
Gelar sarjana akhirnya diberikan kepada Bisma. Dia lulus dengan nilai terbaik tahun ini.
Dia begitu senang mendapat kabar ini.
Tak perlu menunggu lama, berkat prestasi yang Bisma raih dia ditawari pekerjaan dengan posisi yang cukup baik dibeberapa perusahaan ternama dikota ini.
Bisma sedikit bingung harus mengambil tawaran yang mana, semua posisi begitu menjanjikan.
Akhirnya setelah berfikir panjang dan meminta saran dari Morgan Bismpapun mengambil keputusan untuk memenuhi panggilan dari salah satunya.
***
Seperti biasa, suasana kantin sangat sesak ketika jam istirahat seperti ini.
Billa berjalan ditengah keramaian itu. Dia mencoba menerobos kerumunan karyawan yang berlalu-lalang hanya untuk sekedar mendapatkan satu box nasi.
Tiba-tiba saja dirinya tak sengaja menyenggol seseorang.
"Aww." Seru Billa sambil memegangi bahunya yang terasa ngilu.
"Ehh, maaf maaf!" Ucap laki-laki itu reflek.
Laki-laki itupun merasa kaget karena tak sengaja telah menyenggol seseorang.
Laki-laki itu merasa sangat bersalah.
Billa sedikit menoleh kearah laki-laki itu.
Seketika matanya membulat mengetahui orang yang berada dihadapannya itu ternyata adalah Bisma.
Orang dimasa lalunya yang selama ini berusaha untuk dia lupakan.
Billa tak menduga, bagaimana mungkin Bisma bisa sampai disana?
"Bill?" Ucap Bisma menggantung.
Bismapun terlihat sangat kaget, dia tak berkedip ketika menatap Billa yang saat ini berada dihadapannya.
Apa ini mimpi? Bertahun-tahun dia mencari Billa namun tak kunjung bertemu.
Tapi sekarang dan tanpa sengaja dia dipertemukan kembali dengan perempuan itu.
Ingin rasanya Bisma memeluk Billa, untuk melepas semua kerinduan yang selama ini dia rasakan.
Dia fikir jika jodoh tak akan kemana. Bisma tersenyum sebelum akhirnya dia berkata.
"Kamu kemana aja? Aku cari kamu selama ini." Ucap Bisma kemudian.
Billa terdiam, dia masih sedikit kaget.
Dia melihat Bisma yang berpakaian sangat rapih. Berbeda jauh dengan dirinya.
Seketika Billa merasa malu, dia begitu terlihat lusuh dengan kemeja putihnya. Sedangkan Bisma, dia terlihat tampan dengan kemeja batik yang dia kenakan.
Billa merasa sangat minder dan tak percaya diri. Dia merasa tidak pantas untuk sekedar berbincang dengan laki-laki itu.
Dia segera melangkahkan kakinya dan meninggalkan Bisma tanpa memberi jawaban padanya.
"Bill tunggu!" Seru Bisma, namun Billa sudah tak terlihat lagi, dia hilang ditengah orang-orang yang berlalu-lalang.
Bisma berusaha untuk mencari Billa ditengah kerumunan karyawan, namun perempuan itu sudah tak terlihat lagi.
__ADS_1
Dia ingin meminta penjelasan sejelas-jelasnya atas menghilangnya Billa selama ini.
Apa salah gue sampai dia coba buat menghindar dari gue?
Bisma sangat menyesali hal itu, mengapa dia baru mengetahui jika Billa juga bekerja diperusahaan yang sama dengannya.
Dia berfikir untuk mencari tau semua tentang Billa melalui datanya diperusahaan ini.
***
Sepulang bekerja Bisma menunggu Billa digerbang utama perusahaan itu, namun sosok yang dia cari tak kunjung datang.
Dia hanya ingin sekedar mengajaknya berbincang-bincang dan pulang bersama. Dia ingin kembali dekat dengan perempuan itu.
Sangat sulit menemukan satu orang diantara ratusan karyawan.
Bagaikan mencari jarum dalam jerami.
Bisma terus menunggu, dia sama sekali tak merasa bosan, dia benar-benar tak sabar untuk kembali bertemu dengan perempuan itu.
Dia sangat merindukan sosok perempuan itu, rindu akan senyum manis dari bibirnya yang membuat hati Bisma bergetar.
Perasaannya tak pernah berubah meski telah bertahun-tahun mereka tak dipertemukan, justru perasaannya semakin menggebu.
Haripun sudah mulai petang.
Sudah tak terlihat lagi karyawan yang keluar dari dalam sana.
Bismapun memutuskan untuk pulang saja, dia berfikir untuk menemuinya besok.
***
Langit sore semakin terlihat memerah, burung-burung mulai berterbangan menuju singgasananya.
Dia berjalan gontai menuju kontrakannya.
Billa tertegun melihat seorang laki-laki yang bersender pada dinding didepan gang menuju kontrakannya.
Seketika matanya membulat, kakinya terasa gemetar, dadanya begitu sesak, otaknya kembali mengingat memori yang telah susah payah dia buang jauh-jauh.
Laki-laki itu adalah Dicky, bagaimana dia bisa sampai sini?
Dicky menoleh kearah Billa yang tengah berdiri mematung tak jauh dari tempatnya.
Dia segera menghampiri Billa
"Hai, udah lama ya kita nggak ketemu." Ucap Dicky.
Billa tak bergeming, dia masih percaya tak percaya dengan laki-laki yang berada dihadapannya saat ini.
"Gimana kabar kamu?" Tanya Dicky kemudian.
Billa menghela nafas panjang, dia mencoba untuk tetap tenang dan bersikap sewajarnya.
"Mau apa kamu kesini?" Billa balik bertanya, dia sedikit buang muka.
"Aku cuma mau minta maaf sama kamu. Setelah aku instrofeksi diri sekian lama, akhirnya aku sadar ternyata aku yang salah. Selama ini aku hidup dalam ketidak tenang, semua masalah itu terus menghantui fikiran aku." Ucap Dicky, dia berkata sambil menundukkan kepalanya, dia merasa malu tehadap dirinya sendiri.
"Udahlah Ky, nggak usah bahas tentang itu lagi. Aku udah maafin kamu. Selama ini aku udah berusaha lupain masalalu. Aku sekarang berhasil melanjutkan hidup aku. Dan aku mohon sama kamu, jangan ganggu hidup aku! Jangan muncul lagi dihadapan aku. Aku udah bahagia." Ucap Billa dengan tegas.
Billa mengulang perkataan Dicky yang dulu pernah dia katakan kepada Billa.
__ADS_1
"Tapi Bill, aku bener-bener nyesel. Selama bertahun-tahun aku coba buat lupain semuanya, tapi sampai sekarang hidup aku masih dibayang-bayangi rasa bersalah." Ucap Dicky.
Billa terdiam, dia benar-benar membuang muka, mencoba untuk tidak menatap kearah Dicky.
Dia tak ingin rasa cinta yang dulu pernah dirasakannya kembali menjelma.
Dia tak sanggup untuk memungkiri jika setitik perasaan itu masih tersisa dihatinya.
"Aku mohon sama kamu, kita perbaiki kesalahan dimasa lalu, kita mulai hidup baru. Terima aku kembali." Ucap Dicky.
Billa membulatkan matanya mendengar ucapan Dicky.
"Apa? Semudah itu kamu bilang? Kamu nggak pernah tau seberapa banyak air mata yang udah aku buang sia-sia cuma buat nangisin kamu." Ucap Billa dengan nada tinggi.
"Sekarang dengan mudahnya kamu bicara kaya gitu? Maaf aku nggak bisa!" Ucap Billa.
Sedetik kemudian dia melangkahkan kakinya untuk pergi menjauhi Dicky.
"Tapi, Bill aku bener-bener nyesel!" Teriak Dicky, namun Billa sudah terlanjur menjauh.
Dicky menatap kepergian Billa dengan pilu.
Dia fikir dia memang pantas mendapat perlakuan seperti ini atas apa yang sudah diperbuatnya dulu.
'Aku akan berusaha buat kamu percaya lagi sama aku. Aku akan memperbaiki semua kesalahan yang aku lakuin dulu.' Ucap Dicky dalam hati.
Dicky memang sudah banyak berubah, pengalaman hidup telah mengajarkannya menjadi orang yang dewasa dan lebih baik.
Dia benar-benar ingin menebus semua kesalahannya dimasa lalu.
Dia tak ingin menyia-nyiakan lagi orang yang dia cintai.
Dickypun memutuskan untuk pulang dan menemui perempuan itu dilain waktu.
***
Billa membantingkan tubuhnya keatas kasur asal, dia merasa sangat lelah.
Dia sangat tak menyangka hari ini dua orang dimasalalunya kembali muncul.
Dengan susah payah dia melupakan semua yang telah terjadi tapi kenapa dengan mudahnya mereka kembali hadir dikehidupannya?
Sungguh dia masih ingat betul bagaimana Dicky memperlakukannya dengan kasar ketika kematian Felly bahkan setelahnya.
Dan kenapa dengan mudahnya tadi Dicky bilang ingin memperbaiki semuanya?
Tak terasa air matanya mulai menetes mengenai pipinya.
Kenapa satu persatu orang dimasa lalu itu kembali lagi dalam hidupku?
Kenapa dia datang dan pergi sesuka hatinya?
Apa Dicky sekarang sudah benar-benar berubah?
Apa yang dia katakan tadi memang sungguh-sungguh kata hatinya?
Memang tak bisa dipungkiri Tuhan, mulutku boleh berkata jika aku sudah bisa melupakannya, tapi jauh dilubuk hatiku yang paling dalam masih tersimpan rasa cinta untuknya.
Ya Allah, kuatkanlah hati ini, teguhkanlah pendirianku agar aku tak ingin kembali terjebak dalam kesalahan masalalu.
__ADS_1
***