
Hingga keluarganya pulang, Leony nampak tertidur pulas bagi semua orang. Adam menutup pintu rumah setelah mengantarkan keluarganya di halaman rumah. Ia masuk ke dalam kamar, matanya yang sangat mengantuk tak mengindahkannya lagi untuk tidak menutup mata.
Pagi hari Adam sudah bangun dan bersiap berangkat ke kantor. Ia sudah berpenampilan rapi dan duduk di meja makan. Namun, tak ada sesuatu yang bisa dimakan di sana. Adam memeriksa meja kompor dan wajan, mungkin istrinya menaruh makanan di sana, tapi tak ada apapun.
Ia berjalan mencari istrinya, dilihatnya istrinya sedang menjemur pakaian bayi.
"Hani, kamu nggak bikin sarapan buat mas pagi ini?" tanya Adam masih dengan heran.
Tapi tak ada jawaban yang keluar dari mulut istrinya. Jadi Adam mendekatinya perlahan dan bertanya lagi.
"Hani, kamu nggak masak? malah pagi-pagi sudah mencuci?"
"Kenapa kamu nggak minta bikin sarapan sama istri kamu yang satu nya lagi??" sindir nya, masih mengambil 2-3 helai pakaian bayi dan menjemurnya. Ia nampak kesulitan untuk membungkuk dan kembali berdiri dengan perutnya yang semakin besar.
"Istri?? memangnya istri aku ada berapa Hani? pagi-pagi udah membual, cepat bikinin mas sarapan sana! nasi goreng atau roti panggang juga boleh deh! kan masih ada roti tawar."
__ADS_1
Leony berbalik tepat di hadapan Adam, ia menatap Adam tajam dengan tatapan kebencian. Dan satu lagi yang membuat Adam merasa heran, matanya yang bengkak. Ia pasti menangis semalaman sampai mata nya bengkak sebesar itu dan wajahnya sangat kusut. Sepertinya ia tidak tidur semalaman.
"Ka-kamu kenapa Hani?" Adam terkejut melihat kondisi istrinya, "kamu menangis? nggak tidur semalaman?"
Leony membanting pakaian di tangannya, "Aku harus tanya sesuatu kamu mas! semalaman aku menunggu!" ucapnya masuk ke dalam rumah. Ia mengambil ponsel nya di atas meja.
Adam menjadi deg degan dibuatnya. Apakah ini tentang Rizka? tapi, ia dan Rizka sudah tak berhubungan lagi. Apakah ada seseorang yang mengadukannya? pertanyaan demi pertanyaan muncul dibenaknya. Hingga ia sampai di hadapan istrinya.
Leony mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan foto Adam bersama dengan Rizka tanpa busana. Adam dibuat terbelalak olehnya.
"Apa yang kamu perbuat sama Rizka mas??"
Adam hanya menunduk mendengar pertanyaan yang keluar dari mulut istrinya.
"Hani, ma'afkan mas. Tapi itu semua sudah berlalu. Mas tak ada hubungan apapun lagi dengannya."
__ADS_1
"Berlalu baru berapa hari mas??"
Degh! Adam semakin deg degan mendengarnya.
"Sekarang aku tahu mas, kenapa mamah bersikap baik sama aku. Karena mamah juga sudah tahu kan, tentang perselingkuhan kamu sama Rizka? iya kan mas? jawab!"
"Hani, ma'af kan mas. Mas benar-benar sudah salah besar. Mas mohon, hani... ma'af kan mas, mas kan sudah bilang itu semua sudah berlalu."
"Berlalu??" Leony tersenyum sinis mendengarnya. "Hubungan kamu sama Rizka nggak akan berlalu mas, apalagi menjadi masa lalu!"
"Kenapa Hani??"
"Karena Rizka sekarang mengandung anak kamu mas !!!!" Leony berteriak histeris dan menangis sejadi-jadinya.
Adam tak berkutik dibuatnya. Istrinya menangis histeris di hadapannya.
__ADS_1
"Tega sekali kamu mas!!!!"
Leony beranjak dari hadapan Adam dan masuk ke dalam kamarnya. Ia terbaring lemah di atas kasurnya. Ia tak berdaya menghadapi kenyataan yang sangat pahit.