Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Akhirnya bertemu juga


__ADS_3

Veni baru saja pulang bekerja, dia bekerja disalah satu perusahaan ternama dikota Bandung sebagai staf administrasi.


Dia sangat kaget ketika melihat motor Bisma yang terparkir dihalaman rumahnya, seketika feelingnya menjadi tidak enak.


'apa mungkin cowo itu udah ketemu sama mama?' tanya Veni dalam hati.


Dia pikir jika sesuatu yang buruk akan terjadi, diapun segera masuk kedalam dan memastikan jika situasinya masih baik-baik saja.


Dan benar saja, sesampainya didalam, Veni melihat pemilik motor tadi yang sedang duduk diruang tamu.


Veni berjalan dengan tergesa-gesa menghampiri Bisma, tak sengaja kakinya tersandung karpet yang ada dibawahnya.


Bisma yang menyadari keberadaan seseorang dan hampir terjatuh, sontak segera membantunya.


Dengan reflek Bisma meraih tubuh Veni, bisa dibilang Bisma memeluk perempuan itu.


Deg!


Kedua pasang mata itu dipertemukan dalam satu titik, Veni merasa jantungnya hampir lompat dari tempat asalnya ketika melihat tatapan Bisma yang meneduhkan hati, perasaan seperti ini kembali dia rasakan, setelah sebelumnya dia rasakan waktu Bisma menarik tangannya direstoran.


Sebelumnya Bisma tidak menyadari jika perempuan itu adalah Veni, tapi setelah dia tau itu adalah Veni, Bisma langsung melepaskan Veni dari pelukannya sehingga Veni jatuh kelantai.


Veni terlihat meringis kesakitan ketika terjatuh.


"aww, loe apa-apaan sih? Ini sakit banget tau!" seru Veni, dia berusaha untuk berdiri menyamai posisi Bisma.


"loe yang apa-apaan? Datang-datang pake jatuh segala, loe mau moduskan sama gue?" tuding Bisma dengan pedenya.


Veni terlihat gelagapan mendapat tudingan dari Bisma, tapi dia berusaha untuk tidak menunjukkan kegugupannya.


"apa? Gue modus sama loe? Ya nggak mungkinlah, yang ada loe cari-cari kesempatan." elak Veni dengan cepat, dia melipat kedua tangannya didada.


"alah, gue udah tau model cewe-cewe kaya loe ini. Datang-datang nggak pake salam, loe itu cewe nggak sopan." ucap Bisma.


Veni membulatkan matanya mendengar perkataan Bisma, dia merasa tidak terima dikatai seperti itu.


"apa loe bilang? Bukan gue yang nggak sopan, tapi loe! Ngapain loe malam-malam gini ada dirumah gue? Apa itu bisa disebut orang sopan?" seru Veni sewot.


"wess, santai dong. Tujuan gue kesini bukan buat adu mulut sama loe, gue masih dengan tujuan yang sama, gue cari nyokap loe." balas Bisma.


'Berarti dia belum ketemu sama mama.' ucap Veni dalam hati.


Venipun harus cepat-cepat mengusir Bisma sebelum dia bertemu dengan mamanya, karena mamanya hari ini sedang ada dirumah.


"mendingan loe pergi sekarang dari sini! Nyokap gue lagi nggak ada dirumah." ucap Veni berbohong.


Bisma tertawa mendengar perkataan Veni.


Veni mengerutkan keningnnya melihat Bisma yang tertawa.


"ngapain loe ketawa?" tanya Veni bingung.

__ADS_1


"loe itu memang cewe pembohong, gue nggak percaya sama loe. Adik loe lagi manggilin ibu Dinar diatas, loe masih mau bilang kalau dia nggak ada disini?" balas Bisma.


Veni benar-benar kaget dengan perkataan Bisma.


'anak itu, dasar! Mulutnya ember banget.' gerutu Veni dalam hati.


"Pergi loe dari sini!" seru Veni, dia sengaja mendorong Bisma agar laki-laki itu segera pergi.


Bisma sedikit terdorong kebelakang, tapi dia bisa menjaga keseimbangan dan tidak terjatuh.


"loe apa-apaan sih? Gue nggak akan pergi sebelum urusan gue disini selesai." balas Bisma dengan tegas.


"loe itu ngeyel banget sih jadi orang, mama gue nggak akan mau ngabulin permintaan konyol loe itu, mama gue itu orang sibuk dan nggak ada waktu buat ngeladenin loe." balas Veni.


"hey, hey, hey, ada apa ini ribut-ribut?" ucap seorang perempuan paruh baya yang baru datang.


Dia adalah mama Dinar, ibu kandung Billa.


Sontak Bisma dan Veni yang sedang bersitegang menoleh kearahnya.


'****** gue!' ucap Veni dalam hati ketika melihat kedatangan mamanya.


"selamat malam tante, maaf malam-malam begini saya membuat keributan dirumah tante." ucap Bisma sambil menunjukkan deretan giginya.


"selamat malam juga, kamu itu temannya Veni? Kenapa nggak disuguhin minum Ven?" tanya mama Dinar.


Mata Veni seketika membulat.


'asli ini perempuan ngeselin banget, kalau nggak penting-penting banget gue males datang kesini.' ucap Bisma dalam hati.


"hus, kamu jangan bicara seperti itu. Nggak baik, kita harus hargai, dia inikan tamu kita." ucap mama Dinar.


"tante, apa saya boleh bicara? Tapi berdua aja, ini masalah penting." ucap Bisma.


"masalah apa ya? Apa sebelumnya kita pernah bertemu?" tanya mama Dinar.


"sebelumnya saya pernah lihat tante, tapi tante tidak melihat saya." balas Bisma.


"Jangan didengerin mah, omongan dia itu sama sekali nggak penting." ucap Veni.


"kakak kok ngomongnya nyebelin banget sih." ucap Liona.


"apa loe bocah iku-ikutan aja." balas Veni.


Liona menjulurkan lidahnya kearah Veni, Veni semakin kesal dibuat adiknya itu.


"sudah sudah, kalian berdua naik keatas!" lerai tante Dinar.


"tapi mah!" seru Veni yang langsung dipotong mama Dinar.


"Nggak ada tapi-tapian Ven, ayo bubar-bubar!" seru mama Dinar.

__ADS_1


Bisma tersenyum sinis kearah Veni, Veni yang melihat itu merasa semakin kesal, akhirnya dengan terpaksa Venipun pergi disusul oleh Liona dibelakangnya.


"silahkan duduk!" seru mama Dinar pada Bisma dengan ramahnya.


"iya, terimakasih, tante." balas Bisma, keduanyapun duduk berhadap-hadapan.


***


Billa merasa sangat gelisah menunggu Bisma yang juga belum pulang, padahal waktu sudah menunjukkan pukul 19.06.


Meskipun Billa masih merasa kesal terhadap laki-laki itu, tetap saja dia khawatir ketika Bisma belum juga pulang dan tidak ada kabar.


Billa berpikir untuk menghubunginya, tapi dia merasa gengsi untuk menunjukkan perhatiaannya.


Tok... Tok... Tok...


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar, Billa yang sedang mondar mandir tak jelas langsung terlihat sumringah.


'itu pasti Bisma.' pikir Billa, tanpa berpikir lagi, Billa langsung berjalan menuju pintu dengan senyuman yang mengembang dibibirnya.


Krek...


Billa membuka pintu itu.


"hai." ucap orang itu ketika pintu terbuka.


Senyuman yang mengembang seketika memudar ketika mengetahui jika orang yang berada dibalik pintu ternyata bukan suaminya.


"kamu kenapa? Kayanya nggak seneng liat Coco main kesini?" tanya orang itu yang ternyata adalah Rafael.


"nggak kok Co, Billa seneng banget. Ayo masuk! Aku bikin bubur kacang banyak banget." ucap Billa sembari menarik lengan kakak tirinya itu.


Merekapun berjalan masuk kedalam sambil berbincang-bincang.


"oh ya? Itu makanan kesukaan Coco sama papa." balas Rafael.


"iya, nanti sekalian Coco bawain buat papa. Coco mau nginep disini?" tanya Billa.


Mereka berdua duduk disofa yang berada diruang tengah.


"pengennya sih, tapi si Bisma kemana? Coco mau maen ps bareng dia." Rafael balik bertanya.


"dia belum pulang." balas Billa lesu.


"rajin banget dia pake lembur segala." balas Rafael.


'lembur? Iya juga ya? Kenapa aku nggak kepikiran dari tadi. Tapi kalau ternyata Bisma sama perempuan itu lagi gimana?' tanya Billa dalam hati.


"oh ya? Kamu tinggal disini makin gemuk aja de." ucap Rafael.


"apa sih Coco ngeledek aku, sama kaya dia, ngeselin banget." balas Billa sedikit kesal.

__ADS_1


Rafael tertawa melihat Billa yang kesal.


__ADS_2