
,maaf karena waktu lebaran aku sibuk mudik ditambah hp rusak jadi baru bisa updatenSemoga klian masih menunggu kelanjutan cerita ini ya! Selamat membacanya Terimakasih..
***
Jadwal kita tiap senim dan rabu, terus akan ada acara yang mengawali dalam bentuk apa untuk kegiatan pertama kita? " Tanya Rana.
"Gimana kalau adiwiyata. Soalnya disekolah, OSIS juga guru-guru sedang menyusun rencana adiwiyata disekolah, namun kami masih bingung perihal tata cara dan juga kekurangan orang. Gimana kalau kalian membantu sebagai langkah awal klub schole juga?!"
"Ide bagus. Akan ada adiwiyata apa disekolah? " Tanya Syila.
"Jangan bilamg siapa-siapa ya! Rencananya kami akan mengadakan kembali penyuluhan pembedaan jenis sampah, dan cara pengolahannya juga akan membuat kantin sehat yang merekrut beberapa pedagang di kantin untuk mengubah menunya menjadi lebih sehat dan bergizi dan juga dengan upaya bebas sampah plastik!"
"Betul! Rencananya kami ingin bekerjasama juga selaim dengan pedagang kantin, kami juga ingim eksul atau klub memasak bisa berkereasi membuat makanan sehat juga dan dijual dikantin sehat nanti. Lalu, kami juga ingin bekerjasama dengan klub kerajinan agar jika nanti memang ada sampah daur ulang mereka bisa mendaur ulangnya menjadi sebuah prakarya dan bisa dijual itung-itung bisa untuk danus sekolah jugakan dan bisa kita bagi komisi."
"Kalau begitu bukannya OSIS dan guru pasti sudah bisa mengatasinya? Lalu peran kita apa? "
"Gue pengen kalian jadi perantara untuk semua klub yang gue maksud, tapi itu akan kami sampaikam lagi jika udah mencapai mufakat. Satu lagi, gue ingin kalian ga cuma serius ke membaca tapi juga bikin buku. Gue mau kalian bikin buku atau makalah yang ga terlalu tebal dan monoton, tipis tapi menarik untuk nanti disebarkan ke semua penghuni sekolaj bukan hanya murid saja tentang cara melindungi dan mencintai lingkungan juga cara membedakan dan mengelelola sampah itu seperti apa. Ini juga bisa secara tidak langsung untuk mengajak ke orang-orang bahwa membaca itu penting dan menyenangkan. Gimana, bagus bukan?! "
"Ide brilian! "
"Satu lagi, dan ini penting! "
"Hmm?? "
"Sebelumnya gue memohon maaf untuk ini, tapi gue akan mengundurkan diri jadi waket klub ini-"
"Apq??!! Kenapa??!! "
"Dengerin duli guys! " titah Syila.
"Gue akam lebih sibuk dengan kegiatan kesiswaan dan gak bisa full membantu Syila sebagai waket jadi gue memilih untuk resign, dan gue ingin Haru yang menggantikan posisi wakil ketua! "
"Ehh?!! "
__ADS_1
"Sqya? " Rama menagngguk. "Gue lihat elo punya antusiasme yang baik, cekatan dan punya banyak ide sepertinya dan menurut gue itu vagus untuk membangun klub ini kedepannya. Elo mau kan menganntikan gue membanti Syila? Tenang, gue juga ga akan begitu aja lepas, gue akan jadi pengawas dan pembantu kalian dari bayangan.''
''Bagaimana ku sanggup? '' Sambung Syila. ''Uhmm, saya akam berusaha!'' Sahut Haru. ''Kalau gitu sudah dipastikan haru akan menjadi wakil ketua klub schole!''
****
"Ram, gimana kemajuannya? "
"Sudah empat puluh persen, pak. "
"Kalau begitu ditunggu kabar baiknya, kalau ada apa-apa bilang saya! "
"Baik, pak! "
Dua hari yang lalu..
" rencana kejutan Rama mau kayak gimana? Ada yang udah punya ide? "
''krnapa?'' Tanya Syila. ''Pendopo tepi danau.'' Sahut Haru yang membuat seisi ruangan kecuali Alethia dan Bian kebingungan dengan jawaban tak nyambung itu. ''maksud elo.?''
''Ya,kami berencana untuk mengadakan acara glamping disana dan mengajak Rama tetapi dia bilang gak bisa karena sibuk dengan kegiatan kelas dan lainnya!''
''Kenapa ga disesuaikan dengan waktu luang yang dia punya?''
Ketiga anak remaja itu mengangguk. ''Dia bilang belum pasti dan menyuruh kita buat mengadakan acara itu tanpa dia.''
''Kalau gitu, gue dan kalian juga harus membantu dan merayu Rama.''
''Apa?! Gue juga?!'' Nobel berdiri fdari tempatnya.Terlihat jrlas tataoan ptotes dari matanya. ''ya.'' Jawab Syila dengan santai. ''ga terima penolakan!'' Ck! Nobel mencebik.
Mereka bergantian mengajak dan merayu si ketua Osis Rama plus wakil ketua klub mereka itu agar bisa meluangkan waktu untuk mereka ,tetapi sudah sejak saat itu hingga seminggu ini hasilnya tetap nihil.
Hari ini mereka berkumpul dengan lunglai. Syila membuang nafas kasar dan menyenderkan sirinya ke wajah sofa.
__ADS_1
Brak!!
Nobel menggebprak lengan kursi yang didudukinya yang terbuat dari kayu bukan jati. ''Arg!!Gue-'' Belum mulai dia mengomel, seseorang datang menyelanya. ''Apa gue masih bagian klub ini?'' Seorang gadis berdiri diambang pintu. ''Kaina?'' Gumam Syila, Rana dan Clarisa. ''kalau iya, gue punya ide yang bagus!''
''Ide apa?'' Semua melirik ke arah Syila yang menyahuti gadis itu. Kaina tersenyum simpul,lali masuk ke dalam menghampiri mereka dan duduk di kursi yang kosong. ''Gimana kalau.. ''
***
''Udah siap semua kan?!'' Semua berseru iya. Setelah membersihkan seisi pendopo dan merapikannya jadi hunian nyaman untuk tiga hari dua malam kedepan. ''bagus!Kalau gitu sekarang kita buat makan malam dulu, yang mau bantuin gue ayo dan sisanya istirahat aja!'' Waktu sudah menjingga menunjukan pukul lima lebih dua puluh sore. Dikarenakan mereka yang santai datang dan berangkat dari tempat masing-masing pada pukul dua siang. Dan ternyata , tempat yang akan mereka jadikan tempat berkemah itu begitu berdebu dan berantakan bahkan lantai panggumg di teras basah sedikit banjir karena hujan semalam yamg mengguyur kota itu.
Clarisa membantu Syila memasak ,sedangkan Shifa dan Rana membantu mempersiapkan alat makan yang akam dibawa ke halaman ,dimana ruamg makan outdoor dadakan yang mereka buat bersama tadi. Karena di dalam pendopo itu hanya ada satu ruangan paviliun yamg cukup luas berbentuk panghumg dengan bagian belakang yang lebih menurun 1-2 cm yang tersedia satu kamar mandi yang terdiri dari wastafel cermin, laundry room, toilet beserta shower plus bathobe room yang minimalis. Dan juga, dapur tempat memasak yang sederhana lengkap dengan lemari es satu pintu plus microwave mini.
Sesekali Kaina mengintip para koki didapur, hingga masakam siap dia membantu menyajikan tanpa banyak bicara dan lebih banyak diam. Setelah makam malam selesai , mereka shalat berjamaah lalu bermain api unggun sambil bernyanyi dan sesekali bercerita horor. Hingga pukul sepuluh malam tak terasa sudah datang menyapa, setelah mereka membereskan ruang makan outdoor mereka. Mereka pergi tidur, sisi perempuan dan laki-laki dibatasi oleh sebuah kain menyerepuai hordeng dengan kaki mereka mengarah ke arah pintu keluar.
Keesokam paginya mereka yang telah terbangunembangunkan sisa-sisa yang masih tertidur untuk apel pagi sekaligur berolahraga. Lalu, tiba-tiba dengan tergopoh-gopoh Nobel berlari ke arah sekolah yang tak jauh dari tempat mereka menyusul Rama yang mereka ketahui sedang mengadakan rapat. )Rama!''
''Noir? Ada apa? Ngosngosam gitu,elo lari estafet?!''
''Ikut gue!''
''Hah? Kenapa harus ikut elo?Gue mau rap-''
''Syila dan Kaina tenggelem!''
''Wpa!!''
Tanpa panfamg bulu , Rama langsung berlari meninggalkan Nkbel dan dia menyusulnya. Disama Terlihat Bian yang sudah basah sedang memberi nafas buatan kepada Kaina. Sedangkan ,Haru yang masih berenang mencari keberadaan Syila,namun karena dia sudah tidak.kuat dan kembali ke daratan.
xEungh.'' Kaina terbangun. ''Kaina!''
''Syila , ga ketemu!''
Rama yang sangat cemas tiba-tiba ingin mencebur namun sesuatu menahannya. ''Surprise!!'' Syila menembakkan confeti itu sembari menarik baju Rama dengan keras sehingga lelaki itu tertarik ke belakang dan menoleh. ''Kejut!-an?''
__ADS_1