Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
kebohongan Bisma


__ADS_3

Billa baru saja selesai membersihkan diri dan berdandan, dia berdiri tepat didepan cermin.


Dia memperhatikan setiap lekuk tubuhnya, dia terlihat sangat gendut menurutnya.


Dia berfikir apa Bisma akan tetap mencintainya dengan bentuk tubuhnya yang tidak beraturan seperti itu?


Billapun menghembuskan nafasnya asal memikirkan hal itu.


Bip... Bip...


Terdengar ada chat yang masuk, Billa segera meraih ponselnya.


Ternyata ada satu voice note dari Bisma, Billapun langsung membukanya.


'Sayang! Maafin aku, ya! Aku nggak jadi pulang ke Bandung hari ini. Soalnya ada perpanjangan kontrak kerja. Mungkin minggu depan aku baru pulang. Kamu yang sabar ya.'


Terdengar suara Bisma yang serak basah.


Seketika kaki Billa terasa lemas mendengar itu, tanpa sadar matanya mulai memerah, dia benar-benar tak sanggup jika harus menahan perasaan aneh ini terlalu lama lagi.


Dia merasa marah, namun marah terhadap siapa? Siapa yang harus disalahkan? Takdir? Takdir tak sejahat itu, dia masih punya hati nurani untuk membiarkan insannya berbahagia. Hanya saja waktu yang indah itu belum tepat.


Tapi ya sudahlah, biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan, Billapun tidak bisa memaksakan kehendaknya.


Billa berusaha untuk tidak perduli dengan apapun yang berhubungan dengan Bisma.


Dia berfikir jika dia bisa hidup sendiri tanpa adanya Bisma disampingnya.


***


Bisma sangat tidak sabar akan kembali bertemu dengan istrinya yang selama dua minggu terakhir ini dia tinggalkan sendirian dirumah.


Bisma dan beberapa temannya baru saja mendarat dibandara Husein Sastranegara, mereka akan segera menuju kantor untuk membawa motor lalu pulang kerumah masing-masing.


Sebenarnya Bisma memang jadi pulang hari ini, tidak ada yang namanya perpanjangan kontrak, dia sengaja mengirim voice note seperti itu untuk freng Billa.


Dia hanya ingin membuat kejutan untuk perempuan itu, mana mungkin Bisma dapat menahan lebih lama lagi rasa rindu dihatinya?


Bismapun memutuskan untuk segera pulang, tanpa menunggu teman-temannya yang menghampiri beberapa karyawan lain.


***

__ADS_1


Billa terlihat sangat kecewa dengan batalnya kepulangan Bisma, dia duduk melamun dimeja makan sambil memperhatikan makanan yang sudah cape-cape dia masak.


Dia berfikir apa makanan sebanyak itu bisa dia habiskan sendirian?


Dia merasa semua yang dia lakukan sama sekali tidak ada faedahnya.


Tok... Tok... Tok...


Terdengar suara pintu rumah yang diketuk, lamunannyapun membuyar karena suara itu


"Siapa?" Gumam Billa pelan.


Tok... Tok... Tok...


Pintu itu kembali diketuk seseorang.


"Iya sebentar!" Seru Billa dengan kencang agar orang itu bisa mendengar.


Billapun segera beranjak dan mulai melangkah dengan malas-malasan untuk membukakan pintu.


Krek!


"Assalamualaikum sayang." Ucap Bisma sambil tersenyum kearah Billa.


Billa merasa sangat kaget dengan apa yang dia lihat dihadapannya.


Dia menatap Bisma dengan tatapan yang sullit diartikan tanpa mengucapkan satu patah katapun.


Dadanya terasa sangat sesak, matanya seketika memerah mendapati Bisma yang berada dihadapannya.


Entah apa yang dia rasakan saat ini, apa dia harus senang atau marah?


Billa senang karena ternyata Bisma sekarang ada dihadapannya, diapun marah karena Bisma sudah membohonginya untuk tidak pulang hari ini.


Dia bingung harus bersikap seperti apa kepada Bisma.


Dia tidak bisa mengekspresikan perasaannya baik lewat kata-kata ataupun lewat tindakan.


Billa sangat tak kuasa menahan air matanya, sedetik kemudian dia melangkahkan kakinya kebelakang dan berlari memasuki rumah.


Dia tak ingin Bisma melihat air matanya dan mengetahui apa yang dia rasakan.

__ADS_1


"Sayang! Kamu kenapa?" Tanya Bisma ketika Billa berlalu.


Bisma merasa sangat bingung dengan sikap Billa, dia segera menyusul Billa masuk kedalam rumah.


Ternyata perempuan itu pergi kedapur dan terlihat dia sedang duduk dikursi meja makan sambil menunduk.


Bisma segera menghampirinya dan duduk dikursi sebelahnya.


"Sayang, kamu kenapa lari? Kamu nggak kangen sama aku?" Tanya Bisma, dia bisa melihat mata Billa yang memerah.


Billa tak menjawabnya, dia merasa sangat sebal karena Bisma berani membohonginya.


"Padahal aku kangen banget lho sama kamu." Lanjut Bisma.


"Kamu jahat Bisma, kamu bohongin aku." Balas Billa akhirnya.


Bisma tersenyum mendengar penuturan Billa, dengan itu Bisma sangat yakin jika Billa juga sangat merindukannya.


"Aku minta maaf, aku cuma mau kasih kejutan buat kamu." Balas Bisma.


"Tapi itu nggak lucu." Ucap Billa dengan Bibir yang sengaja dimayunkan ketika mengucapkan kata lucu.


Bisma semakin melebarkan senyumnya, dia sangat rindu dengan wajah Billa yang seperti itu.


"Iya aku tau aku salah udah bohongin kamu. Aku minta maaf. Tapi kamu seneng nggak aku udah ada disini sekarang?" Tanya Bisma kemudian.


Billa membuang muka mendapat pertanyaan seperti itu, dia bingung harus menjawabnya seperti apa.


"Disana aku nggak bisa hidup tenang Bill, bayangan kamu selalu aja menghantui fikiran aku." Ucap Bisma.


"Kamu fikir aku hantu?" Tanya Billa sewot.


Bisma tertawa mendengar perkataan Billa, apalagi dengan ekspresinya yang seperti itu.


Tanpa sadar Billa tersenyum melihat Bisma tertawa seperti itu.


"Kamu nggak kangen sama aku?" Tanya Bisma setelah berhenti tertawa.


Billa semakin gelagapan, dia berfikir untuk segera mengalihkan permbicaraan.


"Kamu makan tuh! Aku udah masak."

__ADS_1


__ADS_2