Tafakur Cinta Mualaf

Tafakur Cinta Mualaf
QS.Maryam Ayat 1-11


__ADS_3

Fiha fokus di dalam kamar, lalu membaca Al-Qur'an. Surah Maryam adalah tujuannya saat ini, yang mulai membuka lembaran kertas tersebut.



كٓهيعٓصٓ



Arab-latin: kāf hā yā 'aīn ṣād


Artinya: "Kaaf Haa Yaa 'Ain Shaad"


2.. ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ


Arab-latin: żikru raḥmati rabbika 'abdahụ zakariyyā


Artinya: "(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhan kamu kepada hamba-Nya, Zakaria,"



إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّا



Arab-latin: iż nādā rabbahụ nidā`an khafiyyā


Artinya:"yaitu tatkala ia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lembut."



قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا



Arab-latin: qāla rabbi innī wahanal-'aẓmu minnī wasyta'alar-ra`su syaibaw wa lam akum bidu'ā`ika rabbi syaqiyyā


Artinya: "Ia berkata "Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, ya Tuhanku."


__ADS_1


وَإِنِّى خِفْتُ ٱلْمَوَٰلِىَ مِن وَرَآءِى وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا فَهَبْ لِى مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا



Arab-latin: wa innī khiftul-mawāliya miw warā`ī wa kānatimra`atī 'āqiran fa hab lī mil ladungka waliyyā


Artinya: "Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera,"



يَرِثُنِى وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ ۖ وَٱجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا



Arab-latin: yariṡunī wa yariṡu min āli ya'qụba waj'al-hu rabbi raḍiyyā


Artinya: "yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya'qub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridhai"


7.. يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا


Arab-latin: yā zakariyyā innā nubasysyiruka bigulāminismuhụ yaḥyā lam naj'al lahụ ming qablu samiyyā



قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَٰمٌ وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ ٱلْكِبَرِ عِتِيًّا



Arab-latin: qāla rabbi annā yakụnu lī gulāmuw wa kānatimra`atī 'āqiraw wa qad balagtu minal-kibari 'itiyyā


Arti Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana akan ada anak bagiku, padahal isteriku adalah seorang yang mandul dan aku (sendiri) sesungguhnya sudah mencapai umur yang sangat tua"



قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِن قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا



Arab-latin: qāla każālik, qāla rabbuka huwa 'alayya hayyinuw wa qad khalaqtuka ming qablu wa lam taku syai`ā

__ADS_1


Artinya: "Tuhan berfirman: "Demikianlah". Tuhan berfirman: "Hal itu adalah mudah bagi-Ku; dan sesunguhnya telah Aku ciptakan kamu sebelum itu, padahal kamu (di waktu itu) belum ada sama sekali"


10.. قَالَ رَبِّ ٱجْعَل لِّىٓ ءَايَةً ۚ قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا


Arab-latin: qāla rabbij'al lī āyah, qāla āyatuka allā tukalliman-nāsa ṡalāṡa layālin sawiyyā


Artinya: "Zakaria berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku suatu tanda". Tuhan berfirman: "Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat bercakap-cakap dengan manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat"



فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنَ ٱلْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰٓ إِلَيْهِمْ أَن سَبِّحُوا۟ بُكْرَةً وَعَشِيًّا



Arab-latin: fa kharaja 'alā qaumihī minal-miḥrābi fa auḥā ilaihim an sabbiḥụ bukrataw wa 'asyiyyā


Artinya: "Maka ia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu ia memberi isyarat kepada mereka; hendaklah kamu bertasbih di waktu pagi dan petang."


Setelah usai mengaji, hati Fiha menjadi jauh lebih tenang. Sebelumnya dia merasa gelisah, akan Syansa yang tiba-tiba sakit. Tubuhnya terkena cacar dadakan, padahal awalnya masih baik-baik saja.


"Alhamdulillah, hatiku sudah jauh lebih tenang. Saatnya untuk masak, karena Hasbi dan Ibu sebentar lagi pulang." monolog Fiha.


Fiha keluar dari kamar, menuju ruangan dapur. Dia segera mengiris bawang merah, bawang putih, cabai. Setelah itu mengupas labu siam, yang berwarna hijau muda.


Tidak butuh waktu lama cukup beberapa jam, akhirnya masakan sudah mateng. Tidak lama kemudian, Hasbi dan Yunah telah kembali. Mereka mencium aroma wangi, dari masakan yang Fiha hidangkan.


"Fiha, kamu masak apa?" tanya Hasbi.


"Aku masak sayur labu siam, dan juga ikan bandeng." jawab Fiha.


"Pasti enak nih." ujar Hasbi.


"Pasti dong, ayo kita makan bersama." ajak Fiha.


Langkah kaki mereka sudah sampai, di ruang makan. Tangan kanan masing-masing menuang nasi, lalu bergantian menuang lauk pauk ke dalam piring.


"Ayo makan!" ujar Hasbi.


"Aku bisa makan sendiri sayangku." Fiha melihat tangan Hasbi, yang mengarahkan sendok ke mulutnya.

__ADS_1


__ADS_2