Takdir Gadis Desa

Takdir Gadis Desa
Curiga


__ADS_3

Kini usia kandungan Leony sudah semakin besar, perut dan badannya menjadi semakin bulat. Namun perut buncit tak membuatnya malas mengerjakan segala pekerjaan di rumahnya dan terus merawat ayah mertuanya.


Kandungannya yang sudah 8 bulan, membuatnya menghindari berhubungan badan dengan Adam. Seringkali Adam seperti pengemis yang meminta 'jatah' nya pada istrinya. Namun Leony sering menolaknya karena perut besar membuat ia merasa tak nyaman.


Di kantor, Adam yang merasa tak nyaman karena ibunya kini seolah seperti sedang membuntutinya. Ibunya lebih sering lewat di depan ruangannya ketimbang jalan lain yang sebenarnya lebih luas dan nyaman.


Ibunya seperti telah mengendus perselingkuhannya dengan Rizka. Bahkan Rizka sudah tak pernah muncul lagi ke perusahaannya karena sikap ibunya yang sekarang sangat ketus.


Namun Adam lebih pandai daripada yang dibayangkan ibunya selamanya. Ia bisa mencuri waktu di sela-sela kesibukannya untuk bisa bersama Rizka. Ketika malaikat datang membisikan bahwa perbuatan adalah dosa besar, setan jahat ikut muncul dan berbisik bahwa semua adalah salah istrinya yang tak memberikan 'jatah' pada suaminya.


Dan selalu berakhir dengan kepergian si malaikat, karena Adam selalu mendengarkan bisikan si setan jahat.


"Mas, aku mencintai kamu," ucap Rizka berbisik di telinga Adam.


"Aku juga cinta sama kamu Rizka, sayang sekali dulu ayah tak merestui hubungan kita," ucapnya masih memeluk tubuh Rizka yang begitu menggairahkan.


"Mas, aku nggak masalah jadi simpenan kamu sampai kapanpun mas. Aku selamanya ingin bersama kamu."


"Ya, Rizka. Meskipun kamu hanya simpanan saja, sampai kapanpun aku akan terus mencintai kamu."


"Mas, bisakah kamu menikahi ku secara siri saja?"


"Tentu saja Rizka, kita akan menikah meskipun hanya menikah siri."


Rizka memeluk Adam dengan penuh kehangatan. Sekarang Adam benar-benar dalam genggamannya. Ia akan membalas perbuatan kasar ibunya Adam selama ini, dan juga ayahnya Adam dulu yang tak menyetujui hubungan mereka. Ia berniat menghancurkan rumah tangga Adam dan menguasai seluruh hartanya.


Adam mencuri waktu makan siangnya untuk bertemu dengan Rizka, sekarang ia harus segera kembali ke kantor. Ia menggunakan kesempatan saat ibunya bertemu dengan teman clubnya, sedangkan Rizka sudah tak pernah menemui teman clubnya lagi. Namun ia terus mencari informasi tentang pertemuan club mereka dari temannya, Sinta.


[Riz, mamahnya Adam sudah pulang tuh. Padahal ia baru aja kumpul temen club setengah jam] Sinta mengirim pesan chat pada Rizka.


[Adam udah pulang Sin, thank you udah ngasih kabar. Kamu temen terbaik aku] balas Rizka.

__ADS_1


Adam memarkir mobilnya di halaman rumah makan terdekat dengan perusahaan. Ia memesan makanan dan makan di sana. Ibunya yang baru saja pulang dari pertemuan segera menyusul Adam makan siang.


"Adam, kamu datang makan siang?" tanya ibunya.


"Ya mah, aku baru keluar. Di kantor sangat sibuk, aku kelaparan."


"Makan yang banyak, nanti malam mamah mau jemput ayahmu. Sudah terlalu lama ia di rumah kamu. Kasihan juga istri kamu perutnya sudah semakin besar."


"Ya mah, terserah mamah saja," Adam terus makan dengan lahap.


Tak ada tanda-tanda mencurigakan dari Adam, sepertinya ia dan Rizka tak bertemu akhir-akhir ini, pikir ibunya.


Sore hari, ibunya membuntuti Adam dari belakang. Karena memang ia harus menjemput suaminya. Namun pemandangan itu sudah biasa buat Adam, ibunya setiap hari memang membuntutinya dari jauh. Apalah daya, maling memang lebih pintar daripada tuan rumah. Meskipun ibunya tiap hari membuntutinya, ia dan Rizka sangat pandai mencuri waktu.


Lebih parahnya lagi, kakaknya juga ikut membuntutinya. Untung saja kakaknya sekarang sangat sibuk mengurus kedua anaknya yang sekolah berbeda, ia sibuk mengantar jemput anak-anaknya sehingga Adam jadi lebih leluasa.


"Leony, mamah kesini menjemput ayahmu. Ini mamah bawakan kamu pizza yang masih hangat, cepat makan sebelum jadi dingin." ucap ibunya menyodorkan sebuah kantong plastik.


Adam masuk ke kamarnya dan berbaring melepas penat. Ia lupa meninggalkan tasnya di atas sofa. Leony mengantarkan ayah dan ibu mertuanya ke depan pintu. Tak sengaja ia melihat tas Adam yang terbuka lebar di sofa. Ia lalu menutup resleting tas Adam, namun pandangannya tertuju pada sebuah lipstik. Ia berpikir lipstik itu milik ibu mertuanya, karena itu merk lipstik yang selalu digunakan ibunya.


"Mah, ini lipstik mamah? ada di dalam tas mas Adam. Mungkin mamah kebingungan mencarinya nanti," ucapnya sambil menyodorkan lipstik kepada ibu mertuanya.


Seketika ibunya bisa menebak apa yang sudah terjadi, "ya, untung saja kamu temukan lipstik ini. Kerja bagus!" ucap ibunya mengambil lipstik dari tangan menantunya.


[Memang susah punya menantu polos begini, beda-beda tipis sama bodoh!] ucap ibunya dalam hati [awas saja kamu Rizka! setelah ini habislah kamu!]


Ibu dan ayahnya telah hilang dari hadapannya. Hanya tinggal ia dan Adam saja, rumah menjadi sepi. Adam pulang kerja bukannya langsung mandi malah tidur. Setelah bangun pukul 7 malam, Adam makan dan main handphone sampai tengah malam. Lagi-lagi Leony membuka jalan perselingkuhan untuk suaminya, karena ia sudah tertidur pulas.


Akan tetapi sepandai-pandai tupai melompat pasti akan jatuh juga. Adam tertidur pulas dengan handphone yang masih di atas dadanya. Leony susah tidur pada malam hari karena ia merasakan gerah dan pergerakan bayi yang semakin aktif pada malam hari.


Handphone Adam bergetar halus, Leony membukanya karena penasaran.

__ADS_1


[sepi sekali di sini]


[sabar ya] Adam


[memangnya kapan kamu akan ada buatku?]


[sebentar lagi, sabar aja ya] Adam


[♥️]


Degh! jantung Leony berdebar melihat pesan chat dari seseorang yang dinamainya 'Faisal'. Faisal adalah salah satu HRD di kantornya. Tapi mana mungkin Faisal mengirim pesan tengah malam begini pada atasannya? dan lagi stiker love itu mana mungkin Faisal melakukannya? mereka bukan pelaku LGBT. Adam adalah laki-laki tulen yang masih doyan perempuan.


Ia mencoba menghubungkan kejadian sebelumnya. Penemuan tes pack, lipstik tadi sore, dan sekarang 'Faisal'? Ia bisa menepis kecurigaan lipstik karena itu milik ibu mertuanya. Tapi tes pack dan si 'Faisal' ini membuatnya agak curiga.


Sepertinya Leony mulai mengendus bau yang mencurigakan. Ia berniat menyalin nomor telpon Faisal ke ponselnya, sayangnya Adam terbangun. Ia buru-buri mengembalikan ponsel milik Adam.


"Hani, kamu kok bangun?"


"Aku mau pipis mas, mas handphone kamu bunyi tadi."


"Oya?" Adam agak gugup dibuatnya.


"Masa si Faisal ngirim stiker love sih mas? kayak LGBT aja."


"Kamu baru tahu ya hani? Faisal kan memang mantan LGBT."


"Terus kamu ladenin gitu mas?"


"Ya, buat iseng lah." Adam menutup matanya lagi pura-pura tidur.


Leony ke luar kamar menuju kamar mandi, ia memang ingin buang air kecil. Ia tak berbohong ketika mengatakan itu, tapi gelagat Adam agak mencurigakan. Ia akan terus memperhatikan tingkah laku suaminya.

__ADS_1


__ADS_2