Syahadat Cinta Sang Mafia

Syahadat Cinta Sang Mafia
Bab 40 : Tabrakan...?


__ADS_3

Cittt


Terdengar suara gradasi dari mobil yang dikendarai Ead, saat mobil tersebut hampir menyenggol kendaraan yang bersimpangan dengan dirinya.


Kejar-kejaran dari mobil berjenis sedan dengan mobil berjenis Audi R8 itu tiada dapat dihentikan. Mobil Ead melaju semakin kencang melewati jalanan beraspal dengan sisi-sisi jurang yang gersang.


Mobil sedan hitam para musuh juga tidak kalah cepat, bahkan kecepatannya terus naik hingga melampaui batas normal. Kedua mobil tersebut hampir berhimpitan, namun Ead masih setia menginjak gas untuk dapat menjauh dari mereka.


Untuk para musuh dan Ead, hal itu tentu sudah biasa mereka lakukan. Namun jika untuk Subha, sepertinya dia tidak pernah naik mobil dengan kecepatan tinggi seperti ini, terlebih dikejar penjahat.


Jantung Subha seakan copot, nafasnya sesak, tubuhnya gemetaran, bahkan kedua telapak tangannya menggenggam erat pegangan yang berada di atap mobil. Sebagai pengaman.


"Ead hati-hati..." Pekik Subha mencengkeram kuat lengan kekar suaminya.


Sekejap Ead menoleh, "Kau tidak percaya dengan diriku? Sepertinya kejadian seperti ini harus sering kau rasakan, supaya kau tahu betapa cerdik suamimu dalam menghadapi lawannya"


"Allah..." Subha menggelengkan kepalanya heran. Dalam keadaan seperti ini, Ead masih bisa memuji dirinya sendiri.


Di mobil lain...


Kedua pria itu terlihat santai dengan kegiatan mereka masing-masing. Yang satunya menyamakan laju kendaraan Ead, dan yang satu menghujani mereka dengan peluru.


"Dia dengan seorang wanita yang ia nikahi beberapa Minggu yang lalu. Tuan pasti bangga jika kita mengambilnya"


"Tentu"


Obrolan dari kedua pria di mobil sedan terdengar menakutkan. Lantas pria yang bertugas untuk menembak, ia kembali mengeluarkan setengah tubuhnya.


Dorr


Pyarr


Suara tembakan itu kembali terdengar, bahkan memecahkan jendela kaca bagian belakang mobil Ead. Beruntung Ead sigap dengan mendorong tubuh Subha menunduk kebawah, takutnya peluru itu menyentuh kulit isterinya.


"Sial"


Hal itu tentu membuat Ead semakin murka. Ia pikir dapat melindungi Subha tanpa adanya perkelahian, namun Ead sadar jika mereka tidak akan berhenti sebelum melukai targetnya.


Mata Ead masih liar melihat kebelakang lalu fokus kedepan, memastikan mobil sedan itu masih mengejar dan jalanan depan nampak lurus tanpa belokan. Ead memiliki kesempatan untuk melawan.


Ead menurunkan kaca mobilnya, beriringan itu pistol keluar dari persembunyian saat Ead mengambilnya. Dan...


Dorr

__ADS_1


Peluru itu terbang menemui sasaran saat tangan Ead keluar melalui jendela dan menembak mereka, namun sayang penumpang mobil itu dapat menghindar.


Jika terus seperti ini, dengan dirinya melakukan dua pekerjaan seperti menembak dan menyetir pasti membuat Ead kewalahan. Yang ada mereka akan memiliki kesempatan untuk menyerang dengan ribuan tembakan.


Kecuali jika, "Kau bisa mengendarai mobil?" tanya Ead kepada wanita bercadar yang ketakutan di sampingnya.


"Ba-bagaimana, mengendarai mobil?"


"Iya. Apa kau bisa?"


Subha berpikir sejenak, memikirkan maksud dari pertanyaan suaminya, namun otaknya juga berpikir kapan terakhir kali ia mengendarai mobil? Atau tidak pernah sama sekali.


Dengan cepat Subha menjawab, "Aku bisa... Kak Alham pernah mengajari diriku, tapi itu sudah lama... Sekitar 2 tahun yang lalu"


"Setir mobil ini"


Titah Ead membekukan Subha. Hal yang sudah ia duga setelah memikirkan alasan dari pertanyaan Ead. Hal itu tentu membuat Subha tidak menerima, bahkan ia tidak siap.


"A-aku pernah diajari, bukan langsung mengendarai" tolak Subha mengeles.


"Materi dalam pelajaran tidak perlu berkali-kali. Kau hanya perlu melihat lalu mempraktekkan... dan dalam pelajaran, setelah teori pasti ada praktek bukan?"


Apa yang Ead katakan memang sepenuhnya betul, dan dirinya memang belum mempraktekkan setelah di beri teori Alham.


"Memangnya kau mau kemana?"


"Ba---"


Ead tidak sabaran, "Lagi pula.... Kau hanya terus menginjak gasnya, terlebih tidak ada tikungan dijalan ini. CEPATT"


Nada suara Ead menyentak saat Subha tidak kunjung mematuhi perintahnya, sementara para musuh terus menyerang dengan tembakan kearah mobil mereka.


Dorr


Peluru itu kembali menembus kaca bagian belakang mobil Ead, membuat Subha gelagapan mengambil alih kemudi yang sebelumnya suaminya lakukan. Dengan cepat dan mudah mereka berganti posisi.


"Wowww" Subha hampir berteriak menyeimbangkan mobilnya yang membelok kekanan dan kekiri, bahkan kecepatannya mulai menurun.


"Gas... Gas... Gas..." titah Ead saat ia melihat mobil yang mengejar hampir sepadan dengan mobilnya.


Whuss


Mobil itu kembali melesat dengan kecepatan yang sama seperti Ead lakukan sebelumnya. Kemudi Subha mulai seimbang sesuai perintah yang Ead berikan.

__ADS_1


Lantas kepala Ead keluar diikuti tubuhnya melewati jendela mobil. Ia akan lebih leluasa menembaki mereka, sementara Subha tiada henti mengucap mantra untuk keselamatan nya.


"Astaghfirullah ya Allah suamiku melakukan hal gila ya Allah. Tapi aku mohon lindungi dia..." tutur Subha dengan bibir yang gemetar.


Ead tidak mendengarkan. Ia sibuk melakukan perlawanan dengan tembakan hampir mengenai sasaran, jika mereka tidak kembali menghindar.


"Mereka itu siapa? Kenapa mereka menjahati kita? Apa mereka menyukai anak Mia, maka dari itu mereka mengejar kita? Ya Allah lindungi kami dari marabahaya seperti ini lagi"


Ead menghela nafas, merasa terganggu jika suara itu terus ia dengar. "Berhenti berdoa. Lagipula doa mu itu tidak akan terkabul jika tanpa usaha"


"Aku sedang berusaha. Aku berusaha menyetir mobil ini..." tutur Subha dengan pandangan fokus kearah jalan.


Ead kembali menembaki mereka. Perpaduan antara senjata Ead dan lawannya terdengar nyaring bertabrakan dengan suara dari mesin mobil.


Sementara Subha melihat sesuatu yang yang agak mencurigakan dari jalanan depan, ia seperti melihat jika jalur itu menuju belokan kanan.


"Tikungan?" Pekik Subha langsung membanting stirnya kekanan.


Sretttt


Mobil yang Subha kendarai berbelok tajam hingga kembali menyuarakan gradasi yang terdengar melengking. Hampir saja mereka terjun ke jurang.


"Aku tidak bisa... Aku takut... Ead" tutur Subha sudah tidak kuat mengendarai lagi. Ia takut jika kedepannya akan menemui sesuatu yang lebih menakutkan.


"Ead ambillah"


"Kau harus terus menyetir supaya aku bisa melawan mereka"


"Aku takut" rintih Subha dengan tubuh yang semakin gemetar hebat. "Aku hentikan ya?"


Ead berdecih dalam kepasrahan yang wanita ini perlihatkan. Begitu mudah Subha menyerah hingga untuk diajak kompromi saja dia tidak mampu. Kalau begini pasti mereka akan tertangkap.


Citttt


Dalam sekejap saja mobil mereka berhenti. Hal yang tidak pernah Ead duga, tanpa menunggu persetujuan Ead, Subha langsung menginjak rem mobil hingga mobil tersebut berhenti mendadak.


Dibalik itu ada mobil sedan yang masih dengan kecepatan tinggi terlihat dari belakang sana. Mobil itu terlihat oleng saat menampaki kendaraan Ead berhenti tepat didepan mereka.


Dan...


Brakkk


...To be continued...

__ADS_1


...Kalian tahu nggak? Aku tuh menyempatkan waktu untuk mengetik disaat tugas UAS lagi numpuk!!! Jadi jika ada kesalahan kata tolong dimaafkan ya, apa perlu di tulis di komen biar aku tahu dan segera memperbaiki....🙏...


...Jangan lupa vote and like, kalau nggak aku nangis nih😭 Gak, becanda doang kok hehehe...


__ADS_2