Takdir Gadis Desa

Takdir Gadis Desa
Anjar


__ADS_3

Hari yang sangat cerah, jalan raya yang biasa padat kali ini agak sepi pengendara. Leony yang tengah bosan hanya duduk-duduk saja main ponsel di kolam ikan samping resto.


Dia terus memandangi foto Nurin dan Nita yang bersanding di pelaminan. Laki-laki yang masih dia cintai itu kini sudah menjadi suami orang. Terlihat tampan saat mengenakan pakaian pengantin. Dan Nita juga sangat cantik. Mungkin seharusnya dia yang ada di sana.


Dia menyadari selama ini hubungan mereka memang romantis, tapi tak memiliki keteguhan dan prinsip. Andai saja waktu bisa diputar kembali.


Plak!


Anjar menepuk bahu Leony, "hayoo! lihat foto siapa itu?"


"Bikin kaget saja!"


"Lihat foto mantan kan? hahahahahaha." Anjar tertawa sangat lebar karena sukses membuat Leony hampir melompat ke kolam ikan.


"Kaya ngerti-ngertinya kamu mas!"


"Ya iyalah, aku gitu loh." Anjar mengeluarkan ponselnya dan memainkannya.


Hari ini resto agak sepi, dan karena akhir bulan juga jadi mereka bisa sedikit santai. Leony masih cemberut dengan kehadiran Anjar yang menurutnya mengganggu jam santainya.


Ikan-ikan koi di dalam kolam itu selalu membuat hati Leony senang. sering dia pergi kesitu hanya untuk berfoto selfie sebentar. Ketika cuaca terkadang lagi panas-panasnya dia memasukkan kakinya ke dalam kolam agar menjadi basah dan segar.


"Besok jalan-jalan lagi yuk!"


Leony terlihat berfikir agak lama, dia masih bingung apakah ingin jalan-jalan atau tidur saja di rumah seharian.


"Kemana?"


"Ke mall, shopping. Lagi ada diskon besar-besaran."


"Boleh deh, tapi malam aja gimana? siangnya aku mau tidur dulu, sampe kenyang."


"Oke deh."


Sudah larut malam, waktunya resto tutup. Leony pulang melewati jalan berbeda, memutar tidak seperti biasanya. Jalanan yang sudah mulai sepi membuat dia agak takut untuk jalan santai, dia melaju kencang dengan kecepatan tinggi.


Rupanya melihat kenyataan Nurin sudah menikah membuat fikiran terganggu sekarang. Dia bahkan lupa, sejak tadi siang belum makan apapun, hanya minum air Aqua saja. Dijalan dia menemukan penjual martabak. Dia membeli 2 martabak manis dan 2 martabak asin.


Sesampainya di rumah dia melahap semua makanannya tanpa sisa. Setelah makan, barulah fikirannya agak jernih sekarang. Dia berusaha memejamkan matanya namun sia-sia. Akibatnya, hampir semalaman dia tidak tidur. Keesokan hari dia bangun kesiangan, dilihatnya jam sudah pukul 09.00. Dia cepat-cepat pergi mandi.


Hari itu Leony tak bisa tidur karena sudah bangun kesiangan. Seharian hanya dihabiskannya untuk menonton film dariponselnya.


Hari sudah mulai gelap, dia pergi mandi dan sholat Maghrib. Setelah selesai dia berdandan tipis sambil menunggu kedatangan Anjar. Tak berapa la kemudian Anjar muncul, dia tak mau mengetuk pintu Leony. Hanya di dalam mobil saja menelpon kalau dia sudah di luar. Mereka pun pergi berjalan-jalan.


"Mas?"


"Hm?"


"Sebentar lagi saya resain."


"Kenapa?"


"Saya harus pulang ke Desa mas, banyak kerjaan yang terbengkalai di sana."


"Kapan mau resain?"


"Awal bulan mas."


"Yasudah, semoga saja keputusan kamu sudah tepat."

__ADS_1


"Semoga saja mas."


Fuuhh


Leony membuang nafas kasar. Sekarang dia membayangkan akan kembali ke Desa dan bertemu Nurin kembali, memikirkannya saja membuatnya sesak. Apalagi kalau harus bertemu setiap hari nanti. Belum lagi jika bertemu istrinya yang perutnya sudah membesar, semakin sesak dia membayangkan harus cemburu setiap harinya, kepada suami orang.


Fuuuhhh


Lagi, Leony membuang nafas kasar. Sehingga membuat Anjar terganggu.


"Kamu kalau capek bilang dong, gak usah pergi jalan-jalan tadi!"


"Nggak! nggak koq maaf, aku lagi pusing aja."


Anjar melototkan mata besar-besar.


"Kamu bisa pusing?"


"Ya bisa lah, aku kan punya kepala. Aku juga bisa mules, kan punya perut!"


Anjar tersenyum kecut mendengar perkataan Leony yang ketus, "kamu mau tahu gak?"


"Apa?"


"Kalau kamu karyawanku, udah lama aku pecat!"


Leony terheran dengan perkataan Anjar tersebut, "kamu tahu gak mas?"


"Apa?"


"Kalau kamu pacar aku, udah lama aku putusin!"


Sesampainya di mall, mereka menaiki eskalator. Di lantai atas benar-benar sedang ada diskon besar. Mereka memilih-milih hingga puas. Leony yang tak pernah menghamburkan uang hanya untuk fashion tak pernah serakah dalam berbelanja. Dia selalu berusaha belanja sehemat mungkin. Itupun yang benar-benar diinginkannya.


"Leony, kamu gak beli apa-apa?"


"Nanti mas, belum ada yang menarik."


"Jangan-jangan..." Anjar berbisik dengan sangat pelan dan mendekat ke kuping Leony, "uang kamu habis ya?"


Leony kaget mendengar pertanyaan Anjar. "Sembarangan kamu mas, kamu lagi ngejek aku ya?!"


"Kalau beneran juga gak papa ko, kamu pilih aja nanti aku yang bayarin."


"Kamu lagi banyak duit ya mas?"


"Iya aku lagi banyak duit, ssstttt jangan keras-keras!" Anjar tersenyum lebar dengan giginya yang besar-besar berbaris rapi.


"Kamu mau traktir aku beneran?"


Kali ini entah setan apa yang merasuki Leony, dia teringat pertanyaan Nurin dulu 'kamu belajar matre ya dek?' kali ini sepertinya dia benar-benar ingin melampiaskan sakit hatinya dengan shopping memanfaatkan uang Anjar.


"Kamu pilih aja sepuasnya, sebentar lagi kamu juga bakalan pergi dari hidupku. hahahahahahahahaaa." Kali ini tawanya lebih lebar membuat Leony agak takut melihat giginya yang besar-besar itu.


"Oke, kalau kamu maksa mas."


Leony dengan sigap memilih pakaian atas dan bawah. Dengan senang hati dia memilih sekarang.


Dua juta!

__ADS_1


Total belanjaan Leony, khusus untuk pakaian, tas dan sepatu. sebelumnya menghabiskan uang 500 ribu saja untuk membeli baju dia berfikir panjang. Kali ini dia benar-benar sudah balas dendam.


Astagfirulloh!


"Mas, maaf ya. Aku belanjanya banyak banget."


"Kamu tenang aja, itu kecil." Anjar menyentik jarinya. Dia membayar semua belanjaan di kasir sambil bernyanyi bersiul-siul.


Ketika merogoh kantong untuk mengambil dompetnya, tak sengaja wallpaper ponsel Anjar terlihat oleh Leony. Foto Fira!


Leony heran, sebenarnya ada hubungan apa Anjar dengan Fira. Sampai-sampai fotonya dijadikan wallpaper. Dia berniat menanyakan itu nanti. Leony hanya mendorong masuk ponsel Anjar kembali kedalam sakunya, "awas hp nya jatuh!"


Di parkiran mereka membuka pintu mobil dan duduk sambil mengambil nafas panjang.


"Seumur hidup baru sekarang rasanya puas shopping, ditraktir pula." kata Leony yang bersandar di kursi kelelahan.


"Emang mantan kamu gak pernah traktir apa?"


"Pernah, tapi gak sebanyak ini."


"Makanya, cari yang banyak duit dong!"


"Banyak duit tapi aki-aki."


"Mau?"


"Nggak lah!"


"Banyak duit, tapi suaminya orang. Mau?"


"Kayak gak ada laki-laki lain aja!"


"Sama aku aja, mau?"


"Ogaahhhh! eh mas, tadi gak sengaja aku lihat wallpaper kamu koq fotonya Fira sih?"


"Emang kenapa?"


"Ya tanya lah mas!"


"Suka-suka aku dong, pacar aku koq."


"Yang bener kamu mas, jangan suka ngaku-ngaku."


"Ya iyalah, memangnya kamu fikir kalau Fira itu bukan temen kamu, aku mau jagain kamu gratis apa?"


"Aku telpon Fira lo nanti."


"Telpon aja!"


"Awas kamu lo mas, suka ngaku-ngaku kamu!"


"he-eh!"


Sesampainya di kontrakan, Leony menurunkan belanjaannya yang sangat banyak.


"Mas,makasih banyak ya, besok lagi!"


"Besok gundul mu!"

__ADS_1


Leony hanya tersenyum dan berbalik menuju pintu dan membuka kunci.


__ADS_2