
Leony berhasil mendapatkan handphone Adam, ia mencari nama Faisal di sana, dan yes! berhasil membuatnya lebih curiga lagi. Ia menscroll layar hanya ada satu Faisal di sana.
Nomor handphone nya sama sekali berbeda. Kali ini Leony sedikit terbakar emosi, ia berusaha menahannya. Ia kembali meletakkan handphone Adam di atas meja, karena Adam sudah selesai mandi.
Ia berpura-pura membersihkan kamar dan membuat kesibukan. Setelah mandi, Adam langsung tidur di springbed nya.
"Mas, kamu nggak makan?"
"Nggak hani, aku ngantuk banget. Nanti aja habis bangun tidur makannya," ucap Adam yang memeluk guling dan membelakangi istrinya.
Leony hanya terdiam melihat tingkah suaminya, ia berjalan mengembalikan sapu ke tempatnya. Ia berjalan sambil memegangi pinggangnya karena perutnya yang semakin bertambah besar dan berat.
Ia menyiapkan makan malam di atas meja makan untuk suaminya, kemudian pergi ke ruang tengah dan menonton televisi hingga tertidur.
Adam yang tertidur cukup lama kini terbangun, ia tak melihat keberadaan istrinya di sampingnya. Adam mencari Leony dan menemukannya tertidur di ruang televisi. Tak ingin mengganggu tidurnya, ia menuju dapur dan makan malam.
Jam menunjukkan pukul 8.30 malam, sebenarnya ini bukan waktu yang tepat makan malam, namun sepertinya itu sudah menjadi kebiasaannya akhir-akhir ini. Dan satu hal lagi, bangun di jam seperti ini membuatnya lebih leluasa mengirim pesan chat pada Rizka, meskipun hanya pesan singkat, tanpa ada kata sayang apalagi kata-kata mesra sesuai perjanjian mereka.
Adam makan malam sambil bermain handphone, dan gelagatnya terbaca oleh istrinya akhir-akhir ini. Dia juga berhasil mengambil nomor handphone 'Faisal' dari kontak Adam.
Entah mengapa hanya sebuah feeling yang menuntunnya. Ia bahkan tak tahu feeling-nya akan menuntun sejauh mana.
[Sudah bangun?]
[Sudah, lagi dinner]
[sendirian?]
[iya, biasa sendirian]
[kesini dong, dah lama nih nggak ketemu kamu, kangen ♥️]
[Dah malem, besok siang aja]
__ADS_1
[Malam ini, ah!]
[Besok aja ya sayaaanng]
[....]
"Mas! makan kok sambil main handphone??! sini handphone nya!" Leony muncul dari samping mengejutkan Adam. Leony berusaha merebut ponsel Adam, namun Adam berusaha mempertahankan ponselnya.
"Hani! kamu apa-apaan sih, ganggu suami lagi serius aja!" Adam tak terima dengan perlakuan istrinya yang berusaha merebut ponselnya.
"Serius apaan mas?? aku lihat kamu senyum-senyum aja sama ponsel kamu! bisa nggak kamu hargain makanan yang lagi kamu makan? nanti aja main handphone kenapa sih mas?!" Leony kali ini benar-benar tak tahan melihat tingkah laku Adam.
"Kamu makin hari makin berani aja sama suami! Minggir, aku mau makan di luar aja!" Adam membanting piring di hadapannya. Ia menuju keluar dan mengambil kunci mobil.
"Iya mas, kamu mau keluar malam-malam begini mau cari makan sama datangin selingkuhan kamu, iya kan??" tanya Leony yang sudah terpancing emosi sejak awal.
"Hani, jaga bicara kamu! aku lagi makan, kamu ganggu! sekarang aku mau cari makan kamu ganggu juga, kamu tuduh aku selingkuh? mau kamu apa sih?"
"Kalau gitu aku ikut kamu keluar cari makan mas!"
"Enggak mas, aku nggak curiga sama kamu. Aku cuma mau kamu lebih perhatian sama aku. Sekarang aku lagi hamil tua mas, akhir-akhir ini kamu sering cuekin aku. Sekarang, aku mau ikut keluar cari makan diluar sama kamu." ucapnya mencoba menenangkan diri dan tak bertindak gegabah.
Adam mulai risau, padahal tadi kesempatannya untuk bertemu Rizka, sial! Adam merasa kesal dengan ulah istrinya tadi. Ia menatap kepada istrinya dan mencerna apa yang dia katakan barusan. Apapun yang ia katakan barusan benar adanya, akhir-akhir ini ia tak menghiraukan istrinya. Dilihatnya perut istrinya yang semakin bulat, besar dan terlihat berat.
"Yasudah, cari jaket kamu, di luar sana pasti dingin!" ucap Adam mengalah pada istrinya.
Leony masuk ke kamarnya mencari jaket di dalam lemari. Sedangkan Adam menggunakan kesempatan untuk menghapus semua chat nya dengan Rizka yang belum sempat terhapus, masih untung tidak ketahuan.
Leony sudah siap, mereka masuk ke dalam mobil dan melaju mencari tempat makan untuk mereka berdua.
"Mas, aku mau makan sate di pinggir jalan aja," ucapnya menengok ke arah luar, memperhatikan penjual sate di pinggiran jalan raya.
Adam tak berkutik, lebih baik untuk saat ini ia menuruti permintaan istrinya. Dengan cepat mereka menemukan penjual sate dan duduk makan di sana.
__ADS_1
Tak berapa lama handphone Adam kembali berbunyi, menggangu makan malam mereka berdua.
"Siapa mas? kenapa nggak di bales?" tanya Leony masih dengan nada kesal.
"Mau tahu aja kamu, habiskan saja sate mu!" Adam masih kesal pada Leony yang berani merebut handphone nya sewaktu di rumah.
"Faisal lagi mas?"
Degh! kali ini Adam sukses dibuat terkejut. Apakah istrinya sudah mencium aroma perselingkuhannya? tidak! tidak mungkin!
"Bukan, teman satunya lagi!" ucap Adam ketua dan terus menghabiskan makanannya.
"Pak, sate nya nambah 1 porsi lagi!" teriak Leony dari kursi tempat duduknya.
"Kamu kok nambah sih?" Adam melotot penuh heran kepada istrinya.
"Memangnya kenapa mas?? jarang-jarang loh kamu ajak aku makan di luar kayagini. Aku cuma mau menikmati waktu ku sama kamu, emang salah?" Leony mengatakan itu dengan nada ejekan, ia merasa Adam telah berubah. Seperti ada sesuatu yang ia sembunyikan darinya.
Penjual sate mengantarkan sate seporsi lagi pada Leony. Ia tersenyum senang karena malam ini dapat menikmati makan sate, ia tak ingat kapan terakhir ia jalan-jalan bersama suaminya.
Tak berapa lama, Adam melihat sosok yang tak terduga di sana, Rizka. Ia juga sedang memesan sate untuk di bungkus. Adam menjadi panik, ia berharap Leony tak mengetahui apapun tentang hubungannya dengan Rizka. Dan ia berharap Rizka tak berjalan mendekati mereka.
Kali ini Rizka hanya melemparkan pandangan genitnya pada Adam. Ia berusaha menyampaikan padanya bahwa ia merindukan Adam. Adam dibuat tersipu malu dengan tatapan genit Rizka.
"Mas, kamu senyum-senyumin apa sih?" Leony bertanya sambil melihat ke arah Rizka yang sudah berpaling masuk ke dalam mobil, "ooh, Rizka. Kamu kelihatan bahagia banget mas lihat Rizka?!"
"Kamu kenapa sih hani, sensitif banget? bawaan bayi??"
"Kamu lihat Rizka nggak sebahagia kamu lihat aku sama anak kita yang masih dalam perut ini mas!" ucapnya menunjuk ke arah perutnya.
"Siapa bilang? mas sayang sama kamu, apalagi sama anak kita yang kamu kandung! kamu nya aja yang keterlaluan!"
"Aku sudah selesai mas, ayo pulang!" Leony berdiri membenarkan jaketnya dan mengambil tas bahunya di atas meja.
__ADS_1
Adam terus memperhatikan cara berjalan Leony yang kesusahan, ia merasa kasihan pada istrinya. Namun apalah daya, nafsu dan cintanya pada Rizka lebih besar. Mereka pulang ke rumah dan tidur. Mereka satu atap, tapi hati mereka semakin terpaut mulai berjauhan.