Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Billa merasa Kecewa


__ADS_3

Tepat pukul 10 pagi, Bisma sampai di restoran yang dimaksud orang itu, dia sedikit celingukkan untuk mencarinya.


'apa dia belum sampai?' tanya Bisma dalam hati.


Bismapun mencoba mengirim pesan pada orang itu untuk menanyakan keberadaannya.


'saya sudah sampai di restoran yang ibu maksud, ibu sudah sampai mana?' tulis Bisma pada orang itu.


Ting...


Tak berselang lama terdengar notif balasan.


'saya sudah ada didalam. Masuklah! Saya dimeja nomor 11' balas orang itu, tanpa berpikir panjang Bismapun langsung masuk kedalam dengan langkah yang mantap.


Terlihat seorang perempuan yang sedang duduk sambil menghadap membelakangi Bisma dimeja nomor 11.


Bisma mengerutkan keningnya melihat ibu Dinar dari arah belakang.


'apa ibunya semuda itu?' pikir Bisma.


Diapun melangkahkan kakinya menghampiri orang itu.


"permisi, bu!" Tegur Bisma.


Sontak orang itu menoleh kearah Bisma.


"loe?!" seru Bisma kaget ketika melihat orang itu ternyata adalah Veni, bukan ibunya.


Veni tersenyum sinis melihat ekspresi Bisma.


"ya, kenapa loe kaget kaya gitu?" tanya Veni menyeringai.


"kenapa loe ada disini? Mana ibu loe?" tanya Bisma.


"eits, tenang dong, santuy. Mendingan loe duduk dulu disini, rileks!" ujar Veni dengan nada santainya.


Bismapun duduk disebrang kursi Veni.


"ok, kita to the poin aja. Mana nyokap loe?" tanya Bisma dengan tatapan mengintrogasinya.


"buat apa loe mau ketemu mama? Loe terlihat seperti orang bodoh cari-cari mama gue." jawab Veni yang malah balik bertanya.


"loe nggak perlu tau apa urusan gue, jadi, dimana nyokap loe sekarang?" tanya Bisma sekali lagi.


Veni menyunggingkan ujung bibirnya sambil melipat kedua tangannya didada.


"loe pikir gue bakalan temuin kalian berdua tanpa gue tau apa tujuan loe yang ngebet banget ketemu sama mama gue? Kalau ternyata loe itu orang jahat yang berniat nggak bener sama mama gue gimana?" ucap Veni kemudian.


Bisma mengusap wajahnya dengan telapak tangannya.


'ternyata perempuan ini bohongin gue.' pikir Bisma.


"ok, sekarang gini deh. Loe coba kasih tau gue apa yang mau loe sampaikan sama mama. Nanti biar gue yang kasih tau mama soal itu." ucap Veni.


"gue butuh ketemu langsung sama nyokap loe, loe nggak tau seberapa pentingnya gue ketemu sama dia sekarang." balas Bisma.


"kalau loe masih bersikeras dengan pendirian loe buat nggak kasih tau gue tujuan loe, gue jamin loe nggak akan pernah ketemu sama nyokap gue sampai kapanpun!" tegas Veni dengan raut wajah yang serius.


Bisma sedikit bingung, apa dia harus memberitahu perempuan itu tentang apa yang sebenarnya Bisma rencanakan.

__ADS_1


Bisma merasa jika perempuan itu sangat tidak penting untuk mengetahui semua urusannya, Bismapun sedikit memutar otak untuk mengelabuinya.


"ok, jadi gini. Kakak gue lagi ngidam, dia pengen banget ketemu sama ibu Dinar setelah mereka ketemu dibioskop waktu itu." ucap Bisma dengan alasannya yang sedikit konyol.


"hah? Hahaha :D" Veni tertawa mendengar perkataan Bisma.


***


Billa terlihat sedang mengantri untuk sekedar mendapatkan makanan siap saji yang dia inginkan.


Restoran itu lumayan ramai dengan pengunjung, semua meja hampir terisi penuh oleh orang-orang yang kelaparan dan mengidamkan makanan tanpa harus repot-repot mereka memasak.


Deg!


Tak sengaja mata Billa menangkap suatu pemandangan yang sangat janggal ketika memperhatikan meja-meja yang ada.


Dia melihat suaminya yang sedang berbincang dengan seorang perempuan disalahsatu meja yang ada disana.


Seketika kakinya terasa lemas, dadanya terasa sesak, matanyapun terlihat memerah dan berkaca-kaca.


Dia berharap jika yang dia lihat saat ini adalah sebuah kesalahan.


'ternyata Bisma bohongin aku, dia nggak kerja hari ini, tapi dia berkencan dengan perempuan lain.' ucap Billa dalam hati.


***


Bisma melihat Veni dengan tatapan aneh.


"kenapa loe ketawa? Disini nggak ada yang lucu." ucap Bisma sinis.


"ternyata gue cuma buang-buang waktu berhadapan sama loe. Ini bener-bener nggak penting!" balas Veni, diapun segera beanjak dari duduknya dan hendak berlalu.


Bisma yang melihat itu reflek menarik tangan Veni agar perempuan itu tidak pergi begitu saja, Bisma belum mendapatkan apa yang dia inginkan, dia harus membereskan masalah ini hari ini juga.


"loe mau kemana? urusan kita belum selesai." ucap Bisma dengan tatapan tajamnya.


Veni yang ditatap seperti itu terlihat gugup sendiri, dia bisa melihat dengan jelas sorot mata Bisma memancarkan suatu sinar yang dia sendiripun tidak dapat mengartikannya.


Veni menelan ludahnya kasar ketika Bisma mendekatkan wajahnya kearah Veni, Veni semakin salah tingkah dibuatnya, detak jantungnya terdengar lebih cepat dari sebelumnya.


"loe harus temuin gue sama nyokap loe hari ini juga!" ucap Bisma lirih.


Veni semakin gelagapan dibuat olehnya.


Astaga!


Billa terus berdiri mematung sambil memperhatikan kearah mereka.


Hatinya semakin sakit ketika Bisma dengan sengaja memegang tangan perempuan itu.


Tatapan Bisma kepada perempuan itu yang sulit diartikan membuat Billa patah hati.


Entah apa yang merasuki pikirannya, dia sangat tidak terima jika Bisma menghianatinya dengan cara seperti ini.


Kakinya terasa lemas, hingga untuk sekedar berjalanpun rasanya sulit.


'ternyata ini yang dia lakukan dibelakang aku. Kenapa aku berpikir kalau dia cinta sama aku?' ucap Billa dalam hatinya, tanpa terasa satu tetes cairan bening itu keluar juga dari matanya.


Entah apa yang mereka bicarakan, Billa tidak bisa mendengarnya karena jaraknya yang lumayan jauh.

__ADS_1


"gue nggak bakalan temuin kalian. Loe itu orang nggak jelas, gue saranin loe jangan cari-cari mama gue, apalagi cuma buat alasan loe yang nggak penting itu." ucap Veni kemudian.


"mungkin buat loe itu nggak penting, tapi buat gue ini sangat penting. Gue butuh ketemu sama nyokap loe." balas Bisma.


"nggak bisa, nyokap gue itu orang sibuk! Dia jarang pulang." balas Veni.


"gue nggak percaya sama loe, loe itu cewe pembohong. Gue bakalan nunggu nyokap loe dirumah loe sampai dia balik." ucap Bisma.


"oh ya? Coba aja kalau bisa, gue jamin loe nggak akan pernah ketemu sama nyokap gue."


Bisma sangat tak habis pikir ketika berhadapan dengan perempuan seperti Veni, baru kali ini dia bertemu dengan perempuan menyebalkan dan keras kepala.


"sebenernya apa masalah loe sama gue sampai loe segitunya nggak kasih gue ketemu sama nyokap loe?" tanya Bisma.


Veni menjadi bingung sendiri untuk menjawab pertanyaan dari Bisma, benar juga yang Bisma katakan, untuk apa juga dia melarang mereka bertemu?


Toh nggak ada untungnya juga untuk Veni, tapi Veni segera menepis pikirannya itu, dia harus tetap dengan pendiriannya.


Diapun sedikit penasaran dengan laki-laki yang baru dua kali ditemuinya itu.


"udahlah, gue banyak urusan yang jauh lebih penting daripada berhadapan sama loe." ucap Veni, diapun langsung pergi sebelum Bisma kembali menahannya.


Veni sengaja menghindari Bisma agar Bisma tidak mengintrogasinya lebih lama lagi.


"hey!" seru Bisma saat melihat kepergian Veni.


Diapun berusaha untuk menyusulnya.


Billa melihat perempuan itu yang berjalan melewatinya, Billa terus memperhatikannya hingga dia keluar dari restoran.


Deg!


Bisma juga tak sengaja melewati Billa yang sedang berdiri mematung sambil menatap kearahnya dengan tatapan yang sulit diartikan.



"Bill?" ucap Bisma reflek.


Bisma sangat kaget ketika melihat Billa yang juga berada disana.


Bisma melihat mata Billa yang memerah, dia langsung mendekat kearahnya, dia merasa sesuatu yang buruk telah terjadi kepada istrinya itu.


Billa sangat muak ketika melihat wajah Bisma, diapun segera berlari untuk menghindari Bisma yang sudah berhasil mencabik-cabik hatinya.


"Bill, tunggu!" seru Bisma.


Namun Billa sudah terlanjur menjauh.


'pasti dia salah paham.' ucap Bisma dalam hati, diapun langsung pergi untuk menyusul Billa.


***


Billa terus berjalan menyusuri trotoar jalan sambil sesekali menyusur air matanya, dia tak tau apa yang harus dia lakukan. Dia bingung dengan perasaan dihatinya.


'kenapa kamu hianati aku Bis? Kamu bilang kamu cinta sama aku, tapi kenyataannya berbeda. Aku emang bodoh! Nggak mungkin ada orang yang bener-bener cinta sama aku. Aku memang nggak pantas buat dicintai. Aku menjijikan.' ucap Billa dalam hati.


'kamu harus kuat Bill, kamu pernah lewatin masalah yang lebih menyedihkan dari ini, ini bukan apa-apa buat kamu, pasti kamu juga bisa lewatin ini semua.'


Bisma setengah berlari mengejar Billa, dia yakin jika hati istrinya itu sedang terluka.

__ADS_1


"Bill!" seru Bisma, namun Billa tak menghiraukannya.


Bisma dengan sengaja menghalau jalan Billa hingga langkah perempuan itu terhenti.


__ADS_2