Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
Anggota baru?


__ADS_3

"Syila! " Panggil Renita yang membuyarkan lamunan gadis itu. "Ada apa sih elo belakangan ini ngelamun terus?! " Syila tak menjawab ocehan sahabatnya itu, dia hanya mengerjapakan kedua matanya. "La?! "


"Gue gak kenapanapa Rere! "


"Boong! Gue tau elo lagi banyak fikiran, cerita aja! " Syila menghela nafas gusar. "Ga semudah itu. " Lirih Syila.


Ya, sudah dua minggu sejak kejadian dimana Alvin memukuli Yudha dan Mikha, lalu hari dimana Alvin sakit dan setelahnya dia menjadi lebih cuek ketimbang Sebelumnya. Walau memang berita-berita yang beredar sudah hilang. Namun entah mengapa dia merasa hampa, apalagi dia bingung dengan apa yang harus dia lakukan terhadap lelaki itu. Yudha terus mengusiknya untuk menerima cintanya.


"Masalah Yudha atau Kak Alvin? " Syila memutar bola mata jengah. "Cuma itu masalah elo kali ini kan? " Syila kembali membuang nafas pendek.


"Hai! " Kedua gadis itu dikagetkan dengan kedatangan seseorang gadis cantik tionghoa. "Martha? " Gadis itu tersenyum dan langsung duduk diantara mereka. "Gue gabung! " Tubuhnya yang semakin kurus namun dia tera ceria. "Elo Renita kan? " Renita mengangguk. "Baru kali ini kita ditakdirkan kumpul bertiga. " Martha menjeda bicaranya. "Seru juga! " Martha terus bermonolog, sedangkan kedua gadis yang mengapitnya hanya menganga saja.


"Martha, elo habis sakit? " Celetus Syila. "Hmm? Emang gue keliatan kayak orang sakit? "


"Elo tambah kurus! " Tegas Syila. Martha hanya tersenyum kecut menanggapi pernyataan sahabatnta itu. "Gue jelek ya kurus gini? "Martja merendahkan suaranya. "Bukan! Tapi ya gue khawatir aja!"


Martja terkekeh dan itu membuat Syila kesal. "Malah ketawa! " Syila masih terkekeh hingga akhirnya terhenti. Senyum cantiknya merekah. "Gue gak apa-apa kok, kemarin kemarin gue banyak pemotretan terus ada fashion show juga jadi kebanyakan diet dan hasilnya malah jadi malas makan karena sering cape, lupa deh itu ke yang namanya makan. cuma ngenil ngemil doang! " Jelas Martha.


"Berarti ini saatnya elo harus makan banyak! "


"Makan Ba-Womhp! " Syila memasukan bekalnya ke dalam mulut Martha. Alhasil gadia itu harus terus mengunyah makanan yang terus Syila masukan ke mulutnya. Tak memberi dia kesempatan bicara hingga setengah makanan yang tadi masih tersisa kini telah habis. Gluek! Martha selesai mebelan semuanya. "Ya ampun, emang gue bayi apaan disuapin sengebut itu?! "


"Ga usah protes! Enak kan? " Martha menjauhkan telinganya dari deoan mulut Syila yang berbisik karena dibuat geli oleh hawa nafasnya. "Ish geli, Syil! " Renita yang nelihat itu tertawa renyah. "Hahahah, ada ada aja sih!" Kompak keduanya menoleh ke arah Renita. "Gue jadi cembulu si byeb! "


"Najis! "


"Hahahaha, kalian kayak pasangan beneran! " Seru Martha membuat dua gadis itu bergidik. "Amit-amit!! "

__ADS_1


Renita kesal karena Martha terus mebertawai mereka, akhirnya dia menahan dan menekan rahang Martha hingga pipinya masuk seperri tombol yang terpijit dan membuka mulutnya lalu menyuapi gadis itu dengan suapan super besar yang memenuhi mulut Martha. "Awhhwhwhwhm! "


"Kunyah dulu! " Syila menepuk pelan punggung Martha. Glek! "Gede amat! "Renita mengangkat jari V nya ke langit yang biru. "Peace! " Martha memutar bola mata malas.


"Oya! Syil, elo udah dikasih tau belum? "


"Apaan?"


"Kata koko, besok bakalan ada anggota baru di klub kalian! ".


"Oh. "


"Kok oh doang? "


"terus napa elo ngak jadi anggota? Padahal elo yang bawa gue kesana! "


"Lah emang kenapa kalau ada anggota baru, bagus kan?" Plak! Martha menampar pundak Syila. "Aw! Martha! "


"Ish! Kalau kayak gitu, elo jadi ada saingan kan! "


"Saingan? " Renita pun ikut-ikutan. "Maksud elo? " Tanya Syila, sementara disisi lain Renita nampak termenung hingga akhirnya dia tersadar. "Ahh!! "


"Eh kutu kepret, ngagetin aja! " Protes Syila. "Kutu kupret beb, bukan kepret.. " Jelas Renita.


"Terserah gue! "


"Ish! Elo sekarang jadi nyebelin kaya Kak Alvin!" Syila memutar bola matanya. "Beneran elo kagak ngerti apa yang dimaksud Martha?" Syila menoleh ke arah kedua gadis yang manggut-manggut itu dengan wajah yang tak bisa diartikan. Syila menelisik keduanya secara bergantian. "Apaan sih? Ga usah muter muter deh! " Martha dan Renita membuang nafas malas. "Bebihhh... " Martha mengucek-ngucek kedua sisi wajah Syila. "Mereka pasti bakalan rebut Yudha atau Mikha dari elo! "

__ADS_1


"Lah, apa urusannya sama gue? "


"Elo ga cemburu? "


"Pfhtt, hahahha. cemburu? Ya kagak lah! Mereka kan bukan siapa-siapa gue! Bwahahaha! "


Renita menyiku Martha dan membisikkan sesuatu yang membuat kedua netra abu-abu coklat itu membelalak. "Seriusan? " Bisik Martha yang diangguki Renita. "Pantes."


***


Hari esok telah tiba...


Sepulang sekolah, Syila agak jengah karena dia tidak bisa langsung pulang padahal hari ini jadwalnya dia menonton anime favoritnya, seharusnya! Tetapi ,kini dia harus menjadi anggota klub. Mereka telah berkumpul di paviliun biasa yang dipakai mereka untuk berkumpul. Kini paviliun itu menjadi tempat klub membaca dan minum teh itu.


"Hari ini saya David sebagai ketua akan memperkenalkan dua anggota baru kita. Silahkan kalian memperkenalalkan diri Kalian!" Kedua sejoli itu, dua-duanya perempuan. Mereka bangun dari temoat duduknya dan berdiri di depan semua anggota dan memperkenalalkan diri mereka satu per satu. "Saya Arasha dari kelas MIPA 1-3. Dan Saya, Kaina dari kelas yang sama dengan Mikha, saya baru pindah hari ini. " Gadis bernama Kaina itu terus melirik ke arah Mikha tersenyum lembut dan cerah, namun berbeda dengan lelaki itu. "Baik, seperti yang sudaj saya jelaskan. Itu adalah beberapa peraturan yang harus turuti. Sebenarnya ada satu orang lagi, tapi hari ini dia tidak bisa datang. Mungkin Dipertemuan selanjutnya dia akan memperkenalkan diri. " Setelah acara perkenalan singkat itu, aktivitaa berjalan sendiri. masing-masing asing dengan acaranya sendiri. bergelut dengan buku, game dan alat memasaknya. Tak terasa hari pun sudah semakin menyore, semua anggota bersiap untuk pulang.


"Mikha. " Suara lembut dan tangan lembut itu mengait diantara lengan lelaki jangkung itu. "Ayo pulang bersama, kamu udah janji kan. " Mikha tak menggubrisnya dan hanya mengikuti kemauan gadia itu. "Kenapa dia bisa muncul lagi? " Lirihan Martha terdengar oleh Syila, namun saat dia ingin mengutarakan rasa penasarannya Martha sudah diboyong oleh sang kakak untuk pulang. "Ayo! " David mengegengam pelan tangan sang adik. "Syil, gue duluan ya! "


"Ya. " Syila pun menyusuk kepergian mereka, namun ditahan okeh seseorang. "Syila! "


Syila menoleh ke belakang. "Yudha?"


"Gue anter pulang. "


"Ga usah, gue bisa pulang sendiri!" Yudha menahan tangan Syila, lalu menarik gadis itu ke dalam dekapannya. "Yudha! Lepas! "


"Ngak akan, kalau elo ga mau gue anter."

__ADS_1


"Ok, elo bisa anter gue jadi lepas! " Syila mendorong Yudha yang meregangkan pelukannya dan tersenyum lebar. "Ayo! " Tanpa mereka ketahui seseorang telah menatap mereka dengan tatapan yang nanar.


__ADS_2