Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Bisma memang menyebalkan


__ADS_3

Malam berlalu dengan sangat cepat, tanah masih terlihat basah akibat hujan semalam, mataharipun masih malu-malu untuk menampakkan diri.


Billa baru saja pulang dari warung untuk membeli ayam, dari kejauhan dia melihat Bisma yang sedang berdiri didepan gerbang rumah, entah apa yang sedang dia lakukan disana, Billa sama sekali tidak perduli, dia masih sangat kesal dengan kelakuan Bisma yang selalu saja mengganggu dirinya.


Bisma yang menyadari kepulangan Billa langsung menegurnya.


"sayang, kenapa nggk kasih tau aku kalau mau kewarung? Akukan bisa antar kamu tadi." ucap Bisma saat Billa ada dihadapannya.


"aku sebel sama kamu." balas Billa, dia langsung berlalu tanpa memperdulikan Bisma yang kebingungan.


"ehh sayang, kamu kenapa?" tanya Bisma sedikit berteriak karena Billa sudah menjauh.


Bismapun tak tinggal diam, dia segera pergi menyusul Billa masuk kedalam rumah.


***


Ternyata perempuan itu sudah berada didapur, terlihat Billa yang sedang memotong ayam yang tadi dibelinya.


Bismapun menghampirinya.


"sayang, kamu jangan sebel dong sama aku. Aku minta maaf, aku cuma berusaha hibur kamu biar nggak sedih terus."ucap Bisma.


Billa tak menggubris perkataan Bisma.


"maafin aku ya." ucap Bisma dengan wajah melasnya, tapi Billa masih tidak menggubrisnya.


Bisma terdiam, dia berpikir bagaimana cara untuk menarik perhatian istrinya itu.


"sayang, awas! Ayamnya hidup lagi itu!" teriak Bisma yang membuat Billa kaget, reflek Billapun ikut berteriak tak jelas.


Bisma hanya cengengesan melihat istrinya yang kaget.


"kamu apa-apaan sih? Cepet mandi sana! Kalau kamu masih disini aku bakalan tambah sebel banget sama kamu." seru Billa mengancam.


"ehh, jangan dong, iya deh aku mandi sekarang." balas Bisma kemudian.


Billa melihat kepergian Bisma sambil geleng-geleng kepala, kelakuan Bisma benar-benar seperti anak-anak.


***


Bisma terlihat sudah siap untuk pergi bekerja, dia menghampiri Billa yang sedang makan didapur.


"sayang, aku pergi kerja dulu ya! Hati-hati dirumah, jaga diri baik-baik. Tunggu aku pulang ya! Aku nggak akan lama kok." ucap Bisma panjang lebar, dia menunjukkan senyum terbaiknya.


Tapi seperti biasa, Billa tidak menggubrisnya.


"oh iya. Ini atm kamu yang pegang, beli kebutuhan rumah pakai uang dari sana." Bisma menyodorkan sebuah atm dimeja, Billa hanya sedikit menoleh kearah atm itu.


"nanti pinnya aku wa." lanjutnya, diapun langsung bergegas pergi.


Sikap Bisma terlihat sangat jauh berbeda dengan sebelumnya, Bisma yang sekarang berbicara dengan penuh kedewasaan.


"hey! Makan dulu!" seru Billa.

__ADS_1


Bisma yang mendengar itu sontak membalikkan badannya, dia menatap Billa sambil tersenyum.


'ternyata dia perhatian juga' pikir Bisma.


"asku mau satu." ucapnya sambil mengambil ayam goreng dimeja.


"oh ya, satu lagi, muach!" Bisma mencium pipi Billa dengan gerakan yang cepat.


Billa sangat kaget dibuatnya, tanpa sadar dia memegang pipinya yang diciuman Bisma tadi.


"aku berangkat ya, assalamualaikum." pamit Bisma tanpa merasa bersalah sedikitpun karena telah mencuri kesempatan.


"waalaikumsalam." balas Billa, entah apa yang merasuki pikirannya, dia terlihat tersipu malu setelah kepergian Bisma.


Tapi Billa segera menepis pikiran anehnya tentang Bisma.


***


Siang harinya, Billa terlihat sedang duduk bersantai sendirian diruang tengah, rumah itu terasa tenang tanpa adanya sosok Bisma yang selalu saja mengganggunya.


Tok... Tok... Tok...


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar sana, dengan malas-malasan Billa berjalan untuk membukakan pintu.


Krek!


Billa membuka pintu, dia mengerutkan keningnya ketika melihat seseorang yang berada dibalik pintu sana.


Morgan yang melihat ekspresi bingung Billa langsung buka suara.


"hai, maaf siang-siang gini gue ganggu." ucap Morgasan kemudian.


"ehh, iya nggak apa-apa, mau ketemu Bisma ya? Dianya nggak ada." balas Billa.


"saya tau Bisma sedang bekerja, saya hanya mau mengantar pakaian Bisma yang tertinggal dikostan." ucap Morgan, diapun memberikan tas punggung berisikan pakaian Bisma kepada Billa, Billapun langsung menerimanya.


"oh ya, gimana Bisma? Dia baikkan sama kamu?" tanya Morgan mengalihkan pembicaraan.


Billa yang mendapat pertanyaan seperti itu terlihat kikuk, apa yang harus dia katakan?


"ya gitulah." balas Billa sekenanya.


"saya hanya mau memberi tau sama kamu, kalau Bisma itu tulus mencintai kami, dia melakukan semua ini karena terpaksa, dia nggak mau sampai kehilangan kamu." ucap Morgan.


Billa tertegun mendengar perkataan Morgan, dia tak menyangka jika dia mengetahui semua tentang perasaan Bisma terhadapnya.


"jadi saya sarankan, jangan buat dia kecewa, dia pantas mendapatkan balasan cinta dari kamu. Dia orang yang sangat tulus." lanjutnya kemudian.


"Dan satu lagi, tolong jaga dia, dia nggak punya siapa-siapa disini, jadilah teman dalam hidupnya. Saya yakin kalau kamu itu adalah perempuan baik-baik, Bisma sangat beruntung mendapatkan istri seperti kamu." lanjutnya lagi.


Entah kenapa Billa menjadi merinding sendiri ketika Morgan bicara panjang lebar seperti itu.


"udahlah nggak usah baper, jalanin semua apa adanya, seiring berjalannya waktu kamu pasti menyadari betapa tulusnya cinta Bisma terhadap kamu." ucap Morgan sedikit mencairkan suasana.

__ADS_1


Billa tersenyum mendengar penuturannya.


"ayo masuk dulu, biar aku bikinin minum." ucap Billa kemudian.


"tidak perlu, saya harus kembali kekantor. Sebentar lagi jam istirahat saya habis." balas Morgan.


"oh, gitu ya." Billa hanya ber-oh ria.


"ya sudah, saya permisi. Selamat siang." pamit Morgan dan langsung pergi meninggalkan Billa yang masih sedikit tertegun.


Bi'llla menatap kepergiannya dengan tatapan sulit diartikan, dia merasa malu karena Bisma ternyata bercerita tentang dirinya kepada orang lain.


Tapi, sudahlah, untuk apa juga dipikirkan, tanpa berpikir lagi Billa langsung masuk kedalam rumahnya.


***


Bisma baru saja pulang, sepanjang hari selama bekerja dia terus memikirkan Billa, dia merasa sangat rindu walau hanya meninggalkannya selama beberapa jam.


"assalamualaikum." ucap Bisma ketika memasuki rumah, tapi tidak ada yang membalas salamnya itu.


'kemana dia?' tanya Bisma dalam hati.


Bisma mencari Billa didapur, tapi Billa tidak ada disana. Dia berpikir jika istrinya berada dikamar, diapun langsung berjalan menaiki anak tangga menuju lantai 2 rumahnya.


Dan benar saja, dia melihat istrinya itu yang sedang tertidur, Bismapun menghampirinya.


Dia memandangi Billa yang sedang tidur, walaupun sedang tertidur, perempuan itu tetap terlihat cantik dan menarik. Bisma tersenyum memikirkan hal itu.


Bisma mulai menyentuh pipi Billa dengan perlahan, dia berpikir dia sangat beruntung dianugrahi seorang bidadari secantik itu, dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang Billa berikan untuknya, dia akan membuktian kesungguhan cintanya terhadap perempuan itu.


Billa merasakan sesuatu yang aneh menyentuh pipinya, perlahan dia membuka matanya yang terasa berat. Billa sangat kaget ketika melihat Bisma yang berada tepat dihadapannya, dia sedikit menjauh dari Bisma,


"kamu mau apa?" tanya Billa panik, dia takut kalau Bisma akan berbuat macam-macam seperti waktu itu.


"nggak apa-apa, aku cuma kangen aja sama kamu." ucap Bisma sambil tersenyum.


Billa merasa minder, dia tidak percaya diri karena baru saja terbangun.


"memangnya kamu pikir aku mau apa?" tanya Bisma.


Seketika pipi Billa bersemu merah mendapat pertanyaan seperti itu, pertanyaan Bisma membuatnya menjadi malu sendiri.


Bisma yang merasa dicueki memutuskan untuk membersihkan diri terlebih dahulu, nanti biar dia pikirkan bagaimana caranya untuk mencari perhatian Billa.


"ya udah, aku mandi dulu. Atau kamu mau sekalian bareng aku mandinya?" tanya Bisma.


Billa membulatkan matanya mendengar itu, sedetik kemudian dia melempar bantal kearah Bisma.


"kamu nyebelin banget sih." ucap Billa mendengus kesal.


Bisma malah merasa senang mendapat lemparan bantal, dia tertawa geli melihat Billa yang kesal, diapun segera pergi menuju kamar mandi sebelum istrinya itu benar-benar marah.


***

__ADS_1


__ADS_2