Takdir Gadis Desa

Takdir Gadis Desa
Tagihan


__ADS_3

Pagi sekali, Adam telah selesai mandi dan memakai pakaian rapi bersiap ke kantor. Istrinya mengambilkan dasi berwarna biru malam dari dalam lemari dan memasangkannya.


"Sayang, apa kamu akan pulang tengah malam lagi malam ini?" tanya Leony kepada Adam.


"Kenapa hani? kamu kangen sama suamimu ini?" tanya Adam melingkarkan tangannya di pinggang Leony.


"Ya mas, setiap hari aku kangen." kata Leony dengan wajah sedih dan cemberut.


"Nanti malam kamu masakin mas yang enak ya, mas nggak akan makan sore biar kita bisa makan bareng nanti malam, tapi mungkin mas pulang larut malam, sekitar jam 10. Kamu tunggu mas ya?" Adam memeluk mesra Leony.


"Ya mas," Leony menikmati pelukan Adam yang menghangatkan suasana hatinya.


Adam sarapan dengan cepat kemudian berangkat mendahului ibunya. Leony , mengantarkan kepergian suaminya di depan pintu. Sebenarnya ia sangat ingin mengungkapkan keinginannya untuk pulang ke desa. Namun, melihat Adam yang sangat sibuk beberapa hari ini ia tak tega.


Leony kembali ke dapur untuk membersihkan piring kotor bekas suaminya makan. Ibu mertuanya juga sudah ada di dapur bersiap untuk sarapan, ia mengambil air dingin di dalam kulkas. Ia heran melihat kulkas dalam keadaan mati.


"Leony, Leony... coba kamu cek token listrik di depan, tokennya yang sudah habis atau listrik memang sedang mati." kata ibunya kembali duduk di meja makan dan mulai sarapan.


"Ya mah,"


Beberapa saat kemudian, Leony kembali menemui ibu mertuanya.


"Mah, token listriknya habis."


"Habis ya cepat kamu beli, sekarang kamu kan sudah tinggal disini mamah harap kamu lebih perhatian sama semua hal di rumah ini. Lagipula, uang yang diberikan Adam jumlahnya pasti sangat banyak, kamu jangan terlalu perhitungan sama mamah dan keadaan rumah."

__ADS_1


"Ya mah, saya akan beli tokennya sekarang. Jadi, dimana kartu tokennya mah?"


"Kartu tokennya ada di laci lemari tv depan. Isi sekalian 1 juta, biar sekalian banyak."


"Ya mah," Leony berjalan ke ruang depan.


Setelah menemukan kartu token, ia membeli isi token melalui kartu kreditnya. Setelah ibunya pergi ia kembali membersihkan meja dan piring kotor. Tak lama kemudian bi Sri datang dari pasar menenteng banyak belanjaan.


"Non, ini nota belanjaan pagi ini," kata bi Sri menyodorkan catatan belanja yang panjang.


Leony menerima semua catatan dan tercengang dengan jumlah nota belanja, 5 juta!


"Bi, banyak sekali belanjaannya."


"Ya non, ini belanja bulanan. Kalau belanja harian dan mingguan beda lagi non."


"Uang pribadi saya non, nyonya besar belum kasih saya uang belanja. Kemarin nyonya bilang belanja hari ini non yang bayar." kata bi Sri sungkan, "kalo non nggak percaya non bisa tanya nanti atau telpon aja nyonya besar." bi Sri melanjutkan.


"Nggak usah bi, saya percaya koq. Tapi saya nggak punya uang cash, tunggu saya ke ATM sebentar ya bi?"


"Ya non,"


Leony pergi ke ATM terdekat dan menarik uang 5 juta rupiah. Sesampainya di rumah ia langsung memberikan uangnya kepada bi Sri. Leony menarik nafas panjang, sekarang uang yang diberikan suaminya tersisa 12 juta. Apakah uang itu nantinya cukup untuk satu bulan. Sementara sekarang masih awal bulan, suaminya baru saja memberikan uang itu 3 hari yang lalu.


Karena perusahaan yg hampir bangkrut, dan biaya pernikahan mereka yang mewah mereka mengeluarkan biaya besar-besaran. Adam hanya bisa memberikan uang 20 juta setiap bulannya. Adam mengatakan bahwa kebutuhan rumah dan dapur telah dia serahkan kepada ibunya. Namun nyatanya, Leony membayar segala kebutuhan sandang dan pangan.

__ADS_1


Leony memeriksa belanjaan bi Sri, ada begitu banyak barang dan stok makanan sampai bulan depan. Leony menyusun semua belanjaan, agar ia tahu apa saja yang diperlukan oleh keluarga mereka.


Leony dan bi Sri memasak untuk makan malam, ada juga cemilan. Hari ini bi Sri membeli 3 kg daging sapi dan makanan herbal berserat tinggi untuk ayah Adam. Buah-buahan bermacam jenis.


Sore hari ibu mertua dan kakak iparnya, Anita pulang lebih cepat. Mereka berdua terlihat kelelahan dan langsung duduk di meja untuk makan. Setelah itu mereka duduk santai di depan televisi. Leony yang telah selesai memasak dan bersih-bersih bersiap untuk mandi, ia menuju kamarnya. Namun, ibu mertuanya memanggil.


"Leony, kemari sebentar."


"Ada apa mah?"


"Sejak hari kemarin tukang kebun mengambil cuti pulang ke kampung, karena waktu pernikahan kamu sama Adam dia nggak ibu berikan cuti. Jadi mulai besok kamu bersihkan halaman bergantian dengan bi Sri. Kamu hanya di rumah kan? nggak ada juga yang kamu kerjakan di rumah, tiap hari cuma santai-santai tidur saja."


"Iya mah." Leony berlalu menuju halaman rumah, ia berpikir menyelesaikan pekerjaannya dulu setelah itu baru membersihkan badan.


Anita terheran melihat ibunya, "Mah, kasihan dia. Aku lihat dia nggak pernah santai di rumah ini. Mamah tega sekali."


"Ibu rumah tangga kan memang seperti itu kerjanya, lagipula dia punya banyak waktu bersantai dibandingkan kita."


Anita hanya diam mendengarkan perkataan ibunya. Perawat yang merawat ayah Adam sudah tiba dan mulai membantu memandikan kemudian menyuapinya makan.


Leony kemudian mengajak ayah mertuanya untuk berjalan-jalan di halaman rumah. Seharian ini ia belum ada istirahat sama sekali, kesibukannya di rumah membuatnya lupa waktu hingga hari mulai gelap. Leony meminta tolong kepada bi Sri membantunya membuat camilan untuk Adam. Bi Sri memberitahukan bahwa Adam sangat menyukai roti yang dipanggang dengan oven, roti olahan bi Sri menjadi camilan favorit Adam dengan isi keju susu.


Mereka berdua memanggang roti, bi Sri mengambil tumpukan pakaian untuk dia setrika sambil mengawasi Leony membuat roti. Mereka sudah menyelesaikan semua pekerjaan tepat pukul 10 malam. Leony menyiapkan segalanya dan menunggu Adam di ruang televisi. Leony menunggu kedatangan suaminya hingga pukul 11 malam namun suaminya tak kunjung datang. Hingga ia tertidur di sofa.


Adam pulang dengan wajah lesu dan lapar, ia bergegas mencari istrinya dan menemukannya sedang tidur di sofa. Ia membangunkan istrinya dan mengajak makan malam bersama. Meskipun sangat mengantuk, Leony bersedia menemani Adam makan malam. Roti yang tadi dipanggangnya juga sudah dingin. Namun, kemesraan mereka mengalahkan segala yang mereka rasakan hari ini.

__ADS_1


Setelah selesai makan malam, mereka masuk ke kamar. Di dalam kamar, Adam mengganti pakaiannya dan membasuh badan. Ia ingin bermesraan dengan istrinya malam itu. Hasratnya sudah menggebu-gebu. Namun, setelah membersihkan badan, dilihatnya istrinya sudah tertidur sangat lelap. Ia mencoba membangunkan istrinya, mencium-cium pipi dan leher agar terbangun. Ia juga menggelitik istrinya, tapi harapannya pupus. Istrinya sudah tertidur lelap. Keinginannya pupus untuk bercinta malam ini, ia hanya menelan salivanya melihat istrinya yang cantik tertidur di depannya dengan dress yang tersingkap memperlihatkan pahanya yang montok.


__ADS_2