
Terlalu lama bagi Leony untuk menunggu Adam. Apakah rumah tangganya dengan Rizka berhasil??
Satu bulan berlalu, Leony mengirimkan pesan.
[Mas, anak kita akan tasmiyah dan aqiqah nanti malam. Aku beri dia nama 'Abi Hanif', aku harap kamu senang dengan nama yang aku berikan]
Pesannya hanya bercentang 1 tanda kalau paket data nya sedang off. Sejak Adam dikabarkan menikah dengan Rizka, hanya 2 kali ia menghubungi Leony. Itupun dia mencuri dari Rizka. Rizka menjadi sangat agresif dan bermain kasar padanya. Adam bagaikan tawanan baginya.
Leony menghela nafas panjang, kapan kah ia akan bertemu suaminya lagi. Apakah ia akan seperti untuk waktu yang lama? sampai kapan?
Semua orang sedang sibuk sekarang menyiapkan kenduri. 2 ekor kambing sudah disembelih dan siap dimasak.
Fira ikut andil dalam segala hal dengan sigap, kali ini ia mengajak anak nya, Zahra. Sedangkan bude Sum adalah pemeran utama dalam urusan masak memasaknya. Semua nampak berjalan mulus dan lancar.
Untuk pertama kali, Nita hadir di kenduri bersama dengan Arif. Nita yang sedang libur semester sedang bersantai di rumah. Arif yang melihat sosok ayahnya, Nurin langsung saja minta digendong dan bermanja. Mereka datang lebih awal agar tidak berkerumun.
"Anak ayah mau jajan?" tanya Nurin pada Arif.
"Mau yah..."
Nurin mengambilkan jajan yang terpajang di meja dan memberikannya pada Arif.
"Ayah... mau lihat dedek," pinta Arif.
Dengan senang hati Nurin mengajaknya menemui Hanif, si bayi yang baru saja diberi nama.
"Dedek....." Arif menyapa dengan lucu.
"Ssstttt, Arif jangan berisik ya," Nurin mengisyaratkan agar Arif tidak berisik.
"Iya yah..." Arif yang penurut menuruti perkataan ayahnya, "Ayah, dedek nya bobo... suruh bangun ayah."
"Nanti dedek nya nangis dong?"
Ooeeeekkk ooeekkkkk ooeeekkkk
"Ayah... dedek nangis..."
"Nah, kan... dedek nangis beneran deh." Ucap Nurin kepada Arif yang tingkah nya benar-benar menggemaskan.
"Arif di sini temenin dedek ya, mau??" tanya Leony pada Arif.
__ADS_1
"Maauu temenin dedek."
Nita dan keluarganya masuk ke dalam dengan membawa bingkisan untuk Hanif. Nita mengambil Arif dari Nurin agar Nurin bisa membantu kesibukan di sana lagi. Acara berjalan lancar, Bian dan Fitri juga ikut membantu.
Sebuah mobil meluncur di halaman rumah, Leony tak salah lihat. Itu adalah mobil ibu mertuanya, ia datang bersama suaminya, Anita, Narto dan juga kedua cucunya Vania dan Vanya. Hanya Adam yang tak terlihat.
Vania dan Vanya dengan cepat berlari menuju Leony yang menggendong Hanif. Leony menyambut mereka dengan gembira. Ibu mertuanya menggendong Hanif dengan deraian air mata.
Suasana seketika menjadi sedih. Ibu mertuanya sangat merindukan cucunya, ia menciumi Hanif sesering mungkin.
Dan satu lagi mobil meluncur di halaman rumah Leony, Adam!
*********
Adam mengambil kunci mobil dan bersiap pergi. Ia mengambil jaket kulitnya yang menggantung.
"Mas, kamu mau kemana?" tanya Rizka.
"Bukan urusan kamu!"
Adam segera keluar dari kamar namun Rizka menahannya.
"Dengar Rizka, kalau kamu menghalangi aku untuk bertemu dengan anakku sampai kapanpun aku tidak akan menganggap anak yang ada di perutmu! kamu mau?!"
"Kamu bisa pergi besok mas, kenapa harus malam ini??"
"Acara itu malam ini, bukan besok! kamu nggak punya otak?!"
"Kalau begitu aku ikut!"
"Kamu cuma pengen mempermalukan aku dan keluargaku kan? apa belum puas kamu Rizka?!"
Rizka terdiam, kalau dia salah bicara bisa-bisa Adam akan meninggalkannya malam ini. Sementara body guard sudah tak menemani nya lagi semenjak dia tinggal bersama Adam. Dan bukan sesuatu yang baik kalau dia terus mengandalkan bodyguard untuk menghajar Adam.
"Yasudah mas, aku akan tinggal di mobil sampai acaranya selesai!"
Adam menatap Rizka.
"Kalau sampai kamu bikin malu di sana aku pastikan akan melakukan sesuatu sama kamu Rizka!"
"Ya, mas. Kamu tenang saja."
__ADS_1
Mereka berdua akhirnya berangkat ke Desa malam itu. Adam melaju dengan kecepatan tinggi. Setelah beberapa puluh menit berlalu mereka tiba di sana dan acara sudah bubar. Hanya orang-orang terdekat Leony yang masih berada di sana.
Adam turun dan berlari kecil menuju Hanif. Akan tetapi ibu nya yang menyadari Rizka ikut bersamanya memarahinya.
"Adam, kamu mau cari masalah di sini?!" Ibu nya menunjuk mengisyaratkan Rizka yang ada di dalam mobil.
"Dia sudah berjanji mah, nggak akan membuat keributan di sini." Ucap Adam mengambil bayi nya dari pelukan ibunya.
"Awas kalau sampai dia macam-macam mamah potong lehernya!"
"Mamah, potong lehernya? memangnya dia ayam?" Nita menyeletuk, ia jengkel dengan perkataan ibunya dan masih tidak jera juga mendapat perlakuan kasar dari Rizka dan bodyguardnya. Dia tidak ingin ibunya bertindak gegabah lagi.
Setelah beberapa saat, mereka semua berpamitan termasuk Adam. Adam mencium kening Leony sebelum pergi.
"Ma'af kan mas, Hani..."
Kalimat itu begitu menyentuh hingga air mata mereka berdua mengalir. Dan kepulangan mereka semua ke kota menjadi momen yang sangat mengharukan.
Leony berdiri tegar memandang mereka yang satu persatu naik ke dalam mobil dan perlahan menghilang dari pandangannya.
Fira memeluk sahabatnya yang tengah bersedih. Ia bisa merasakan sakitnya yang Leony derita.
"Tenang, ada kami di sini yang selalu ada buat kamu..."
Bude Sum juga ikut memeluknya, "sabar ndok...."
Acara yang sudah selesai hanya meninggalkan kesedihan baru untuknya. Apakah ia akan benar-benar berpisah dengan Adam? sekarang statusnya masih istri sah, akan tetapi dia sudah tak memilikinya lagi.
Dia juga tidak akan rela dimadu dan berbagi dengan perempuan lain. Keyakinannya yang seperti ini lah yang membuatnya semakin tegar berdiri diatas duri. Sampai kapan?
*********
Pagi yang cerah, namun Leony sangat kesepian. Sebulan sudah berlalu sejak tasmiyah aqiqah Hanif putranya. Fira dan Zahra kembali ke kota untuk menyelesaikan pembangunan rumahnya.
Sedangkan Bude Sum juga pergi ke kota yang jauh tempat anak bungsu yang akan melahirkan. Anaknya memintanya agar bude Sum tinggal di sana sementara waktu.
Kesepian semakin menjadi, hanya dia dan Hanif yang sedang tidur. Seakan hidup segan mati pun tak mau. Begitulah yang ia rasakan sekarang. Tak ada sanak saudara di dekatnya.
Ia menonton televisi, di sana berita tentang perusahaan Rizka. Ia terkejut melihat berita tersebut. Ayah dan ibu Rizka di tangkap atas sebuah kasus korupsi dan tuduhan palsu. Mereka berdua jatuhi hukuman yang lumayan lama dan akan dimiskinkan.
Berita tersebut sedang ramai dan menjadi trending topik di kota tersebut. Ia tak menyangka kehancuran keluarga Rizka secepat ini. Ia tak dapat memahami masih ada orang kaya yang serakah akan segala sesuatu seperti mereka.
__ADS_1