Syahadat Cinta Sang Mafia

Syahadat Cinta Sang Mafia
Bab 88 : Hadiah Dari Leiska


__ADS_3

Ead menggelengkang kepalanya tidak menyangka dengan jalan pikiran adiknya ini. Jelas-jelas dia sudah terbaring di rumah sakit namun otaknya masih memikirkan orang lain.


“Leiska, tenanglah dulu, kau baru saja siuman” tegur Ead membaringkan tubuh Leiska saat wanita ini ingin bangkit.


“Aku tidak bisa tenang jika wanita itu masih hidup… dia harus tiada menyusul pria menjijikan itu” kata Leiska dengan nafas yang semakin sesak. Pokoknya wanita itu harus mati di tangannya.


“Leiska”


Seorang pria yang membawanya ke rumah sakit akhirnya datang memasuki ruangan ini. Namun Leiska sudah tidak perduli lagi karena ia masih memikirkan hidup Widia.


“Leiska kau sudah siuman? Leiska katakan kepadaku… apa yang sebenarnya terjadi di ruang make up?” tanya Alham tiba-tiba.


Sungguh pria ini tidak bisa kenal tempat sedikit ya? Leiska baru siuman namun pria ini langsung menginterogasinya.


“Hanya demi seekor ular kau menginterogasi wanita yang baru siuman? Apa kau serendah itu, Alham?” Leiska sudah muak dengan satu pertanyaan. Kemungkinan ia akan murka jika Alham banyak tanya nantinya.


“Leiska…bukan itu maksudku. Aku tidak tahu apa yang kalian berdua lakukan di ruang make up. Jadi tolong ceritakan yang sejujur-jujurnya” Alham masih membunjuk.


“Aku memasukan hair dryer di alat vital nya… dia manangis meminta tolong dan meminta berhenti. Tapi aku tetap memperdalamnya.... sebanding dengan apa yang telah dia lakukan kepadaku” Leiska tidak memiliki takut dengan menampakan senyum manis kepada Alham yang ternganga kaget.


Ead pun juga terkejut, namun ia begitu bangga dengan adiknya. Ia yakin hukuman itu sebanding dengan kesalahannya selama ini. Yah, ada rasa puas di dalam diri Ead.


Namun ia harus membantu adiknya setelah ini karena ia yakin jika adiknya akan di interogasi oleh beberapa polisi.


“Leiska, apa yang dia lakukan sampai kau melakukan hal itu?” tanya Alham. Ia sudah percaya dengan Widia jika wanita itu melakukannya karena dipaksa oleh Zlander dan tentunya ini bukan salah Widia sepenuhnya.


“Kau yang terlalu bodoh, Alham” maki Leiska dengan mata yang merah karena kesal.


“Aku tahu Widia melakukan itu karena dia dipaksa da----”


“Dipaksa?” potong Leiska tertawa dengan sangat nyaring hampir memenuhi ruangan ini. Ia begitu tergelitik mendengar ucapan Alham.


“Lihatlah! Aku menyesal pernah mendaratkan hatiku di tempatmu… kau pria yang bodoh dan buta oleh sifat seseorang. Kau melihat tunanganmu itu bagaimana? Wanita baik sebaik Umi mu dan seanggun princess? Kau tidak tahu saja di luar sana dia mirip seperti penyihir” maki Leiska semakin membuat Alham tidak percaya.


Sementara Ead hanya diam berdiri menjaga adiknya dengan kedua tangan bersidekap di dada.

__ADS_1


“Bisa kau perjelas?”


“Widia adalah wanita yang tinggal di Ayel lesi. Temannya namanya Diran, ular itu datang menggigit dirimu dan keluargamu untuk percaya kepadanya dan menjodohkan dirimu dengannya… ular itu akan membunuh seseorang yang berani menghalangi jalannaya untuk mendapatkan dirimu. Termasuk aku dan adikmu Subha” kata Leiska menekankan nama terakhirnya.


“Maksudnya, su-subha… apa yang kau maksud?”


“Karena merasa bahwa wanita itu menghalangi jalannya… dia memasukanku aku dan Subha ke dalam rumah bordir untuk memuaskan pria-pria hidung belang. Maka dari itu adikmu hilang dan wanita itu bekerja sama dengan pria sejahat Zlander… dan aku menjadi pemas nafsu pria menjijikan itu!!” kata Leiska kembali. Kali ini ia sudah sangat muak.


Kepala Alham menggeleng tidak percaya. Begitu jahat Widia melakukan ini semua. Selama ini ia pikir sejahat-jahatnya Widia, tak mungkinlah wanita itu tega melakukannya. Makanya itu ia percaya dengan alasan Widia waktu itu.


“Jika tahu begitu, aku akan melemparnya ke anak buahku… lumayan tidak perlu menyewa wanita bayaran” timpal Ead penuh dendam.


Alham sangat menyesal telah percaya dengan wanita itu. Tubuhnya lemas dengan kenyataan yang menimpa, begitupula dengan beberapa anggota Akhthakarta yang sudah mendengar sedari lama.


Beberapa anggota Akhthakarta ingin menjenguk Leiska namun rupanya mereka mendengar berita yang tidak terduga. Akhirnya merekapun terluka dan memilih keluar dari sana.


Mereka semua terduduk dikursi koridor sembari menyayangkan kelakuan Widia, wanita yang dipercaya keluarga dapat menjadi calon menantu mereka kini berubah menjadi ular yang berbisa. Sungguh menyakitkan rasanya.


Aarkkkk


“Widia”


“Kak Widia”


Subha dan Umi yang baru saja masuk kedalam ruangan itu dikejutkan dengan kondisi Widia yang berteriak-teriak dengan kedua mata yang membola dan mulut menganga, kedua kakinya menendangi udara. Wanita ini sudah seperti orang gila.


“Asragfirullah Widia” Umi berlari mencoba menahan Widia namun ia malah terhempas, “Sadarlah… tenanglah nak… istighfar!!”


Widia meronta ingin dilepaskan namun Umi dan Subha sekuat tenaga menahan tubuh wanita itu dan memintanya untuk tetap tenang namun Widia terus berteriak dan menangis.


“Dokter!!!”


Subha berteriak namun bukan Dokter yang datang melainkan Alham. Pria itupun segera berlari menenangkan sang mantan tunangan.


“Widia!!! Tenanglah!!! Sadarlah Widia!!” Alham mencoba menahan tubuh Widia yang memberontak. Namun wanita ini seperti kesetanan dengan kekuatan yang amat besar.

__ADS_1


“Tolongg!!! Tidak!! Jangan!!! Aarkrk sakit!!! Alham…!!” teriak Widia menendang-nendang saat Alham memeluknya dengan erat.


Sedari itu, Widia di pindahkan di sebuah rumah sakit jiwa untuk mendapat perawatan. Selama di rumah sakit Widia nampak murung tanpa mau berinteraksi dengan rekan-rekannya. Hal itu membuat Alham kasian hingga sesekali ia menyempatkan untuk datang dan Widia selalu senang.


Namun saat ia melihat Leiska, maka disaat itulah penyakitnya selalu kambuh dan menyusahkan pihak rumah sakit.


Leiska membiarkan Widia tetap hidup sebagai orang gila untuk dapat menyiksanya. Ia akan memiliki kepuasan tersendiri jika menyaksikan wanita yang ia benci tersiksa dan memohon untuk kematiannya.


Yah, seperti itulah Leiska adik dari seorang Dominic Zolanda.


Inilah hadiah dari Leiska untuk Widia.


'Semoga engkau menikmatinya, Widia'


Beberapa hari kemudian!.


Di kantor Ead. Pria pemilik perusahaan terbesar kini sedang berbicara serius dengan mantan anak buahnya yang ditendang beberapa minggu yang lalu. Kedua mata itu nampak saling tatap dengan begitu tajam.


“Sedang apa kau datang kemari? Aku beri waktu kau 5 menit karena aku harus pergi ke Italia. Kau masih ingat jika aku harus kembali ke Italia?” kata Ead dengan tenang.


“Tuan… saya tidak bisa seperti ini terus. Saya tidak tahu harus melamar kerja dimana saat ini, Tuan”


“Jadi?” tanya Ead namun ia sudah memiliki jawabannya.


“Tolong terima saya kembali”


Yap, dugaan Ead benar jika Louis ingin meminta pekerjaan di perusahaannya. Ia sudah mendengar cerita Subha dari Fahima. Hal itu membuat Ead ingin mengerjai mantan anak buahnya ini. maka dari itu Louis selalu memohon tapi Ead selalu menolak, bahkan sampai lewat batas perjanjian Louis dan Ayah Fahima! Ead tidak kunjung memberinya pekerjaan.


“Lagian apa hanya aku perusahaan yang ada di Almaty? Ada perusahaan Alham, siapa pun… terserah kau yang penting jangan di perusahaanku” Ead tidak mau ikut campur dan bersiap untuk pergi.


“Astaga, anda tega sekali dengan saya?” Louis sudah memelas namun masih cool hingga Ead belum puas sama sekali.


To be continued


Maaf kalo ada typo 🤗

__ADS_1


__ADS_2