Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Felly yang kembali sakit


__ADS_3

Dicky berjalan tergesa-gesa menuju ruang UGD, dia benar-benar panik, dari kejauhan mereka melihat ibu Felly yang sedang mondar mandir tak karuan.


Merekapun segera menghampirinya.


"Felly mana tante?" Tanya Dicky.


"Felly ada didalam, dia lagi ditangani sama dokter." Jawab wanita paruh baya itu.


"Apa yang terjadi tante sampai Felly bisa masuk rumah sakit?" Tanya Billa.


"Dari tadi pagi dia ngeluh pusing sama sakit, tante ajak dia kerumah sakit tapi dianya nggak mau. Dan akhirnya dia nggak sadarkan diri." Jawab Tante Valen disela isakannya, dia sangat mencemaskan anak semata wayangnya itu.


"Tante yang sabar ya! Kita do'ain yang terbaik buat Felly." Ucap Billa sembari memeluk Tante Valen.


Dicky terlihat begitu gelisah, dia duduk disalah satu kursi yang ada disana.


Billa yang melihat itu tidak berani untuk mendekat ataupun bertanya.


Hatinya terlalu sakit untuk menerima kenyataan.


Tak berapa lama berselang seorang suster keluar dari ruang UGD.


Dicky langsung menyerbunya dengan pertanyaan.


"Sus, gimana keadaan Felly? Dia baik-baik aja kan sus?" Tanya Dicky cemas.


"Gimana keadaan anak saya?" Tanya Tante Valen.


"Kondisi pasien masih kritis dan belum sadar, kami akan melakukan kemo yang ke 4 setelah dia sadar nanti." Jawab suster muda itu.


"Apa kita boleh menemui dia sekarang?" Tanya Dicky.


"Untuk saat ini belum. Nanti kalau pasien sudah dipindahkan ke ruang rawat inap baru kalian bisa menengoknya." Jawab suster itu dengan ramah.


"Saya permisi, saya akan mempersiapkan alat kemoterapi, dokter sudah menunggu." Pamit suster itu.


Tangis Tante Vallen semakin menjadi-jadi, dia terlihat sangat terpukul dengan keadaan seperti ini.


Billa hanya bisa mengusap pundak tante Vallen, menenangkannya dengan cara itu.


***


Setelah semalaman ada diruang UGD dan menjalani beberapa tahapan, akhirnya Felly dipindahkan keruang rawat inap.


Billa memutuskan untuk pulang dari magrib tadi karena khawatir ibu tirinya akan marah.

__ADS_1


Sebenarnya dia sangat ingin menemani Felly disaat seperti ini.


Namun apa daya, dia hanya bisa mendo'akan Felly dari kejauhan.


***


Diruang rawat inap, terlihat Felly yang sudah sadarkan diri, sedangkan ibunya sedang mencari makan diluar.


"Kamu kenapa sayang? Apa yang sakit?" Tanya Dicky, dia menatap Felly dengan cemas.


"Aku nggak apa-apa kok, aku kuat. Asal selalu ada kamu disamping aku." Ucap Felly yang berusaha untuk tersenyum.


Dalam keadaan seperti ini kamu masih bisa bilang kaya gitu Fell? Ucap Dicky dalam hati.


Dicky semakin kagum kepada perempuan itu, dia begitu tegar menghadapi penyakitnya.


Dia merasa cintanya semakin bertambah besar terhadap Felly.


Dicky mulai meraih tangan Felly yang terlihat lemas.


"Aku akan berusaha untuk selalu ada disisi kamu." Ucap Dicky kemudian.


Felly tersenyum mendengar hal itu, wajahnya terlihat sangat pucat.


Walau seluruh badannya terasa sakit dia berusaha memberikan senyum terbaiknya untuk Dicky.


"Nggak, aku mau nemenin kamu aja disini." Jawab Dicky.


"Makasih ya sayang, aku merasa aku adalah orang yang paling beruntung karena dicintai dengan tulus sama orang yang aku sayang." Ucap Felly.


Dicky mengusap rambut panjang Felly dengan lembut, entah kenapa dia merasa sangat takut akan kehilangannya.


Dia belum berfikir bagaimana hidupnya nanti tanpa kehadiran Felly yang selalu memberi warna baru disetiap harinya.


***


Satu minggu berlalu, Billa mencoba untuk menemui Dicky, namun Dicky seolah menghindari dirinya. Dia menggantungkan hubungannya dengan Billa


Dia merasa hubungannya sudah berada diujung tanduk, dia seperti orang gila mengharap cinta Dicky kembali.


Mengharap cinta Dicky kembali bagai pungguk merindukan bulan.


Dengan beberapa pantangan dan larangan akhirnya Felly diizinkan pulang dari rumah sakit, keadaannya sedikit lebih baik dari kemarin.


Dia sengaja tidak memberi tahu Dicky akan hal itu. Dia akan memberi kejutan ulang tahun untuk Dicky dihari spesial ini.

__ADS_1


Felly berencana akan menemuinya rumahnya sore ini.


***


'Ky, tolong temui aku sekali ini aja. Ada sesuatu yang mau aku bicarakan sama kamu. Aku tunggu kamu digerbang sekarang.'


Billa mengirim pesan singkat itu kepada Dicky.


Billa menunggu Dicky didepan gerbang rumahnya, dia hanya ingin meminta penjelasan dan kepastian akan hubungan mereka.


Aku harus siap menghadapi apapun yang akan terjadi nanti. Fikir Billa.


Dia berharap Dicky akan datang.


Tak beselang lama terlihat Dicky yang berjalan menghampiri Billa.


"Ada apa?" Tanya Dicky dengan wajah tanpa dosa.


Baru saja dia melihat Dicky hatinya sudah terasa sakit, entah perasaan apa yang akan dia dapat ketika mendengar kenyataan pahit darinya.


"Kamu masih tanya ada apa Ky?" Tanya Billa, matanya terlihat memerah.


Dicky tak menjawab.


"Kamu sadar nggak sih kalau hubungan kita ini kamu gantung?" Tanya Billa sedikit berteriak.


Dicky terdiam, dia merasa apa yang dikatakan Billa itu benar.


"Aku kecewa Ky sama kamu, aku bener-bener nggak nyangka kamu bisa berubah segampang ini." Ucap Billa.


"Aku minta kamu bahagiain Felly itu karena aku percaya sama kamu. Aku nggak pernah berfikir kamu akan sakiti aku. Tapi kenyataannya lain, KAMU HIANATIN AKU." Teriak Billa tak karuan.


Dicky terus terdiam.


"Sekarang jawab pertanyaan aku dengan jujur. Apa kamu cinta sama Felly?" Tanya Billa kemudian.


Walaupun dia sudah tau apa jawbannya, namun dia ingin mendengarnya langsung dari mulut Dicky.


"Maafin aku Bill, aku juga nggak tau kenapa perasaan ini ada dihati aku. Aku nggak bisa bohong sama kamu, sama diri aku sendiri. Aku memang jatuh cinta sama Felly. Cinta itu datang karena aku terbiasa sama-sama sama Felly." Jawab Dicky dengan jujur.


Seketika air mata Billa jatuh membasahi pipi cabinya, cinta yang dia genggam selama ini kini benar-benar telah terlepas.


Dia tak bisa membendung air matanya lagi, dia menangis sejadi-jadinya dihadapan Dicky.


Dicky sama sekali tak membantunya untuk mengusap air matanya, karena perasaan cintanya kepada Billa telah mati.

__ADS_1


"Kamu jahat Ky! Aku nggak sangka kamu nyakitin aku kaya gini, Aku bener-bener nyesel udah minta kamu jadian sama Felly." Ucap Billa disela tangisnya.


***


__ADS_2