Takdir Gadis Desa

Takdir Gadis Desa
Bertemu Kembali


__ADS_3

Semua sekarang berkumpul di kantor pemasaran. Leony membeli Nasi pecel, beberapa jajanan pasaran dan satu box minuman dingin. Sedangkan Fira sengaja datang jauh dari kota untuk membelikan bingkisan kepada Nurin dan Bian. Fira juga membelikan aneka buah kota yang sulit didapatkan di desa seperti Anggur, kelengkeng, apel dan pir dan 5 kotak Pizza. Hari ini adalah hari bersantai buat mereka. Karena besok mereka akan lebih sibuk. Proyek pembangunan akan segera dimulai.


"ya ampuuunn mbakk, beli makanan koq sebanyak ini? banyak banget ini mbaakkk." kata Bian terheran-heran.


"ini sebagian kita makan disini, sebagian lagi kalian bawa pulang." kata Leony sambil menyisihkan bagian untuk Nurin dan Bian.


"ayo makan, besok udah gak ada loh." kata Fira.


Mereka memakan hidangan yang sangat banyak itu, tak lupa mereka memanggil Bude Sum untuk ikut bergabung.


"Nah, ini gajih kalian Minggu ini." Leony memberikan amplop kecil kepada Nurin dan Bian, "dan ini bonus untuk kalian." kata Leony menyodorkan 2 amplop lagi, kali ini amplopnya agak tebal.


"Enak yah, punya bos kayak mbak Melani dan mbak Fira, udah baik gak pelit cantik lagi." kata Bian sambil tersenyum Lebar menerima amplopnya.


"iya,tanpa kalian semua saya gak akan bisa sampai seperti ini." kata Leony.


Tak lama kemudian, dua orang datang menuju pintu masuk. seorang laki-laki dan perempuan.


"Selamat siang mas, mbak, saya Sandi. Mau bertemu dengan Mbak Fira ada?" tanya laki-laki itu.


"Ya, saya sendiri. Mas ini yang telpon kemarin ya??"


"iya mbak, saya yang telpon kemaren. Jadi, dimana mbak Melaninya ada?"


"ini mas, mbak Melan...."


Semua orang terkejut melihat Leony yang seperti sesak nafas dan hampir tak sadarkan diri.


"Melani!!" Fira berteriak histeris.


Nurin berlari mengambilkan air minum dan berusaha membantunya minum.


"Dibawa kerumah sakit aja sekarang." kata sandi, dia juga berusaha membopong Leony dengan badannya yang tinggi besar.


Plaakkkkkkk


Tangan Leony mendarat di wajah Sandi.


"Mel, sadar! kamu gak kenapa-kenapa kan??" Tanya Fira kebingungan.


"Kamu!!!" Leony mencoba berbicara sambil berusaha mengatur nafasnya, "kamu!! yang sudah mempermalukan saya!!!"


Leony mengambil pisau buah dan menodongkan ke Sandi.


Sontak saja semua yang ada disana ketakutan.


"Apa maksud mbak? saya sudah berbuat apa sama mbak??" Sandi terheran-heran.


"Mas, kamu sudah berbuat apa sama dia??!" tanya perempuan disampingnya yang menemani sandi.


"Maaf mbak, mbak salah orang. Saya sama sekali gak kenal mbak."


"Kamu! dan kamu!" Leony menunjuk Sandi dan Amira.


"Kalian mungkin gak kenal saya, tapi kalian pasti ingat Leony kan?!"


Sandi dan Amira sangat terkejut ketika mendengar nama Leony.

__ADS_1


"Saya adalah Leony! kalian berdua sudah menjebak saya! kalianlah yang penyebab semua ini!"


Bukan main terkejutnya Nurin mendengar pengakuan Melani kalau dia sebenarnya adalah Leony! Leony yang seperti kerasukan setan masih menodongkan pisau.


"Mana mungkin kamu Leony ?! wajah kamu berbeda sama Leony!! memangnya kamu operasi plastik?!" kata Amira tak percaya.


"iya, Melany adalah Leony. Dia memang operasi plastik karena sebagian wajah dan tubuhnya terbakar akibat penganiayaan beberapa bulan yang lalu. Dan itu ulah kalian berdua! kalian berdua lah yang bertanggung jawab atas kasus ini. Tapi Leony gak mau melaporkan kasus ini ke polisi, sekarang pergi dari sini! sebelum saya benar-benar menelpon polisi!!" kata Fira dengan penuh amarah.


Akhirnya Sandi dan Amira pergi dengan perasan bersalah dan malu. Tak pernah terbayangkan kalau mereka akan bertemu Leony dengan cara seperti ini.


"Apa benar kamu Leony?? Leony MayangSari?" Tanya Nurin kepada Leony.


Leony meletakkan pisau yang dari tadi dipegangnya erat.


"Iya mas." Leony menangis sesenggukan


Nurin memeluk Leony dengan erat.


"Kenapa dek, kenapa kamu gak bilang sejak awal??"


Leony menangis makin sesenggukan.


"Maafin aku mas."


"Masyaallah ndookk, kamu itu Leony to ndookk ndookkk." Bude Sum ikut memeluk Leony.


Leony hanya bisa mengangguk dan menangis.


Hari itu Nurin seperti menemukan Benda berharga yang telah lama hilang.


*********


Besok hari seperti biasa mereka berkumpul di kantor pemasaran. Kali ini dengan anggota yang sangat banyak. Hari ini Griya Makmur Residens resmi mendirikan bangunan.


Dimulai dari goplang kemudian masing-masing pekerja mengerjakan pondasi bangunan.


Nurin hanya bertugas mengawasi para pekerja, hanya sesekali dia turun tangan membantu pekerja yang lain. Sedangkan Bian bertanggung jawab untuk ketersediaan material.


Hari yang sangat sibuk, namun Leony tak pernah mengenal lelah. Sore hari dia pergi ke ladang ikut membantu petani menanam sayur. Dan tak lupa memberikan hak gaji untuk mereka dan pulang dengan menenteng beberapa bungkus cabai dan sayuran kesukaannya.


Sejak warga tahu akan identitas Leony yang sebenarnya, Leony semakin dikagumi.


Lain halnya dengan bi Inah.


ni Inah yang merasa dibohongi menjadi sangat marah dan terus menguntit kehidupan Leony.


Leony dengan santai meladeni sikap ni Inah yang dari dulu tak pernah berubah.


Kalau bicara seenaknya, suka kepo dengan urusan orang lain dan ikut campur.


Orang seperti itu, Leony tak pernah ambil pusing.


Lain halnya dengan bude Sum, Bude sum orang yang lembut, perhatian dan Leony sudah dianggap seperti anak sendiri. Mereka tak pernah canggung.


"Bude, assalamu'alaikum."


"wa'alaikum salaamm, masuk ndookk."

__ADS_1


"Enggeh bude, bude ini ada sayuran sama Lombok buat bude masak."


"makasih banyak ndoook, banyak sekali ini kamu petik lagi ya?"


"Enggeh bude, petik sendiri lebih marem rasanya."


"iya ndoo, bude juga kemaren panen telo rambat, kamu suka kan sama telo rambat?" kata bude Sum sambil sibuk mengantongi ubi.


"Iya bude suka sekali, di goreng sama direbus enak banget."


"Nah, ini kamu bawa pulang buat cemilan nanti malam."


"mkasih ya bude."


"iya ndookk sama-sama."


Leony pamit pulang. Sesampainya di rumah dia merebus ubi kemudian pergi mandi. Malam itu Leony dan Fira mengobrol berdua sambil makan camilan.


Sambil berharap Nurin akan datang seperti malam sebelumnya. Namun malam ini dia tidak datang, Leony juga mengirim pesan chat namun tak ada balasan. Leony menarik nafas panjang.


"Kamu kenapa?" tanya Fira.


"Mas Nurin, sudah tidur." ucap Leony lesu.


Fira tertawa kecil "sabaaarr, besok juga ketemu. dia pasti capek seharian tadi."


Tak lama kemudian terdengar suara motor matic Nurin. Leony dan Fira terbelalak kaget.


"Wow.. sehati tuh." kata Fira.


Leony sangat malu sampai-sampai pipinya terlihat merah jambu.


Fira masuk kedalam memberikan kesempatan Leony dan Nurin untuk saling mengobrol.


"Kamu udah makan dek?"


"sudah mas."


"sekarang mas udah gak perlu khawatir lagi kamu kelaparan, kamu kan pinter cari uang. Jadi mas sengaja gak bawa apa-apa," Nurin tertawa lebar.


"Jahat."


"Loh, koq jahat sih dek?"


Leony cemberut manja.


"bercanda koq, tadi mas mau beli sate tapi pak lek nya gak jualan. Mau beli cemilan ditempat biasa mas beli juga tumben hari ini gak jualan."


"iya mas, gak papa koq kamu kalau mau makan tinggal ambil aja di dapur mas. Aku masak banyak."


"ooyaa? masak apa dek?"


"oseng kangkung kesukaan aku, terus ada kentucky juga tadi Fira beli kebanyakan."


"Makan bareng ya dek."


"ayo mas."

__ADS_1


Merek berdua makan bersama malam itu dan mengobrol panjang lebar.


__ADS_2