
TOK TOK
''Syila! Syila! Syila!''
''Apa sih berisik?!''
''CUT!!''
Pasti kalian bingung bukan? Ada apa dengan mereka dan apa yang mereka lakukan ? Mari kita kembali ke tiga bulan penuh keruwetan dimana kesibukan klub yang baru terbentuk yang padahal sudah lama ada namun bukan sebuah klub melainkan grup ,ahh ya sudahlah daripada kalian bingung dan penulis lebih bingung kita kembali saja dulu ke masa lalu. Check itu out!
***
'Kak Cila kenapa? Nga enak badan? '' Semua ikut menoleh ke arah Syila dengan Haru. ''Muka elo pucet tuh.'' Sambung Nobel. ''Kalau nga enak badan istirahat aja, mungkin sebentar lagi Rana, Risa balik!'' Suruh Alethia.
''Uhmm, ga apa-apa kok. Gue cuma lagi mumetnya mau ngerjain tugas dari mana dulu saking banyaknya.'' Anak-anak manggut-manggut. ''Tapi,sebaiknya duduk dulu biar kita yang terusin.'' Suruh Haru.Club schole ini memang sedamg mendapat tugas membersihkan taman dari kepala sekolah agar tidak terlihat seperti klub pengangguran katanya. ''Huh, napa jadi gini sih?! Ini klub membaca bukan klub bersih-bersih! ''
''Elo mau teriak sampe ujung dunia pun, protestan elo ga akan didemger! toh anak-anak terima-terima aja! Ketua kita juga!''
''Fyuhh!''
Setelah acara membersihkan taman mereka terduduk beristirahat di tempat duduk demat mereka. Haru memanggil kepala sekolah untuk melaporkan pekerjaan mereka yang sudah beres. Pria paruh baya yang didatangi Haru itu lanyas mengikuti aiswanya itu ke taman tempat mereka membersihkannya. ''Uhm, bagus kerja kalian! Uhm, yang laki-laki tolong bawa kantung kantung sampah itu ke belakang ya, sudah tau tempatnya toh?'' Diangguki para siswa. xYang cewek simoan lagi sapu dan pengki ke tempatnya ya..''
''Baik,pa!''
Setelah mereka selesai ,dan disuruh pulang oleh kepala sekolah namun mereka memilih untuk ke rumah klub mereka , kecuali Syila sang ketua yang dipertengahan jalan kembali dipanggil. ''Kalian duluan aja!'' titah gadis itu. Mereka menuruti perintah Syila dan memasuki rumah berwarna putih itu. Saat Syila kembali dia melihat semua temannya sudah tertidur lelap dengan posisi terduduk dengan kepala yang miring. Syila menahan tawanya dan memelankan langkahnya masuk kedalam ke sebuah ruangan yang berada didalam perpustakaan mereka. Dia mengambil satu buku dan kotak kecil yang ia buka dan lihat sejenak, lalu dia tutup kembali dan memyenderkam dirinya ke wajah kursi anyik yang berhadapan dengan meja kayu itu. Syila terlelap untuk sejenak dan terbangun kembali. Dia kembali unthk3 melihat yang lainnya dan ternyata mereka masih terlelap. ''Waktunya pulang.''
***
WIW UWIW UWIW
__ADS_1
Sirine itu berbunyi kencang menyeruak ke seluruh oenjuru rumah membangunkan mereka yanh terlelap dengan nyenyak membuat mereka tersentak dan terbangun secara mengejutkan dengan nyawa yang masih menghilang entah kemana , dengan rasa pusing, bingung,kesal ,ruwet bercampur aduk. Berusaha mencari asala muasalnya namun dengan keruwetan mereka tidak menemukan hang merek mau, kecuali satu orang yang masih terduduk belum bergerak sedikitpun. Dia masih melamun seperti mencari untuk menarik jiwanya, lalu dia berdiri berjalan ke satu sudut ruangan yang tersedia meja hias kecil bulat dimana ada tempat bunga dan bunga hias asli mini yang memiliki kesan anestetik itu. Dia mendekatinya, dia melihat sesuatu dibalik vas mini itu. ''Hm?'' satu sentuhan, seketika sirine itu berhenti dan ruangan kembali hening. Namun setelahnya..
''Udah pada bangun?''
''Kak cil?
''HAH?!'' Nobel yang sudah panas dingin darah ya berdesir. ''Sstt dengerin dulu!''
''Kalian tadi tidur lelap banget jadi gue tinggal,tapi kalian perlu ingat kalau jangan kelamaan ya! Dan jangan lupa kunci ok! Eh-hm kembali ke pembahasan, sebenarnya ada hal yang perlu kita bicarakan perihal kegiatan adiwiyata, jadi diharapkan lusa kalian datang untuk menghadiri rapat klub kita! Uhmm, dan satu hal lagi.'' membuat mereka berkerut dahi. ''coba liat grup kedua kita. '' Mereka pun menurutinya karena penasaran. ''SYILA! EHH?!'' Teriak mereka kecuali satu orang yang malah tersenyum sendiri. ''Hatchiw!'' Syila mengelap hidungnya. ''Hehe pasti udah pada bangun.''
***
''Ada apa Kaina suruh kita kumpul?'' Tanya Syila yamg sudah ada di rumah klub bersama dengan Haru,Nobel, dan Rana. ''Gue mau bilang sesuatu, tapi..Huft!'' dia menghela nafas. ''Gue akan keluar dari sini! Jadi..''
''Jadi gitu ya, elo jadi pindah kesana ..'' Kaina mengangguk iya. ''Gapap, sukses ya!'' Kaina mengangkat wajahnya menatap Syila yang disusul anggukam yang lainnya. ''Terus adiwiyata nya?''
''Ya kan ada kita!'' Cetus Rana. xBetul.'' Sahut Haru.
''Ehh, emang kapan berangkatnya?''
'' Malam ini.''
Beberapa jam yang lalu, saat a matahari baru saja terbit. '' Kenapa mendadak? Kaina ada sesuatu yang sudah direncanakan bersama klub, dad!''
''Emang di klub kamu cuma ada kamu sama ketuanya itu? Lalu, rencana inikan bukan dadakan sudah direncakan jauh-jauh hari hanya saja tertunda sebentar. bukannya kamu sudah setuju saat itu?''
''Ya, itukan saat iru!''
''Hmm, apa yang membuatmu berubah pikiran?Bukannya kamu tidak suka gadis itu secara sepihak?''
__ADS_1
''Jadi daddy belaim anak orang sekarang?!''
''Bukan! Tapi, ya aneh aja sama pendirian mu itu.''
''Sudahlah mas, biarkan aja. Udah kamu kembali ke kamarmu sebentar lagi sekolah bukan?'' Dengan kesal Kaina kembali ke kamarnya. ''Dasar anak zaman sekarang!''
***
''Jadi gitu ya!''
''Iya.'' Mereka termenung sejenak hingga Syila membuka kembali pembicaraan. ''Ok, kita mulai pembahasan kita! Jadi, tugas pertama kita adalah membuat buku tentang adiwiyata dimana yang tentang pengelolaan sampah yang akan di siapkan untuk minggu pertama. Dan selanjutnya tentang pembuatan kantin sehat dan lestari ,kita juga akan ikut berpatisipasi membantu dan nanyi akan bertugas mempromosikan kepada semua anggota sekolah ini.. '' Banyak yang mereka bahas hingga waktu tak terasa sudah menyore dengan ditemani oleh rintikan hujan yang menyendu merdu.
''Sudah jelas kan dengan tugas-tugasnya?'' Semua mengangguk. ''Kalau ada yang mau ditanyakan atau pun yang lainnya bisa langsung hubungi saya ataupun Haru!''
Rapat hari itu dihentikan. Mereka semua pulang ke rumah masing-masing , kecuali Syila yang masih harus melapor ke Rama. Setalah itu dia lalu berencana pergi,namun ditengah perjalanan dia dikejutkan oleh Bian bersama seorang gadis yang terlihat dari kelas 10 menyeretnya yang berwajah lunglai. xBian?''
''Tolong.''
xHah?''
''Husst! Aku kan ga ngaopain ngapain kakak!'' Syila mengangkat kedua alisnya. Bian mendelikan matanya, Syila pun makin penasaran. ''Dengan Kak Syila?''
''Ya?''
''Kenalkan saya Briana panggil saja Brie. Saya adiknya Bian dan juga salah satu anggota klub drama!'' Sontak Syila menggerakkan pandangannya menatap Bian memastikan yang Diangguki oleh lelaki itu. ''Terus ada perlu apa? Kenapa Bian..''
''Ehhkhm! Begini ka..''
***
__ADS_1
alhamdulilah setelah sekian purnama akhirnya berhasil juga!