Takdir Gadis Desa

Takdir Gadis Desa
Pertunangan


__ADS_3

Adam terbakar emosi melihat data keuangan yang berbeda. Seseorang pasti sudah menggelapkan dana perusahaan. Tapi jika telusuri, penggelapan dana bukan berasal dari dalam perusahaan. Melainkan dari tangan terakhir, yaitu ibu dan kakaknya.


Mereka sudah mengambil keutungan yang sangat banyak dari omset, tapi tak cukup sampai disitu. Mereka juga mengambil hampir 1M saham perusahaan. Jika terus dibiarkan, perusahaan bisa bangkrut. Adam memutuskan untuk memegang kendali penuh keuangan perusahaan untuk mencegah kebangkrutan.


Setelah bekerja keras hampir dua bulan, Adam bisa lega keadaan perusahaan stabil sekarang. Ia juga membagikan gaji karyawan dengan utuh beserta tunjangan hari raya.


Anita dan ibunya tak berkutik setelah Adam mengambil alih perusahaan serta keuangannya. Apalagi, Adam berniat menjalankan perusahaan itu selamanya. Karena jika dibiarkan terus ditangan ibu dan kakaknya, Adam khawatir perusahaan jerih payah ayahnya akan bangkrut.


Adam ingat ketika ayahnya masih merintis, keluarga mereka terlilit hutang hingga rumah mereka disita bank. Dahulu, ingin makan enak saja rasanya susah, ia tak ingin perjuangan ayah dan keluarganya dulu terulang kembali, sekarang hanya tinggal memetik hasilnya.


Keesokan hari, Adam pergi menjemput Leony di desa. Mereka akan pergi ke kota membeli cincin tunangan. Sepanjang perjalanan, hanya senyuman yang terukir di wajah Leony tanda kebahagiaan.


Akhirnya mereka tiba di deretan toko emas terlengkap di kota. Mereka mulai memilih-milih emas putih yang mereka cari. Setelah menemukan ukuran yang cocok, mereka segera pergi. Sebelum kembali ke desa, Leony membeli banyak buah dan cemilan untuk berbuka puasa.


Setelah membeli banyak oleh-oleh, mereka kembali ke desa. Berbuka puasa bersama, Leony juga memanggil bude Sum untuk makan bersama.


********


Hari raya idul Fitri telah tiba, semua orang berbahagia. Namun berbeda dengan yang dialami Leony, kali ini iya sendirian saja di rumah. Fira kembali kembali menemui ibu dan anaknya. Sebenarnya Fira mengajak Leony untuk ikut bersamanya, namun Leony menolak. Ia ingin tetap dirumah, menghidupkan suasana lebaran kembali setelah ibunya tiada. Ia hanya ingin bernostalgia di rumahnya. Begitu juga dengan Adam, sejak pertemuan terakhir dengannya saat membeli cincin, Adam masih saja sibuk mengurus perusahaan.


Sudah 2 jam setelah sholat id, tak ada satupun tamu datang kerumahnya. Bude Sum sedang sibuk karena banyak tamu berdatangan di rumahnya. Jadi, Leony hanya berbaring saja di ruang tengah menonton televisi. Dia juga mengirimi Adam pesan chat, belum juga ada balasan darinya.


Hampir 3 jam lamanya Leony merasa suntuk sendirian. Tiba-tiba saja terdengar ramai orang berdatangan, para pekerja bangunan. Akhirnya rumahnya penuh dengan tamu. Leony menyuguhkan bermacam-macam makanan dan minuman. Leony juga memberikan amplop kecil berisi uang 10 ribu kepada anak-anak yang datang.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Nurin dan Bian datang. Bian juga mengajak Fitri tunangannya. Leony menyuruh mereka semua masuk, akhirnya sekarang rumahnya menjadi penuh dan sesak. Mereka semua berbincang dan bercanda layaknya yang mereka lakukan ketika sedang beristirahat kerja. Namun Leony merasa heran karena Nurin datang tanpa anak dan istrinya.


"Mas, kenapa istri sama anaknya koq nggak diajak?" tanya Leony kepada Nurin dengan ekspresi heran.


"Di rumah banyak keluarga datang dek, nggak enak lah ditinggalin," sahut Nurin. Sudah agak lama ia tak memanggil Leony dengan sebutan dek, sejak ia menikah. Baru kali ini ia memanggilnya dengan sebutan 'dek' lagi. Disisi lain Leony adalah bosnya di proyek, iya agak canggung jika harus memanggilnya dengan sebutan 'dek'. Apalagi jika terdengar oleh teman kerjanya. Untungnya, semua orang sudah mengetahui hubungan mereka dimasa lalu, jadi semua orang tak pernah mempertanyakannya.


"Oh, begitu mas,"


"Pacar kamu nggak datang?" tanya Nurin kembali.


"Nggak tahu nih mas, sudah lama dia ke kota sibuk sama pekerjaannya. Hari ini dia juga belum balas chat aku." kata Leony dengan nada lesu.


"Sebentar lagi juga datang, masih dijalan." kata Nurin sambil menuangkan es batu kedalam gelas didepannya.


"iya mas, mudah-mudahan." Leony juga ikut mengambil gelas dan menuangkan es batu dan sprite.


"Lagi sibuk mas, banyak tamu juga."


Lama mereka semua mengobrol, kemudian berpamitan pulang. Rumah kembali sepi, Leony kembali suntuk sendirian. Akhirnya ia memutuskan bertamu ke rumah bude Sum yang tepat berada dibelakang rumahnya.


Disana banyak sekali tamu, sehingga membuat Leony agak canggung. Namun ia berusaha membantu bude Sum di dapur menyiapkan minum, mencuci gelas dan lain-lain. Ia tak pernah ragu melakukannya, karena baginya bude Sum sudah seperti ibunya sendiri. Dua anak bude Sum juga ada di sana dan beberapa cucunya.


Leony nampak akrab dengan mereka. Karena terlalu asyik mengobrol, ia tak menyadari kedatangan Adam di depannya.

__ADS_1


"Kamu, dicariin disini rupanya," kata Adam duduk bersila disamping Leony.


"Loh mas, kamu sudah lama nyariin aku?"


"Iya, rumah kamu terbuka lebar. Tapi nggak ada siapapun di dalam, untungnya mas langsung nyari kesini."


"Ma'af ya?"


Tak berapa lama duduk, mereka lalu berpamitan pulang. Sesampainya di rumah, ada beberapa tamu lagi yang datang. Para pekerja bangunan silih berganti datang bertamu.


********


Beberapa hari setelah hari raya idul Fitri Adam dan Leony melangsungkan acara pertunangannya di rumah Adam. Ibu dan kakak Adam terlihat senang, mereka juga di dandani dengan anggun menunjukkan seratus sosial mereka.


Berbeda dengan Leony, ia hanya mengenakan dress terbaiknya berwarna biru muda dengan riasan wajah natural. Ayah Adam juga terlihat sangat gembira dengan pertunangan anaknya.


Disana juga ada Nurin, Bian, Fira, Zahra, bude Sum dan Ningsih yang menemani Leony sebagai perwakilan keluarga.


Nurin merasa minder sekarang, dia merasa kurang beruntung dalam percintaan. Bahkan biduk rumah tangga yang pernah dijalaninya juga sudah berakhir.


Namun ia senang melihat Leony tersenyum bahagia hari ini, dalam hatinya bersyukur Leony mendapatkan laki-laki yang jauh lebih darinya. Adam juga laki-laki mapan dan juga tampan. Perempuan mana yang takkan terpikat oleh pesonanya.


Setelah acara selesai, mereka semua pulang ke desa. Sebelum pulang, Fira mengantarkan Ningsih terlebih dahulu ke rumahnya. Hari semakin larut, Fira lalu mengantarkan Nurin dan Bian kemudian menuju rumah.

__ADS_1


Hari ini adalah berbahagia semua orang, kecuali Nurin. Malam itu kesepian mulai menjalari hatinya. Bian yang baru saja datang langsung masuk kamar dan bersiap tidur, sedangkan Nurin masih duduk di sofa menonton televisi.


Ia memainkan ponselnya, dilihatnya foto kebersamaannya dengan Nita dan Arif. Ia mulai merindukan kebersamaannya dengan Nita dan Arif. Meskipun tak ada cinta diantara mereka, hubungan mereka tetap hangat. Apalagi semenjak Arif lahir. Ia ingin merajut rumah tangga sekali lagi, merasakan kehangatan bersama dengan anak dan istri. Akan tetapi, siapakah yang mau bersamanya sekarang? Nita, Leony? tidak satupun dari mereka.


__ADS_2