
Billa duduk termenung sendiri didalam kamarnya, dia begitu lelah dengan drama yang terus terjadi dalam hidupnya.
Sampai kapan dia akan bertahan dengan keadaan seperti ini?
Dan Apa alasan dia untuk tetap bertahan disana?
Untung saja Billa masih memiliki iman yang membuatnya bertahan sampai saat ini, jika tidak mungkin dia sudah mengakhiri hidupnya sedari dulu.
Dia merasa cobaan silih berganti datang menghampirinya, mereka seolah diam tak mau pergi.
Billa sangat tak habis fikir dengan ibu tirinya yang selalu saja nyinyir terhadap kehidupannya.
Sepertinya dia tak akan tidur dengan nyenyak sebelum dia mencaci Billa dengan kata-kata kasarnya.
Sungguh menjijikan, sampai kapanpun dia tak akan pernah melupakan setiap hinaan yang terlontar dari mulut ibu tirinya itu.
Semua hinaan itu terus saja terngiang ditelinganya.
***
Billa berjalan gontai memasuki pekarangan sekolah, dia begitu tak bersemangat menjalani harinya.
Apalagi sahabat satu-satunya yang mengerti dirinya sudah hampir 2 minggu tidak masuk sekolah.
"Hai!" Sapa Bisma yang tiba-tiba muncul dihadapan Billa.
Billa sedikit menoleh kearah Bisma, tapi tak menggubris ucapan Bisma, dia masih merasa sangat kesal kepada Bisma.
Dia terus berjalan, dia sedang tak mood untuk berbincang.
"Maaf ya, aku nggak tepati janji buat jemput kamu. Motornya diambil sama bos semalam." Ucap Bisma yang menyamai langkah Billa.
Billa masih tak menggubris Bisma.
"Oh ya, kamu masih sedih sama kejadian kemarin?" Tanya Bisma Kemudian.
Tiba-tiba Billa menghentikan langkahnya, dia menatap Bisma dengan tajam.
"Udahlah, jangan bahas itu lagi! Yang harus kamu lakukan adalah menjauh dari aku, karena semakin kamu coba temui aku semakin masalah datang menghampiri aku." Ucap Billa dengan nada tinggi.
Bisma sedikit kaget dengan perkataan Billa, perempuan itu kembali marah kepada dirinya.
"Maafin aku Bill, aku nggak nyangka kalau ibu kamu itu galak?" Ucap Bisma.
"Dan sekarang kamu udah tau kan?" Balas Billa.
"Iya, aku bener-bener minta maaf, kamu mau kan maafin aku?" Tanya Bisma.
Billa tak menjawab.
"Kita kan berteman, kamu maukan maafin temen kamu ini.". Ulang Bisma.
"Udahlah Bisma, lupain tentang komitmen itu. Mungkin keputusan aku waktu itu salah. Aku mohon sama kamu mulai sekarang kita berjalan seperti semula aku nggak kenal kamu dan kamu nggak kenal aku. Jangan temui aku lagi!" Ucap Billa dengan tegas.
Sedetik kemudian dia pergi meninggalkan Bisma yang tertegun dengan perkataannya.
"Tapi, Bill..." Ucap Bisma menggantung karena Billa telah menjauh darinya.
__ADS_1
Bisma menatap kepergian Billa dengan sendu.
Dia benar-benar tak menyangka perempuan itu akan semarah ini kepadanya.
Bisma semakin merasa bersalah atas semua yang terjadi.
Dia telah mengulangi kesalahan yang sama.
Tapi apa yang harus dia lakukan untuk memperbaiki semua kesalahannya?
Sungguh awal hari yang membuat Bisma pilu, hatinya bagaikan tertusuk sembilu.
Hatinya bagaikan teriris-iris, ingin rasanya dia menangis.
Dia bagaikan bayangan diriku.
Bagaimana mungkin dengan mudahnya dia berkata seperti itu.
Sedangkan yang aku tau raga takkan pernah bisa jauh dari bayangannya.
Jika perasaan ini memang cinta kenapa dewa membiarkannya merasa kecewa?
Jika ini bukan cinta, kenapa semakin menggebu yang kurasa?
***
Dicky meminta Billa datang ke halaman belakang sekolah saat istirahat tiba. Dengan senang hati Billapun menemuinya.
Mood Billa kembali baik ketika mendengar nama Dicky.
Billa melihat Dicky dari kejauhan, diapun segera menghampirinya.
"Ya nggak apa-apa. Ada yang mau aku omongin sama kamu, ini penting buat aku." Ucap Dicky.
Dia menatap Billa dengan tatapan yang sulit diartikan.
Billa yang mendapatkan tatapan itu sedikit grogi. Tiba-tiba saja jantung Billa berdegup lebih cepat, dia merasa ada yang aneh dengan tatapan Dicky.
Dicky terlihat berbeda hari ini.
"Apa?" Tanya Billa kemudian.
"Sebenarnya aku udah lama suka sama kamu, bahkan sejak kecil. Cuma selama ini aku coba buat yakinin hati aku apa ini bener cinta atau cuma perasaan sayang sebagai sahabat?" Ucap Dicky, dia menghela nafas sejenak sebelum melanjutkan perkataannya.
Billa menyimaknya dengan seksama, dia sangat menanti apa yang akan diucapan Dicky selanjutnya.
"Dan akhirnya setelah sekian lama aku mencari kebenaran tentang perasaan ini, aku mengambil kesimpulan bahwa aku benar-benar cinta sama kamu. Cinta sebagaimana semestinya sepasang kekasih." Ucap Dicky kemudian.
Billa tersenyum mendengar penuturan Dicky, dia merasa sedang berada diatas awan.
Ternyata Dicky memiliki perasaan yang sama dengannya, perasaannya selama ini bukanlah halusinasi, cintanya benar-benar terbalas.
"Jadi, maukah kamu jadi kekasihku?" Tanya Dicky kemudian.
Billa merasa terkesan dengan ucapan Dicky, dia sangat tak menduga jika Dicky akan menyatakan cintanya secepat ini.
"Aku boleh jujur?" Tanya Billa kemudian.
__ADS_1
"Tentu boleh dong." Balas Dicky.
"Sebenernya aku juga suka sama kamu dari dulu, Ky! Kamu itu seperti pahlawan dalam hidup aku, kamu selalu bisa lindungin aku dari mama." Ucap Billa kemudian.
Dicky tersenyum mendengar penuturan Billa.
"Jadi mulai sekarang kita pacaran?" Tanya Dicky memastikan.
"Iya, sayang!" Jawab Billa kemudian.
Dicky kembali tersenyum ketika mendengar Billa memanggilnya dengan kata sayang.
"Makasih ya, aku janji akan jaga kamu melebihi dulu waktu kita kecil." Ucap Dicky. Sedetik kemudian ia mencium tangan Billa dengan mesranya.
Tuhan, apa ini jawaban atas do'aku selama ini?
Terimakasih Engkau telah mengirimkan Dicky kembali dalam hidupku.
Mulai saat ini aku takkan pernah mengeluh apapun yang Engkau kehendaki dalam hidupku, di akhir kisah Engkau pasti akan memberiku sesuatu yang terindah.
Dan dia adalah bukti bahwa Engkau sangat baik terhadapku.
Tanpa diduga ternyata Bisma memperhatikan mereka sedari tadi.
Dia yang mendengar itu menjadi sangat patah hati, sudah tak ada lagi yang dapat dia harapkan.
Patah sudah hati yang selama ini dia rangkai dengan indah.
Berakhir sudah kisah cinta yang sama sekali belum dimulai.
Bisma harus segera pergi untuk menenangkan diri.
Tak ada rasa yang lebih menyakitkan ketika orang yang dicintai tak menginginkan kehadiran kita dan bahagia dengan orang lain.
Dicky dan Billa sedang berbahagia, sedangkan hatinya berhasil terluka.
***
Billa dan Dicky terlihat lebih sering bersama, Billa yang tengah dimabuk asmara lupa akan segala kesedihannya.
Siang ini seperti biasa, Billa dan Dicky pulang bersama.
Dicky sengaja menghentikan motornya untuk sekedar membeli ice cream.
Mereka memakan ice cream itu sambil bercanda dan sesekali tertawa.
Mereka terlihat bahagia walau dengan sesuatu yang sederhana.
Dicky kembali melajukan motornya dengan kecepatan sedang.
"Pegangan yang kenceng ya!" Seru Dicky sedikit teriak agar Billa dapat mendengarnya.
Billa melingkarkan tangannya memeluk Dicky dari belakang, Dickypun menancap gasnya cukup kencang.
Aku harap ini bukanlah kebahagiaan sesaat.
Tuhan, jika aku tengah bermimpi maka aku ingin tertidur selamanya.
__ADS_1
Tapi jika ini nyata tolong jangan renggut kembali kebahagiaan ini.
***