
"apa sih kamu itu berlebihan, biasa aja nggak sampai segitunya." balas Billa mengelak.
Mama Dinar terkekeh melihat Liona yang menggebu-gebu bercerita tentang Bisma.
"ihh, beneran. Aku berpikir kak Billa sama kak Bisma itu pasangan paling sweet sepanjang abad ini." ucap Liona.
Mama Dinar dan Billa tertawa mendengar perkataan Liona yang semakin ngaco itu.
Tanpa disadari, Veni mendengarkan semua pembicaraan mereka sedari tadi, dia berdiri tak jauh dari tempat mereka berbincang.
Dia terlihat tak suka dengan kedekatan mereka, dia merasa iri dan cemburu, dia menatap Billa dengan tatapan pembunuhnya.
Apalagi ketika Liona memuji-muji keromantisan antara Billa dan Bisma, Veni semakin membenci perempuan itu.
Dia berpikir jika Billa sudah merebut semua yang dimilikinya, mamanya, Liona, dan Bisma yang mulai dia sukai.
Tanpa sengaja mama Dinar melihat Veni yang sedang berdiri mematung, diapun langsung menegurnya.
"Ven, kemarilah! Kita ngobrol bareng disini, biar kamu juga lebih akrab dengan Billa." ucap mama Dinar.
Veni tersenyum sinis kearahnya.
'Cih, nggak sudi gue akrab sama dia' batin Veni.
"iya Ven, sini cobain brownis buatan aku!" seru Billa.
Dengan terpaksa Veni mulai melangkah mendekati mereka, dia ingin tau apa sebenarnya yang istimewa dari si Billa ini hingga semua orang menyukainya.
"ayo dong kak, cerita!" seru Liona dengan manjanya.
"cerita apa?" tanya Billa.
"cerita waktu pertama kakak ketemu sama kak Bisma, waktu kak Bisma nembak kakak sampai akhirnya kalian bisa nikah dan punya beby seperti ini." balas Liona.
"kamu ini Li, kalau udah penasaran pasti nggak akan nyerah buat memintanya." ujar mama Dinar.
"ya udah, kakak sama kak Bisma itu dulu satu SMA, terus waktu udah lulus kakak kerja dipabrik garmen, ehh nggak taunya kak Bisma juga kerja disana. Kak Bisma lamar kakak waktu dipabrik, didepan semua karyawan setelah mereka ngadain pertunjukkan dance." ucap Billa, dia tersenyum ketika mengingat kejadian itu.
Veni semakin panas dengan perkataan Billa, dia merasa sangat sebal terhadap Billa yang seperti membanggakan dirinya sendiri.
"apa? Pertunjukkan dance? Itu pasti sangat menyenangkan, coba aja aku ada disana waktu itu, pasti aku bakalan baper dibuat sama kak Bisma." ucap Liona semakin antusias.
Mama Dinar merasa sangat senang mendengar cerita Billa, dia bersyukur karena selama dia meninggalkan Billa, ada Bisma yang mejadi pelindung untuk putrinya itu.
Bisma tersenyum dibalik dinding mendengar penuturan istrinya itu, dia merasa senang karena ternyata Billa masih ingat dengan moment itu.
__ADS_1
"terus apa yang membuat kakak jatuh cinta sama kak Bisma?" tanya Liona lagi.
Billa sedikit menarik nafas lalu membuangnya, dia menatap lurus kedepan tanpa berkedip.
"karena kesabarannya, dia selalu sabar menghadapi apapun sikap aku, dia selalu memberikan yang terbaik untuk aku, ketulusan dan kasih sayangnya membuat aku sadar kalau aku beruntung dicintai oleh laki-laki setulus dia." ucap Billa tanpa sadar mengungkapkan semua perasaannya terhadap Bisma.
Bisma semakin melebarkan senyumnya, mendengar penuturan Billa itu, Bisma semakin yakin jika Billa sudah bisa menerimanya, itu semua tidak bisa diragukan lagi.
Diapun mulai berjalan menghampiri mereka.
"ehem." dehem Bisma yang tiba-tiba datang.
Sontak keempatnyapun menoleh kearahnya, Billa merasa sangat kaget ketika melihat Bisma.
'astaga! Apa dia denger apa aku katakan tadi?' tanya Billa dalam hati, dia terlihat panik sendiri.
Bisma langsung duduk disamping Billa, dia tersenyum kearahnya dan membuat Billa semakin gugup.
"soal motornya Rafael itu bagaimana Bisma?" tanya mama Dinar.
"udah dibawa kebengkel ma, tadi orang bengkel datang dan bawa motornya." jawab Bisma.
"oh, syukurlah kalau begitu, nanti biar saya yang tanggung biayanya." balas mama Dinar.
"astaga, Ven! Kamu jangan bicara seperti itu, bagaimanapun juga itu karena kesalahan kamu sudah menabrak motornya." balas mama Dinar.
Veni mendengus kesal, seketika suasana berubah menjadi hening, tidak ada satu patah katapun yang keluar dari mulut kelimanya.
"Bill, aku lapar?" ucap Bisma setengah berbisik pada Billa.
"ya tinggal makan aja." jawab Billa.
"suapin ya?" balas Bisma sedikit terkesan manja.
Mama Dinar melihat mereka sambil mengerutkan kening, sementara Liona, dia merasa kepo dengan apa yang mereka bisikkan, dia sangat penasaran kepada pasangan suami istri itu.
"kaya anak kecil aja kamu." balas Billa sedikit berbisik pada Bisma.
Veni yang melihat kedekatan mereka semakin muak, dia beranjak dari duduknya, dia merasa sangat tidak nyaman berada disana.
"ma, ayo kita pulang sekarang!" seru Veni.
"lho, kok buru-buru banget sih?" tanya Bisma.
"kita mau pulang, ini juga udah sore, mau sampai kapan kita disini?" balas Veni.
__ADS_1
"yah, padahal aku masih mau disini bareng kak Billa." ucap Liona terdengar lesu.
"kalau loe mau disini ya silahkan! Sekalian aja besok loe nggak usah sekolah." balas Veni.
"ya sudah, kita pulang sekarang. Bill, mama pulang dulu ya! Nggak enak, kalian juga pasti butuh istirahat, kan?" pamit mama Dinar.
"ya udah mah. Tapi mama janji sering main kesini, ya?" ucap Billa.
"iya, mama janji mama pasti bakalan sering jengukin kamu." balas mama.
"nanti kapan-kapan kakak main ya kerumah kita, kalau perlu kakak ngineplah beberapa hari disana, pasti bakalan seru banget deh." ucap Liona.
Billa tersenyum mendengar perkataan Liona.
"iya, insyaallah." balas Billa.
"ayo!" seru Veni yang langsung berlalu.
"dadah kakak." ucap Liona sambil melambaikan tangannya kearah Bisma dan Billa.
"jaga diri baik-baik ya, nak. Mama pulang dulu." mama Dinar dan Billa bercipika-cipiki.
"assalamualaikum." ucap mama Dinar sebelum akhirnya mereka benar-benar pergi dari sana.
"waalaikumsalam." balas Bisma dan Billa bersamaan.
Bisma menatap Billa dengan tatapan aneh, dia tersenyum sambil menaikkan alisnya.
Billa merasa aneh dengan tingkah Bisma.
"apa?" tanya Billa.
"aku denger lho pas tadi kamu bilang kamu beruntung dicintai sama aku." balas Bisma sambil terus tersenyum kearah Billa.
Astaga!
Seketika pipi Billa bersemu merah, dia benar-benar malu kepada Bisma, lalu bagaimana caranya agar dia bisa mengelak dari kenyataan ini?
"aku seneng Bill, kalau akhirnya kamu merasa seperti itu." lanjut Bisma.
"kamu bicara apa sih? Nggak jelas banget!" ucap Billa, diapun langsung melangkah pergi untuk menghindari percakapan itu, dia akan terlihat seperti orang bodoh jika berbicara mengenai perasaannya.
"Bill!" seru Bisma saat Billa berlalu, dia menghembuskan nafanya asal.
'kenapa dia selalu aja menghindar kalau bicara tentang perasaan?' tanya Bisma dalam hati, diapun segera pergi untuk menyusul Billa.
__ADS_1