Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Rindu itu berat


__ADS_3

Esok harinya.


Billa melihat sisa makanan kemarin yang tidak habis, tercium dari baunya makanan itu sudah basi.


Biasanya tidak pernah ada makanan yang tersisa apalagi sampai basi.


Bisma selalu menghabiskan semua masakan Billa sambil memuji-mujinya.


Billa menghembuskan nafasnya asal, kenapa beberapa hari ini dia selalu memikirkan tentang laki-laki itu?


Belakangan ini rumah terasa berbeda, rasanya ada yang kurang ketika tinggal disana.


Billa berfikir kenapa Bisma belum juga menghubunginya semenjak dia pergi waktu itu?


Apa Bisma baik-baik saja disana? Apa dia tiba dengan selamat sampai ketempat tujuannya?


Billa mengeluarkan ponselnya dan melihatnya, tidak ada satupun chat yang masuk dari Bisma.


Dia berfikir untuk menghubungi Bisma terlebih dahulu.


Tapi kemudian dia berfikir lagi, untuk apa dia mencemaskan laki-laki yang sama sekali tidak memikirkannya.


Billapun mengurungkan niatnya untuk menelfon Bisma.


***


Malam terasa begitu sunyi, tak ada suara Bisma yang bising didengar, tak ada kejahilan Bisma yang membuat Billa merasa kesal.


Yang ada hanya terdengar suara jangkrik seperti sedang menertawakan kebimbangan hati Billa, seolah hewan itu tengah meledeknya.


Billa tengah duduk santai sambil melamun. Dia memikirkan Bisma yang sampai sekarang belum juga menghubunginya.


Billa menyalakan radio untuk sekedar menghilangkan rasa sepi dan kebosanannya, dan sebuah lagupun mulai diputar.


Kemarin ku lihat awan membentuk wajahmu


Desau angin meniupkan namamu


Tubuh ku terpaku


Semalam bulan sabit melengkungkan senyummu


Tabur Bintang serupa kilau auramu


Akupun sadari ku segera berlari


Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi


Firasatku ingin kau tuk cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi


Tak terasa air matanya menetes mendengar lagu itu.


Alirnya bagai sungai yang mendamba samudra


Ku tahu pasti kemana kan ku bermuara


Semoga ada waktu sayangku


Ku percaya alampun berbahasa


Ada makna dibalik semua pertanda


Firasat ini rasa rindukah atau kah tanda bahaya


Aku tak perdli ku terus berlari


Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi


Firasatku ingin kau tuk cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi


Dan lihatlah sayang hujan turun membasahi seolah luber air mata


Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi


Firasatku ingin kau tuk cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi


Akupun sadari kau tak akan kembali lagi


Billapun terhanyut dalam kegalauan dimalam yang sepi ini sambil terus memikirkan tentang Bisma yang jauh disana.


Semakin Billa mencoba untuk tidak memikirkan Bisma, bayangan Bisma semakin menari-nari dibenaknya.


Billa berfikir kenapa perasaannya menjadi seperti ini, awalnya dia fikir jika kepergian Bisma akan membuatnya bisa tinggal dengan damai dirumah itu.


Tapi ternyata, kepergian Bisma justru membuatnya semakin gelisah tinggal disana sendirian.


Ketika malam tiba seperti ini, dia merasa sangat kesepian karena tidak ada orang yang menemaninya.


***


Malam berikutnya, hujan turun dengan deras diiringi dengan petir yang terus menerus menggelegar.


Kilatan itu terasa menyambar jauh kedalam hati Billa, situasi ini sangat dibencinya, dia merasa sangat ketakutan, apalagi dirumah ini hanya ada dirinya seorang sendiri.


Billa terlihat begitu gelisah sendiri, untuk sekedar diampun rasanya tidak enak.


Billa duduk dipojok kasur sambil memeluk gulingnya, dia fikir rasanya tak senyaman ketika dia memeluk Bisma waktu itu.


Dia berharap malam ini Bisma akan datang untuk menenangkan dan memeluknya disaat seperti ini.


Daaar!


Seuara petir itu bagaikan suara monster yang mengerikkan menurut Billa.


Dia tak pernah berfikir hal seburuk ini dalam hidupnya, ketakutan yang luar biasa.


Blep! Daar!


Tiba-tiba listrik padam seiring dengan petir yang menyambar. Sungguh sempurna sudah ketakutan yang dia rasakan.


Tanpa sadar dia menangis dalam kegelapan itu seorang diri, dia terus menyebut nama Bisma, berharap keajaiban datang dan Bisma akan datang untuk mendekapnya.


Namun hidup tak semudah itu, harus merasa kehilangan sebelum akhirnya benar-benar memiliki sehingga tak akan pernah berfikir untuk meninggalkan saat merasa bosan.


Billa terus terisak hingga tak terasa matanya mulai terpejam, dia tertidur dalam kegelapan sambil merasakan kerinduan yang dia sendiripun tidak dapat mengartikannya.


***


Malam berlalu dengan sangat lambat, Billa yang baru bangun terlihat memperhatikan sekeliling, ternyata hari sudah mulai pagi. Tanpa terasa dia menghabiskan malam dalam kesedihan.


Dia melirik kesampingnya, tak ada siapapun. Billa beranjak dari tempat tidur, dia beharap jika kemarin-kemarin dirinya hanya bermimpi Bisma meninggalkannya, dan ketika dia terbangun Bisma akan ada disampingnya.


Dia mulai mencari Bisma disetiap sudut rumah. Namun Bisma tak kunjung ada, diapun sadar jika Bisma memang tak ada disana.


Ya Allah, perasaan apa ini?


Kenapa aku merasa gelisah tak menentu ketika dia tidak ada disini?

__ADS_1


Apa aku pantas memiliki perasaan seperti ini?


Lantas bagaimana dengan dia? Apa dia juga merasakan hal yang sama denganku?


Ya Allah jangan selipkan perasaan seperti ini dihatiku, aku merasa sangat tidak pantas merindukannya setelah apa yang aku perbuat padanya.


Lebih baik kau buat mati saja hati ini sehingga aku tidak akan memiliki perasaan apapun terhadap siapapun.


***


Ternyata rindu itu berat...


Tulis Billa diakun facebook miliknya. Dia tak tau harus kepada siapa dia mencurahkan isi hatinya.


Dia berharap dengan melakukan hal itu bisa sedikit mengurangi beban dihatinya.


***


Pagi yang cerah, matahari seolah tersenyum hangat pada siapapun yang berada dibawahnya.


Bisma benar-benar tak habis fikir dengan kejadian ini, ketika sesampainya di Semarang, dia terkena jambret.


Sialnya yang dijambret orang asing itu adalah ponselnya.


Bisma jadi tidak bisa menghubungi Billa dari setibanya disana.


Pekerjaan yang padat membuatnya belum sempat untuk sekedar membeli ponsel.


Bisma sengaja tidak meminjam ponsel milik teman-temannya untuk menghubungi Billa.


Dengan kejadian ini mungkin Bisma bisa berfikir jika dirinya benar-benar tidak bisa hidup tanpa perempuan itu.


Dan benar saja, baru beberapa hari dia berada di Semarang dia merasa sangat merindukan istrinya itu.


Bisma rindu Billa yang menggemaskan ketika dia sedang kesal.


Bisma tersenyum ketika mengingat hal itu.


Untung saja kemarin malam sepulangnya bekerja Bisma menyempatkan pergi kekonter untuk membeli ponsel, jadi pagi ini dia berniat untuk menghubungi Billa yang sangat dia rindukan.


***


Billa terlihat sudah membersihkan diri, dia duduk didepan cermin sambil menyisir rambutnya yang sedikit masih basah.


Billa kembali mengingat Bisma, biasanya laki-laki itu akan terus memperhatikan dirinya yang sedang berdandan sampai selesai.


Billa terlihat tidak bersemangat melakukan aktivitas menyisirnya karena bayang-bayang Bisma terus saja memenuhi ruang difikirannya.


Tapi sudahlah!


Perasaan seperti ini tidak bisa terus-terusan berada dihatinya, dia harus segera membuang jauh-jauh perasaan itu.


Bip... Bip...


Terdengar ada chat yang masuk, Billa segera meraih ponselnya yang dia letakkan dimeja rias.


Billa mengerutkan keningnya ketika chat yang masuk itu ternyata dari nomor asing.


Orang itu hanya mengirim P sebanyak 3 kali.


"Siapa ya?" Gumam Billa pelan.


Tak berselang lama, nomor itupun membuat panggilan video call kepadanya.


Billa sedikit penasaran dengan orang itu, Billapun langsung menjawab panggilannya.


Dada Billa terasa sesak ketika melihat orang dilayar ponselnya, seketika matanya terasa panas, seolah tengah mendidih.


Entah apa yang dia rasakan, rasanya dia ingin menangis karena Bisma jahat tidak menghubunginya selama ini.


"Assalamualaikum sayang." Ucap Bisma, dia menunjukkan senyum terbaiknya untuk perempuan yang sangat dia rindukan itu.


Astaga!


Kenapa rasanya sesedih ini? Bukankah ini yang aku inginkan?


Harusnya aku senang, kan?


Tapi rasanya akupun marah terhadapnya, kenapa dia baru menghubungiku sekarang? Fikir Billa.


Kemana saja dia selama ini?


Bisma mengerutkan keningnya melihat ekspresi Billa yang tidak bisa diartikan.


"Hey, kamu kenapa sayang?" Tanya Bisma kemudian.


"Kamu jahat Bisma." Balas Billa.


Bisma semakin bingung dengan perkataan Billa.


"Maafin aku Bill, aku baru hubungin kamu sekarang. Soalnya waktu aku sampai kesini hp aku kena jambret." Ucap Bisma .


Billa sedikit kaget dengan perkataan Bisma, feelingnya jika terjadi sesuatu yang buruk kepada suaminya itu ternyata benar.


Entah kenapa dia menjadi sangat khawatir setelah mendengar pernyataan dari Bisma.


"Aku kangen banget Bill sama kamu, aku pengen cepet-cepet pulang dan peluk kamu." Ucap Bisma.


Billa semakin tak bisa menahan perasaannya ketika Bisma mengatakan hal itu, itu juga yang Billa rasakan dan inginkan, dia ingin Bisma memeluknya seperti waktu itu.


Tapi itu sama sekali tak pantas dia rasakan, dia berfikir jika dirinya sangatlah menjijikan.


Seketika setetes air keluar dari kelopak matanya, dia menundukkan kepalanya agar Bisma tidak mengetahui jika dia menangis.


Tapi Bisma bisa melihat air mata istrinya itu, dia merasa sangat kaget kenapa Billa bisa sampai menangis?


Berbagai pertanyaanpun mulai muncul dibenaknya, Apa yang ada difikiran perempuan itu? Kenapa dia tidak mau bicara tentang apa yang sedang dia rasakan?


Bismapun memutuskan untuk bertanya langsung kepada Billa.


"Hey, kamu kenapa nangis? Kamu baik-baik aja kan dirumah?" Tanya Bisma kemudian.


"Aku nggak apa-apa." Balas Billa berbohong.


"Cerita aja sama aku, aku mau kok dengerin cerita kamu." Ucap Bisma.


"Nggak ada Bisma, udah kamu kerja aja sana!" Seru Billa mengalihkan pembicaraan.


Bisma tersenyum mendengar penuturan istrinya itu.


"Iya, aku pasti kerjanya semangat sekarang karena udah liat bidadari cantik ini." Ucap Bisma.


Entah kenapa Billa tersenyum mendengarnya, dia sedikit malu dipuji seperti itu.


Biasanya dia selalu kesal dan sebal ketika Bisma memujinya seperti itu, tapi kenapa sekarang rasanya berbeda?


Billa benar-benar tidak habis fikir dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Oh, ya? Kamu mau aku bawain oleh-oleh apa nanti?" Tanya Bisma.


"Aku nggak mau apa-apa Bisma." Balas Billa.


"Beneran?" Tanya Bisma lagi.


"Iya." Balas Billa.


"Ya udah, kamu baik-baik ya disana. Aku kerja dulu, biar bisa cepet-cepet pulang." Ucap Bisma, dia tidak berhenti tersenyum sedari tadi.


"Iya." Balas Billa singkat.


"Kamu matiin ya panggilannya." Ucap Bisma.


"Kamu aja yang matiin." Balas Billa.


Ooip


"Aku nggak bisa Bill, kamu aja ya?" Pinta Bisma.


Billa terdiam, sebenarnya dia tidak ingin mengakhiri panggilan itu, dia ingin terus bertatap wajah dengan Bisma.


Bisma yang melihat istrinya dengan ekspresi seperti itu merasa bingung.


Apa yang sebenarnya perempuan itu fikirkan?


"Kalau kamu nggak matiin aku bisa-bisa telat lho kerjanya.' Ucap Bisma.


"Aku janji bakalan vc kamu sesering mungkin." Lanjutnya.


"Ya udah." Balas Billa.


Terlihat Bisma yang melambaikan tangannya sambil tersenyum sebelum Billa mengakhiri video call itu.


Billa menghembuskan nafas asal setelah panggilan itu berakhir.


Perasaannya menjadi campur aduk setelah bicara dengan Bisma tadi.


Dia merasa sedih karena kepulangan suaminya itu masih satu minggu lagi, tapi diapun merasa senang karena Bisma ternyata juga merindukannya.


Billa jadi bingung sendiri dengan apa yang dia rasakan terhadap Bisma.


Apa mungkin aku udah mulai bisa menerima Bisma sebagai suami?


Apa aku pantas memiliki perasaan seperti ini? Billa terlihat senyum-senyum sendiri lalu kemudian memanyunkan bibirnya ketika memikirkan semua itu.


Dia terlihat seperti orang tidak waras.


Ahh tidak! Pasti ada yang salah dengan semua ini, tidak seharusnya Billa memiliki perasaan seperti itu.


Dan jangan sampai perasaannya meraja lela, Billa harus segera mengontrol perasaannya agar kembali normal, mungkin ada sedikit gangguan pada otaknya sehingga yang ada difikirannya hanyalah Bisma.


***


Setelah panggilan itu berakhir, Bisma melihat ada satu pemberitahuan yang masuk dari akun facebooknya.


Diapun segera membukanya.


Dia tersenyum ketika melihat postingan Billa satu jam yang lalu.


Dia merasa tengah melayang diudara membacanya, dia sangat yakin jika yang dimaksud Billa itu adalah dirinya.


Perempuan itu pasti merindukan dirinya. Fikir Bisma.


Bisma merasa sangat senang.


Apa mungkin Billa mulai memiliki perasaan terhadapnya?


Apa mungkin perempuan itu sudah bisa menerima keberadaan Bisma sebagai suaminya?


Semoga saja seperti itu Tuhan, aku pasti akan menjadi orang yang paling beruntung jika dicintai oleh perempuan berhati tulus sepertinya.


***


Haripun berganti, Bisma benar-benar menepati janjinya untuk video call Billa sesering mungkin.


Sesekali Bisma membuat voice note untuk sekedar menghibur Billa agar dia tidak merasa kesepian.


Bisma selalu mengatakan jika dia sangat merindukan Billa.


Tapi perempuan itu masih tetap dengan pendiriannya, dia tidak ingin Bisma mengetahui tentang perasaannya, dia selalu mengelak jika dia tidak memiliki perasaan terhadap Bisma.


Perasaan dan fikirannya selalu saja bertolak belakang.


Billa merasa ada yang salah dengan perasaannya, tidak mungkin jika dirinya mulai menyukai Bisma.


Sebisa mungkin Billa mencoba untuk tidak memikirkan Bisma, dia berusaha untuk mengendalikan perasaannya yang semakin hari semakin tak karuan.


Bismapun mulai curiga karena sikap Billa yang agak berbeda dari biasanya, Billa terlihat sering tersenyum ketika digoda Bisma, biasanya perempuan itu akan marah dan kesal.


Bisma berharap semua yang dia fikirkan itu benar adanya, jika perempuan itu mulai mencintainya.


Diapun tidak sabar ingin segera pulang untuk menemui perempuan itu dan memeluknya sepanjang hari, tidak perduli Billa merasa keberatan atau tidak.


***


Hari-hari yang Billa lewati tanpa Bisma terasa sepi, tapi dengan Bisma selalu menghubunginya membuat Billa sedikit tenang.


Hari ini adalah hari kepulangan Bisma dari semarang, Billa bisa membayangkan ketika Bisma berada dihadapannya.


Pasti Bisma akan memeluknya dan mengatakan semua kata-kata cinta untuk dirinya, Billa berharap seperti itu.


Dasar bodoh!


Kenapa masih saja perasaan itu ada dihatinya?


Dia segera menepis semua fikiran-fikiran aneh yang terus saja menari diotaknya.


Billa terlihat sedang memasak, dia ingin menyambut kepulangan Bisma dengan memasak makanan yang disukai Bisma.


Billa membayangkan ketika Bisma memakan masakannya dengan lahap sambil memuji-mujinya.


Billa tersenyum memikirkan itu.


Akhirnya Billa selesai dengan kegiatan memasaknya, kemudian dia berfikir untuk mandi dan berdandan.


Bagaimana reaksi Bisma ketika mencium bau badan Billa sepulangnya nanti? Pasti laki-laki itu akan merasa ilfil.


Billapun segera beranjak menuju kamar mandi.


Astaga!


Lagi-lagi perasaan seperti itu muncul, kapan perasaan itu akan pergi dari hatinya?


Billa sangat tidak habis fikir dengan dirinya, dia terlihat seperti orang bodoh yang plin-plan menghadapi perasaan yang dia rasakan.


***

__ADS_1


__ADS_2