Takdir Gadis Desa

Takdir Gadis Desa
Babak Belur


__ADS_3

"Hani, siapa yang datang berkunjung hari ini??" Tanya Adam selesai dengan makan sore nya.


"Mbak Ningsih, Fira dan lainnya."


"Oh, mereka. Bingkisannya banyak sekali, mereka pasti lelah memilih ini semua di pusat perbelanjaan."


Leony hanya diam mendengar perkataan suaminya.


"Baby boy... sini ayah gendong!" Adam merebutnya dari tangan istrinya. "Kamu mandi dulu sana, kami lusuh sekali."


Adam memerintahkan istrinya untuk membersihkan diri. Leony pun pergi untuk mandi, namun seperti biasa tak ada kalimat apapun yang berarti yang keluar dari mulutnya.


Selesai mandi, ia mengambil waktu luang untuk membersihkan rumah dan dapur. Ia berusaha mengerjakan segalanya dengan cepat dan tepat.


Baru saja selesai mencuci piring di wastafel. Dari luar terdengar suara gaduh. Suara pecahan beling bertebaran dimana-mana. Membuat Leony berlari secepat kilat untuk melihat bayi nya.


Ia melihat bayi nya ada atas kasur di depan televisi. Sedangkan Adam tengah dihajar oleh 3 orang asing. Adam mencoba berkelahi dengan mereka namun, ia kalah kuat dan jumlah.


Leony yang melihat kejadian itu langsung mengambil bayi nya dan ponselnya di atas meja televisi. Ia berlari keluar melalui pintu dapur sambil menggendong erat bayi nya.


Seseorang berusaha mengejar Leony, namun Adam dengan sigap menariknya dari belakang dan membuat orang itu terjatuh. Naas, Adam mendapat pukulan dari seorang lagi di sampingnya. Membuatnya hampir tak sadarkan diri. Dalam keadaan setengah sadar, ia terus di hajar dan pukuli hingga kesadarannya hilang sama sekali.


Sedangkan Leony yang panik bersembunyi di samping rumah yang berjarak beberapa meter dari rumahnya. Di sana ia menghubungi ibu mertuanya, Anita dan juga Narto. Mereka semua yang terkejut mendengar semua langsung menuju ke tempat tinggal Adam.


Leony dapat melihat ketiga orang asing itu pergi menggunakan mobil yang ada di depan rumahnya. Leony buru-buru memfoto plat mobil mereka untuk dijadikan barang bukti.


Untung saja bayi nya tak menangis karena ia membawanya berlari dengan kencang. Ia kembali ke rumah setelah melihat orang-orang asing itu telah pergi. Ia hendak meminta pertolongan pada tetangga terdekatnya, tetapi semua rumah di sampingnya kosong tak ada siapapun.


"Mas...!!!! astagfirulloh allaziimmm !!!"


Bukan kepalang terkejut ia melihat Adam yang tersungkur, hidung dan mulutnya berdarah akibat pukulan.


"Mas....!!! bangun mas....!!!"

__ADS_1


Leony meletakkan bayi nya di atas kasur. Bayi mendengar suara ibunya yang berteriak juga ikut menangis. Leony menelentang kan tubuh Adam dan berusaha membuat ia sadarkan diri. Ia gemetaran tak tahan melihat suaminya dalam keadaan seperti itu. Ia kembali menelpon ibu mertuanya.


Namun ibu mertua nya dan kakaknya sudah berada di depan rumah. Leony berteriak histeris memanggil ibu mertuanya dan juga kakak iparnya, membuat mereka jadi berhamburan memasuki rumah.


"Mamah...!! kakak...!! cepat tolongin mas Adam!!"


"Adam..!! kenapa bisa begini??! Leony, Adam kenapa?!!" ibu mertuanya berteriak histeris. Ia berusaha membangunkan Adam yang terdampar tak sadarkan diri. "Adam..!! bangun Adam..!!"


"Kita gotong aja mah ke mobil, ayo mah cepat!!" Anita bersiap mengangkat bagian kaki Adam.


Suara bayi yang menangis sudah tak mereka hiraukan lagi. Mereka bertiga menggotong Adam ke dalam mobil. Leony mengambil bayinya dan mengunci pintu dengan rapat. Setelah itu mereka segera membawanya ke rumah sakit.


Di dalam mobil, hanya Anita yang nampak tegar. Sedangkan ibu nya dan Leony terus menangis sambil terus mengguncang tubuh dan wajah Adam agar dia sadar.


"Anita, bawa mobil nya yang kenceng dong!! Ucap ibunya masih bersimbah air mata.


"Iya mah, ini juga ngebut. Kalau lebih ngebut dari ini kita bisa celaka!"


"Adik kamu lebih bahaya Anita, cepetan dong nyetirnya !!"


Mereka tiba di rumah sakit dalam waktu kurang dari 10 menit. Dan Adam langsung di bawa ke ruang UGD. Di sana semua orang menunggu dengan jantung berdebar-debar.


"Gimana keadaan Adam??" Narto datang dengan setengah berlari.


"Baru juga masuk UGD mas." Sahut Anita.


"Semoga nggak terjadi apa-apa."


Setelah menunggu selama 2 jam, Adam di pindahkan ke ruang pasien dan menunggu serangkaian hasil tes.


"Pak dokter, gimana keadaan suami saya??" Leony bertanya pada dokter yang menangani Adam.


"Untuk saat ini ia butuh istirahat total. Kita masih menunggu tes untuk mengetahui ada kerusakan fatal atau tidak di dalam tubuh nya. Jadi, mohon bersabar ya ibu."

__ADS_1


Mereka semua merasa lemas mendengar pernyataan dokter tentang keadaan Adam. Bahkan hingga saat ini, Adam masih belum siuman karena pengaruh obat pereda nyeri.


"Leony, bagaimana kronologi kejadian nya? kenapa bisa sampai seperti ini?" Tanya Narto dengan penuh rasa penasaran.


Leony menjelaskan kejadian nya yang begitu singkat dan tak terduga. Ia menceritakan sambil tak dapat menahan rasa takut dan cemas nya, hingga membuat air matanya terus mengalir. Ia juga menunjukkan plat mobil yang mereka gunakan. Sehingga bisa memudahkan mereka untuk segera melaporkan ke kantor polisi kejadian penganiayaan itu.


Namun ketika Narto beranjak pergi hendak melapor ke kantor polisi, Adam siuman dan membuat semua orang mengucapkan syukur. Ibu nya tak berhenti bertanya ini dan itu kepada Adam.


"Adam, kenapa orang-orang itu bisa menganiaya kamu seperti ini?? kamu bikin masalah sama orang?? iya?? cerita sama mamah apa yang terjadi sebenarnya??!"


"Mamah, Adam kan baru aja siuman. Nanya nya pelan-pelan aja mah."


"Rizka mah."


"Semua ini dalangnya ayah Rizka mah."


Sontak semua yang ada di sana terkejut mendengar perkataan Adam.


"Apa mungkin orang tua Rizka berniat membalas kan perbuatan kamu Adam?!" ibunya semakin cemas, bola mata nya yang bulat melotot dengan sempurna.


"Iya mah."


Ibunya terdiam sejenak. "Ini semua memang salah kamu Adam! perbuatan kamu perlahan-lahan sudah menuai balasan nya."


"Ma'af kan aku mah, ma'af kan aku Hani..." Ucap Adam lirih.


Leony hanya terdiam dengan air mata yang membasahi pipinya. Rasanya sakit sekali menerima semua kenyataan ini. Ibu nya pun menangis dan terduduk di kursi di samping ranjang Adam terbaring.


"Kamu sudah membuat masalah besar Adam. Sekarang apa yang akan kamu lakukan Adam?? mamah salah menyangka tentang orang tuanya Rizka. Dan malah jadi seperti ini... apa yang harus kita lakukan Anita, Narto...."


Ibu nya menangis terisak, membuat Adam merasa lebih tertusuk lagi hati nya. Anita dan Narto tak kuasa melihat keadaan ibunya yang seperti itu.


Keadaan Adam juga tak kalah memprihatinkan, bibirnya jontor dan memar. Sebagian wajahnya berwarna ungu di kulitnya yang putih bersih. Sekarang wajahnya nampak mengerikan.

__ADS_1


Suasana di ruangan itu menjadi sedih. Terlebih lagi hati Leony yang bak di tusuk seribu duri. Bagaimana ia akan menjalani biduk rumah tangga nya sementara ada wanita lain di luar sana yang sedang memperjuangkan suami nya juga, pikir nya.


__ADS_2