.'' Jawabannya mengundang beribu tanya dan saling pandang yang membuat kening mereka keriput. Ketiga gadis didepannya saling menunjuk dagu.
''Ria, elo tahu siapa yang ngirim video itu?'' Dengan tiba-tiba dan mengejutkan Syila malah menanyakan perihal Syria dan Rama yang jaug dsri tentang dirinya. '' belum.''
''Tapi kenapa harus gue?'' Gumaman itu terdengar oleh lainnya termasuk Syria yang tadinya agak canggung dan iri menjadi kasihan pada gadis yang bagai kehilangan arah itu. Tidak ada jawaban saat itu.
****
''jadi hari ini kita bakalan kedatangan seorang tamu yang akan menchallange kalian.'' Papar Syila.
"Siapa?'' Mereka celengak celingukan penasaran dengan siapa tamu yang ketua mereka maksud. Tanpa berkata Syila memanggilnya. " silahlan masuk!''
Haris masuk disusul dengan binar mata dari ketiga gadis dan reaksi biasa saja dari sisanya. Haris berbisik. ''kayaknya kurang excited ya?hehe..''
''Kak Haris!'' Teriak ketiga gadis itu. ''Ya ampun , ini kak haris yang asli?!''
''Kak, apa kabar? Masih inget kita kan?''
Haris terkekeh. ''Aduh bisa satu-satu ga? Heahaha..Iya ini saya yang original . '' Kekehnya geli. ''Saya baik, kalian semua apa kabar?'' Sambungnya.
''Baik!''
''Ehkhm, Haris hari ini akan membantu kita mengusulkan beberapa kegiatan mendatang. Dia juga sedang menulis sebuah buku dan artikel dan ingin kita promosikan di perpus kita nantinya.'' Ucap Syila.
''Tentu bakal ada receh buat kalian kalau di penerbit nanti pun sudah dapatoemasukan.''
''Wah, bakalan ditraktir?''
''Bukan, uang itu akan disimpan untuk uang kas apabila nanti kita bakal pakai untuk kebutuhan.) Sambung Haru.
~rumah Syila~
Gadis yang baru pulang dari sekolah itu pun menjatuhkan dirinya ke atas kasur. "capek banget!'' keluhnya. Tiba-tiba suara ketukan pintu terdengar. ''Ya?''
''Syila, kalau sudah bersih-bersih turun untuk persiapan makan malam ya..''
''Iya, bu.''
__ADS_1