
Semester baru telah berada didepan mata. Para siswa masuk seperti biasanya. Syila yang hari ini berangkat sendirian tengah dibingungkan dengan banyaknya orang berkumpul ditambah lagi sejak dia memasuki gerbang dia merasa beberapa orang tengah memperhatikan dan membicarakannya.
Gadis itu celingak celinguk mencari seseorang yang ia kenal, tiba-tiba seseorang menariknya ke belakang. Syila ingin protes, namun lelaki itu membungkamnya. "Ikut gue!"
"Eh? " Mikha menarik Syila untuk mengikutinya. mereka menuju tempat biasa mereka berkumpul, itu yang Syila fikirkan tetapi otu salah! Mikha membawanya ke tempat terpencil yang berada di belakang sedikit jauh dari sekolah. Ada sebuah pondok kayu sederhana dan minimalis di tengah sisi hutan pinus dengan pemandangan danau disampingnya.
"Wahh, gue ga nyangka ada tempat sebagus ini. " Lirihan monolog itu terdengar oleh Mikha. "Mengaguminya nanti dulu, ikut gue! "
"Ke.. " Syila menghentikan pertanyaannya dan mengikuti jejak lelaki itu memasuki pondok kayu yang berdiri itu. Didalam kelompok lelaki itu, para pria populer sekolahnya telah berkumpul. "Akhirnya elo datang! " Seru Yuda. "Duduk. " Titah David. Syila duduk disebuah sofa single yang berada diantara sofa lainnya. "Ada apa kalian bawa gue kesini? Terus kenapa ga ditempat biasa?"
David membuang nafas pendek. "Kamu baca ini dulu. " Titah David, Syila syok membaca berita harian sekolah. "K-kok bisa? " Semua menggeleng. "Bukan elo penyebabnya kan? " Tanya Rama.
"Mana gue tahu, kan gue baru masuk."
"Syila." Reflek Syila. menoleh ke arah David. "Ini mungkin akan jadi yang terakhir kamu ikut berkumpul bersama kami sampai semuanya kondusif."
"Kenapa harus bilang segala? Sejak awal gue bukan bagian dari kalian, gue bukan siapa-siapa! Tapi ya kalau gue dicurigai sih itu bisa gue mengerti. Tapi, gue bener-bener gak tahu soal ini. Ah, apa Alvin-? "
"Elo curiga sama kakak sendori?" Celetuk yuda. "Soalnya dia ember. " Celetuk Syila. Membuat Jeremi menahan tawanya karena Haris telah menyikunya.
"bukan dia." Sahut David. "Kok bosa? " David mengulam senyum. "Saya ngerti, kalian belum lama bertemu. Tapi, kami sudah mengenal sejak lama. Kami teman smp. "
"Ahh! " Syila manggut-manggut.
Flashback on
Ketika itu David yang sengaja menjemput Alvin untuk pergi bersamanya ke sekolah tengah membangunkan si pangeran tidur. David menggoyangkan tubuh Alvin agar dia terbangun. "Bisa ga pelan-pelan ? ga usah pake kaki!"
"Oh udah bangun. "
"Ck! " Alvin bangun sambil mengacak-ngacak rambutnya. "Bukannya elo harus shubuhan?"
"Udah, kunyuk! "
"Bukannya jam 5?"
__ADS_1
"Dari zaman ynag modern ini yang gajah bisa dikawinkan ke bison, juga shubuh itu jam 4!"
"Mana ada gajah kawin sama bison! Yang ada elo jadi bison! " Mereka saling memutarkan bola matanya. "Hah! " Menghrla nafas bersamaan. "Mandi gih, bau cubluk! " Titah David.
"Ck. Elo belajar kata-kata macam itu dari mana?! "
"Elo! "
"Hah, salah lagi gue! "
"Emang elo selalu salah! Udah nyuk, sana mandi!"
"Iyw, Iya! "
***
Di Dalam Mobil
"Tumben elo jemput gue? Ade elo gimana? "
"Kangen gangguin elo! " Alvin mendengus kesal kala David menertawainya. David terkekeh dengan renyah. "Ade elo, ade elo gimana? Malah ketawa mulu! Keselek biji salak tau rasa lu! "
"Bijo salak? udah gue telen nih! " David menyombongkan biji salak yang betah di kerongkongannya. "Ade gue, izin sekolah. " Lalu dia menjawab dengan serius yang ditanggapi singkat oleh Alvin. "Oh. " Tal ada lagi pembicaraan diantara mereka hingga setibanya mereka di sekolah. Baru turun, Jeremi yang ngos-ngosan berhenti di depan mereka. "Elo kenapa? " Tanya si dua sejoli. "Kalian jodoh ya? " Jeremi yang masih tersengal-sengal. David dan Alvin saling melirik lali bergidik. lIh! "
"Ada apa? " Tanya david. "Kaliam harus liat sendiri! " Mereka mengikuti heremy dan terkejut dengan keadaan yang begitu ramai mengitari tempat biasa mereka berkumpul. "Jer, ada apa ini? "
"Mereka udah tau semuanya, dan mungkin Syila bakalan.. "
Flashback off.
"Ini mungkin akan jadi yang terakhir kamu ikut berkumpul bersama kami sampai semuanya kondusif."
"Kenapa harus bilang segala? Sejak awal gue bukan bagian dari kalian, gue bukan siapa-siapa! Tapi ya kalau gue dicurigai sih itu bisa gue mengerti. Tapi, gue bener-bener gak tahu soal ini. Ah, apa Alvin-? " David menggeleng sedikit terkekej. "Bukan. "
"Napa lo nyurigain kakak sendiri? " Celetuk Rama. "Yaa, soal-nya dia kadang suka ember.."
__ADS_1
"Hahahahha. " Semua terdiam karena terkejut dengan David yang tergelak. "Sorry. Itu lucu, kalau diingat iyasih anak itu emang ember bocor.. "David kembalo te rgelak. "EHH?! " Semua termangu.
"Ehhmm. " Terdengar suara dehaman seseorang dan itu sangat dikenali mereka. "Lagi ngomongin gue? " Mata Syila membulat dan dia langsung gelagapan. "Ka-k. "
Alvin melewati Syila dengan acuh. "Rapat akan dimulai. Elo harus ikut! " David berdiri dari tempatnya dan menuruti Alvin. "Kalian tunggu disini! Syila, kamu kembali ke kelas kamu aja! " Syila mengangguk. Syila pun segera menyusul kedua lelaki itu.
"Syil. " Syila menolehkan tubuhnya ke belakang. "Gue ant-" Belum selesai bicara, syila sudah menyelanya. "Gausah, elo dengerkan. Kak David nyuruh kal-Argkh! Lepasin ngak! " Semua orang termangu, mereka tidak oercaya dengan apa yang mereka lihat. Seorang Mikha menggendong gadia itu bagaikan karung beras dan membawanya pergi. "Ehh, ehh, tunggu! " Yudha berlari mengejar mereka. Dia tidak bisa terima wanita yang ia sukai bersama dengan pria lain.
***
RUANG OSIS
Para OSIS dan guru berkumpul disana. "Berarti semua setuju jika itu akan dijadikan klub resmi yang baru!"
"Tapi tentu saya akan mengajukan banyak peraturan untuk klub saya! "
"Itu terserah padamu, kamu ketuanya! Tapi soal pengawas.. "
"Bagaimana jika saya, saya hanya mengurusi klub sepak bola. Mungkin menambahkan satu klub dengan yang ini membuat saya menjadi rajin membaca kembali. "
Orang-orang itu terkekeh. "Baik, peresmian klub membaca yang diketuai David dan pak Arga sebagai pengawas dengan anggotanya Jeremy, Haris, Mikha, Yudha, Rama dan Asyila sudah diresmikan! "
***
Beberapa hari ini Syila dan Letha di titipkan dirumah Maria karena Aliya dan Gian pergi umrah, sedangkan Lian sedang dinas di luar negeri.
"HaAHH?! GUe JaDI AnGGOTANYAAA?!" Alvin mengorek kedua telinganya. "Bisa ga jangan kenceng-kenceng ngomongnya, sayang. Pelan-pelan, sayang.. "
"SAYANG, SAyANG PALA LU PeYANG!
"Ya ampun, kalian kenaoa sih berantem terus?" Letha keluar kamarnya sambil mengelus perutnya yang sudah mulai membesar.
Tapi itu tidak didengar oleh kedua remaja binal itu, membuat eanita itu pusing sendiri dan pergi ke taman belakang sambil melirih. "Nenek, ayo cepat pulang! "
Ya, karena Maria sedang ada bisnis ke luar kota untuk beberapa hari. "Hah. "Letha membuang nafas pendek.
__ADS_1