Syahadat Cinta Sang Mafia

Syahadat Cinta Sang Mafia
Bab 75 : Penyesalan Mantan Pacar


__ADS_3

"Aku tidak percaya dengan siapapun, kecuali dirimu" ucap Ead menatap mata merah Louis yang memerah menahan tangis.


"Kau tidak percaya kepadaku, Ead?" tanya Roy menyela pembicaraan mereka yang terkesan dramatis dan alay di telinganya. Ia sedari tadi menahan diri untuk mengejek Louis saat wajahnya memerah, namun ia menunggu waktu yang pas.


"Kau terlalu banyak bermain" gurau Ead pada pria ber dagu halus itu supaya suasana terasa lebih hangat dan jauh dari rasa dingin. Namun Louis masih enggan untuk mengabaikan, saat pikirannya masih fokus ingin menjaga Ead.


"Lalu bagaimana dengan anda, Tuan"


"Ada Vero, Roy dan beberapa pasukan lainnya. Jangan pikirkan keselamatan ku, pikirkan saja setelah ini kau mau tinggal dimana, kau ingin membangun apa, dan yang paling penting... cinta"


Tiba-tiba wajah cantik Fahima melintas begitu saja dari pikiran Louis hingga menciptakan ringaian kecil yang membuat para pasukan bersorak ria menggoda Tuan-nya.


"Menikah bro" goda Roy menoel area kejantanan milik Louis. Dari itu Roy tertawa mengetahui seberapa besar benda itu.


"Berani kau menye----"


"Segera bersiap"


Keduanya berhenti melakukan candaan saat Ead berucap memberi perintah kepada seluruh pasukan.


Mereka segera memakai serta memastikan jika persenjataan mereka baik-baik saja dan beroperasi seperti biasanya.


Berbanding terbalik dengan Louis saat ia harus melepas senapan yang bergelantung kokoh di punggungnya. Ia harus menggantinya dengan senjata kecil mematikan seperti pistol yang ia selipkan di sakunya. Sungguh sangat disayangkan. Hal itu menarik perhatian Vero dan rekan-rekan lainnya.


"Selamat menempuh hidup bebas mu, kawan. Aku harap kita bisa bertemu kembali"


"Harus bertemu. Aku akan menunggu" jawab Louis menepuk percaya pada bahu Vero yang memiliki darah khas Eropa itu.


"Kita akan bertemu kembali, Louis. Aku akan memastikan hal itu terjadi" ucap Roy begitu percaya diri hingga membuat rekannya semakin bahagia.


Para pasukan Ead berbondong-bondong keluar dari persembunyian dan meninggalkan tempat itu bersama dengan Louis didalamnya. Begitu sesak saat melihat tempat yang menjadi saksi canda tawa kini sepi dengan pasukan yang harus pergi untuk mengabdi.


_____


Keluarga Akthakarta

__ADS_1


Setelah kepergian Ead untuk mencari Adiknya yang hilang, kini Subha duduk di ayunan yang terletak di halaman rumah seraya membaca buku untuk menghilangkan rasa gelisah-nya.


"Subha"


Panggil pria yang memiliki luka berbalut perban di dahinya. Pria itu berjalan pelan mendatangi Adiknya yang hendak bangkit ingin membantu namun Alham menepisnya.


"Sedang apa kau disini? Wanita hamil jangan terlalu sering di luar rumah" Alham duduk disebelah kanan Subha.


"Memangnya kenapa?"


"Banyak orang yang iri" gurau Alham mendorong bahu Subha pelan sambil tertawa terbahak-bahak. Namun wanita ini tidak menciptakan reaksi apa-apa, seakan sudah terbiasa.


"Ehhh Subha kira apa ternyata cuma gurauan kakak saja, huftt"


Subha menghela nafasnya rendah lalu kembali fokus dengan buku bacaannya yang ada di tangannya. Ia kurang suka dengan gurauan yang Alham ciptakan.


Kesendirian Subha menyisakan tanda tanya untuk Alham, pasalnya adiknya ini akan selalu bersama dengan pria berwajah Eropa yang menyebalkan. Apa dia meninggalkan Subha, pikirnya.


"Dimana Ead?" Alham mencoba mencari dengan mengarahkan matanya kekanan dan kekiri serta kepalanya yang clingak-clinguk mencari, namun sampai kapanpun Alham tidak akan ketemu jika tubuhnya saja hanya diam ditempat. Tidak ada effort mencari sama sekali.


"Ead ada urusan, kak" jawab Subha masih fokus dengan buku bacaannya membuat Alham kurang puas.


Mulut Subha terbuka lebar mendengar hinaan sang kakak untuk adik iparnya. Sungguh seorang kakak ipar tidak sepantasnya menghina seperti itu. Subha merasa sedih.


"Kakak juga seorang pria, otomatis kakak juga seperti kebanyakan pria lainnya. Dasar kakak tidak mengaca" balas Subha mendorong bahu Alham dengan bahunya, membuat Alham sedikit maju ke depan.


Terlepas dari itu Alham menjadi teringat dengan ucapannya kepada Leiska beberapa tahun lalu. Ia kembali merasa bersalah dengan wanita Italia yang masih terikat hati terhadapnya.


'Bagaimana kabarmu sekarang Leiska? Apa aku harus memberitahu kakakmu jika kau berada di tempat itu? Tapi kenapa kau melarang ku untuk memberitahu. Apa yang sebenarnya kau sembunyikan, Leiska?'


Suara hati Alham bertanya-tanya, rasa keingintahuan yang mendarah daging di sekujur tubuhnya. Rasa rindu teramat dalam dan perasaan bersalah terus membayang dalam dirinya. Sungguh menyiksa.


'Menyiksa, kau tersiksa disana Leiska. Aku akan mengatakan ini kepada kakakmu. Kau akan segera di selamatkan. Maaf aku tidak bisa menjaga rahasia'


Alham bertekad akan mengadukan ini semua kepada Ead. Ia merasa harus karena rasa bersalahnya yang membuat Leiska berada di tempat mengerikan seperti itu.

__ADS_1


"Dimana Ead?"


"Sudah Subha bilang jika Ead pergi ada urusan dan Subha tidak tahu sampai kapan" lirih Subha kembali muram dengan pandangan lurus ke bawah melihat kain syar'i nya.


Kening Alham menyergit.


"Kenapa tidak tahu sampai kapan? Bagaimana dengan pernikahanmu? Lalu urusan apa sih?"


"Ead mencari keberadaan adiknya kak"


Sejenak Alham diam dengan seribu kebisuan dan Subha kembali meneruskan.


"Waktu kami di butik Umi tidak sengaja berpapasan sama adiknya Ead. Dari itu Ead yakin kalau adiknya ada di negera ini dan dalam keadaan masih hidup. Ead memutuskan untuk mencarinya bersama dengan para pasukan" tutur Subha menjelaskan kembali kejadian yang sebelumnya.


Alham kembali diam.


'Apa Leiska berhasil kabur dari tempat itu? Semoga dugaanku benar' Ucap Alham dalam hati seraya kedua mata memejam menghayati.


"Kasian adik Ead kak"


Seketika mata Alham kembali terbuka mendengar penuturan Subha yang tiba-tiba. Ia merasa bingung dengan maksud adiknya yang tiba-tiba berkata seperti itu.


"Ke-kenapa kok kasian?" tanya Alham sedikit gugup kepada Subha yang terlihat bersemangat ingin melanjutkan ceritanya.


"Saat itu dia di khianati oleh kekasihnya, namun dia masih cinta. Dia datang kemari dan kabur dari Ead dengan maksud ingin menjalin hubungan yang baru dengan mantan kekasihnya itu. Namun sangat disayangkan dia berakhir seperti ini. Memang benar jika ucapan pria tidak bisa di percaya. Tidak semua, tapi rata-rata"


Kepala Alham membelakangi Subha saat lelehan bening hampir lolos dari kedua matanya. Ia merasa semakin bersalah dengan Leiska.


'Dia datang kemari hanya ingin bertemu dengan ku? Ya Allah Leiska'


Tangis Alham pilu di dalam hatinya. Rasa bersalah itu akan selalu menggerogoti hati dan juga jiwa hingga tidak akan membuat dirinya hidup tenang dalam ikatan sebuah keluarga yang bahagia. Dan ia ingin kabur dan menikahi tunangannya? Cihh omong kosong saja.


'Maafkan aku Leiska. Cintamu begitu besar kepada pria brengsek seperti diriku'


...To be continued...

__ADS_1


...Aduhhh Alham kamu tuh emang bener-bener menyakitkan hati Leiska. Leiska mau sama Taehyung aja. Mereka udah aku jodohin di cerita lain🤗🤫...


...Jangan lupa vote bebsss supaya Mela tambah semangat dalam bergadang memperpanjang Bab 😘 Jangan lupa juga untuk menanti bab selanjutnya!...


__ADS_2