Syahadat Cinta Sang Mafia

Syahadat Cinta Sang Mafia
Bab 84 : Terbongkar Sudah!


__ADS_3

Tengah hutan ini Alham beserta Widia masih terus berjalan tanpa tahu arah tujuan. Entah kemana Widia membawanya pergi, yang pasti bukan ke tempat persembunyian Zlander.


Alham membuang nafas, “Widia, kemana kau akan membawaku pergi? Kenapa aku merasa kau tidak ada niatan ingin membawaku ke tempat persembunyian Zlander… apa kau sengaja menipuku lagi?”


“Tentu aku sudah tidak berani menipumu lagi, Alham. Aku tidak berniat ingin membuatmu kecewa lagi dengan diriku… kita hanya tinggal lurus terus, nanti kalau kita sudah melewati dua patung nada! Dari situ kita langsung masuk saja” ucap Widia dengan penuh keyakinan.


Alham sedikit kurang percaya dengan wanita ini, tapi ia hanya diam dan mengikuti kemana Widia akan membawanya.


_______


Seringaian dingin tampak jelas tergambar di wajah Ead dengan pandangan melihat kearah dua orang yang begitu sangat ia kenal. Mata menatap tajam pria yang ada dihadapannya lalu berganti melihat wanita yang ada dibelakangnya.


Namun semua itu tidak membuat Ead takut dan malah semakin menekan ujung pistol yang ia bawa ke kepala Roy, begitupula dengan Leiska yang juga menekankan ujung pistolnya.


Ead menyeringai tipis, “Apa kau yang minta kepada adikku sehingga dia berniat membunuhku, Roy?”


Roy terdiam lalu terkekeh bingung, “Tunggu-tunggu… Ead, kau itu kenapa? mengapa kau melakukan ini seakan aku ini seseorang yang jahat”


“Aku pernah berkata… aku tidak suka sesuatu yang memiliki dua muka… apa yang kau perlihatkan kepadaku begitu sangat ketara… Roy”


Roy masih tertawa geli, “Astaga Ead… kau ini bicara apa? aku menjadi ngeri mendengarnya”


Dorr


Ead menembakan pistolnya ke udara untuk memberi Roy peringatan jika ia sedang serius. Dalam kata lain, Ead menuding Roy melakukan penghianatan.


Seketika senja yang sudah tertelan bulan malam kini penuh dengan keheningan tanpa penerang, hanya terlihat samar-samar.


Kening Roy menyerngit, tidak lama ia tertawa menggelegar seperti bukan Roy yang Ead kenal. Tatapan matanya berubah tajam dan dingin. Sungguh, inilah wajah yang selama ini ingin Ead lihat.


“Bagaimana kau tahu?”


“Jadi benar?”


Deg


Wajah bengis Roy tiba-tiba musnah. Roy bertanya-tanya dengan dirinya sendiri apa ia salah dalam berucap. Ia hanya berpikir jika Ead sudah tahu, namun sepertinya Ead hanya ingin memastikan saja dan ia terjebak.


“Kau menghianatiku?” kepalan tangan Ead menguat dengan seribu tanda tanya dalam dirinya. Perasaan kecewa yang begitu sangat kepada Roy sahabatnya.


“Iya”

__ADS_1


Jawab Roy santai karena sudah tertangkap basah, sudah tidak ada lagi yang harus Roy tutup-tutupi dari Ead. Ia akan berperilaku seperti dirinya yang asli.


“Jadi yang Louis katakan kepadaku mengenaimu itu memang benar…” Ead tertawa. “Penyerangan di masjid nursultan, kau yang merencanakannya… aku memintamu untuk menelpon pasukan karena aku tahu kau membawa ponsel tapi kau berbohong mengatakan kau lupa. Misimu di Diran Ayel lesi, penyerangan di kereta… semua ulahmu” kata Ead mengerti.


Makanya Louis tidak percaya meninggalkan Ead bersama dengan Roy!.


“Iya…aku memang melakukan semua itu Ead… dan “Roy memiringkan kepalanya melihat Leiska, “Aku juga melakukan hal yang tidak senonoh dengan adikmu... aku menidurinya, tidak segan-segan aku menyiksanya jika dia membantah… aku melakukan itu karena aku menyukainya, namun kau… kau pernah bilang bahwa…’Aku tidak akan memberikan Leiska untukmu’ entah itu bercanda atau tidak aku telah sakit hati… hingga aku menculiknya dan memp3rkosanya”


Leiska menutup kedua telinganya rapat-rapat. Ia begitu trauma dengan apa yang ia alami saat ini. Namun dua orang telah menguping pembicaraan mereka dan itu membuat amarahnya memuncak.


“Bed3bahhhh”


Bugh


Alham memukul wajah Roy sampai tersungkur diatas tanah. Keduanya bergelut hebat dengan pukulan yang amat besar, terlebih Alham yang tidak memiliki rasa sabar.


Ini kesalahan Widia karena membawa Alham kesana. Widia tidak tahu jika ada Ead dan juga Leiska disana. Namun berkat itu Widia menjadi tahu siapa Zlander yang sebenarnya.


Kembali ke pertengkaran.


“Hubunganku tidak direstui… tapi aku tidak serendah dirimu sampai menidurinya dengan paksa Bregsekkk”


Bugh


Roy menendang perut Alham hingga tubuh itu terguling kebelakang dan Roy segera bangkit.


Ia mengusap lelehan darah di ujung bibirnya, “Kacung gila… beraninya kau menghajar diriku” Roy melirik keberadaan Leiska yang masih ketakutan, “APA YANG KAU LAKUKANNNN…LAKUKAN SESUAI JANJIMU”


Flashback on


Waktu itu sebelum Ead datang. Roy mengajak bicara Leiska.


“Aku akan membiarkanmu lolos dan pergi dengan Ead… tapi jika Ead tahu aku adalah Zlander… maka kau harus membuatku tetap aman… jika tidak, maka kekasihmu akan tiada ditangan anak buahku… dia sudah bersama dengan Alham”


Karena takut Leiska memilih menerima permintaan Roy.


Flashback off


Namun ternyata Leiska berdusta. Wanita itu malah ketakutan kepadanya dan memudarkan genggaman pistol di tangannya.


“Leiska”

__ADS_1


“Jangan memanggilnya… penghianat tidak pantas bersuara” Ead menyela dengan memeluk tubuh adiknya yang gemetar ketakutan melihat wajah Roy.


“Brengsekkk” Roy yang sudah terpojokkan melirik keberadaan Widia yang seakan bersembunyi tidak mau terlibat. “Hei kau…”


Widia melihat Roy dengan wajah dinginnya, “Kau memanggilku?”


“Siapa lagi bodoh… lakukan sesuai dengan rencana kita…”


Mata Widia melebar saat Roy memberi perintah kepadanya “Rencana apa?”


Ini benar-benar sebuah kejutan untuk Roy. Semua rencananya hangus terbongkar. Rencana yang sudah ia susun sedemikian rupa telah hangus berkat… wanita depresi yang ada dipelukan Ead. Ia sangat membencinya.


“Jadi… kau menipu diriku, Leiska?”


“Kau yang menipuku” jawab Ead.


“Aku tidak bicara denganmu…”


“Kau berurusan dengan keluargaku… aku tidak akan tinggal diam” potong Ead penuh dengan penekanan serta sorot mata dingin yang menyeramkan. Ia sudah tidak mau mendengarkan sepatah kata yang Roy ucapkan.


“Mengingat masa-masa kita bersama, aku akan melepaskan mu… jangan menemui Louis, Vero dan semua rekan-rekanmu selama bersamaku… aku takut mereka merasa terhianati dan membunuhmu… dan jika kau mengusik keluargaku atau menampakan wajahmu dihadapaan keluargaku, maka aku akan memotong lehermu” Ead sangat serius.


Dan Roy masih diam mematung melihat wajah Ead yang begitu amat kecewa kepada dirinya.


Ead memapah adiknya untuk segera pergi, namun rasa dendam yang tertahan tidak akan semudah itu ia lupakan. Penghianatan dan semua kesalahan Roy sudah keterlaluan dan akan sangat berat untuk Ead dapat mengiklaskan. Yah ia akan menahan sampai anaknya lahir, atau… ia memilih untuk mengiklaskan semuanya.


Namun bagaimana dengan adiknya Leiska, apa ia mampu membiarkan orang yang menyiksa adiknya bebas begitu saja? Tidak, Ead tidak bisa membiarkan itu semua.


Ead menarik pistol yang ada di sakunya dan ternyata sudah hilang… ia melihat wanita yang ada disampingnya.


Leiska sudah membidik kepala Roy dengan senjata api…


“Hanya ada satu janji yang masih ku ingat… yaitu… kematianmu di tanganku”


Dorr


Leiska menembak Roy tepat mengenai dadanya. Seluruh orang yang ada disana merasa amat terkejut melihat amarah dari wanita penuh kebencian itu.


...*Permintaan maaf author* ...


...Maaf ya telat banget up nya!!🙏🙏 aku telah melupakan karya ku ini... tapi aku akan usahakan sampai tamat. Aku tidak mau membiarkan cerita ini menggantung😭 Karena sayang banget sama Ead dan Subha!! mereka datengin ke mimpiku terus buat menyelesaikan cerita ini... huhuhuhuhu ...

__ADS_1


__ADS_2