Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Dilema


__ADS_3

Bisma mencari tau tentang Billa dengan datanya diperusahaan itu, ternyata perempuan itu sudah lebih dari 3 tahun bekerja disana.


Dia bekerja di bagian produksi departemen finising. Bisma juga mencari tau alamat tempat tinggalnya yang sekarang.


Bisma tersenyum mengetahui informasi tersebut.


Dia seperti menemukan kembali semangat yang hilang.


Dia akan memperjuangkan apa yang sudah menjadi komitmen dalam hidupnya.


***


Dari kejauhan, Bisma melihat Billa yang tengah berkumpul dengan beberapa karyawan lain di belakang kantin.


Salahsatu temannya itu hendak mengambil air, Bisma segera menghampirinya.


"Hai, loe kenal sama Billa?" Tanya Bisma tanpa basa-basi.


Rena melihat Bisma dengan tatapan yang tak biasa, dia sedikit tak menyangka jika orang kantor seperti Bisma mau menyapa dirinya.


"Ya, emang ada apa?" Tanya Rena sambil tersenyum kearah Bisma.


"Gue titip salam ya buat dia!" Ucap Bisma kemudian.


Seketika senyum Rena memudar, dia kesal mendengar perkataannya, dia merasa kecewa.


Dia berfikir jika Bisma menyukainya, tapi ternyata tidak.


"Ya udah nanti gue sampein." Ucap Rena dengan sedikit ketus.


"Makasih ya." Ucap Bisma kemudian.


***


Rena menghampiri teman-temannya dengan wajah yang terlihat kesal.


"Ehh Billa, dapet salam tuh!" Ucap Rena dengan ketus.


"Dari siapa?" Tanya Billa yang merasa bingung.


"Tuh orangnya!" Jawab Rena sambil menunjuk Bisma yang tengah duduk dianak tangga menuju ruang produksi.


Billa memperhatikan orang itu dari kejauhan, terlihat Bisma yang tengah tersenyum kearahnya.


Billa langsung membuang muka melihatnya.


'Astaga! Dia lagi?' Seru Billa dalam hati.


Billa berfikir kenapa Bisma masih saja mengusik kehidupannya setelah sekian lama dia menghilang dari hidupnya.


Billa fikir jika laki-laki itu sudah melupakannya dan melanjutkan kehidupannya.

__ADS_1


"Cie Billa, ada yang naksir tuh. Ibu do'ain deh biar cepet-cepet nikah nyusul yang lain." Celetuk Bu Devi.


"Iya, tinggal kamu sama si Rena yang belum kawin. Menurut aku sih bakal kamu duluan." Sambung Sela.


Rena menatap Billa dengan sinis mendengar ucapan mereka, dia merasa panas.


"Apaan sih emak-emak gosip aja!" Ucap Billa, dia terlihat tersipu.


Sedetik kemudian dia kembali menoleh kearah Bisma. Ternyata laki-laki itu masih saja memperhatikannya.



Bisma terus saja tersenyum kearah Billa, dia benar-benar rindu pada perempuan itu.


Bisma merasa bersyukur karena ternyata perempuan itu baik-baik saja selama ini hidup tanpanya dan tak kurang satupun dari dirinya.


Bisma sangat bahagia, tak ada perasaan yang lebih membahagiakan ketika melihat perempuan itu.


Billa merasa malu diperhatikan seperti itu, dia fikir jika dirinya dan Bisma sangatlah berbeda.


Bisma yang tampan dan berjabatan tinggi, sedangkan dirinya lusuh dan bau keringat ketika berada ditempat kerja.


Dia sangat tidak pantas untuk disandingkan dengan Bisma.


Apa kamu beneran cinta sama aku Bis? Dari dulu kamu selalu coba buat deket sama aku. Tapi, maafin aku. Hati aku masih buat Dicky.


Aku belum bisa sepenuhnya move on dari dia.


Aku nggak tau sampai kapan aku akan seperti ini, ngacuhin kamu, menghindar dari kamu. Sedangkan sekarang Dicky kembali lagi dihidupku.


Biarkan semua bejalan apa ada seperti air yang mengalir. Fikir Billa.


***


Billa baru saja keluar dari super market, dia sengaja mampir sepulangnya bekerja untuk sekedar membeli perlengkapan mandi.


Hari sudah mulai gelap, dia menunggu angkot yang lewat, namun angkot tak kunjung datang.


Tiba-tiba sebuah motor berhenti tepat didepannya.


Billa melihat orang itu membuka helmnya.


"Dicky? Kamu?" Ucap Billa spontan.


"Iya, ini aku. Kamu mau pulang? Aku antar ya!" Serunya kemudian.


"Nggak usah, makasih." Jawab Billa ketus.


"Kamu jangan gini dong! Maafin aku." Balas Dicky.


"Aku mau hubungan kita kaya dulu lagi, aku masih cinta sama kamu." Lanjutnya.

__ADS_1


Billa terdiam, dia bingung harus bagaimana. Disatu sisi dia merasa gengsi, namun disisi lain dia sangat merindukan sosok Dicky yang selama ini menghilang.


Ada apa dengan hatinya? Apa Billa sudah melupakan kesalahannya dan akan menerima dia kembali? Mengapa perasaannya menjadi seperti ini?


Kenapa dia menjadi tidak konsisten dengan pendiriannya?


"Ayolah Bill, lupain masalalu. Itu semua udah terjadi, aku janji aku akan memperbaiki semua kesalahan aku, kita mulai hidup baru ya." Ucap Dicky.


Billa masih terdiam, dia masih ragu dengan ucapan Dicky.


"Dari dulu sampai sekarang nggak pernah ada kata putus diantara kita. Jadi kamu adalah pacar aku. Aku mau hubungan kita kaya dulu lagi." Ucap Dicky kemudian.


Benar juga apa yang Dicky katakan. Mengapa Billa tidak menyadari hal itu selama ini?


"Aku mohon, terima aku kembali sebagai kekasih. Aku akan buktiin semua kata-kata aku, kalau aku serius." Ucap Dicky.


Billa masih tak bergeming.


"Kalau kamu nggak percaya sama aku, ya udah." Ucap Dicky kemudian.


Dengan sengaja Dicky memalangkan motornya ditengah jalan raya sana. Mendadak semua keendaraan berhenti karena ulah Dicky.


Billa membulatkan matanya melihat apa yang diperbuat Dicky, dia sangat kaget dibuatnya.


Billa sangat tak menyangka jika Dicky akan senekat ini.


"Ky, kamu apa-apaan sih? Bahaya tau!" Seru Billa dari pinggir trotoar.


Tididddddd....


Beberapa mobil membunyikan klaksonnya agar Dicky segera menyingkirkan motornya.


"Woy minggir! Cari mati loe!" Teriak salah satu pengemudi dari dalam mobilnya.


Lalu-lintas seketika menjadi sangat berantakan karena Dicky.


Tiba-tiba seorang pengendara mobil turun dan menghampiri Dicky.


"Ada apa ini? Kalau ada masalah bicarakan baik-baik. Bukan gini caranya, lalu lintas jadi macetkan?" Ucap seseorang itu.


"Saya nggak akan pergi sebelum perempuan itu memaafkan saya dan terima saya kembali jadi pacarnya." Ucap Dicky sambil menunjuk kearah Billa.


Seketika wajah Billa terlihat memerah, dia merasa sangat malu dengan tingkah Dicky.


"Udahlah mba, terima aja! Dari pada bikin macet gini!" Seru yang lainnya.


Billa gelagapan, apa yang harus dia katakan? Apa dia harus jujur terhadap perasaannya?


Apa dia akan membuka hatinya kembali untuk Dicky? Apa dia akan memaafkan semua kesalahan Dicky dan memulai kembali hubungannya yang pernah kandas?


Billa benar-benar bingung dengan keadaan ini.

__ADS_1


"Cepetan Mba, jangan banyak mikir!" Ucap salah satu pengendara mobil.


__ADS_2