Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Faktanya


__ADS_3

Semua mata tertuju kearah Veni yang baru saja masuk kedalam ruang pasca melahirkan itu, dengan keponya Veni langsung bertanya.


"apa benar Billa ini anak hasil hubungan gelap mama dengan suami orang? dan bayinya juga sama seperti dia?" tanya Veni berharap ada seseorang yang membenarkan pertanyaannya.


Mama Dinar menunduk, dia sangat malu terhadap anak-anaknya yang kini sudah mengetahui aib dimasa lalunya.


"ya, tapi kamu siapa?" tanya mama Vera melirik Veni sinis.


Veni ingat suara mama Vera, suara yang memaki-maki seseorang dengan kasarnya. Tapi Veni merasa senang karena mendapat bahan untuk memperolok-olok Billa nantinya.


"sudahlah Ven, jangan membahas lagi masalah ini. kejadiannya sudah lama sekali, sepatutnya kita semua bisa melupakannya." ucap om Suryo dengan bijaknya.


"mana bisa, kalian tidak merasakan apa yang saya rasakan selama ini, saya hampir gila setiap hari melihat anak h***m ini, wajah dia selalu mengingatkan saya pada penghianatan yang suami saya lakukan.


Rafael yang baru saja masuk dan mendengar perkataan mamanya langsung menariknya.


"ma, apa mama nggak malu masih membahas soal itu?" bisik Rafael tepat ditelinga mama Vera.


"kenapa mama harus malu? yang ada juga dia yang harusnya malu sudah menggoda suami orang lain." ucap mama Vera sambil menunjuk kearah mama Dinar.


"bukankah kita semua disini sudah bahagia dan memiliki kehidupan masing-masing, cobalah mbak Vera untuk lupakan masalalu. Saya yakin mbak Vera masih memiliki hati yang besar untuk menerima kenyataan." ucap mama Dinar.


"dasar p****r, selama ini kamu hidup dengan bahagia, sedangkan saya menderita harus membesarkan anak h***m kamu, cih." mama Vera membuang ludah sembarangan karena benar-benar sangat muak dengan mama Dinar.


Liona tidak terima melihat ibunya terus menerus dihina sampi akhirnya dia turun tangan dan menjambak rambut mama Vera hingga sanggulnya terlepas.


"tante ini jahat sekali menghina mama terus." ucap Liona yang terus berusaha menarik rambut mama Vera.


Mama Vera terperangah kaget ketika Liona menyerangnya, dia memegangi kepalanya yang sakit akibat jambakkan Liona.


"hey anak kecil, lepaskan saya!" seru mama Vera sambil meringis kesakitan.


"minta maaf dulu sama mama aku!" seru Liona.


"saya nggak sudi, harusnya p****r itu uang minta maaf kepada saya." ucap mama Vera, Liona semakin menjadi-jadi, dia menjambak rambut mama Vera lebih kuat dari sebelumnya.


"aww!"


"Li, loe ngapain sih?" tanya Veni, tapi Liona tidak menggubrisnya.


"pa, Bisma. pisahin!" seru Billa. merekapun mengerti maksud Billa.


Om Ardi memberikan bayi yang sedari tadi dia gendong kepada Billa.


Bisma, om Suryo, om Ardi dan Rafael segeras mendekat kearah mereka dan memisahkan keduanya.


Untung saja dengan mudah mereka bisa melepaskan tangan kecil Liona yang mencengkram kuat rambut mama Vera.

__ADS_1


"dasar anak kurang ajar, apa kamu tidak diajarkan sopan santun oleh orang tuamu?" bentak mama Vera, Liona membalas mama Vera dengan tatapan tajamnya, Liona belum puas memberi pelajaran kepada mama Vera, tapi apa boleh buat, dia harus mengubur keinginannya itu.


"ayo kita bicara diluar!" ucap Bisma, kemudian Rafael membawa mama Vera dan mengikuti Bisma dari belakang.


"maafkan saya dan istri saya pak, Dinar." ucap om Ardi, om Suryo mengangguk, sedangkan mama Dinar hanya diam, mereka merasa canggung terhadap om Ardi, kemudian om Ardipun pergi keluar untuk menyusul istri, anak dan menantunya.


"ma, mama nggak kenapa-napa, kan? tanya Billa.


Mama Dinar menoleh kearahnya, dia baru paham selama ini Billa pasti menderita hidup bersama dengan papa dan ibu tirinya, mama Dinar sangat menyesal telah meninggalkan Billa.


Mama Dinar berhambur kearah Billa dan memeluknya sambil menangis.


"mama kenapa nangis?" tanya Billa.


"maafkan mama nak, mama sudah menelantarkan kamu selama ini dan membuat hidup kamu menderita karena hinaan-hinaan dari mbak Vera."


"nggak apa-apa kok mah, Billa kuat, buktinya Billa bisa bertahan sampai sekarang. Mama nggak usah nangis lagi ya." ucap Billa. Mama Dinar mengangguk dan menyusut air matanya.


"ehh Billa, beneran bayi loe itu hasil dari hubungan loe sama Bisma sebelum menikah?" tanya Veni dengan empuknya.


Billa menunduk malu, enggan memberi jawaban terhadap Veni.


"Ven, diamlah!" bisik om Suryo kepada Veni agar Veni menutup mulutnya, Veni yang mendapat teguran dari sang papa memajukan bibirnya.


"malam sudah semakin larut, mari kita pulang!" seru om Suryo.


"mama menginap disini ya pa, ingin menemani Billa sama bayinya, kasihan mereka kalau ditinggal." ucap mama Dinar.


"Liona juga maa." rengek Liona.


"besok kamu harus sekolah Li, nanti kamu kalau libur ikut mama menginap dirumahnya kak Billa ya!" ucap mama Dinar.


"tapi ma,,," ucap Liona sambil cemberut.


"benar apa yang dikatakan mamamu Liona, masih banyak waktu nanti setelah Billa pulang dari sini, lagian kamu mau tidur dimana sekarang?" tanya om Suryo kemudian.


Akhirnya dengan terpaksa Liona mengikuti papa dan kakaknya untuk pulang, sedangkan mama Dinar mengambil alih sang bayi karena Billa merasa pegal.


"Bill." ucap mama Dinar saat hanya tinggal mereka berdua yang ada diruangan itu.


"kenapa ma?" tanya Billa.


"mama masih tidak percaya kalau kalian melakukannya sebelum menikah. apa yang sebenarnya terjadi?" tanya mama Dinar dengan hati-hati, takutnya Billa merasa tersinggung.


"aku juga nggak sadar waktu itu ma, Bisma memberi aku obat bius." jawab Billa sambil menunduk, sedangkan mama Dinar masih menimang-nimang si bayi.


"apa kalian pacaran sebelumnya? dan sering melalukan hal itu?" tanya mama Dinar lagi.

__ADS_1


"mama nggak percaya sama aku?" Billa balik bertanya.


"...kita nggak pacaran ma, bahkan Billa punya pacar waktu itu, Billa juga nggak cinta sama Bisma." sambung Billa.


"apa kamu menikah karena terpaksa?" tanya mama Dinar.


"ya." jawab Billa singkat.


"tapi apa benar kamu tidak mencintai Bisma?" tanya mama Dinar.


"ya, awalnya Billa sangat membenci Bisma karena dia sudah melakukan hal itu, sampai akhirnya papa terkena serangan jantung dan memaksa Billa untuk segera menikah sebelum perut Billa semakin membesar." jawab Billa.


"...tapi entah sejak kapan Billa terbiasa dengan adanya Bisma, Bisma sangat baik sama Billa ma, meskipun Billa sering marah-marahin dia, dia tetep sabar menghadapi Billa." sambungnya.


"tapi apa kamu bahagia dengan kehidupan kamu sekarang Bill?" tanya mama Dinar.


"Billa sangat bahagia sekarang ma, karena kesalahan yang Bisma lakukan, lahirlah bayi lucu ini." ucap Billa, dia tersenyum lalu mengelus pipi kecil si bayi.


Sedari tadi Bisma mendengarkan percakapan mereka dibalik pintu berkaca itu, dia tersenyum senang saat Billa mengatakan bahwa dia bahagia bersama dengan Bisma.


Bukankah itu suatu keajaiban?


Bismapun membuka pintu ruangan itu, sontak mama Dinar dan Billa menoleh kearahnya.


"Bisma, mana mama sama papa?" tanya Billa.


"mereka udah pulang Bill, kasihan mama Vera sampai serak gara-gara kebanyakan teriak tadi." jawab Bisma sambil terkekeh.


"ohh." Billa hanya ber-oh ria.


"kasihan sekali mbak Vera." ucap mama Dinar.


"oh iya, ayo kita makan! aku beli nasi goreng sama sate tadi didepan." ucap Bisma sambil menunjuk bungkusan yang dibawanya.


Bisma memberikan satu bungkus nasi goreng pada mama Dinar, mama Dinarpun langsung memakannya disofa yang ada diruangan itu.


Sedangkan Bisma menyuapi Billa makan, Billa tidak bisa melakukannya sendiri karena sedang menggendong bayinya.


"kamu nggak makan?" tanya Billa masih dengan mulut yang penuh dengan nasi.


"nanti habis kamu makan baru aku makan." jawab Bisma.


Mama Dinar yang melihat keharmonisan mereka tidak menduga jika diawal pernikahan mereka tidak berjalan dengan baik, tapi mama Dinar bersyukur karena ada seorang laki-laki baik hati yang tulus mencintai anaknya yang selama ini dia telantarkan.


***


hai readers, jangan lupa likenya ya...

__ADS_1


Kritik dan saran sangat author butuhkan, agar author tau letak kekurangannya dimana, siapa tau aja bisa meningkatkan likers sama viewersnya...


Oh iya, baca juga novel kedua author yang diposting di novel toon, judulnya HATI YANG TERBENGKALAI, baru beberapa episode, siapa tau aja readers suka dan berkenan membacanya, terimakasih banyak author ucapkan.


__ADS_2