Takdir Membawa Cinta

Takdir Membawa Cinta
Mulas


__ADS_3

Hari ini Billa dan Bisma akan kembali pulang ke rumah mereka, menjelang siang mereka baru akan berangkat, karena paginya Billa membantu mama Dinar memasak terlebih dahulu dan menikmati sarapan terakhirnya dengan semua anggota keluarga yang lengkap.


"ma, Billa pulang dulu ya. jangan lupa mama jengukin Billa nanti kesana." ucap Billa saat akan pulang.


"iya nak, pasti mama bakalan jengukin kamu, mana kandungan kamu sudah semakin membesar seperti ini." balas mama Dinar sambil mengelus perut Billa yang semakin mengeras.


"do'a in ya ma, supaya proses persalinannya nanti lancar." ucap Bisma sambil tersenyum.


"pasti, tanpa dimintapun mama selalu mendo'akan yang terbaik buat semua anak-anak mama." ucap mama Dinar.


Akhirnya setelah pamitan kesemua anggota keluarga, merekapun mulai meninggalkan kediaman om Suryo, walaupun Liona selalu merengek agar Billa mau menginap lagi bersamanya.


***


Rafael terlihat sedang merebahkan tubuhnya diatas kasur empuk miliknya, dia menatap langit-langit kamarnya sambil sesekali berkedip. Perkataan teman-temannya terus saja mengganggu pikirannya.


Semua berawal dari Erick yang memberi undangan pernikahannya kepada semua karyawan dikantor.


Erick aja yang umurnya jauh dibawah loe udah ngasih undangan, loe kapan Raf?


Udah tahun 2020 masih aja jomblo Raf?


Pokonya gue nggak mau tau, yang datang kepesta resepsi gue harus bawa pasangan, kalau nggak, nggak boleh datang!


Rafael menghembuskan nafas beratnya ketika mengingat kata-kata yang terlontar dari teman-temannya, dikantor hanya dirinya dan Erick yang belum menikah, dan sekarang Erick sudah akan sold out, otomatis dirinyalah sendiri yang tersisa, itupun yang membuat dirinya jadi bahan olok-olokan temannya, Rafael sangat benci dijadikan bahan candaan, dia akan membuktikan kepada teman-temannya kalau dirinya bisa membawa pasangan keacara resepsi pernikahan Erick.


***


Perjalanan panjang yang cukup melelahkan, pukul 1 siang Billa dan Bisma baru sampai dikediaman mereka.


"Bisma, aku mau tidur ya. cape banget. kamu jangan ganggu!" ucap Billa yang langsung nyelonong pergi kekamar.


"ehh, aku mau ikut Bill, aku juga cape." Bisma kemudian mengekori Billa dari belakang.


Baru saja sebentar menempel di bantal, Billa sudah bisa terlelap, mungkin karena terlalu kelelahan dan dia memang selalu cepat lelah semenjak dirinya hamil, Bisma yang baru keluar dari kamar mandi karena ingin buang air kecil, melihat Billa yang sudah tertidur dengan cukup pulas.


beneran kecapean dia.


Bisma tersenyum manakala melihat wajah tenang Billa yang sedang tertidur. Dia beralih menatap perut Billa yang semakin menonjol besar, Bisma duduk dibibir ranjang kemudian mulai mengusap perut Billa.

__ADS_1


"2 minggu lagi kamu akan keluar dari perut mama. sabar ya sayang, papa sayang kamu" Bisma bergeming sendiri, kemudian diapun mulai merebahkan diri di samping Billa dan ikut tertidur sambil memeluk istrinya yang sudah terlelap terlebih dahulu.


***


Sekitar pukul 4 sore Billa terbangun dari tidurnya karena merasa perutnya mulas, dia melihat tangan Bisma yang melingkar diperut besarnya, diapun memindahkan tangan Bisma perlahan agar sipemilik tangan tidak terbangun. setelah berhasil, Billa cepat-cepat pergi kekamar mandi karena sudah tidak tahan dengan mulas pada perutnya.


Tapi setelah sampai dikamar mandi, mendadak mulas diperutnya jadi hilang. Billapun mengurungkan niatnya untuk buang air besar.


Billa memutuskan pergi kedapur untuk memasak karena perutnya yang mulai minta diisi, hanya ada telur dan wortel didalam kulkas, Billa ingat kalau dirinya belum sempat berbelanja saat akan pergi ke Lembang. Diapun akhirnya memasak omelet dengan bahan seadanya.


"awww..." Billa merasa mulas lagi ketika mengocok telur, diapun pergi kekamar mandi, tapi lagi-lagi rasa mulas itu hilang ketika sudah berada didalam kamr mandi.


'rasa mulas ini mempermainkan aku' ucap Billa didalam hati.


Diapum kembali melanjutkan memasak.


Sementara itu, Bisma yang baru bangun tidak melihat keberadaan Billa disebelahnya. Bismapun memutuskan untuk shalat ashar terlebih dahulu karena ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 4 lebih 15 menit.


Setelah shalat, dia mencari keberadaan istrinya dilantai bawah. Ketika menuruni anak tangga, tercium wangi telur yang digoreng, itu membuat perutnya jadi keroncongan, Bismapun cepat-cepat berjalan menuju dapur, karena yakin Billa pasti sedang ada disana.


"Bill, kamu masak telur wanginya sampai kemana-mana." ucap Bisma. Billa yang sedang makanpun menoleh kearah Bisma.


"Bisma, kamu udah bangun. ayo makan! maaf aku ngak nunggu kamu, ku udah lapar banget." ucap Billa, Bisma tersenyum mendengarnya, Billa sangat perhatian kepadanya, Bisma merasa sangat senang karena banyak perubahan sikap Billa terhadapnya.


Billa menyiukkan nasi kepiring Bisma, tak lupa omeletnya juga. Bismapun.segera memakannya.


"kamu udah solat?" tanya Bisma.


"belum, hhe." jawab Billa sambil nyengir.


"habis makan solat dulu ya!" seru Bisma.


"iya." balas Billa.


Baru saja Billa menghabiskan setengah porsi makannya, perutnya sudah kembali mulas, Billa meninggalkan Bisma tanpa berkata dan langsung pergi ke kamar mandi, Bisma yang melihat itu jadi bingung sendiri.


"kamu kenapa Bill?" tanya Bisma saat melihat Billa berlalu, tapi Billa tidak menggubrisnya.


Dan lagi-lagi rasa mulasnya hilang entah kemana. Billa jadi jengkel sendiri, kenapa dengan tiba-tiba rasa mulas itu datang dan tidak tertahankan, lalu kemudian hilang begitu saja. Bisma kembali menghampiri Bisma tanpa menyentuh lagi makanannya karena selera makannya sudah sudah hilang.

__ADS_1


"kamu kenapa? sakit perut?" tanya Bisma khawatir.


"iya, tapi sekarang udah nggak kok." jawab Billa.


"oh, ya udah lanjutin makannya!" seru Billa.


"nggak ahh, aku mau solat dulu." Billapun langsung pergi kekamar karena tadi sudah sempat mengambil wudhu, sedangkan Bisma melanjutkan makannya.


***


Malam harinya, Bisma dan Billa menonton televisi diruang tengah.


"Bill, kenapa dari tadi cengar-cengir kaya gitu tetus?" tanya Bisma yang sedari tadi memperhatikan Billa tidak bisa diam dalam pelukannya.


"nggak kenapa-napa hehe." lagi lagi-lagi Billa hanya nyengir.


Bisma tidak tau kalau sedari tadi Billa menahan rasa mulas diperutnya, dia tidak memberitahu Bisma karena nantipun mulasnya hilang sendiri. Billa mencoba menahannya karena merasa kesal kalau harus bulak-balik kekamar mandi.


"kita tidur ya, besok aku kan udah harus kerja." ucap Bisma.


"iya Bisma." Billa hanya nurut, merekapun pergi kekamar, Bisma sengaja merangkul Billa karena merasa was-was terhadap kehamilannya, takut Billa tersandung atau apalah.


Bisma sudah tertidur dengan pulas, tapi Billa masih terjaga, dia tidak bisa tidur karena rasa mulas yang terus datang dan pergi, rasa mulas itu datang lebih sering dan dengan waktu yang lebih lama.


'apa aku mau lahiran?' tanya Billa dalam kegundahannya.


'...tapikan prediksinya masih 2 minggu lagi.'


Billapun mencoba untuk mejamkan mata berharap dengan tidur rasa mulasnya tidak lagi dia rasakan.


Tapi semakin mencoba untuk terlelap, rasa mulas itu semakin dominan dia rasakan, hingga pukul 2 dini hari Billa masih saja tidak bisa diam mencari posisi yang nyaman, tapi tidak juga menemukannya.


Bisma merasa terganggu dengan setiap pergerakkan Billa hingga membuatnya terbangun, dilihatnya sang istri yang sedang berguling-guling disebelahnya.


"kamu kenapa Bill? Kenapa belum tidur? ini udah malam banget lho." tanya Bisma.


"iya, aku mau tidur kok sekarang." jawab Billa, dia beralih memunggungi Bisma supaya Bisma tidak curiga kepadanya, dia mencoba untuk terlelap.


Bisma memeluk Billa dari belakang dan kembali melanjutkan tidurnya.

__ADS_1


Billa sudah tidak tahan lagi dengan rasa mulas itu sampai-sampai dia menangis saking tidak kuat lagi menahannya.


Jangan lupa likenya ya readers.


__ADS_2