
Hari mulai berganti, minggupun mulai berlalu, bulan terasa cepat meninggalkan, usia kandungan Billa kini sudah memasuki minggu ke 23, terlihat badan Billa yang semakin membesar, bagaimana tidak? Kerjaannya sehari-hari hanya makan dan tidur saja, jauh berbeda dengan beberapa bulan yang lalu dimana tubuhnya terlihat kurus sebab banyak pikiran.
Apalagi selama tinggal disana tidak pernah ada yang menghinanya lagi, Bisma selalu membiarkan Billa melakukan apa yang dia inginkan, ya meskipun terkadang Bisma selalu mengusik ketenangannya, dan tidak bisa membuat Billa duduk dengan tenang, tapi itu tak seburuk ketika dia mendapat hinaan dari ibu tirinya.
Bisma sangat bahagia ketika mengetahui melalui USG kalau bayi yang ada dikandungan Billa berjenis kelamin laki-laki, Bisma selalu berusaha untuk menjadi suami yang siaga, kemanapun Billa pergi Bisma selalu mengantarnya.
Billa sangat jarang sekali mengunjungi rumah papanya, dia sangat malas jika harus bertemu dengan ibu tirinya, tapi sekali-kali Bisma mengajaknya untuk pergi kesana untuk sekedar melihat keadaan om Ardi.
Apalagi Rafael, hampir setiap akhir pekan dia selalu datang hanya untuk sekedar bermain ps dengan Bisma.
Billa semakin kesal terhadap Bisma karena setiap hari ada saja ulah laki-laki itu untuk menggodanya. Pernah sekali Billa sampai menangis karena Bisma diam-diam memotretnya ketika sedang tidur, Bisma terus saja meledek tentang foto itu, Bisma bilang kalau Billa sangat cantik ketika sedang tertidur. Tapi kenyataannya itu adalah foto paling buruk yang pernah Billa lihat.
Bisma bersikukuh tidak ingin menghapusnya, apalagi Bisma mengancam kalau Billa tidak mau menciumnya, Bisma akan mengunggahnya ke instagram, Billa yang kesalpun sampai dibuat menangis olehnya, air mata Billa adalah kelemahan Bisma, Bismapun langsung menghapus foto itu tanpa memaksa Billa lagi. Itu hanya salah satu caranya untuk mencari perhatian Billa.
***
Bisma duduk diruang tamu sambil menopang gitarnya, sesekali dia memetik senar gitar itu. Dia melihat Billa yang baru masuk kedalam rumah, Bismapun langsung menegurnya.
"sayang, sini deh!" seru Bisma sambil melambaikan tangannya kearah Billa.
Tapi seperti biasa, Billa tidak pernah menggubrisnya, dia merasa sebal terhadap Bisma, pasti ujung-ujungnya dia mendapat ejekan dari suaminya itu, Billa terus berjalan tanpa menggubris perkataan Bisma.
Bisma yang merasa dicueki segera mengambil tindakkan, dia beranjak dari duduknya dan mengikuti Billa, dia melihat Billa diruang tengah yang sedang memanaskan setrikaan.
'Mungkin dia akan menyertika pakaian.' pikir Bisma, diapun langsung duduk menyamai posisi Billa sambil terus menopang gitarnya.
"sayang, dengerin aku, ya!" seru Bisma kemudian, Billa hanya sedikit menoleh kearahnya tanpa bicara.
Senyuman terlukis diwajahku
Disaat ku mengingatkanmu
Tawamu menjamu membuatku rindu
Tak sabar ingin bertemu
Billa melihat Bisma yang bernyanyi sambil terus menebar senyum kearah Billa.
Suara lembut menyapa aku
Lembutnya selembut hatimu
Tulusnya setulus cinta padaku
Kusadar beruntungnya aku
Tanpa sadar, Billa tersenyum mendengar lagu Bisma, dia merasa gugup ketika Bisma bernyanyi sambil terus memandanginya.
Hidupku tanpamu takkan pernah terisi sepenuhnya
Karena kau separuhku
Berbagi suka duka saling mengisi dan menyempurnakan
__ADS_1
Karena kau separuhku
Wajah Billa bersemu merah, dia berusaha untuk menghindari pandangan Bisma, tapi dia gagal melakukannya karena Bisma terus saja mencari celah untuk memandanginya.
Suara lembut menyapa aku
Lembutnya selembut hatimu
Tulusnya setulus cinta padaku
Ku sadar beruntungnya aku
Hidupku tanpamu takkan pernah terisi sepenuhnya
Karena kau separuhku
Berbagi suka duka saling mengisi dan menyempurnakan
Karena kau separuhku
Separuh jalan hidupku kau separuhku
Tak ada penyesalan hidup lebih mudah bila kita berdua jalaninya.
Hidupku tanpamu takkan pernah terisi sepenuhnya
Karena kau separuhku
Bisma menyanyikan lagu itu dengan suara serak basahnya yang khas, kemudian dia menaruh gitarnya disamping.
"gimana sayang?" tanya Bisma.
"gimana apanya?" Billa balik bertanya.
"lagunya, kamu suka nggak?" tanya Bisma lagi.
"biasa aja." jawab Billa dengan kepura-puraannya.
"ahh masa?" goda Bisma sambil mencolek pinggang Billa.
Reflek Billa memukul lengan Bisma karena merasa geli.
"apa sih Bisma, geli tau!" ucap Billa kesal.
Bisma yang mendapat teguran seperti itu malah semakin senang, dia kembali melakukan hal itu hingga berkali-kali, yang membuat Billa tertawa kegelian.
"Bisma, udah! Ampun!" seru Billa.
Bismapun berhenti melakukannya karena merasa khawatir terhadap Billa dan bayinya.
"kamu itu nyebelin banget." ucap Billa sambil menatap Bisma kesal.
"maaf sayang, aku sengaja." balas Bisma sambil nyengir.
"sekali lagi kamu berani pegang-pegang, setrikaan panas ini bakalan melayang." ancam Billa.
__ADS_1
"kamu mah ngancemnya suka nggak kira-kira sayang." balas Bisma.
"ya makanya jaga jarak aman." balas Billa.
"ya nggak bisa dong sayang, aku kan pengen deket terus sama kamu." ucap Bisma dengan wajah melasnya.
Billa kembali menyetrika pakaiannya, membiarkan Bisma yang terus protes dengan ancamannya.
***
Hari ini Billa tinggal sendirian dirumah, sedangkan Bisma sedang pergi bekerja.
Billa menopang dagu dengan tangannya dimeja, dia merasa hidupnya begitu aneh, entah apa yang sebenarnya terjadi pada hidupnya, tiba-tiba satu persatu orang yang pernah singgah dihidupnya muncul dalam benaknya.
Ibu kandungnya, entak dimana perempuan itu berada sekarang, apa dia bahagia dengan kehidupannya yang baru? Apa dia merindukan putri kecil yang ditinggalkannya dulu?
Apa mungkin suatu saat mereka akan kembali bertemu? Billa menitihkan air matanya mengingat hal itu.
Dicky, apa kabar laki-laki itu sekarang? Apa dia menyesal sudah mencampakkan Billa? Walau bagaimanapun dia adalah laki-laki yang pernah mengisi hari-hari suramnya.
Billa sangat merindukan kehadirannya, tapi dia merasa sangat tidak pantas memiliki perasaan seperti itu.
Felly, Billa yakin jika Felly sudah tenang berada dialam sana, dia pasti sudah tidak pernah merasakan kesakitan lagi, dia adalah sahabat terbaikdalam hidupnya, namun sayang diakhir hayatnya Billa malah mengecewakannya.
Tapi diapun yakin kalau Felly dapat merasakan ketulusannya, Billa tersenyum ketika memikirkannya.
Ibu tirinya, perempuan itu benar-benar kejam, Billa masih belum habis pikir terhadapnya, setiap perkataan yang dia lontarkan masih terngiang dengan jelas ditelinganya.
Namun dibalik itu semua diapun mengerti jika ibu tirinya itu pernah tersakiti dan tak ingin semua terulang kembali.
Tiba-tiba sosok yang beberapa bulan terakhir sering mengusik hidupnya muncul, ya, Bisma. Dia sebenarnya adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, Billa tidak bisa memungkiri hal itu.
Ternyata Bisma tidak seburuk yang dia pikirkan, dia selalu sabar menghadapi sikap Billa yang terkadang acuh terhadapnya. Ya meskipun laki-laki itu selalu bersikap menyebalkan, itu semua Bisma lakukan semata-mata hanya untuk mencari perhatian Billa.
Tapi, Billa masih belum bisa memaafkannya, dia masih ingat betul bagaimana Bisma merenggut semua yang dimilikinya.
Entah sampai kapan dia dapat bertahan hidup dengan laki-laki itu, semua yang dia lakukan semata-mata demi anak yang berada didalam perutnya.
Dia tidak ingin kelak anaknya bernasib sama seperti dirinya, cukup ibunya dan dirinya yang merasakan pedihnya cacian dan hinaan dari orang disekitarnya.
Bisma baru saja pulang, dia melihat pintu rumahnya yang terbuka, diapun segera masuk sambil mengucapkan salam.
"assalamualaikum." ucap Bisma, namun tidak ada yang menjawab salamnya.
Diapun berjalan masuk mencari Billa, terlihat sosok istrinya itu sedang duduk melamun diruang tengah.
Ternyata perempuan itu sedang melamun sampai-sampai dia tidak mendengar Bisma mengucapkan salam.
Bisma berpikir jika Billa sedang memikirkan tentang dirinya, dia tersenyum memikirkan hal itu.
"kamu lagi apa sayang?" tegur Bisma sambil berjalan menghampiri Billa.
Sontak Billa yang sedang melamunpun tersadar, dia kaget ketika mendengar suara Bisma yang dengan tiba-tiba memanggilnya.
__ADS_1
"kamu?" ucap Billa menggantung.