Sweet Heart Boys

Sweet Heart Boys
79


__ADS_3

Hari dimana kegiatan adiwiyata berlangsung adalah hari ini dimana hasil kerja keras semua siswa disekolah akhirnya berbuah. Kegiatan diawali dengan dikumpulkannya semua siswa di lapangan dibuat barisan , lalu dibubarkan ke kelas mereka masing-masing. Kerja bakti membersihkan kelas dan ruangan klub mereka, menghiasinya dengan berbagai kreativitas yang mereka buat. bErlomba-lomba untuk memenangkan lomba yang diinginkan, beusaha mencuri poin demi poin demi poin dari para juri. Dan diakhiri dengan kerja bakti membersihkan seluruh are sekolah untuk lomba adiwiyata antar sekolah oleh seluruh siswa, itulah kegiatan di hari pertama. kegiatan terakhir di hari pertama adalah peluncuran buku pertama klub schole yang di tulis oleh Nobel membuat dirinya menjadi sorotan utama di klub schole. Membuatnya salah tingkah dan menutupi kegugupannya. Lebih berkeringat dari biasanya.


“Elo baik-baik aja?” Bisik Syila dan Bian, sedangkan Haru hanya melirik kaRwena dia beraada cukup jauh dari barisan mereka. Nobel hanya mengangguk sekali.


Buku itu dibagikan ke seluruh siswa, guru dan juri dari luar. Nobel , Syila dan Haru menjelaskan tentang buku itu dan tujuan mengapa mereka membuatnya, serta pujian yang tertuju pada Nobel. Banyak yang menyukai buku itu, dan berakhirlah hari itu.


Pada hari kedua, adalah dibukanya kantin sehat dimana menu empat sehat lima sempurna yang melengkapi jajanan strret food yang biasanya dijual di kantin-kantin sekolah. Dengan wadah-wadah yang bias recycle dan juga ramah lingkungan. Dimulai dari menu yang biasa saja hingga luar biasa. Dari berbagai jajanan pasar, cilok dan cilor, gorengan, nasi kuning dan uduk, es gelato, salad, sandwich, makanan korea dan jeoang, pasta, minuman segar hingga teh dan kopi, juga susu dan olahannya. Dengan pilihan wadah yang bawa dari rumah atau dari mereka yang ramah lingkungan.


Bazar dadakan beberapa klub pun turut berjejer di kawasan sekilah. Mulai dari klub kerajinan yang menjajakan Tupperware yang terbuat dari pelepah pinang, tas dan taplak yang terbuat dari bungkus plastic makanan ringan dan minuman kemasan, tempat pensil dari botol bekas, dan keranjang sampah yang terbuat dari tutup botol yang dilengkapi kantung serut yang berfungsi untuk memisahkan antar sampah organic dan anorganik. Lau, ada klub memasak dan klub schole yang membantu mempromosikan kantin sehat yang baru. Klub sejarah yang membuar peragaan miniature berbagai tempat bersejarah. Klub Jepang yang menjual berbagai pernak pernik jejepang an yang dibuat sendiri begitupun dengan klub hanguk. Di temani oleh klub music yang menyatu mempersembahkan bakat-bakat mereka.


Di hari terkahir minggu ini, adalah persembahan dari klub teater dan tari yang mempertontonkan aks I emreka yang begitu sangat apik. Lalu, disambung dengan pengumuman pemenang lomba kelas terbersih dan kreatif yang dimenangkan kelas X-1 IPS sebagai juara 1, kelas Xi-3 IPA sebagai juara 2 dan Kelasnya Rama, XII-! IPS sebagai juara 3. Dilanjutkan dengan pengumuman Klub terkreatif yang dimenagkan oleh Klub sejarah di juara pertama, klub kerjian di juara kedua. Semua perwakilan yang memenagkan kompetisi sekolah ini dipangil dan menaiki panggung yang sudah ada. Mereka memberikan sambutan singkat dan ucapan terimaksih serta rasa syukur mereka satu persatu. LAlu, mereka memegang penghargaan mereka masing-masing. Acara itu diakhiri dengan disiarkannya sebuah drama pendek yang dipersembahkan oleh klub drama.


“Ahh, akhirnya beres juga!” Seru alethia yang meregangkan tubuhnya, mengangkat kedua tangannya ke atas. “ Untuk sekarang.” Sambung Nobel. “ JAngan lemes gitu dong, kan kita asisten elo!” Nobel hanya memalingkan matanya sinis.


Syila yang datang menyusul bersama rekannya Haru ikut brganbung duduk berssam dengan mereka. Menggerakan bola mata mereka, menellisk satu persatu kawan-kawan mereka. “Kalian kenapa?” Tamya Syila. “Sepertinya Nobel sedsng down.” Sahut Syifa. “Down? Kenapa?”

__ADS_1


“Sepertinya dia the lagi kehabisan akal.”


“Uh-ekhm, tuh palanya ngebul otaknya melebur.”


“Husst, kalian malah bikin gue tambah pusing bukannya bantu!”


Stila dan Haru hany geleng-geleng. Clarisa dan Rana pun datang membawa makan siang yang erlambat karena ini sudah hamper jam setengah tiga sore. “Makanan datang, guys!” Dengan membawa sekantung plastic di tangan kanan dan kiri mereka, mereka masuk mendatangi anggota lain. “Kalau gitu, ayo kita makan siang dulu!” suruh Syila. “Btw, mana Bian?”


“Baru sadar ?!” Ejek Nobel yang mednapat delikan tajam dari gadis itu. “Dia pergi ke adenya!” Jawab Bona. “Katanya sih gak akan lama, katanya ketua klub drama memanggil dia.”


Setelah makan siang selesai, mereka pun membereskan bekasnya dan lanjut untuk evaluasi sekaligus membicarakan untuk kegiatan minggu kedua adiwiyita di minggu depan. “Bian, apa klub drama jadi membuat drama kedua mereka?”


“Ngak, katanya drama itu untuk nanti pensi kenaikan kelas saja, tapi ya mereka mempersiapkan dari sekarang sih. Katanya bakalan 3disiarkan di channel mereka.”


“Oh, mereka akan bikin channel di youtube?”

__ADS_1


Bian mengangguk. “ Iya, sama tiktok juga katanya.”


Syila mengangguk. “ Sekarang kita akan membahas tentang eco brick yang nantinya akan disimpan di perpustakaan kita. Jadi..”


***


Di empat lain , di sebuah Negara adidaya yang maju dan elegan dengan kerajaannya. Seorang gadis berusia tujuh belas tahun dan lelaki berusia 18 belas tahun menjadi pelajar pindahan dari negeri lain. Ya, mereka adalah Kaina dan Mikha. Berbeda dengan Mi,kha yang memang parasnya seperti idol korea itu sudah menjadi pria idaman para cewek sejak hari pertama, berbeda dengan Kaina yang lebih pendiam.


“Gimana hari pertama elo tadi dikelas?” Tanya Mikha yang tadi menemuinya di depan kelas di jam istirahat, membuat para gadis lainnya begitu pensaran. Tidak banyak juga yang mengira mereka adalah saudara kandung, kakak beradik. “Biasa aja.” Jawab Kaina dengan dingin. Entah karena dia sudah rindu Negara dan teman-teman yang tadinya dia benci dan hanya untuk dimanfaatkan, tetapi menjadi berharga teteapi disisi lain ini juga adalah mimpinya. Ataukah karena dimanapun Mikha selalu menjadi idola walau dia sudah mulai terbiasa. Perasaanya kalang kabut, ditambah dia juga belum punya teman disini.


Setelah mereka mendapat makan siang, Mikha menarik dirinya. “ Ayo!”


“Ehh, kemnan?”


“Ikut aja!” Mikha menarik Kaina dengan satu tangan mereka yang memegang nampan berisi makanan. Dia membawa gadis itu ke sebuah tempat yang cukup sepi, dan mengajak duduk dibawah yang masih bersih. Tempat itu berada dia tap sekolah diruang paling ujung yang berada dibangunan yang terpisah dari gedung utama. “Duduk sini, kita makan disini!” Suruhnya, dan Kaina hanya menurutinya tanpa bicara lalu makan makanannya.

__ADS_1


“Kenapa liat-liat?!” Sinis Kaina. “Elo cantik pake jepit itu.”


__ADS_2