Takdir Gadis Desa

Takdir Gadis Desa
Takdir Gadis Desa


__ADS_3

"Rizka! Rizka....!" Adam berteriak teriak memanggip Rizka.


"Apa sih mas?! aku di sini!" Rizka keluar dari kamarnya.


"Kamu ngapain aja sih Riz, di rumah sampai nggak ada makanan??!"


"Kamu nggak lihat apa, aku lagi yoga?!"


Rizka keluar kamar dengan pakaian yoga nya yang ketat.


"Kamu bisa yoga, tapi nyiapin makan malam nggak bisa?!" Adam melotot pada Rizka.


"Mas, aku juga stress di rumah terus cuma masak dan masak!"


"Kamu sekarang bukan wanita karir lagi Rizk! perusahaan orang tua kamu sudah bangkrut, jadi sudah kodrat kamu tinggal di rumah, masak! masih untung aku bayar 2 pembantu, buat jaga Dion sama bersih-bersih dan nyuci! kamu tinggal masak aja nggak bisa??!"


"Mas, aku nggak terbiasa masak. Kamu bayar aja lagi pembantu buat masak, atau suruh sekalian aja pembantu masak sekalian. Kan beres?? kamu sengaja kan mau nyiksa aku? mentang-mentang sekarang orang tua aku sudah di penjara?!"


"Bukan masalah nyiksa atau gimna Riz, memasak itu juga termasuk melayani suami, itu kewajiban!"


"Mas, aku nggak mau bertengkar sama kamu. Sekarang kami pesan aja sendiri makanan yang biasa dipesan sama mamah kamu, nomor telpon nya ada kan?? sudah, beres!"


Adam sudah tak tahan dengan sikap Rizka. Dia sama sekali tak perduli padanya, ia hanya memperdulikan penampilannya. Bahkan untuk memberikan ASI pada Dion anaknya saja dia sama sekali tidak mau, dengan alasan ini dan itu.


Ibunya juga seringkali ke rumahnya dan bertengkar dengan Rizka. Berbeda dengan Leony yang hanya diam ketika dimarahi ibunya. Suasana di rumah jadi sering tak terkendali. Membuat Adam semakin frustasi.


"Rizka... Rizka...! di mana dokumen aku dalam lemari??"


Adam nampak heboh mencari berkas-berkas di dalam lemarinya.

__ADS_1


"Mana aku tahu mas, itukan barang-barang kamu. Kamu yang meletakkannya sembarangan, terus kamu nyalahin aku lagi?!"


Kali ini teriakan Rizka membuat anaknya terbangun dan menangis. Dengan cepat baby sitter ya datang menghampiri Dion.


"Kamu sama sekali nggak becus jadi istri Riz, kamu nggak berguna!"


"Apa mas?! berani nya kamu ngatain aku seperti itu!"


"Kamu nggak perlu mengelak kenyataan Rizka, kamu berbeda sekali dari Leony. Aku menyesal telah menceraikannya demi perempuan seperti kamu. Ternyata kamu nggak ada apa-apanya dibandingkan Leony!"


Rizka marah dan membanting vas bunga di atas meja hingga pecah berserakan.


"Mas, jangan banding-bandingkan aku sama mantan istri kamu. Karena aku juga masih bisa selingkuh cari yang lebih baik daripada kamu!" Rizka menunjuk dan menatap Adam dengan menyeringai.


"Nggak ada untungnya aku membandingkan kamu sama dia Riz, cuma bikin emosi kamu nggak stabil aja. Aku mengatakan itu, supaya kamu bisa belajar dan lebih baik lagi dalam mengurus rumah tangga. Kamu mengerti??"


Adam mendapatkan berkas yang dicarinya dan pergi lagi keluar rumah.


"Mas, tolong beras telor mas yang 10 kg...!"


"Ya...!"


Pembeli memberikan uangnya dan mengambil beras di atas meja dan pergi.


"Mas, air mineral merk Amanah 2 box....!


"Ya!"


Pembeli memberikan uangnya kepada penjual dan pergi.

__ADS_1


"Mas, mau kopi?!"


"Ya, cepet dek bikinin mas kopi! kepala ku mumet sekali!"


"Kamu duduk aja jaga kasir dulu, aku bikinin kopi."


"Dek, sekalian gorengannya dong!"


"Iya mas!"


Beberapa saat kemudian Leony datang membawa sepiring gorengan dan segelas kopi hitam gelas jumbo.


"Mana Hanif sama Arif??"


"Lag nonton televisi mas sambil ngemil."


"Akur ya berdua..." Nurin duduk menikmati kopinya dan gorengan dihadapannya.


"Anak-anak kita harus akur, ya kan mas??"


Leony duduk di kursi samping Nurin..


"Harus dong dek! ngomong-ngomong gorengannya bude Sum tiap hari rasanya enak, nggak pernah berubah."


"Sudah ahli lah mas..."


Mereka berdua tersenyum bahagia dan sesekali bercanda di warung sembako milik mereka berdua.


Akhirnya mereka kembali bersama dengan begitu banyak hal yang sudah mereka alami. Itu akan menjadi sejarah bagi mereka dan suatu saat mereka pasti akan menceritakannya pada anak-anak mereka kelak.

__ADS_1


END


__ADS_2